Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 218


__ADS_3

Di kota Madiun rumah Fandi Afendi


Dua bocah laki-laki kakak beradik itu masih terdiam dengan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya saat melihat mobil dimana terdapat Mamah , Papah dan kedua adik kembarnya mulai keluar dari halaman rumah Ayah nya pelan namun pasti mobil itu mulai menghilang dari pandangan kedua bocah laki-laki yang di paksa untuk merasakan dampak atas perpisahan kedua orang tuanya .


Fandi yang ada di samping kedua putra nya begitu pun Reni yang ada di sisi lain pun menoleh pada kedua putra nya yang tampak sedih karena berpisah dengan Mamah dan keluarga baru nya , Fandi dan Reni pun bersitatap sesaat hingga mengangguk kecil dan tersenyum .


Fandi berjongkok tepat di depan dua putranya yang di ikuti oleh Reni dan langsung memegang tangan kecil kedua nya masing – masing hingga kedua bocah itu pun melihat Fandi dan Reni dengan mata yang masih terdapat


jejak air mata .


“ Kakak dan Adek sedih pisah sama Mamah heum …?”. Tanya Fandi dengan lembut pada putra sulung nya yang hanya mengangguk kan kepala nya .


“ Terus kalau sedih kenapa tadi gak ikut Mamah aja …”. Ucap Fandi lagi yang langsung di senggol oleh Istrinya karena terlalu kasar bagi Reni namun Fandi tak menghiraukan , Si sulung pun langsung menunduk dalam saat


mendengar ucapan Ayahnya .


“ Padahal Ayah tadi udah seneng banget waktu kalian kembali lagi dan Papah Dean bilang kalau Kakak dan Adek ingin tinggal walau hanya sebentar dengan Ayah …( Fandi menunduk dengan wajah yang sedih) Tapi lihat


Kakak dan Adek kaya sedih gini gak happy tinggal disini malah buat Ayah sedih nak …“ ucap Fandi dengan nada sendu nya .


Si sulung Rama yang mendengar ucapan Ayah nya pun langsung mendongakkan kepalanya melihat Ayah yang ada di hadapan nya terlihat sedih , si ulung Rama pun langsung menghambur memeluk Ayah nya yang di ikuti dengan adik nya dengan tangis tersedu dan Reni dengan lembut mengelus punggung kedua putra sambung nya .


“ Maaf yah , Kakak seneng ko tinggal sama Ayah Cuma Kakak juga sedih karena pisah dengan Mamah … “. Jawab si sulung Rama dan di angguki oleh Adik nya Rafa masih dengan memeluk Ayahnya .


“Kalau memang senang jangan nangis lagi dong … Kan tinggal sama Ayah nya Cuma sebentar tapi kalau sama Mamah nya kan lama jadi jangan sedih lagi  …”. Ucap Fandi dengan tersenyum melihat sikap sensitive kedua putra nya .


Kedua nya pun langsung mengangguk cepat dengan menyusut air mata dan ingusnya masing – masing tingkah kedua nya pun seketika membuat Fandi dan Reni tertawa lucu dan untuk Fandi melihat momen indah di hadapan nya membuat hati Fandi menghangat setelah sekian lama tak ia rasakan pasca perceraian nya dengan Ibu dari kedua putra nya .


“ Ya ampun Kakak dan Adek jorok nya ..”. Fandi mengejek kedua putra nya yang tersenyum malu .


“ Biarin dong Yah namanya juga anak kecil ya Kak Dek …”. Ujar Reni dengan tersenyum pada kedua putra sambung nya sambil mengelus pipi gembul nya


.


“ Yaudah sekarang Kakak dan Adek mau mandi yuk biar Ibu bantuin …”. Ajak Reni pada Kakak Rama dan Rafa yang langsung menggelengkan kepalanya membuat Reni mengernyitkan kening nya .


“ Loh kenapa gak mau mandi nak …?”. Tanya Reni .


“ Ini masih siang Bu … Kami mau main dulu “. Jawab si sulung Rama yang di angguki adiknya sambil melihat pada 3 anak kecil yang merupakan teman nya dulu sedang bermain sambil di sisi halaman rumah Ibu Tuti sambil menunggu Orang tuanya yang sedang membantu membereskan bekas acara pernikahan Fandi dan Reni yang baru saja di gelar .


