Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 168


__ADS_3

Di perusahaan Dewantara Group terlihat lebih lenggang tak seperti hari biasanya karena sebagian dari karyawan


mengurus acara Ulang tahun perusahaan yang akan di gelar di salah satu hotel mewah yang ada di Jakarta .


Dean sendiri datang ke Perusahaan untuk menanda tangani berkas penting sama dengan Roy Kakak nya dan setelah menyelesaikan pekerjaan nya maka Dean dan Roy akan melihat persiapan acara nanti malam di hotel bersama - sama .


" Huuuft akhirnya kelar juga ... Ahk mending gue ke ruangan Roy lihat kerjaan dia beres apa gak apalagi dia


lagi galau ." gumam Dean dengan merenggangkan otot nya .


 Saat Dean akan beranjak untuk ke ruangan sang Kakak sebelum melihat persiapan acara nanti malam namun niat nya tertunda karena adanya suara ketukan .


 " tok tok tok ".


" Masuk ". jawab Dean .


" Ceklek "


masuklah Joni ke dalam ruangan Bos nya dengan membawa amplop coklat . Dan Dean hanya diam


menunggu apa yang akan di sampaikan oleh Joni .


" Maaf mengganggu Bos ini ada yang akan saya laporkan mengenai tugas dari anda kemarin ". ucap Joni


dengan meletakkan  amplop coklat yang ia bawa di atas meja yang ada dihadapan Bos nya .


Dean yang melihat amplop coklat itu dengan menaikan sebelah alis nya .


" Kamu yakin keakuratan nya ?". tanya Dean dengan datar kepada Joni .


" 100 % saya yakin keakuratan nya bahkan di dalam terdapat semua bukti - bukti nya Bos ". jawab Joni dengan penuh keyakinan .


" Oke terimakasih dan kamu bisa lanjutkan kembali pekerjaan mu karena saya akan pergi ke Hotel ". ucap Dean pada Joni yang menganggukan kepalanya dan langsung beranjak keluar dari ruangan Bos nya .


" Sorry brother bukan gue tega sama Lo tapi lebih ingin membuka mata lo biar cepat sadar nya dan gak nyiksa diri sendiri ..." gumam Dean dengan tersenyum tipis dan melihat isi dalam amplop coklat yang di bawa oleh Joni asisten nya .


Dean pun merapihkan meja kerjanya dan menggunakan jas nya kembali lalu beranjak pergi dari ruangan nya dengan membawa amplop coklat yang ada di atas meja nya menuju ruangan Wakil Direktur yang di jabat oleh Kakak nya .


"Ceklek "


Dean membuka pintu ruangan Kakak nya dan Dean melihat Kakak nya sedang merapihkan meja kerjanya yang sepertinya sudah menyelesaikan pekerjaan nya .

__ADS_1


" Wohooo brother gue ternyata bisa menyelesaikan pekerjaan nya di tengah pandemi kegalauan karena di tinggal kabur istri ". ledek Dean pada Roy sambil duduk di atas meja kerja sang Kakak dan  membuka berkas kerjaan Kakak nya yang sudah di selesaikan oleh Roy .


Roy menatap sang Adik yang meledek nya dengan tersenyum tipis .


" Gue bukan lo Dean , walaupun gue ada masalah dalam rumah tangga gue tapi gue gak akan mengabaikan tanggung jawab di kantor .... Gak kaya Lo .." jawab Roy dengan santai .


" Oke ... gue mengakui nya bro puaskan lo ..." jawab Dean dengan mengangkat kedua tangan nya seperti orang yang menyerah .


Dan Roy langsung mengernyitkan kening nya saat melihat amplop coklat yang ada di genggaman sang Adik.


" Wait ... apa yang lo bawa Dean ?". tanya Roy dengan menunjuk amplop coklat yang ada di tangan Dean .


" Oh ini ... Sebenar nya buat lo tapi gue gak tega kasih ke lo soalnya sekarang lo lagi rapuh ." jawab Dean dengan mengejek Roy .


" Udah sini in gue mau lihat biar sekalian hancur gue , Dean ." ucap Roy dengan mengulurkan tangan nya meminta amplop coklat itu dan Dean pun langsung memberikannya .


Roy pun mulai membuka amplop itu dan mengambil beberapa kertas yang ternyata isinya adalah bukti Monika melakukan Proses  kuretase baik keguguran dan sengaja untuk di aborsi . Bukti itu menunjukan 4 kali Monika melakukan Proses Kuretase yang di ketahui ia lakukan sebelum bertemu dengan Roy dan sesudah bertemu dengan Roy .


