Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 178


__ADS_3

Ya 4 bulan sudah Fandi terpaksa menikah secara agama dengan wanita dengan satu orang anak itu karena Ibu nya tidak merestui hubungan mereka karena alasan masa lalu yang sudah di perbuat oleh Ibu wanita itu kepada Bu Tuti dan selama dua bulan pula Fandi menjalani rumah tangga yang semrawut dengan wanita itu .


Dua bulan pertama Fandi menjalani rumah tangga dengan baik dan Fandi pun menerima anak dari wanita itu yang menjadi alasan utama Fandi menikah dengan istri nya namun akhir - akhir ini rumah tangganya mulai gonjang ganjing karena ibu dari wanita itu selalu meminta bantuan uang pada Fandi sebagai menantunya untuk membayar hutang nya di salah satu rentenir dengan terpaksa Fandi menjual mobil nya untuk membantu Ibu mertuanya .


Bukan hanya itu kedatangan dari seorang pria yang mengaku Ayah biologis anak sambung nya pun yang sering datang membuat Fandi terganggu .


Apalagi Fandi pernah tak sengaja memergoki istri barunya sedang berduaan di dalam rumah dengan alibi sedang menemani anaknya yang mana membuat Fandi muak dan pulang kembali ke rumah orangtuanya .


Dan saat Fandi masuk ke rumah orangtuanya ia di marahi dan di cerca oleh Ibu serta Kakaknya yang sudah terlebih dahulu memberi peringatan namun tidak di gubris oleh nya dan saat Fandi masuk ke dalam kamar nya yang dulu di tempati dirinya dan Hana membuat semua ingatan dan perlakuannya pada mantan istri nya teringat dan Fandi mengaitkan pada rumah tangga yang ia jalani sekarang tanpa ada keharmonisan .


Dan itu membuat rasa penyesalan nya semakin menyeruak di dalam hati nya .


" Hana apa ini balasan dari Tuhan untuk ku yang tak mau bersabar dan ikhlas menerima mu sehingga rumah tangga yang baru saja ku bina hancur tak jelas ". gumam Fandi merenungkan kembali ingatan nya pada Hana.


Saat itu rasa bersalah dan rindu pada mantan istri nya semakin memuncak yang mana membuat Fandi nekat berbohong pada Hana agar ia datang dengan menggunakan nama Ibu nya yang sakit karena memikirkan nasib dirinya bukan karena kritis .


Fandi pun merasa senang dan takut saat melihat kedatangan Hana . Merasa senang melihat wajah Hana yang ia rindukan datang dan takut karena kebohongan nya terbongkar dan Fandi pun beralasan untuk menyusul kedua putranya untuk menghindari rasa bersalah dan pertanyaan dari Hana atas apa yang ia bicarakan tempo waktu atas kebohongan nya .


*********


Setelah mendengar cerita tentang mantan suaminya dengan rumah tangga nya yang baru dari Mbak Fani membuat Hana merasa heran .


" Astaga kenapa Ka Fandi jadi seperti itu ... kenapa ia jadi pria yang tak punya pendirian , dia yang dengan teganya membuang ku dan tak memberikan kesempatan kedua atas apa yang terjadi pada ku tapi kini dia rela berbohong agar aku datang dan dengan teganya ia memakai nama Ibu ... Ka Fandi kenapa jadi seperti ini ". gumam Hana dalam hati .


Lain lagi dengan Hana yang merasa heran dan tak habis pikir , Dean yang mencuri dengar dari pembicaraan istri dan keluarga dari mantan suami nya pun mendadak harus bersikap waspada kepada mantan suami dari istri nya yang sudah mulai nekat untuk kepentingan dirinya sendiri .


" Yaudah Ibu sekarang doa'in aja yang terbaik untuk ka Fandi ya jangan banyak pikiran nanti Ibu tambah sakit " ucap Hana pada Bu Tuti sambil tersenyum dan mencium tangan Bu Tuti dengan lembut .


" Iya Hana Ibu selalu mendoakan nya dan Ibu minta kamu maafkan Fandi ya atas apa yang sudah ia lakukan nak ". jawab Bu Tuti dan di angguki oleh Hana .


Saat Hana sedang berbincang dengan keluarga mantan suami nya pintu pun terbuka dan menampilkan kedua putranya yang berseru senang dan di ikuti oleh Fandi .


" Uty ... uty .." panggil kedua bocah laki-laki itu dan langsung mendekati Uty nya.


Dean yang melihat kedatangan mantan suami dari Hana pun merasa tak nyaman .

__ADS_1


" Kakak Abang tadi sudah makan belum sama Uni tadi di kantin ?". tanya Dean pada kedua putranya .


" Sudah kenyang Pah terus tadi kita juga main di taman sama Ayah sebelum kesini loh ". jawab si sulung Rama .


