Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 237


__ADS_3

Pukul 16 : 30 sore Hana mulai menggeliatkan badan nya dan


mulai sedikit demi sedikit membuka mata nya terbangun dari tidur siang saat


Indra penciuman  nya mencium harum minyak


telon milik kedua putri nya .


“ Emm … “. Gumam Hana duduk dan bersandar di kepala ranjang


, Senyum terukir indah di wajah ayu nya saat mata nya melihat di karpet


bawah tak jauh dari ranjang tempat ia duduk salah satu putrinya Sheina sudah cantik dan harum bergantian Uni dengan telaten sedang


memakaikan baju putrinya Sheila setelah ia memandikan nya .


“ Wah anak Mamah udah pada cantik ya ….”. Ucap Hana dengan


senyum yang merekah saat baby Sheina yang sudah rapi menyadari Mamah nya sudah


bangun dari tidur nya , bocah kecil itu langsung berjalan mendekati ranjang di mana Hana berada


.


Uni yang mendengar suara majikan nya pun langsung menoleh


pada Hana “ Eh maaf Bu tadi Uni lancang langsung masuk ke kamar soalnya tadi


Uni dengar dari luar adek kembar pada bangun dari tidur dan merengek “. Kata Uni merasa


tak enak hati .


“ Iya gak apa apa ko Ni malah Saya yang harus nya berterimakasih karena kamu udah cekatan


dalam mengerjakan tugas mu , yang ada saya yang malu baru bangun tidur Uni “.


Jawab Hana sambil mendekap baby Sheina yang sudah berada di samping nya dengan


sesekali menciumi pipi gembul dan harum putrinya .


" Gak apa-apa ko Bu lagian kan Bu Hana memang butuh istirahat yang cukup di kehamilan ibu yang sudah besar ". jawab Uni sambil mengancingkan baju Sheila .


" Iya nih saya akhir akhir ini sering kali capek padahal kan gak ngerjain apa apa ". ujar Hana dengan tangan satunya lagi mengelus perut nya yang membuncit .


" Ih kalau kata orang mah kan wajar Bu untuk ibu hamil mungkin bawaan bayi juga bisa kan ya Bu ". sahut uni sambil menyisir rambut hitam lebat Sheila yang tampak anteng memainkan botol parfum nya .


" Kaya nya sih gitu Ni ".


Hana menoleh ke bantal di samping nya yang kosong pun baru menyadari jika di sampingnya sudah tak


ada sang Suami hanya ada guling membuat Hana mengkerut kan keningnya heran .


“ Uni , kamu lihat Pak Dean pergi kemana ? “. Tanya Hana


pada Uni yang ternyata sudah selesai memakai kan baju baby Sheila .


“ Maaf Bu , Uni tidak lihat soalnya waktu Uni masuk ke kamar


Pak Dean sudah tidak ada Bu dan di luar pun Uni juga belum lihat  “. Jawab Uni sambil menggendong baby Sheila


meletakkan nya di ranjang dekat Mamah nya sebelum ia beranjak untuk membuatkan


susu untuk anak kembar itu .


“ Oh gitu …”. Ujar Hana dan Hana pun berfikir mungkin


Suaminya sedang ada di lantai bawah atau taman .


“ Duuh anak anak Mama cantik dan wangi banget ini … “. Gumam


Hana sambil mencium pipi gembil putri kembar nya dengan gemas bergantian yang berada di sisi kanan dan kirinya


.


“ Nih Dek Sheina Sheila susu nya udah jadi nih , siapa yang


mau ayo …”. Kata Uni dengan menunjukan dua botol susu di tangan nya pada anak


kembar milik majikan nya itu .


“ Tuh sayang minum susu dulu ya sama Uni , Mamah nya mau


mandi dulu ya nak biar cantik dan wangi kaya Adek Sheina dan Sheila ya “. Sahut


Hana pada kedua putrinya yang menganggukkan kepala seolah mengerti dengan apa


yang di ucapkan sang Mamah dan mulai beranjak mendekati pengasuh nya .


“ Bu , Adek nya Uni bawa ke depan ya “. Pamit Uni yang di


angguki Hana dan Uni pun langsung keluar dari kamar majikan nya dengan membawa


anak kembar untuk minum susu di ruang tengah yang ada di lantai 3.