Setelah melihat dan  membaca itu semua Roy pun menghempaskan punggung nya di kursi ke besaran nya dan menghela nafas panjang .


" Huuueeft ternyata kamu asli penjahat Monik ". gumam Roy dengan menyugar rambutnya ke belakang dan memejamkan matanya dan Seketika bayangan Kasih yang mendatangi night club untuk menjual keperawanan nya dan yang selalu ia bilang jalang yang ternyata salah semua dugaan nya .


Entah kenapa Roy merasa rindu pada sosok wanita malang yang ia jadikan istri dan ia perlakukan tidak baik .


" Kenapa shok lo ?". tanya Dean yang melihat sikap Kakak nya .


" Heuh gak terlalu karena semalam gue udah mengetahui kelakuan gila Monik dari Papih ". jawab Roy dengan tersenyum getir .


" Aaaiiis lagi - lagi gue kalah sama tu pria tua ". oceh Dean .


" Huh dasar sinting nasib buruk gue buat bahan persaingan ." sahut Roy sewot .


" Hahahaha ". Dean tertawa lepas mendengar ucapan Kakak nya.


" Yaudah yuk kita ke Hotel buat lihat persiapan untuk acara nanti malam dari pada Lo meratapi kebodohan lo yang gak akan ada habis nya ". ucap Dean dan Roy pun langsung beranjak bangun dari duduk nya dan langsung melayangkan tinju di lengan sang Adik .


" Dih Sialan dasar Adik gak ada akhlak lo , seneng banget lihat gue susah ". ucap Roy .


" Hahahaha ternyata pria dewasa yang lagi galau gak ada tenaganya ". lede Dean dengan tertawa lepas dan mereka berdua pun langsung keluar dari ruangan menuju ke Hotel .


********

__ADS_1


Dan tepat jam setengah 7 di villa tempat persembunyian seorang wanita hamil yang merupakan menantu dari keluarga Dewantara sedang di make up oleh make up artis yang dikirim oleh Mamih Esty untuk mempercantik Mutiara Kasih .


" Iya Pih , Kasih datang ko ke Ulang tahun perusahaan dan akan melakukan semua yang di suruh Mamih dan Papih biar Ka Roy kapok .... " jawab Kasih dengan tertawa menanggapi pembicaraan Papih mertuanya .


" Iya Mih ini juga lagi di rias sama Mbak nya dan terimakasih banyak loh Mih udah repot - repot siapin ini semua untuk Kasih ".


" Iya Muat ko gaun nya Kasih suka banget ".


" Yaudah ya Mih , Kasih mau di make up in dulu biar cepet sampai sana nya ... Daa Mih Assalamualaikum ". ucap Kasih pada Mamih Esty dan Papih Dika melalui sambungan telpon nya .


" Alhamdulillah , Terimakasih Tuhan Kasih bisa bertemu dengan Mamih Esty dan Papih Dika yang benar - benar baik hati ". gumam Kasih dalam hati dengan senyum manis yang menghiasi wajah ayu nya .


" Mba makeup in nya yang cantik dan cetar ya ...". ucap Kasih pada MUA nya .


Tepat jam 8 malam Johan mengetuk pintu kamar milik Kasih .


" tok tok tok ".


" masuk " teriak Kasih .


" Ceklek "


Johan membuka pintu kamar majikannya .


.


" Bluush "


Johan terpana pada penampilan Kasih yang luar biasa cantik nya sedang berdiri didepan cermin .


" Em Bu Kasih sudah siap untuk berangkat ? karena acara baru saja di mulai ". ucap Johan tergagap dengan tak mengalihkan pandangan nya dari wajah cantik Kasih .


" Iya ini udah selesai , Johan penampilan saya gimana ?". tanya Kasih pada Johan .


" Anda sangat cantik Bu Kasih dan saya yakin Pak Roy akan takjub akan penampilan anda Bu Kasih ". jawab Johan .


" Terimakasih Johan dan ingat bila disana Papih Dika menyuruh kamu memanggil saya dengan Kasih bukan IBU ". ucap Kasih dengan tersenyum .


" Siap Mutiara Kasih ". jawab Johan dengan tangan yang hormat . Johan pun langsung membalikan tubuhnya dan langsung keluar dari kamar Kasih .


" Tunggu saya Ka Roy kali ini saya akan kasih kamu surprise untuk mu ". gumam Kasih dalam hati .

__ADS_1


Dan mulai keluar dari kamar dengan di bantu suster Lusi yang akan menemani di acara Ulang tahun perusahaan Dewantara Group .


*********


__ADS_2