Fandi yang mendengar ucapan putranya pun langsung melihat jam yang melingkar di tangan nya yang ternyata belum terlalu sore .


“ Yaudah kalian main sebentar jangan jauh-jauh habis itu langsung mandi ya …”. Kata Fandi dan langsung mengangguk dengan tersenyum senang .


“ Baik Yah …”. Jawab keduanya dan langsung berlari menghampiri teman-teman nya , Fandi pun hanya menggeleng dan tersenyum melihat tingkah kedua putra kecil nya .


Fandi menoleh pada Reni “ Selagi anak-anak main , sana kamu mandi dulu pasti gerah pake baju itu … habis itu kamu bisa bantu anak-anak “. Ucap Fandi dengan mengelus punggung Reni membuat Reni yang belum pernah di sentuh pria ,merinding itulah yang di rasakan Reni  .


“ I .. Iya Mas , aku mandi dulu …”. Jawab Reni gugup sambil menyingkirkan tangani Fandi di punggung nya dan langsung berlalu masuk ke dalam rumah membuat Fandi menggelengkan kepalanya sambil tertawa lucu melihat Istrinya gugup , setelah Reni masuk ke dalam rumah Fandi pun membantu Bapak – Bapak yang sedang membenahi sisa – sis acara sambil mengawasi kedua putra nya yang sedang bermain .


******


Usai mandi Reni pun langsung masuk ke dalam kamar putra sambungnya yang dahulu kamar milik Fandi dan Hana mengambil dua koper kecil bergambar animasi kartun super hiro untuk mengambil baju dan perlengkapan


lainnya yang sudah tertata rapih di dalam 2 koper kecil itu .

__ADS_1


 Saat membuka koper kecil milik putranya , Reni di buat takjub dengan isi di dalam koper itu dari


baju yang bagus-bagus serta perlengkapan khusus anak-anak yang sangat mendetail itu membuat hatinya mencelos teringat masa kecil nya yang tinggal di Panti Hal yang tak pernah ia dapat sedari ia kecil .


Reni pun menggeleng pelan kepalanya biar bagaimana pun ia harus tetap bersyukur dengan apa yang pernah ia lalui karena kalau tidak di temu Ibu Panti , ia pun bahkan tak tau apakah masih bisa ada di dunia ini atau tidak


karena orang yang melahirkan nya pun tak menginginkan kehadiran nya , teringat hal itu membuat setitik air mata Reni menetes tanpa permisi dan Reni pun langsung menghapusnya dengan cepat saat mendengar teriakan dari Suaminya yang sedang berada di dalam kamar mandi putranya .


“ Dek , baju anak-anak sudah di siap kan ..?”. teriak Fandi dari dalam kamar mandi karena sedang memandikan kedua putranya .


“ Iya Mas …” balas Reni


Reni langsung menyiapkan piyama tidur dengan gambar yang sama  kedua nya dengan cepat sambil


menunggu Kakak Rama dan Adek Rafa yang sedang di mandikan Ayahnya dari acara mandi bersamanya .


5 Menit kemudian tiga pria berbeda generasi itupun keluar dari dalam kamar mandi bersamaan dengan hanya memakai handuk yang melilit namun kemudian wajah Reni memanas saat pandangan nya jatuh pada pria yang baru sehari berstatus suaminya sedang menggunakan handuk yang lumayan kecil hanya sampai setengah paha nya karena memakai handuk putranya dengan sesuatu di tengah yang menonjol membuat Reni keki .


“ Oh ya ampun mata ku kayanya bakal sering – sering ternoda nih gara-gara Mas Fandi …”. Pekik Reni dalam hati dan langsung membuang wajahnya dari pemandangan asing itu mengalihkan pada dua Kakak beradik yang tak jauh dari nya , tingkah gugup Reni tak lepas dari pengamatan Fandi yang diam – diam tersenyum kecil  .