Setelah Uni keluar dari kamar nya , Hana pun dengan hati


hati turun dari ranjang beranjak ke dalam kamar mandi untuk mandi agar tubuh


nya terasa segar .


20 menit kemudian Hana pun keluar dari kamar dengan memakai


dress Sabrina dengan panjang se lutut yang mengekspose bahu putih mulus nya berwarna hitam dengan gelombang di ujung rok nya .


Hana terlihat sangat cocok mengenakan dress itu di kulit putih nya walaupun sedang hamil besar tak mengurangi kadar kecantikan nya


malah semakin nambah mempesona bagi yang memandang .


Melihat Mamah nya keluar dari kamar dengan penampilan yang


rapi kedua anak kembar itu pun langsung beranjak berlomba mendekat pada


Mamahnya .


“ Jangan lari Dek nanti jatuh …. “. Ucap Uni yang berada di


belakang anak kembar itu .


“ Hap ketangkep semua ya nak … Princess Mamah susu nya udah


habis ?”. Tanya Hana dengan merangkul kedua putri ya dengan duduk bersimpuh


karena tak mungkin untuk dirinya berjongkok .


Dua anak kembar itu pun mengangguk bersamaan “ Syudah Mamah


“. Jawab Sheila dan Sheina .


“ Wah hebat … kalau gitu ayo ikut Mamah lihat Kakak dan


Abang “. Ajak Hana pada dua anak kembar nya yang mengangguk setuju .


“ Mau mau  “. Jawab


Sheila dan Sheina . Uni yang melihat majikan nya akan berdiri pun dengan sigap


langsung membantu Hana berdiri yang sedikit kesusahan karena perut besar nya .


“ Terimakasih ya Uni “. Ucap Hana .


“ Sama sama Bu “. Jawab Uni .


Hana pun berjalan menuju lift dengan menggandeng Sheila dan


Sheina di gandeng oleh Uni menuju lantai 2 … Sebenarnya walaupun dalam keadaan


hamil Hana tetap aktif mengurus ke empat anak anak nya walau pun tetap di bantu


pengasuh nya dari menyiapkan semua keperluan sekolah kedua putra nya begitupun


untuk putri kembar nya .


Namun saat sang Suami di rumah maka Hana lebih membatasi


pergerakan nya di karena kan ia sangat hafal sekali dengan sikap posesif sang


Suami terhadap dirinya dan kandungan nya membuat Hana memilih lebih pasif


menghindari perdebatan antara diri nya dengan sang suami toh jika ada Suaminya


semua nya sudah di urus oleh Dean dengan sangat baik serta ada Mertua nya yang sangat support dalam menjaga cucu cucu nya membuat Hana merasa tenang .


TING


Hana dan kedua putrinya pun keluar dari lift dengan di ikuti


Uni saat Hana akan berjalan menuju kamar putra nya Uni lebih dulu menghentikan


nya .


“ Bu biar Uni saja yang melihat kamar Kakak dan Abang


soalnya kamar nya kaya sepi dari pada Ibu udah kesana ternyata gak ada kasihan nanti Bu Hana capek “. Kata


Uni pada Hana yang mengangguk setuju .


Tak lama kemudian Uni kembali “. Bu di kamar nya kosong


sepertinya Kakak dan Abang lagi di bawah “. Kata Uni .


“ Oh gitu yaudah kalau gitu kita ke bawah lagian kamar Kasih


juga kosong mungkin semua nya lagi kumpul di bawah “. Jawab Hana yang sempat


mengintip kamar Kasih yang terbuka setengah tampak sepi .


“ Wah cucu Opa udah pada cantik dan wangi nya sini sini peluk Opa dulu dong nak “. Ujar Papih


Dika yang baru melihat Hana dan si kembar datang ke ruang keluarga yang


ternyata semua nya ada di sana dengan merentangkan kedua tangannya menyambut cucu kembar nya .


Si kembar pun langsung berhamburan ke Opa dan Oma nya sebelum


bergabung dengan kedua Kakak nya yang sedang menyusun lego .


Hana pun ikut duduk di bawah karpet dekat kedua putra nya


yang tampak asik menyusun lego .


