Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 222


__ADS_3

" TOK TOK TOK "


" AYAH BUKA PINTUNYA ...". suara teriakan dua bocah laki-laki itu memekak telinga penghuni nya yang ada di dalam kamar .


" Ya sebentar nak ...". sahut Fandi sambil bangun dari tempat ia terjatuh mulai berdiri dan berjalan ke arah pintu yang masih di gedor dari luar oleh kedua putranya sambil mengelus punggung dan pantatnya yang terasa nyeri .... Sebelum membuka pintu Fandi menoleh pada gundukan selimut dimana istrinya masih setia menyembunyikan wajah merona nya dan Fandi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri baru nya itu .


" Ceklek " Fandi membuka pintu yang menampilkan dua putranya dengan piyama kembar bergambar super hiro .


" Kenapa Ka Dek , bukannya kalian tadi udah tidur di temenin Ibu ya ko malah bangun lagi ?". tanya Fandi pada kedua putranya masih dengan tangan yang satu mengelus tubuh bagian belakangnya itu .


" Kita tadi pura-pura bobo Yah karena belum ngantuk .... kita mau disini Yah ". jawab si sulung dengan wajah memohon sambil celingak-celinguk melihat ranjang yang terdapat gundukan selimut .


Sebelum menjawab Fandi menghela nafas dan mulai menganggukkan kepalanya ." Yaudah tapi gak boleh bohong gitu lagi ya kan kasihan Ibu udah nemenin kalian bobo ... eh ternyata kalian hanya pura-pura aja ". kata Fandi pada kedua putra nya sebelum mempersilahkan masuk ke dalam kamarnya.


" Iya Yah maaf ".jawab kedua nya dengan kepala menunduk .


" Yaudah ayuk masuk ...". ucap Fandi yang mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar dengan di ikuti kedua putranya namun kedua bocah laki-laki itu dengan memperhatikan Ayah nya yang sedari tadi mengelus tubuh bagian belakangnya dan beralih pada gundukan selimut yang mana itu Istri baru Ayah nya .


" Ayah kenapa dari tadi di usap-usap terus ?". tanya si sulung pada Fandi dan Reni yang mendengar suara kedua putra sambungnya pun mulai membuka selimut yang sedari tadi membungkus tubuhnya .


" Terus Ibu kenapa ngumpet gitu ?". tanya lagi si sulung pada Ibu nya karena rasa ingin tau nya yang tinggi .


" Em itu nak kita tadi lagi main petak umpet terus waktu Ayah mau ikutan ngumpet di dalam selimut bareng Ibu ... Eh malah jatuh ke lantai jadilah pinggang Ayah sakit ...". jawab Fandi dengan melirik pada Reni yang langsung mengalihkan pandangan nya dari Suaminya .


"Yaudah kalau gitu Adek dan Kakak ikutan main ya ...". ujar si sulung dengan semangat dan di angguki oleh Rafa Adiknya .


" Em gak usah nak , kita udah selesai ko sudah malam ya gak Yah  ... lagian kenapa kalian bangun lagi tadi sebelum Ibu tinggal kan kalian sudah bobo ?". kata Reni pada putranya .


" Maaf Bu tadi kita pura-pura tidur karena belum ngantuk ..". jawab si sulung jujur dan menunduk .


" Yaudah gak apa-apa ... Sini naik dekat Ibu ". kata Reni de ngan senyum lembutnya sambil menepuk kasur pada bagian yang kosong dan langsung di iyakan oleh Kakak Rama dan Adek Rafa begitu pun Fandi yang ikut naik ke ranjang yang cukup lebar itu dengan posisi kedua putranya yang ada di tengah di antara dirinya dan istrinya .


" Maaf ya Mas ...". kata Reni pelan pada Fandi .


" Gak bisa , kamu tau kalau suami mu ini orang nya dendam an jadi ada hukuman yang akan kamu terima nanti ". jawab pelan Fandi dengan nada santai dan mengedipkan mata nya sebelah pada Reni setelah menyelesaikan kalimatnya membuat Reni yang mengerti maksud Suaminya menjadi bergedik dan kedua putranya hanya diam menyimak pembicaraan antara Ayah dan Ibunya namun tetap tidak mereka mengerti .