“ Sini Kakak Adek Ibu pakaikan baju nya nih udah Ibu siapkan … kalau ada yang kurang kasih tau Ibu ya karena perlengkapan kalian banyak banget nak beda sama Ibu dulu …”. Panggil kedua nya sambil menunjuk baju dan seperangkat pernak pernik yang hampir tak pernah ia lihat dan ia gunakan saat ia kecil dan merawat anak – anak Panti , karena di panti anak-anak hanya memakai minyak kayu putih setelah mandi itupun kalau ada kalau tidak ada mereka langsung memakai pakaiannya , Be dengan dua bocah kakak beradik di hadapan nya yang sedang menatap nya bingung yang memakai minyak telon, minyak wangi , bedak bayi , minyak rambut hingga lotion khusus anak – anak dan Reni harus membacanya dulu saat akan mengaplikasikan pada dua putra sambung nya agar tidak tertukar .


Fandi yang mendengar ucapan Istrinya yang sangat kental akan kesedihan pun mempunyai ide jail agar Istrinya melupakan kesedihan nya .


“ Bu … “ panggil Fandi namun sengaja tak di hiraukan oleh Reni karena Reni malu melihat keadaan Fandi yang setengah toples .


“ Bu kalau di panggil Suami itu jawab dong paling gak noleh to … gak sopan tau .”. kata Fandi lagi dan mau tak mau Reni pun menoleh pada Fandi tapi tetap menghindari dari sesuatu yang menonjol itu .


“ Apa Mas kan aku nya lagi gantiin baju anak-anak nih takut salah tau …”. Jawab Reni sambil mengancingkan baju piyama Adek Rafa .


“ Apaan sih mas saru tau kan ada anak-anak … Yaudah sana buruan ganti baju biar gak tambah dingin ..”.jawab Reni pada Fandi .


“ Berarti kalau gak ada anak-anak mau dong …”. Goda Fandi pada Istri polos nya .


“ Mas iihk malu ada anak-anak … Udah sana ganti baju gak baik tau di dengar anak-anak .”. Ujar Reni karena kedua putra nya sedang menatap dirinya dan Ayahnya bergantian.


“ Maaf deh … Yah Mas kalah sama anak-anak …”. Kata Fandi mencebikkan bibir nya sambil berjalan menuju pintu keluar dan di tertawa kan oleh kedua putra nya .


“ Ih Ayah nambek ya ….”. kata Adek Rafa cadel dengan tertawa


.


“ Ayah kasihan deh …”. Ledek si sulung Rama pada Ayah nya yang membalasnya dengan memelet kan lidah nya sebelum keluar dari kamar putranya .


“ Udah ayok lanjutin pake baju nya nanti gak selesai- selesai habis ini kalian maem ya terus istirahat karena pasti kalian capek kan …”. Kata Reni pada Kakak Rama dan Adek Rafa .


“ Siap Bu …”.jawab keduanya serempak .


*****


Setelah menyelesaikan makan malam dan mengantarkan tidur kedua putra nya , kini Reni  sudah berada di kamar mereka , kamar yang sepi karena ia tak melihat keberadaan Suaminya .


Kamar yang awal nya adalah kamar kedua putra nya kini sudah bertukar menjadi kamar pribadi Fandi dan Reni atas keinginan Reni .


Karena awalnya Fandi akan mengambil semua foto antara dirinya dan Hana serta banyak foto bersama dengan kedua putranya yang kini sudah menjadi mantan istri itu memindahkan nya ke dalam gudang belakang namun

__ADS_1


di cegah Reni karena takut tanpa sengaja menyakiti hati kedua putra nya .


Yang meletakan foto Mamah mereka di dalam gudang , akhirnya Reni mempunyai ide untuk bertukar kamar yang sama luas nya dengan kedua putra nya dan Reni akan menambah foto antara Fandi dan dirinya serta Hana dan Dean agar kedua Kakak beradik tau jika kita semua adalah keluarga .


Reni pun hanya duduk di pinggiran ranjang memainkan ponselnya sambil bersusah payah mengendalikan detak jantung nya yang sedang bergemuruh karena berada di dalam satu kamar dengan seorang pria untuk pertama


kalinya .


Fandi yang baru masuk kedalam kamar sambil membawa sebotol air putih dan satu gelas itupun langsung menatap intens Reni yang sedang salah tingkah memainkan ponsel nya .