“ Tadi Mamah ke kamar lo nak ternyata Kakak dan Abang udah


disini .” Kata Hana sambil mencium pucuk kepala kedua putra nya dan di balas


kedua nya dengan mencium pipi Hana serta mengelus perut buncit sang Mamah .


“ Iya tadi bangun tidur Kakak sama Rafa ke atas tapi Mamah


dan Adek kembar masih bobo yaudah Kakak turun lagi buat mandi terus main kesini di temani Oma sama Opa “.


Jawab si sulung masih serius dengan lego nya berbeda dengan putra kedua nya


yang masih asik mengelus perut nya .


“ Mah , Adek nya gerak gerak “. Seru Abang Rafa yang tampak


girang merasakan adanya pergerakan di perut sang Mamah … Mendengar Abang nya kegirangan


membuat putri kembar dan putra sulung nya ikut mendekat dan mengelus perut Hana secara bersamaan karena penasaran .


“ Wah iya Adek nya suka di elus Abang ya nak “. Kata Hana


sambil mengelus kepala sang  putra

__ADS_1


membuat semua orang di ruangan itu tertawa lucu melihat Hana yang di kepung


empat anak nya .


“ Hahahaa Hana Hana kecil kecil anak nya banyak ….”. kekeh


Papih Dika yang lucu melihat menantu nya .


“ Ih Papih mah ngeledek “. Jawab Hana


cemberut .


" Gimana gak banyak pabrik produksi teros sih ". Roy ikut menimpali menggoda Hana .


“ Mih itu si Papih nya “. Adu Hana pada Mamih Esty yang langsung memukul lengan Suaminya .


“ Kamu tuh loh Pih iseng banget sih godain Ibu hamil yang


lagi sensi …”. Omel Mamih Esty pada Papih Dika yang menggaruk tengkuk nya .


“ Udah Han gak usah di dengerin lagian kamu tuh harus nya


bersyukur karena besok di saat anak anak udah besar kamu nya masih muda “. Kata


Mamih Esty pada Hana yang langsung tampak sumringah .


“ Oya Han , si Dean kemana ko gak turun turun tepar abis


ngerjain kamu ya ?”. Tanya Roy dengan nada menggoda Hana .


“ Dih apaan sih Bang pikiran nya kesana mulu kalau situ


pengen bilang dong sama Nyonya di sebelah mu … Orang Mas Dean nya gak ada di


kamar ko gak tau kemana gak pamit soalnya “. Jawab Hana .


“ Loh berarti Dean pergi ?”. Tanya Papih Dika dan Hana hanya


menggeleng kan kepala tanda tak tau .


“ Tumben dia pergi gak pamit , kemana tu anak ya “. Ujar


Mamih Esty .


Saat semua sedang penasaran kemana pergi nya Dean tiba tiba


Bik Mimin datang mendekat .


“ Permisi Tuan , Nyonya , Bu Hana , Pak Roy dan Bu Kasih “.


Kata Bik Mimin dengan sopan .


“ Iya Bik ada apa ?”. Tanya Mamih Esty .


“ Ini Bibi Cuma mau bilang tadi siang Bibi ketemu sama Pak


Dean terus beliau kasih pesan kalau Pak Dean sedang keluar karena ada kerjaan mendadak


“. Jawab Bik Mimin membuat semua orang hanya manggut manggut .


“ Terimakasih ya Bik atas info nya “. Kata Mamih Esty


sebelum Bik Mimin pergi untuk melanjutkan pekerjaan nya .


“ Tumbenan Dean ngambil kerjaan di hari libur gini “. Ucap


Roy yang sangat tau perangai sang Adik dalam bekerja .


Hana pun langsung merogoh ponsel di saku nya untuk


menghubungi sang Suami menanyakan kejelasan nya . Namun berapa kali Hana


menelpon belum di angkat sampai panggilan ketiga baru di angkat .


“ Hallo …” kata Hana .


“ Halo Bu Hana …”.jawab orang di seberang sana .


“ Loh ko kamu yang angkat Jon , kemana Suami saya ?”. Tanya


Hana yang heran .


“ Maaf Bu Hana , Bos Dean belum bisa terima telpon karena


sedang meeting dengan Client penting dan tak bisa di ganggu “.jawab Joni dengan


sopan pada istri Bos nya .


