Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 54


__ADS_3

Karena rasa penasaran dengan kehadiran tamunya lantas Hana pun keluar dari dapur menuju ke ruang tamu dengan membawa nampan berisi minuman hangat untuk tamunya .


Dan saat melihat wajah tamu yang di kenalnya yaitu Papih Dika ,Hana pun langsung menghampiri dan menyalami pria paruh baya yang sangat baik itu dengan senyum manis nya setelah menaruh nampannya di atas meja tanpa melihat wajah tamu asing yang lainnya .


Ketiga tamu lainnya itu pun hanya memperhatikan wanita cantik itu dengan perut besarnya tengah berinteraksi dengan Papih Dika seperti anak dan Ayahnya tak jarang Papih Dika pun mengelus perut buncit Hana .


" Wanita yang sangat cantik walaupun dengan perut besarnya seperti nya masih sangat muda sekali ." gumam Mamih Esty dalam hati , lamunan Mamih Esty pun buyar saat Hana mencium tangan nya dengan takzim dan tersenyum manis .


" Saya Hana tan…"


" Panggil saya Mamih Esty". potong Mamih Esty tersenyum ramah dan tangannya pun dengan reflek mengelus perut buncit Hana .


" Besar sekali , sudah berapa bulan ?". tanya Mamih Esty pada Hana .


" Sudah 7 bulan 2 Minggu em Mih ". jawab Hana masih canggung memanggil wanita berumur yang cantik dan elegan itu dengan panggilan Mamih .


" Ko besar sekali ya … dan 2 anak laki-laki itu ?." tanya Mamih Esty lagi , dua pria tampan itu masih setia melihat interaksi Mamih Esty dan wanita hamil itu.


" Iya mereka putra pertama dan kedua saya Mih dan ini calon bayi kembar saya ". jawab Hana dengan mengelus lembut perut nya tanpa melihat kedua putranya.


" DEG "


mendengar jawaban dari Hana, wajah Mamih Esty pun menegang . Tau istrinya terkejut Papih Dika pun langsung bereaksi .


" Hana itu kenal kan anak Papih yang pertama ."kata Papih Dika dengan menunjuk Roy yang suka samping Mamih Esty .


Hana pun langsung mengulurkan tangannya dan tersenyum pada Roy .


" Hana "


" Roy panggil saja kakak atau Abang terserah kamu enaknya gimana ". jawab Roy dengan senyum ramahnya .


" Cantik walaupun lagi hamil besar ". gumam Roy dalam hati sambil mengamati wajah ayu Hana .


" Hana itu kenal kan anak Papih yang bungsu ." kata Papih Dika dan Hana pun langsung memutar tubuhnya karena orang itu berada di seberang bangku yang di duduki Papih Dika, Mamih Esty dan Roy .


Hana pun langsung memutar tubuhnya kearah pria yang sedang duduk dengan memangku anak bungsunya . Saat tubuh Hana memutar dengan sempurna dan matanya pun bersibobrok dengan seorang pria yang sedang menatap nya dengan mata elang nya , Mata Hana pun langsung melebar dengan air mata yang mulai menggenang , nafasnya pun terasa tercekat dan badan nya pun bergetar ketakutan.


" DEG "


" ASTAGHFIRULLAH "


" KAMU , KENAPA ADA DISINI PERGI ". Teriak Hana dan dengan reflek Hana memundurkan langkahnya yang membuat hilang nya keseimbangan dan hampir terjatuh ke lantai bila Roy tidak sigap menopang tubuh Hana .


" PERGI Huhuhu JANGAN SAKITI SAYA LAGI Hiks hiks hiks…"


" kumohon jangan hukum saya lagi hu hu hu ".


Teriak dan tangis Hana memejamkan mata nya dan mendekap kedua telinganya masih dengan Roy yang menopang tubuhnya berjongkok .

__ADS_1


" Hana jangan seperti ini nak " ucap Bu Wina menenang kan anak nya .


" Ibu tolong, Tolong jauhkan Hana dari pria jahat itu huhuhuhu" ucap Hana masih dengan menutup mata nya dan menangis tergugu .


" Hey buka matamu Hana , ayo tenangkan diri mu ". ucap Roy pada Hana yang masih ada di dekapannya.


Dean masih berdiri dan diam melihat wanita hamil yang sedang menangis ketakutan melihat dirinya . Papih Dika pun langsung beranjak mendekati Hana .


Bukannya menjawab namun Hana malah pingsan tak sadarkan diri membuat semua orang terkejut .


" Hana Ya Allah Ndok jangan seperti ini hiks hiks hiks ". tangis Bu Wina pecah saat melihat putrinya tak sadarkan diri . Dan di ikuti dua bocah yang ikut menangis karena takut terjadi sesuatu pada Mamah mereka .


" Mamah huhuhu"


" huaaa hiu Mamah ".


" Lihat Dean ini karena ulah bej*t mu " ucap Papih Dika geram .


" Roy angkat Hana dan ayo kita bawa ke rumah sakit ". perintah Papih Dika pada Roy dan langsung akan dilakukan oleh Roy namun di cegah oleh Dean .


" Jangan Roy biar gue yang angkat". kata Dean dan langsung membopong tubuh Hana masuk ke dalam mobil yang di ikuti Roy dan semuanya .


" Mamih dan Bu Wina disini menjaga Rama dan Rafa saja biar saya , Roy ,Dean dan Pak Wahyu yang mengantarkan Hana ke rumah sakit nanti akan Papih hubungi ya , Assalamu'alaikum ". ucap Papih Dika dan langsung beranjak masuk ke dalam mobil .


