Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 37


__ADS_3

Saat Fandi mengatakan akan membawa Hana pergi ke Dokter kandungan untuk memeriksa kan kandungan Hana , semua orang yang berada di ruang makan itu pun melongo karena terkejut .


Fandi pun mengernyit kan keningnya menatap Mbok Jum , Ibu nya dan Hana .


" kenapa ngelihat Fandi begitu ?". tanya Fandi heran .


" Dan kenapa kamu juga lihat Mas kaya gitu , Han kandungan mu belum pernah di periksa kan ?". tanya Fandi pada Hana lagi .


Hana hanya menggeleng kan kepalanya dan menunduk lantas Fandi pun menghampiri Hana dan duduk berjongkok di depan Hana yang sedang duduk di kursi makan .


" Hey dengar Mas , walaupun em bayi ini bukan milik Mas tapi kamu masih istriku ." ucap Fandi lembut.


Hana hanya menatap manik mata suaminya dengan mata yang berkaca-kaca.


" Besok kita ke rumah ibu bapak dan itu lumayan jauh jadi kita periksakan dulu kandungan mu ya , ayok sekarang ganti baju nya Mas tunggu di sini ". ucap Fandi lagi sambil menghapus air mata yang akan menetes di wajah cantik Istrinya.


Hana mendongak kan kepala nya melihat Ibu mertua dan Mbok Jum meminta pendapat dari sorot mata sendu nya . Dan di angguki oleh mereka yang artinya " iya pergilah".


Hana tersenyum pada Bu Tuti dan Mbok Jum mulai beranjak jalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian , 10 menit kemudian Hana pun selesai berganti pakaian nya dan menemui Fandi di ruang tengah sedang duduk bersama ibu mertuanya .


" Sudah ? yaudah ayo berangkat takut kemalaman , Buk Fandi dan Hana pamit


dulu ya " pamit Fandi pada ibunya .


" Iya hati hati ya " jawab Bu Tuti .


" Assalamualaikum Bu"


" Waalaikumsalam warahmatullahi "


******


Di dalam mobil pun terasa sangat senyap tak ada yang memulai obrolan yang ada hanya kecanggungan di antara Fandi dan Hana .


Fandi sibuk dengan kemudinya yang sesekali melirik sang istri yang sibuk dengan pikirannya dan hanya melihat pemandangan di luar jendela mobil.


" Ehem Han " Fandi pun memulai pembicaraan nya karena sudah tidak tahan lagi dengan kecanggungan.


Hana pun menoleh ke arah suaminya


" ya , apa Mas ?". jawab Hana.


" Kamu belum pernah memeriksakan kehamilan mu kan ?". tanya Fandi .


Hana menggeleng kan kepalanya .


" Belum Mas , soalnya gak pernah ada di pikiran Hana kalau Hana akan hamil dengan keadaan yang memalukan seperti ini." ucap Hana pandangannya lurus melihat jalanan.

__ADS_1


" DEG "


"Kamu marah kah sama Mas ?". tanya Fandi terkejut dan menepikan mobilnya.


" Awalnya Hana merasa Bodoh , marah dan kecewa Mas , Marah karena kalau waktu itu Mas tepat waktu jemput Hana mungkin keadaan nya gak seperti ini . Bodoh karena gak bisa jaga diri dengan baik dan kecewa pada diri Hana sendiri dan pada orang yang tak menerima Hana dengan keadaan seperti ini . ( Hana pun tersenyum dengan air mata yang mengalir menoleh ke arah Fandi ) Tapi sekarang gak ko Mas , Hana sudah menerima takdir yang telah terjadi pada Hana dan juga bayi ini , Semoga setelah ini kita bisa ngejalanin hidup kita dengan baik ya Mas ." ucap panjang lebar Hana mengungkapkan semua yang dirasakan selama ini.


" DEG "


" Maafkan Mas , Hana . Tapi waktu...".


" Sudah Mas Fandi gak apa-apa ko kita semua punya alasan masing-masing yang penting sekarang Hana sudah ikhlas Mas . Ayok Mas jalan lagi takut kemalaman ." ucap Hana dengan menahan rasa sesak di dadanya , Hana pun menghela nafas panjang berharap sedikit melegakan perasaan nya.


Tanpa banyak kata Fandi langsung membuka safety belt nya lalu memeluk tubuh ramping wanita yang sangat di cintai nya.


" Maafkan Mas sayang " ucap Fandi sambil mengelus dan sesekali mencium puncak kepala Hana.


Beberapa menit kemudian Fandi melepaskan pelukan nya dan duduk di tempat nya lagi tanpa melepas pandangan nya pada istri cantik nya.


" Ayok Mas nanti kita kemalaman punggung ku udah gak nyaman". ucap Hana membuyarkan lamunan Fandi.


" eh iya iya Mas jalan lagi". Fandi pun langsung menginjak pedal gas mobilnya menuju klinik Dokter kandungan .