Hingga sampai pukul 11 malam kedua bocah laki-laki itu tertidur di kamar Ayahnya setelah mereka bercerita ria saat mereka di rumah Papah Dean Nya bercanda dengan riang bersama Oma Esty , Opa Dika , adik kembarnya yang cantik dan imut serta Mamah dan papah nya dan seru nya di sekolah begitupun Reni yang bercerita mengenai kehidupan nya di panti dengan adik-adik pantinya membuat kedua Kakak beradik itu ingin pergi ke panti asuhan dimana tempat Ibunya di besarkan serta kedua bocah itu merasa keberatan dengan panggilan IBU pada Reni karena kata mereka Kakak beradik itu jadi seperti Ibu guru jadi mereka ingin memanggil Reni dengan panggilan BUBU dan langsung di setujui oleh Reni dan Fandi .


" Mas , apa gak sebaiknya anak-anak tidur disini aja ?". tanya Reni pada Fandi dengan maksud agar niat suaminya tergagalkan .


" Mereka tetap tidur di kamar mereka biar Mas gendong dan pindahkan jadi kamu gak ada lagi alasan untuk menghindari Mas ". jawab Fandi dengan santai sambil menggendong si sulung terlebih dulu untuk di pindahkan ke kamar nya dan setelahnya giliran adiknya Rafa .


********


Dengan keringat dan air mata yang menetes dari pelupuk mata Reni karena menahan rasa sakit , nyeri sekaligus rasa yang membuat ia terbuai karena suatu benda tumpul nan keras yang merobek selaput darah yang ia jaga selama 28 tahun itu atas ulah seorang pria yang hanya terpaut satu tahun darinya yang hari ini belum genap 24 jam itu menyandang status sebagai suaminya mengambil kehormatannya itu yang di sebut hak wajib bagi suaminya .


Lelaki yang masih mengungkung tubuh nya dengan keringat yang bercucuran dan tatapan mata yang berkabut ***** itu .... Fandi yang melihat Istinya menitikan air matanya pun tak tega namun ia pun tak bisa berhenti karena pusat tubuh yang sudah terlanjur menegang itu butuh pelepasan di tempat yang semestinya .


Dengan lembut Fandi mengecup kedua mata Reni yang terdapat air mata setelah nya Fandi menatap dalam mata Reni .


" Sayang boleh Mas lanjutkan ini ?". tanya Fandi dengan lembut pada Reni yang hanya diam karena bingung dan terlalu malu jika ia juga menginginkan sesuatu yang lebih dari apa yang akan di lakukan oleh Suaminya walaupun baru awal saja ia sudah di buat menangis .


" Mas janji akan menyelesaikan nya dengan pelan ya ... tapi kalau kamu gak nyaman atau keberatan Mas akan sudahi ini ... Mas gak akan maksa kamu ". kata Fandi lagi karena Reni tak menjawab pertanyaan nya dan Fandi yang merasa tak tega pun hendak menarik pusat tubuhnya yang baru masuk beberapa centi itu namun tiba-tiba Fandi membatalkan niatnya karena merasakan tangan Reni yang malah memegang tubuhnya sisi kanan dan kiri sambil mengangguk kecil membuat seketika Fandi senang tak terhingga dan bersemangat .


Setelah mendapatkan ijin dari istrinya untuk melanjutkan aksinya Fandi langsung mencium lembut bibir istrinya sampai Reni mulai mengimbanginya untuk mengalihkan rasa sakit yang akan di rasakan karena detik kemudian Fandi mulai membenamkan seluruh pusat tubuhnya ke dalam inti dari Reni semakin dalam sehingga tubuh Reni menegang namun untuk kali ini Fandi tak bisa menghentikan aksinya karena pusat tubuhnya sudah sangat berdenyut membutuhkan pelepasan .


Dari pelan dan lembut kini tanpa sadar Fandi mulai bermain nakal pada tubuh istrinya ... ia mulai menggerakkan pinggulnya dengan keras dengan ritme yang cepat sehingga ******* pun lolos dari bibir keduanya ...


" Eeemmzz  ahhhh ...."


Sebuah erangan panjang pun langsung mencuat dari keduanya tat kala Reni dan Fandi mencapai puncaknya secara bersamaan hingga cairan kental putih dan bercak darah pun mulai menetes di seprai tempat mereka menghabiskan malam pengantin .