“ Ini hari libur loh Jon Kamu gak bohong kan soal adanya


meeting ?”. Tanya Hana curiga pada asisten Suaminya .


“ Betul Bu saya tidak berani berbohong kalau Ibu tidak percaya


saya bisa kirim foto Bos Dean “. Ucap Joni yang merasa di curigai oleh istri


Bos nya dan dengan segera mengambil foto Bos nya yang sedang meeting dengan


Client nya di privat room .


“ Ting “.


 “ Tut Tut tut “


Satu pesan di kirim oleh Joni ke Hana ponsel Istri Bos nya


bersamaan dengan Hana memutuskan panggilan nya sepihak membuat Joni menggerutu


.


“ Astaga bener bener gak Suami gak Istri hobi banget mutusin


panggilan seenak nya sendiri “. Gerutu Joni .


. “ Iya Mas Dean ada meeting di luar Mih Pih “. Ujar Hana setelah melihat foto


Suami nya yang tampak serius sedang meeting .


“ Ko gue masih heran ya gak biasa nya loh Dean mau meeting


di hari libur gini kecuali kalau dia lagi ada kerjaan di luar Dean bakalan


ambil jadwal meeting secepatnya biar cepet selesai kerjaan nya , jadi penasaran


Client dari perusahaan mana itu orang “. Sahut Roy dengan heran dan Hana hanya


menaikan bahu nya pertanda tak tau .


“ Han mumpung bodyguard mu gak ada mau ikut aku gak ?”.


Tanya Kasih pada Hana .


“ Nah bener tuh Bun pergi sama Hana aja tuh kalau dia masih


sanggup jalan urusan anak anak beres biar sama Ayah “. Sahut Roy dengan


semangat .


“ Dih itu sih emang mau nya kamu Yah gak mau nganterin aku “.


Jawab Kasih dengan cemberut .


“ KEMANA ?”. Tanya Hana , Papih Dika dan Mamih Esty


bersamaan .


“ Yaelah kompak gitu sampean … itu loh Kasih mau ke mall


katanya mau cari keperluan dia yang udah pada abis “.jawab Roy dengan terkekeh


.


“ Aku mau dong Kas , aku juga lagi suntuk nih tapi aku ijin


Mas Dean dulu ya “.ujar Hana setuju pasalnya sudah lama  dirinya tak jalan jalan dengan Kasih sahabat


sekaligus Kakak ipar nya semenjak dirinya hamil lagi .


“ Kamu yakin Han … nanti kalau kamu capek gimana Dean bisa


ngamuk loh “.tanya Mamih Esty yang sedikit khawatir dengan Hana yang sedang


hamil di bulan ke 8 .


“ Yakin ko Mih nanti kalau aku capek ya tinggal istirahat


atuh Mih … lagian ini Hana juga mau ijin Mas Dean dulu ko  “. Jawab Hana dengan yakin sambil kembali


menghubungi Suaminya .


Tak seperti yang tadi kini dering ketiga panggilan nya sudah


di angkat oleh Suaminya .


“ hallo …”


“ Ya hallo yank maaf ya Mas tadi gak pamit soalnya gak tega


bangunin kamu nya “. Jawab Dean memberi alasan tentang kepergian nya tanpa


pamit .


“ Iya gak apa apa lain kali jangan ulangi lagi ya … Kalau


emang gak mau bangunin Hana paling nggak Mas bisa tulis pesan di kertas memo ya


biar gak buat orang bingung  … “. Ujar


Hana pada Dean yang membenarkan ucapan nya .


“ Iya sayang ku maaf ya lain kali gak gitu lagi … Masih ada


yang mau di omongin gak soalnya Mas mau lanjut lagi meeting nya “. Kata Dean


yang akan melanjutkan kembali meeting yang terasa alot itu dan ijin ke toilet


saat ponselnya kembali berdering pada Client nya .


“ Oh ini Hana mau minta ijin ikut belanja sama Kasih ke mall


boleh ya Mas ?”. pinta Hana karena baginya ijin Suami mutlak wajib hukum nya .


“ Hah ke mall tapi …” sahut Dean sedikit terkejut namun


ucapan nya langsung di sela oleh sang Istri tercinta .


