Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 40


__ADS_3

" Ndok ayo bangun sudah subuh , sholat dulu ya ". Mbok Jum membangun kan Hana yang seperti nya sedang kelelahan ( Ya Hana lelah jiwa dan raga nya ).


Hana menggeliat dan membuka matanya perlahan , wanita cantik itu pun tersenyum manis pada perempuan paruh baya yang sangat baik pada dirinya .


" Hemz iya Mbok Terimakasih ya sudah membangun kan Hana " jawab Hana saat kesadarannya mulai terkumpul dan segera beranjak untuk menjalankan kewajiban pada sang pencipta.


Setelah selesai urusan nya dengan sang Maha Pencipta Hana pun berjalan menuju dapur untuk membantu Mbok Jum, namun ketika sampai di dapur Hana melihat ada kakak ipar nya dan juga Ibu mertuanya , Hana pun melirik meja makan sudah tersaji beberapa macam makanan .


" Wah maaf ya Mbok , Bu dan Mba Fani . Hana kesiangan ya jadi terlambat bantu bantu ." ucap Hana merasa tidak enak hati .


" Gak apa-apa ndok , harusnya setelah sholat kamu istirahat dulu sebelum berangkat ke Semarang nak ". ucap Bu Tuti lembut.


" Gak lah Bu masa tidur lagi kalau begitu Hana mau jalan jalan ya Bu boleh gak ?" tanya Hana izin pada ibu mertuanya.


" boleh to ya" ucap Bu Tuti sambil tersenyum.


" Mbak tau pasti mau cari roti Bluder Cokro kan , Mba ikut ya Mbok Jum juga harus ikut ayok ". jawab Fani dengan tertawa .


" Boleh , ayo mba keburu anak anak bangun ." Hana mengiyakan .


" tapi sebelum waktunya sarapan sudah harus pulang ya ." Bu Tuti memperingatkan Hana dan juga Fani .


" Iya Bu , Assalamu'alaikum" Hana mengucapkan salam .


" Waalaikumsalam "


*****


Tiga wanita beda generasi itu pun keluar dari rumah , saat di pelataran rumah mereka bertemu dengan Pak Jaya yang sedang menyapu teras yang lumayan banyak dedaunan kering berserakan .


" Loh ini tu pada kemana , pagi pagi ko mau pergi " ucap Pak jaya


" Mau kemana to bukne sama Nok Hana dan Mbak Fani ini ? " tanya Pak Jaya.


" Kita mau cari jajanan pasar Pak , mana kunci mobilnya Pak? " Fani meminta kunci mobil pada Pak Jaya .


" Ini Mba hati hati ya" ucap Pak Jaya.

__ADS_1


" Iya Pak , Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


Tiga perempuan beda generasi itu pun mulai menyusuri jalanan untuk mendapatkan yang mereka inginkan hingga mereka berhenti di Pasar Pundensari yang menjual berbagai macam makanan tradisional .


30 menit kemudian Fani , Hana dan Mbok Jum menghentikan aksi jajan nya dan kembali ke rumah . Saat di dalam mobil Hana pun tak henti hentinya mengunyah makanan yang di beli nya .


" Han , kamu dari tadi makan nanti kenyang loh terus malas sarapan lagi ." ucap Fani melihat Hana makan cemilan dengan lahap .


" Tenang Mbak stok tempat masih banyak ko hehehe". Hana tersenyum membuat dua hati wanita itu ikut senang .


" Han tadi kamu beli apa aja ?" . tanya Fani pada adik iparnya .


" Hana beli yang bener bener khas kota ini Mbak ada Brem , Roti Bluder Cokro , kue Manco Sama lempeng puli Mbak , pokoknya khas makanan sini soalnya Hana kan udah gak bakal kesini lagi ." ucap Hana dengan menahan mata yang mulai memanas .


" Ya kesini dong , Kan kata Ibu beliau minta di jenguk sama kamu dan cucunya ." jawab Fani .


"Udah sampe Alhamdulillah "kata Fani lagi.


****


" Han sini biar Mas yang mandikan anak anak." ucap Fandi menawarkan bantuan pada Hana .


" Gak usah Mas ini juga sudah mau selesai ". jawab Hana tanpa menoleh pada wajah Fandi .


" Gak papa bukanya kamu kalau lagi hamil selalu mual kalo nyium bau odol nya anak-anak ." ucap Fandi .


Hana pun mulai menghanduki kedua putranya yang sudah selesai di mandikan dan saat posisi Hana di depan Fandi , Hana pun menjawab .


" Itu dulu Mas , sekarang sudah gak lagi Alhamdulillah bayi Hana gak rewel karena tau mamahnya bakalan sendiri ." ucap Hana sambil melewati Fandi yang terdiam .


Hingga Hana selesai mendadani kedua putranya Fandi pun masih mengamati perempuan yang akan menjadi mantan istri nya itu .


" Sudah selesai anak-anak sekarang kalian keluar ya main sama om Doni , Mama mau mandi dulu ."ucap Hana pada kedua anak anak nya.


" Iya mah " jawab mereka serentak .

__ADS_1


Hana pun menoleh pada Fandi yang tergagap karena ketahuan sedang mengamati Hana .


" Ehem Mas kamu sudah selesai mandi kan ?" tanya Hana .


" eh iya " ucap Fandi gugup.


" bagus deh " ucap Hana dan langsung meninggalkan Fandi di kamar anak anaknya dan berlalu masuk ke dalam kamar nya dan dengan cepat Hana mengunci pintu kamar.


" Klek klek "


Fandi pun berusaha masuk ke dalam kamar nya namun sayang pintu kamarnya di kunci dari dalam .


" Ini ngapain si di kunci segala ".gumam Fandi .


5 menit kemudian Hana pun membuka pintu kamar nya sudah dengan penampilan yang cantik dan rapi serta menenteng tas kecil nya dan koper baju nya.


" ko kamarnya di kunci si ? ". saat berhadapan dengan Fandi .


" Sengaja Mas takut ada yang masuk ". ucap Hana tegas .


" lah kan yang masuk paling juga Mas ". jawab Fandi .


" Iya karena Mas yang masuk jadi Hana kunci , semenjak Mas menjatuhkan talak pada Hana . Hana menganggap kita sudah masing-masing ." jawab Hana dengan tenang.


" Tapi kita masih suami istri Han , talak ku baru 1x " ucap Fandi membela diri.


" Mau 1 x atau 5 x tetap saja buat Hana kita sudah masing-masing , permisi ". ucap Hana dan berlalu .


*****


Setelah pamit dengan Ibu mertua , Mbok Jum dan semua penghuni rumah dengan diwarnai tangis dan air mata kini Doni , Fandi , Hana dan anak anak sudah berada di dalam mobil menuju ke Kota Semarang tempat kelahiran Hana .


Hana duduk di kursi belakang dengan si sulung Rama , di depan yang mengemudikan mobil adalah Doni dan Fandi dengan memangku si bungsu duduk di samping pengemudi.


Doni dan Fandi saling berganti an melirik Hana yang sedang asyik duduk dan makan makanan


yang di bawanya ,

__ADS_1


setelah selesai dengan cemilannya Hana pun mulai memejamkan matanya .


__ADS_2