__ADS_1


Setelah mengucapkan terimakasih dan mengecup kening istrinya Fandi langsung menggulingkan tubuh nya di samping sang istri dengan nafas yang terengah-engah begitu pun Reni yang langsung menutup tubuh bagian atas nya dengan selimut setelah suaminya menyingkir dari atas tubuh nya .


" Sayang terimakasih ya sudah memberikan sesuatu yang paling berharga milikmu untuk Mas ". ucap Fandi pada Reni yang bersemu merah dan mengangguk kecil karena sudah tak ada tenaga walau hanya untuk menjawab ucapan Suaminya dan Fandi memaklumi itu .


" Semoga calon anak kita cepat jadi ya Bubu ku sayang .... ." kata Fandi dengan mengelus perut Reni di balik selimut .


" Amin Mas ...". jawab Reni dengan tersenyum kecil .


" Yaudah sini tidur biar besok bisa bangun pagi buat bersih-bersih ". kata Fandi sambil membawa Reni masuk ke dalam dekapannya masih dengan tubuh yang sama-sama polos .


Dan malam ini untuk pertama kalinya Fandi tidur tanpa membayangkan wajah cantik mantan istrinya Hana Fishera sebelum tidur karena hadirnya wanita sederhana nan manis yang telah sah menjadi pilihan nya dan pendamping hidupnya kelak .


********


Bak janjian dari pasangan muda yang ada di PPSH ( Perjalanan Pilu seorang Hana ) yang sama dengan apa yang di lakukan Fandi dan Reni , Kasih dan Roy yang telah lama dalam mode perang batin itu pun setelah berdamai sore ini , Roy pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mereguk manisnya bercinta dengan Istrinya setelah cuti beberapa bulan dari sebelum beby Rey lahir sampai beby Rey kini berusia 2 bulan jalan itu pun membuat Roy nekat memakai Istrinya karena sudah tak tahan menahan rasa yang harus segera di tuntaskan walaupun hanya dalam durasi pendek karena Kasih masih mengeluhkan rasa nyeri pada perut bagian bawahnya yang mana membuat Roy tak tega dan segera menyelesaikan kegiatannya .


Setelah menyelesaikan kegiatannya yang lumayan singkat itu dengan segera Kasih dan Roy membersihkan tubuhnya terutama Kasih karena takut keburu beby rey terbangun karena haus .


Dan kini karena belum merasakan kantuknya di antara mereka .... Kasih pun menggunakan waktu berkesempatan untuk menceritakan tentang apa yang terjadi pada Ibunya sekaligus meminta bantuan pada Suaminya yang siapa tau dapat membantu dalam mencari Kakak sepupunya yang belum pernah ia ketahui sebelumnya .... dan Roy pun dengan senang hati dan tanpa ragu akan berusaha membantu Ibu mertuanya yang sudah sangat di sayangi Roy layaknya Ibunya sendiri itu dengan berbekal foto serta lokasi dimana kira-kira Kakak sepupu istrinya itu di buang  .


Melihat respon positif dari Suaminya yang langsung bersedia membantu tanpa ragu itu membuat hati Kasih sedikit tersentil karena ego nya yang tinggi ia dengan tega mengacuhkan Ayah dari putranya itu tanpa perasaan sekaligus hati Kasih menghangat karena Suaminya tak hanya menyayangi dirinya dan putra kecilnya tapi juga Ibu yang notabennya hanya Kakak dari mendiang Mamah nya yang sudah ia sayangi melebihi almarhumah Mamahnya .


Setelah lega bercerita dan mendapatkan solusi dari masalah yang sedang di hadapi Ibu nya kini Kasih dan Roy pun tidur dengan lelap sebelumnya menyusui beby Rey terlebih dahulu dengan suasana yang baru dimana Roy kini dengan senang hati menemani Kasih dalam menyusui putranya di waktu malam hari .


********


Tak berbeda jauh dengan Fandi dan Reni serta Roy dan Kasih .... Dean dan Hana pun menghabiskan malam panjang ini dengan sangat penuh bergelora di peraduan mereka , itu semua terlaksana apalagi kalau bukan siasat dari seorang Dean Prada Dewantara yang mana membuat Hana tak mampu mengelak .