Fandi meletakan botol minum yang ia bawa di atas meja kecil dan berjalan dekat mendekati Reni semakin membuat jantung Reni bergenderang layaknya menghadapi peperangan , Setelah ada di hadapan Istrinya Fandi pun langsung mengambil ponsel dari tangan Reni .


Tangan Fandi yang sedikit menyentuh tangan Reni pun merasakan bila tangan istrinya dingin dan basah karena berkeringat membuat kening Fandi mengkerut .


“ Ko .. ko di ambil sih Mas … “. Ucap Reni dengan tergagap , Bukan nya menjawab Fandi malah duduk tepat di hadapan Reni dan langsung menggenggam tangan Reni yang sedikit gemetar .


“ Dek , kamu takut sama Mas …?”. Tanya Fandi lembut pada Reni .


Dengan menggigit bibir bawah karena gugup Reni menggelengkan kepalanya . “ Nggak ko Mas , masa taku …”. Ucap Reni dengan senyum kecilnya untuk menutupi ke gugupannya di depan pria yang sekarang sudah menjadi suami sah nya yang sebelum nya anak majikannya .


“ Masa … ?. kamu tenang aja Dek kalau kamu belum siap untuk memberikan hak nya Mas , Mas gak akan memaksa jadi kamu jangan takut gini dong , kaya lagi liat monster aja …”.ucap Fandi sambil mengelus kepala Reni dan tersenyum beranjak berdiri .


Reni yang teringat pesan Ibu Panti agar melayani Suami nya dengan baik dan ikhlas agar keberkahan itu mengalir untuk keluarganya pun langsung memegang tangan Fandi saat Fandi akan berlalu .


“ Mas … Em .. Aku siap Mas …”.kata Reni masih dengan ketara kegugupannya membuat Fandi kembali duduk dan tersenyum lembut karena ia tau Istri nya sebenarnya belum siap untuk memberikan Hak nya hal yang sangat tabu


untuk Istri polos nya .


“ Kamu yakin …?”. Tanya Fandi pada Reni yang langsung menganggukan kepala setelah menghela nafas .


“ Oke …”, sahut Fandi yang ingin mengetahui respon Istrinya . Fandi pun dengan perlahan memajukan wajahnya hingga jarak kurang dari 5 cm Reni reflek memejamkan mata pikirnya pasrah dengan apa yang akan di lakukan


Suaminya pada dirinya .


Saat bibir Fandi mulai menempel di bibir Reni tiba-tiba dua insan yang baru akan memulai sesuatu yang pasti bagi pengantin baru harus terkejut karena mendengar suara yang lumayan memekak kan telinga pengantin baru itu  .


“ TOK TOK TOK “


 Reni pun reflek mendorong keras tubuh Fandi hingga terhuyung kebelakang dan jatuh ke bawah lantai karena pria itu tak sempat menyeimbangkan tubuhnya dan Reni reflek langsung masuk kedalam selimut dan menutup wajah nya yang memerah karena malu tanpa tahu apa yang terjadi dengan pria yang berstatus Suaminya sekaligus pria pertama yang mengambil ciuman pertamanya walau hanya menempel .


" Bruuuk "


" Auuwh sakit banget ...". pekik Fandi dengan mengelus pinggangnya .


" Astaga dosa apa saya sampe terjadi lagi begini ... Dulu habis malam pertama sama Hana pagi nya di tendang sampe jatuh ke lantai hanya karena dia lupa kalau udah punya suami dan sekarang saya di dorong kenceng banget sampe jatuh ke lantai karena kaget ... Hadeeeuh Apes Fan Fandi  ". gerutu Fandi dalam hati masih dengan mengelus pinggangnya hingga ia tersadar saat suara melengking yang di ikuti gedoran pintu itu terdengar kembali .


“ AYAH BUKA … IBU BUKA ….”


 " TOK TOK TOK ".


********


Sabar ya Bambang ops salah🤭✌️ Babang Fandi malam pertamanya delaye dulu hehehe ...😉


Jahat banget gak sih authornya gangguin teman- teman readers yang mulai hareudang ...🤔 eh apa belom terlalu hareudang ya 🤭😉???

__ADS_1


Anyway, thank you very much for the support and time, dear readers who still want to follow this meager story.... Once again thank you, I wish you good health and success always 😘😊😉


__ADS_2