“ Please Mas , Hana insyaallah kuat ko lagian Hana suntuk


pengen jalan jalan , belanja sama Kasih boleh ya ya …. ?”. ujar Hana sedikit


memaksa .


“ Minta ijin ko maksa sih yank ….”. sahut Dean membuat Hana


bergeming karena seperti nya Suaminya tak mengijinkan nya .


Dean yang di sana pun menimang kembali permintaan sang Istri


… Dean yang mendengar helaan nafas Istrinya pun mulai menerima alasan dari Hana


dan berfikir mungkin Istrinya butuh refresing dengan sesama wanita apalagi


setelah melahirkan sudah bisa di pastikan jika Hana tak mungkin pergi pergian

__ADS_1


lagi .


“ Yaudah kalau gak di izinin Hana gak jadi ikut Mas “. Kata


Hana pada Dean .


“ Oke Mas izinin tapi Mas berharap kamu bisa jaga diri dan


juga kandungan mu gak boleh capek capek nanti kalau meeting Mas selesai Mas


susul “. Ujar Dean memberi ijin .


“ Beneran … Terimakasih ya Suamiku janji aku bakal hati hati


deh “. Jawab Hana dengan senang .


“ Iya tapi kamu pergi nya sendiri aja dengan Kasih gak usah


ajak anak anak nanti kamu repot … ”. kata Dean memastikan .


“ Iya Mas anak anak di urus sama Bang Roy ko jadi gak perlu


risau , makasih ya untuk ijin nya love you “. Jawab Hana dengan senang .


“ Iya love you too … Yaudah Mas mau lanjut meeting nya ya ,


kamu hati hati jangan lupa kabari kamu pergi ke mall mana sayank “. Sahut Dean


.


“ Iya Mas nanti aku share loc ya … “. Pangilan pun selesai


dilihat ternyata Kasih sudah tidak ada di tempat duduknya pasti sedang bersiap


di kamar nya .


Hana yang melihat dress yang ia kenakan cukup layak untuk


bepergian pun akhirnya memutus kan tidak berganti baju hanya saja ia perlu


mengambil tas dan juga flatshoes nya karena tak mungkin ia pergi tanpa membawa


dompet dan juga hanya memakai sandal rumahan .


Hana yang ingin beranjak bangun untuk ke kamar nya pun


langsung terhenti saat sang Mamih bertanya .


“ Mau kemana Han ?”. Tanya Mamih Esty .


“ Ini Mih mau ambil tas sama sepatu kalau baju pakai ini aja


layak kan Mih ?”. Tanya Hana kembali .


“ Udah kamu disini aja minta tolong Uni aja untuk ambilkan …


Bagus ko dress nya pantes buat bepergian “.jawab Mamih Esty dan di angguki Hana


kembali duduk di sofa .


“ Jangan Uni ah , biar Uni bawa anak anak ke play ground


nanti kalau mereka tau Hana mau pergi yang ada pada merengek mih …” ujar Hana


karena sangat tau kedua putrinya pasti rewel jika tau Mamah nya pergi namun


kalau sudah terlanjur pergi dan mereka tak melihat mereka akan bersikap biasa .


“ Uni ajak main ke play ground ya …. “. Pinta Hana pada Uni


untuk membawa anak anak nya .


“ Iya Bu …” jawab Uni .


“Ayo anak anak ikut Uni main di play ground yuk tapi pamit


dulu sama Oma Opa dan Mamah ya …”.ajak Uni dan langsung di ikuti ke empat bocah


yang langsung mencium pipi Opa , Oma dan Mamah nya sebelum berlalu ke play


ground bersama Uni .


“ Bik Tini , Hana minta tolong untuk ambilkan tas warna


silver yang ada di meja kamar sama sepatu flatshoes saya yang warna hitam ada


tali warna gold ya …” pinta Hana pada Bik Tini karena setahu Hana di dalam tas silver yang di depan nya terdapat huruf H masih berisikan dompet dan alat makeup serta parfum nya jadi menurut Hana , Bik Tini tak perlu.encari cari lagi .


“ Baik Non Hana sebentar Bibi ambilkan ya ….”. jawab Bik


Tini yang di angguki Hana dengan tersenyum ramah .


*****


“ Bun bawa mobil nya jangan ngebut ngebut ya … Kalau ada apa


apa langsung telpon aku Loh “. pesan Roy pada Kasih yang sudah siap di balik


kemudi nya .