Siasat itu Dean buat yang ia bilang upah karena ia sudah mau membelikan apa yang di inginkan Hana yang tak lain makanan khas pempek di kala hujan deras .


" Di dunia ini tak ada yang gratis sayang dan sekarang saatnya Mas meminta upah dari mu ". begitulah bisik Dean pada Hana di saat tangan pria itu mulai bergerilya kemana - mana membuat fokus Hana jadi kacau .


Berbeda dengan Fandi dan Roy yang cukup menikmati percintaan malam ini kurang dari 2 jam lain lagi dengan Dean yang sudah hampir 4 jam dengan beberapa ronde tak kunjung selesai membuat tubuh Hana remuk redam karena sudah beberapa kali ia mencapai puncaknya namun berbeda dengan Suaminya yang sedari tadi belum mencapai puncaknya  ....


Dean terpaksa segera menyelesaikan kegilaan nya saat Hana merasakan perutnya yang bergejolak hebat .... Dengan erangan panjang serta hentakan yang dalam Dean menumpahkan semua cairan kental tubuhnya pada inti dalam Istrinya dengan penuh kelegaan .


" Aaarrgkh emmz ...."


Hana yang sudah tak tahan merasakan gejolak di perutnya pun dengan sisa tenaga yang ia punya Hana langsung menggulingkan tubuh putih dengan otot - otot yang mencuat itu kesamping tubuhnya membuat si empunya melongo melihat tingkah Istrinya sekaligus terkejut karena di gulingkan secara kasar oleh Hana  .


Dan Hana langsung berlari menuju kamar mandi tanpa menggunakan penutup apapun di tubuhnya yang polos dan tak menghiraukan cairan kental milik Suaminya yang baru saja di keluarkan di dalam inti tubuhnya menetes di lantai sepanjang ia berlari ke kamar mandi dan langsung mengeluarkan semua isi dalam perutnya  .


" Hoeek hooek  hoek ".


" Hooeekk hoooekkk hoooek ". suara itu menggema di dalam kamar mandi di iringi dengan isi perutnya yang keluar tanpa sisa .


Dean yang sedang mengatur nafasnya pun di buat terlonjak saat ia mendengar suara Istrinya yang sedang muntah mengeluarkan isi dalam perutnya .


Dean langsung beranjak bangun dan menyaut ****** ***** bokser nya dan memakai dengan cepat menyusul Istrinya yang masih terdengar sedang muntah - muntah dengan tak lupa membawakan bathrobe dan handuk putih untuk Istrinya yang masih polos karena tak sempat mengenakan apapun di karenakan rasa mual yang luar biasa .


Tepat di belakang Hana , Dean langsung melilitkan handuk putih itu ke tubuh Hana yang sedang berusaha memuntahkan isi dalam perutnya sampai tak tersisa dan langsung memijat pelan tengkuk Hana .


Ada rasa bersalah dan tak tega melihat Istrinya muntah-muntah karena aksi brutalnya barusan yang tak kenal lelah dan puas itu .


" Sayang masih mau muntah lagi ?". tanya Dean lembut saat Hana berhenti muntah - muntah dan tubuh Hana ia sandarkan di dada bidang yang masih polos itu dengan tangan yang satu memegangi pinggang istrinya dan tangan yang satu mengelap air dan peluh Hana dengan tisyu yang tersedia di wastafel .


" Udah gak Mas tapi badan ku lemas banget ". jawab Hana dengan memejamkan matanya dan masih bersender di dada bidang Suaminya yang sedang mengelus lembut pipinya setelah mengelap air dan peluhnya dengan sesekali mengecup pelipis Hana .


" Maaf ya ... gara-gara ngelayanin Mas kamu jadi kecapean gini , Sini biar Mas yang bantu bersihin badan mu ".ucap Dean pada Hana yang tersenyum kecil .


" Bukan karena Mas sepenuhnya ko ... emang akhir-akhir ini Hana sering gak enak badan ". jawab Hana tulus dengan mengelus rahang tegas Dean dengan melihat dari kaca Suaminya yang tampak sangat perhatian padanya walaupun sudah ada banyak anak di antara mereka .