" Wah itu baru jagoan hebat , kalau gitu gantian sama Papah dan Mamah ya ". ucap Dean pada kedua putranya yang menganggukkan kepalanya .


" Ayo yank kita makan , Mas lapar nih ". alasan Dean dengan nada manja pada Hana .


" Iya ayo Mas ..." jawab Hana yang mengerti ketidak nyamanan suaminya .


" Ibu , Mba Fani dan Ka Fandi saya dan suami mau ke kantin dulu ya ..." pamit Hana pada semua orang yang berada di ruangan dan Dean pun mengangguk kan kepala nya dan langsung memegang tangan Hana dengan erat .


Hana dan Dean pun sudah keluar dari kamar rawat Bu Tuti dan Dean masih memegang tangan Hana dengan erat yang mana membuat Hana terkikik lucu Dean pun hanya melirik pada istri nya .


" Kenapa senyum-senyum gitu senang habis ketemu sama Mas Mantan ?". tanya Dean pada Hana .


" Gak , Hana senyum karena lucu lihat kamu yang mulai cemburu Mas kalau sama Ka Fandi malah sebel karena udah di bohongi ." jawab Hana masih dengan bergelayut di lengan suaminya .


" Bukan cemburu sayang tapi lebih ke waspada sama mas mantan mu yang udah mulai nekat ... Apalagi dia lagi galau berat sama rumah tangga nya yang baru ." ucap Dean .


" Belain aja tuh mantan .... huh bikin senewen aja sih udah bagus punya istri lagi eh malah bermasalah ". gerutu Dean dan masih bisa didengar oleh Hana .


" Bukan belain dong Mas asal mas tau aja ya cinta ku ini udah mentok sama kamu tau Papah Dean yang ganteng pake banget ..." rayu Hana dengan mengedipkan matanya pada Dean .


" Huh ngerayu nih ceritanya ... " ucap Dean dengan mencolek dagu Hana .


" Udah ahk gak usah bahas itu lagi malah jadi runyam Mas ih .... ". ucap Hana sambil berjalan menuju cafe yang ada di dalam rumah sakit .


Setelah Hana dan Dean menyelesaikan makannya kini sepasang suami istri itu sedang bersantai di dalam cafe , saat Hana melihat keluar jendela yang menghadap langsung ke taman rumah sakit pandangan Hana tertuju pada seorang wanita yang duduk di kursi taman dengan seorang anak kecil yang berlarian di sekitar Ibu nya .


" Mas itu bukan nya istri barunya Ka Fandi ya , ko dia masih disitu ya ?". tanya Hana pada Dean yang mengikuti arah pandang Hana .


" Seperti nya ia ". jawab Dean dengan singkat .


" Mas boleh gak Hana nemuin dia ?". izin Hana pada suaminya .

__ADS_1


" Mau ngapain sih ?". tanya Dean .


" Cuma ngobrol aja , boleh gak ?". tanya lagi Hana dan Dean pun mengangguk kan kepala nya .


" Yaudah tapi Mas disini ya sambil ngecek email masuk ". jawab Dean .


" Iya sebentar ko ... terimakasih ya sayang ku ". ucap Hana dengan beranjak dan memberikan ciuman di pipi suaminya dan langsung jalan ke taman Dean pun hanya menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan ibu dari anak-anaknya.


*******


Hana pun sekarang sudah berada tepat di belakang wanita itu dan Hana pun berdeham membuat wanita itu menoleh .


" Ehem "


" kamu Hana ya mantan istri yang tidak bisa di lupakan sama Mas Fandi ." ucap wanita itu pada Hana dan Hana pun duduk di samping wanita itu .


" Kamu terlalu berlebihan Mbak ..." jawab Hana santai .


" Itu kenyataannya Han .." ucap wanita itu .


" Itu salah kenyataannya Ka Fandi menceraikan aku sebagai istrinya ." jawab Hana sambil memperhatikan wanita di samping nya .


" Kenapa ada di sini ko gak masuk ke kamar Ibu?". tanya Hana pada Wanita itu .


" Gak lah dari pada dengar omongan gak enak mending disini dulu sebelum pulang lagian keluarga nya sama kayak Mas Fandi yang gak bisa move on dari kamu Hana ". ujar wanita itu menatap lekat pada Hana .


" Mbak kaya nya kita pernah bertemu tapi dimana ya wajahmu familiar soalnya ?". tanya Hana masih dengan mengamati wajah wanita itu .


" Iya kita pernah bertemu di salah satu klinik sama kaya kamu yang memeriksakan kehamilan ... Saya Fika wanita hamil yang menyedihkan waktu itu ." jawab wanita itu yang bernama Fika .


Dan Hana hanya tersenyum tipis dan mengangguk kan kepala nya.


" Oh ini berarti wanita yang hamil dengan Bos nya dan di usir oleh keluarga nya ... Astaga kenapa dunia ini sempit sekali ". gumam Hana dalam hati .


********

__ADS_1


__ADS_2