“ Iya Yah aku pelan pelan ko kan aku bawa bumil nya Tuan


Dean kalau ada yang lecet sama Istrinya bisa ngamuk tuh si Dean .”. jawab Kasih


pada Suaminya .


“ Nah itu maksud aku Bun cari aman aja ya … “. Ujar Roy .


“ Ehem ehem yang kalian omongin itu Suami aku loh kalau


kalian lupa “. Sahut Hana dan di balas cekikikan dari sepasang suami istri itu


.


“ Han kalau capek jangan di paksain loh “. Roy kini berpesan


pada adik ipar nya .


“ Iya “. Jawab Hana singkat .


“ Bun jangan lupa beli yang di pesan Ayah tadi di kamar ya


…”. Ujar Roy pada Kasih sambil mencolek dagu istrinya .


“ Ih apaan sih Yah malu tau aku beli nya “. Jawab Kasih


menanggapi Suaminya .


“ Ini jadi pergi gak sih dari tadi nge drama mulu …. “.ucap


Hana yang mulai jengah drama sepasang suami istri itu .


“ Eh iya iya Han kita jalan … Yaudah ya Yah , aku pergi dulu


jagain anak anak yang bener “. Kata Kasih .


“ Iya hati hati ya … Lama lama si Hana ketularan Suaminya


sewot mulu bawaan nya “. Ujar Roy namun  tak di balas Hana biar gak makin panjang pikir nya .


Saat di jalan Hana masih diam , Kasih yang melihat nya tau


jika Sahabat sekaligus adik ipar nya tau kalau dirinya sedang bete dengan


drama antara dirinya dengan sang Suami .


“ Han diem aja , kenapa ?”.tanya Kasih pura pura tak tau .


“ Gak Cuma bete sama drama kalian … “ jawab Hana jujur .


“ Iya maaf udah jangan bete bete lagi kan kita mau seneng


seneng lagian kamu ko gak ngeh sih kalau Ka Roy itu tadi sengaja begitu ….”.ujar


Kasih .


“ Tau … Emang dia minta oleh oleh apa sih kaya yang aneh


gitu tadi muka nya “. Tanya Hana pada Kasih yang bergeming hanya wajah nya yang


bersemu merah .


Hana yang tak mendapati jawaban pun menoleh pada Kasih


dilihat nya wajah Kasih bersemu “ Dih merah gitu muka nya coba bilang Kas pesan apa dia … Oh


aku tau paling dia pesan ..”. ucap Hana menggoda Kasih .


“ Apa ? sok tau ”.tanya Kasih penasaran .


“ Palingan ****** kan hahaha “. Jawab Hana dengan tergelak .


“ Dih sembarangan sayang nya tebakan mu salah Nyonya Hana


Fishera “. Kata Kasih .


“ Terus apa ?”. Tanya Hana penasaran .


“ Lihat aja nanti “.jawab Kasih


yang di angguki Hana .


******


 Sesampai nya di salah satu mall terbesar di


Jakarta Kasih dan Hana pun langsung masuk ke toko yang menjual alat make up …


Hana dan Kasih langsung membeli make up yang di perlukan bukan hanya make up dua


orang sahabat yang berakhir dengan saudara itu juga membeli baju untuk nya


serta untuk Suami mereka serta untuk anak anak , tas dan pernak pernik lain nya


yang mereka inginkan .


2 jam berkeliling kini Kasih dan


Hana pun memasuki sebuah restoran stek untuk mengisi perut mereka yang minta di


isi sekaligus beristirahat


Setelah masuk ke dalam restoran


Kasih dan Hana langsung menuju meja kosong untuk mengistirahatkan badan nya


karena lelah berkeliling untuk berbelanja .


Saat menunggu pesanan Kasih dan


Hana pun asik mengobrol tentang barang yang mereka beli hingga suara seseorang


menghentikan obrolan mereka .


“ Hana “


“ Ini benar Hana kan ?”. Tanya orang


itu yang sudah berdiri di dekat meja Kasih dan Hana .


“ Kamu “. Ujar Hana sambil


menunjuk orang itu dengan memicingkan mata nya mengingat ingat orang itu .

__ADS_1


********


__ADS_2