__ADS_1


" Yaudah kamu sekarang cukup diam biar Mas yang bersihin badan kamu ". ujar Dean dan langsung membopong tubuh  Hana mendudukkan di atas closet dan mulai membersihkan tubuh Hana dengan handuk kecil dan menyiram tubuh Hana dengan air hangat agar wanitanya tak kedinginan setelah Hana sudah di rasa bersih dan wangi .


Dean segera membopong kembali tubuh Hana ke ruang ganti mengambil baju Hana yang model daster bunga-bunga selutut berwarna lila setelah memakaikan dalaman pada Istrinya dan langsung membopong kembali tubuh Hana menuju ranjang dan Hana sangat menikmati perhatian indah itu dari Suami tampan nya yang sering kali ia dapat .


" Udah agak segeran kan ... Kalau lelah bobo duluan ya biar Mas yang buat kan susu untuk si kembar tuh lihat mereka sudah mulai gerak-gerak  ". Ucap Dean lembut  pada Hana sambil menoleh pada boks dimana putri kembarnya tidur dan mulai bergerak karena sudah waktunya mereka minum susu serta mengambilkan air putih dingin untuknya dan untuk Istrinya karena dahaga yang kering setelah menyelesaikan kegiatan panas nya .


" Terimakasih ya Suamiku ... Hana bobonya nungguin Mas aja mau lihatin Papah Dean bikin susu buat princess kita ". jawab Hana dengan senyum yang begitu manis .


" Tuh gimana Mas gak lepas kontrol kalau kamu sajikan senyum yang manis gitu terus hem ... buat gemas aja ". Sahut Dean pada Hana dan langsung mencium bibir Hana sekilas sebelum beranjak membuat susu di tempat yang sudah di siapkan segala perlengkapan si kembar .


Setelah memberikan susu pada kedua putri kembarnya hingga tandas dan kembali tidur Dean langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan mengambil alat pel lantai untuk membersihkan lantai dari cairan laknatnya yang terjatuh berceceran dari inti tubuh istrinya dengan tak lupa di berikan pewangi yang sudah lengkap ada pada alat pel canggihnya itu dan Hana masih memperhatikannya dengan hati yang menghangat dan takjub pada perhatian dan pengertian yang ia dapat dari Suaminya itu .


Setelah selesai acara pengepelannya , Dean langsung keluar menuju pantri yang tersedia di lantai 3  sesuai  permintaannya pada pegawai rumah nya ... Dean mengambil satu sachet susu jahe dan langsung membuatnya di cangkir yang sudah tersedia dengan tak lupa menambahkan sedikit gula dan air hangat .


Dean masuk dengan membawa secangkir susu jahe buatannya menuju ranjang dimana Istrinya masih terjaga dan memperhatikan pergerakannya .


" Ini buat Hana ?". tanya Hana pada Dean setelah menerima uluran cangkir dari tangan Suaminya .


" Ya berdua lah sayang masa mau di habisin sendiri ... ini minum biar perut mu anget ".jawab Dean dengan menggoda istrinya tanpa curiga atas mual yang di alami pada Istrinya karena menurutnya Hana mual di tengah aktifitas panasnya itu sudah terbiasa karena kegilaannya saat di peraduan .


" Makasih ya Mas ".ucap Hana setelah meneguk susu jahe buatan Suaminya .


" Iya sama-sama ... yaudah bobo lagi dua jam lagi udah mau subuh tuh ".jawab Dean dan di angguki oleh Hana sambil menerima uluran cangkir yang masih terdapat susu jahe .


Dean pun langsung meneguk habis susu jahe hangat nya dan meletakkan cangkir kosong di atas nakas sebelum naik ke ranjang king size nya dan langsung membawa Hana masuk ke dalam dekapannya menuju alam mimpi .


********


Setelah mandi wajib dan menunaikan sholat subuh dengan di ikuti Istrinya tanpa Dean memperhatikan wajah pucat Hana ... Dean dan Hana kembali tidur lagi karena tidur dua jam sebelum nya belumlah cukup bagi Dean apalagi Dean kembali meminta jatah itu lagi pada Hana  .