****


Di dalam mobil Dean yang memangku kepala Hana dan pandangan nya pun tidak lepas dari wajah Hana yang masih belum sadarkan diri.


" Maaf Pak tolong anda tunggu di luar dan melakukan registrasi data pasiennya ." ucap seorang perawat sebelum menutup pintu .


" Roy bantu Pak Wahyu mengisi data pendaftaran " kata Papih Dika dan langsung di angguki oleh Roy , Roy dan Pak Wahyu pun langsung menuju tempat pendaftaran meninggalkan Dean dan Papih Dika .


" Sudah puas kamu lihat bagaimana menderita nya Hana karena ulah mu ?".ucap Papih Dika dengan ketus .


" Sudahlah kapan Papih berhenti menyalahkan Dean Pih ". jawab Dean dengan menunduk kan kepalanya .


" Sampai kamu benar benar bertanggung jawab atas hidup Hana dan anak-anak nya " kata Papih Dika geram .


" Tanggung jawab seperti apa lagi Pih ,bahkan kita sudah mengunjunginya kan ". sahut Dean dengan sebal .


" Nikahi Hana ". jawab Papih Dika .


" What … apa ? jangan konyol Pih , dia itu belum tentu mengandung anak ku Pih .…". jawab Dean tak habis pikir dengan ide Papih nya .


" PLAAK "


Papih Dika pun langsung menampar pipi anaknya .


" Kamu keterlaluan Dean kamu fikir Hana perempuan seperti apa Hah …" ucap Papih Dika pembicaraan Ayah dan anak itu pun terhenti saat pintu UGD terbuka dan menampilkan seorang perawat , Papih Dika pun langsung beranjak mendekati perawat itu .

__ADS_1


" Sus bagaimana dengan keadaan menantu saya ?". tanya Papih Dika .


" Keadaan pasien sudah mulai stabil Pak namun dimana suami nya karena Dokter ingin menyampaikan informasi tentang kondisi pasien dan bayi nya .


" Ini suaminya sus " kata Papih Dika dan menarik tangan Dean yang berdiri di belakang nya .


" Kalau begitu mari ikut saya menemui Dokter yang menangani istri anda Pak ". ucap perawat dan langsung beranjak masuk kedalam ruangan .


Dean pun dengan terpaksa mengikuti perawat itu.


****


Saat Dean di dalam ruangan Dokter yang menangani Hana .


" Anda suami pasien ?" tanya sang Dokter , Dean pun tidak menjawab hanya mengangguk kan kepala nya terpaksa .


" Kondisi pasien tadi sungguh tidak stabil dan keadaan ini bisa sangat membahayakan keselamatan bayi kembar yang di kandung oleh istri anda jadi tolong benar benar bisa menjaga emosi Pasian agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan keselamatan bayi dan ibunya ." jelas Dokter pada Dean .


" Maaf Dok memang kita sedang ada kesalahpahaman ." jawab Dean sekenanya .


" Bicarakan masalah anda dengan baik ya Pak jangan sampai terjadi seperti ini lagi ." ucap Dokter.


" Baik , kalau sudah selesai apa saya bisa keluar Dok ?".tanya Dean cuek .


" Sudah Pak dan anda bisa menemui istri anda di ruang kamar melati untuk menghabiskan infus dan vitamin nya setelah habis anda bisa membawa nya pulang ." jawab Dokter .


" Sekali lagi terima kasih Dok ". Dean pun langsung beranjak keluar dari ruang Dokter dan langsung menghampiri ruang yang di maksud Dokter.


****


" Ceklek "


Saat membuka ruangan itu ternyata sudah ada Roy yang berdiri di samping tubuh Hana yang sedang duduk bersandar di brangkar rumah sakit dan sepertinya mereka sedang berbincang , saat melihat pintu terbuka dan muncullah seorang pria tampan nan berkharisma namun dengan sorot mata dingin itu masuk membuat Hana langsung menyembunyikan wajahnya di balik punggung Roy dengan mencengkeram erat lengan Roy .


" Hey Hana kamu harus tenang oke , kalau kamu histeris lagi kamu membahayakan keselamatan bayi mu kamu mau terjadi apa apa dengan bayi mu Hem ". ucap Roy menenang kan Hana namun Hana tetap bersembunyi .


" Tenang ada saya , Dean kesini dengan niat baik jadi kamu jangan takut lagi ". ucap Roy lagi .


Dean pun duduk di sofa di ruangan itu dengan tenang namun tak melepaskan pandangannya pada wanita yang sedang bersembunyi karena takut di balik punggung kakak angkatnya.


" Roy kemana Papih ?". tanya Dean .


" Papih dan Pak Wahyu harus pulang karena anak-anak rewel ." jawab Roy .


" Dean gue titip Hana dulu ya gue mau keluar haus gue ." ucap Roy.


" Han ,saya keluar dulu kebelet kamu jangan takut dengan Dean kalau dia macam macam biar saya yang akan menghajarnya ingat kamu harus kuat demi bayi kembar kamu ya. " ucap Roy pada Hana sambil meringis perih pada lengannya yang di cengkeram Hana dan Hana pun mulai melepaskan cengkraman nya dan Roy pun langsung beranjak keluar dari ruang kamar itu .


Saat melihat Roy keluar Dean pun berdiri dan melangkahkan kakinya menuju tempat tidur dimana Hana duduk membuat Hana ketakutan dan langsung menutupi tubuh nya rapat rapat dengan selimut .

__ADS_1


*****


__ADS_2