****


Sepuluh menit kemudian Fandi dan Hana sampai di klinik Dokter kandungan . Hana pun berjalan menuju tempat reception untuk mendaftar meninggalkan suaminya yang sedang memarkir kan mobil nya.


" Malam Bu " ucap Hana sopan .


" Saya ingin periksa kandungan Bu ," ucap Hana kembali.


" Oh bisa Bu , silahkan Ibu isi formulir identitas ini ya ". kata petugas sambil menyodorkan kertas formulir identitas .


Namun tiba-tiba ada suara bass yang berdiri tepat di belakang punggung Hana.


" Biar Mas aja yang isi , kamu cari tempat duduk ya katanya tadi punggung nya pegal ." ucap Fandi lembut , Hana pun langsung memberikan kertas formulir identitas pada Fandi dan beranjak jalan menuju tempat duduk yang kosong .


*****


Hana pun duduk setelah pergi ke toilet yang ada di klinik itu , di lihat di bangku tunggu ada seorang wanita muda yang sedang mengandung dengan perut yang sudah sangat jelas terlihat.


Hana pun tersenyum pada wanita itu dan duduk tepat di hadapan wanita itu ,bisa dilihat dari wajah wanita itu jejak air mata . Hana pun hanya tersenyum ramah takut salah ucap bila mengajak berbicara wanita itu.


" Ehem Mba nya mau periksa kandungan sendiri ..?" . tanya si wanita itu .


" Eh gak kok itu sama suami ku ". Jawab Hana dengan menunjuk ke arah Fandi ( sekarang masih suamiku mbak tapi besok aku gak tau) gumam Hana dalam hati.


" Enak ya si Mbak nya bisa di antar suami ," kata si wanita itu dengan senyum yang di paksakan.

__ADS_1


" Mbak nya juga diantar suamikan? " tanya Hana karena heran dengan jawaban si wanita itu .


" Gak Mbak aku sendiri dan hidup sendiri , " ucap si wanita itu.


Hana pun langsung mengenyitkan kening nya .


" Maksudnya Mbak ?" tanya Hana penasaran .


" Saya hamil diluar nikah sama bos tempat ku kerja mbak ,tapi dia tidak mau bertanggungjawab dan setelah keluarga tau juga ikut menyuruh saya pergi dari rumah agar tak membuat malu keluarga makanya saya ada di kota ini mbak. eh maaf jadi curhat ." ucap si wanita itu panjang lebar.


" Iya Mbak gak apa-apa ko yang sabar ya Mbak , oh ya kenalin aku Hana " ucap Hana dan sambil menyodorkan tangannya pada wanita hamil itu .


" Iya Mbak Terimakasih . Nama ku Fika ". dan saat di tengah tengah perbincangan dua orang wanita hamil ada yang memanggil salah satu dari mereka.


" Ibu Fika silahkan Masuk " seorang perawat memanggil nama wanita itu. Fika hanya tersenyum dan mengangguk pada Hana dan beranjak masuk ke ruang Dokter kandungan.


" Ya Allah apa nasibku esok akan sama dengan apa yang dirasakan wanita tegar itu ". gumam Hana .


Hingga Hana tersadar dari lamunannya saat Fandi memanggil nya dan duduk di sebelah Hana .


" Hey kenapa ? " tanya Fandi .


" Gak apa-apa Mas , " jawab Hana .


" masih sakit punggung nya ? " tanya Fandi lembut .


" Sudah gak ko Mas , eem Terimakasih ya sudah Sudi bawa Hana periksa kandungan Hana ." kata Hana .


" Iya gak apa-apa " jawab Fandi sambil tersenyum.


Hingga perhatian mereka teralihkan dengan pintu salah satu ruangan yang di buka secara kasar ternyata dua orang perawat yang membawa tubuh gadis menggunakan brangkar rumah sakit dengan kondisi tak sadarkan diri . Y wanita itu yang tadi berkenalan dengan Hana Fika namanya .


Hana pun terkejut melihat wajah pucat wanita itu .


" Bu Hana " panggil perawat pada pasien nya .


" Iya silahkan masuk " ucap perawat lagi .


.


" Baik sus " Hana dan Fandi pun langsung beranjak jalan menuju ruang pemeriksaan .


Didalam ruangan periksa itu sudah ada seorang wanita parubaya dengan menggunakan jas putihnya yang di ketahui adalah Dokter kandungan.


Didalam ruangan periksa ,Fandi pun hanya tersenyum getir dengan apa yang di katakan oleh Dokter kandungan itu.


*****

__ADS_1


Maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan 🙏


Terimakasih banyak yang sudah berkenan mampir di karya pertama saya , Monggo tinggal kan kan jejak like dan komen sebanyak banyaknya Terimakasih 🙏😊🙏


__ADS_2