Hingga tepat pada pukul 8 pagi Dean sudah berada di kantornya tanpa berpamitan pada Hana yang masih tidur dengan lelap dan Dean membiarkannya dan memakluminya bagaimana pun Istrinya bangun siang itu pun karena ulahnya karena setelah sholat subuh ia meminta kembali vitamin dari Istrinya yang menghabiskan waktu kurang dari satu jam .


Sebelum Dean berangkat ke kantor tanpa membangunkan Hana .... ia mempersiapkan sendiri keperluan kerjanya dan memberikan putri kembarnya pada Uni dan menitipkannya juga pada Mamih Esty saat ia menikmati sarapannya serta memberikan pesan agar tidak membangunkan Hana dengan alasan kasihan Hana kecapekan .


Mamih Esty dan Papih Dika hanya memutar bola mata malas karena sudah bisa menebak kenapa sampai menantunya bangun siang dan kelelahan kalau bukan karena ulah nakal putra bungsunya yang kebangetan , berbeda dengan Roy dan Kasih yang hanya mengulum senyumnya karena sudah tau apa yang sudah Dean lakukan pada Istrinya dan Dean menanggapi respon anggota keluarganya dengan santai sampai ia menyelesaikan sarapannya dan berangkat ke kantor dengan di jemput Johan yang sudah stay di luar teras rumah .


**********.


Saat Dean memimpin meeting dengan para manager yang ada di Dewantara Group . Di tengah meeting pukul 11 siang tiba-tiba ponsel Dean berdering  ... setelah mendapatkan ijin dari anggota meeting Dean langsung merogoh ponsel canggihnya yang ada di saku dalam jas nya .


Kening Dean langsung mengkerut setelah melihat nama seseorang yang memanggil di ponselnya .


" Mamih is calling ".


Dean merasa heran karena cukup jarang sang Mamih menelpon di saat jam kerja seperti ini , takut ada sesuatu yang penting Dean pun segera menggeser tombol hijau dan menempelkan ponselnya di telinga nya tanpa meninggalkan tempat meeting .


Saat menempelkan ponselnya di telinga Dean langsung mendengar sang Mamih berteriak khawatir memberi kabar yang membuat Dean seketika tersentak .


" DEAN .... HANA DILARIKAN  KE RUMAH SAKIT MITRA SEGERA SUSUL SEKARANG .... TUT TUT TUT ".


" DEG ". tubuh Dean menegang dan terkejut saat mendengar belahan jiwanya di larikan ke rumah sakit .


Dean langsung berdiri ". JONI GANTIKAN SAYA MEETING DAN KAMU JOHAN IKUT SAYA KE RUMAH SAKIT MITRA ".Dean memberi perintah pada Sekertaris dan asisten pribadinya dengan berteriak tegas dan panik membuat para anggota meeting berbisik-bisik tentang apa yang terjadi dengan CEO nya sebelum bergegas meninggalkan ruang meeting dengan tergesa di ikuti Johan  .


Suara bisik - bisik itu terhenti setelah Joni menginterupsi " OKE KITA LANJUTKAN SAYA HARAP KALIAN SEMUA FOKUS PADA MEETING INI ". suara tegas Joni tak terbantahkan menggelegar di ruang meeting membuat semuanya kembali sunyi .


*******


Huuuuft Alhamdulillah akhirnya selesai juga 3 bab yang aku gabung jadi satu 👏😊 Sebagai permintaan maaf ku karena beberapa hari ini gak update ...


Maaf karena real life dengan waktu yang acak-acakan karena nemenin anak-anak ku daring yang buat emaknya jadi darting di tambah ngurusin kerjaan rumah sekaligus ngurusin anabul ku yang salah satu nya lagi sakit 😢 ditambah Suami yang baru pulang dari kerja yang minta Quality Time bareng anak istri " maklum ya gaes karena pulang nya gak tiap hari tapi jangan fikir dia bang Toyib ya 🤭😉 ya karena kerja nya beda kota dengan kota yang ku tinggali gitu loh" Oops jadi curhat maaf ya teman-teman reader 🙏🏻🤭😊✌️

__ADS_1


Pokoknya selalu meminta maaf jika ada salah salah dan gak akan pernah capek untuk mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas support dari teman -teman semua atas karya pertama saya ini ,🙏🏻😊😉 Semoga kalian semua selalu di berikan kesehatan ya ... Amin 🙏🏻😊


__ADS_2