
Di dalam kamar hotel Hana masih berdiam diri menunggu kedatangan suaminya yang mengantar kan kedua putranya pada Ayahnya yang ingin mengajak kedua putranya untuk jalan-jalan sebentar .
Untuk menghargai sang suami yang memintanya untuk tidak bertemu dengan Fandi mantan suami nya karena merasa kecewa telah di bohongi hal yang sangat tidak disukai oleh Dean jadilah Hana di dalam kamar untuk menunggu .
" ceklek "
Pintu kamar pun terbuka Dean masuk ke dalam dan melihat Hana yang sedang duduk di sofa yang ada di dalam kamar nya dengan pandangan bertanya .
" Kakak sama Abang sudah ketemu dengan Ayah nya ". ucap Dean pada Hana yang sudah duduk di samping Istrinya dan di angguki oleh Hana .
" Terus anak-anak di pulangkan kapan Mas , kan kita besok pagi mau pulang ?". tanya Hana pada suaminya yang sudah mulai merebahkan kepalanya di paha Hana.
" Mas si sudah bilang kalau kita akan pulang besok pagi dan Mas juga udah bilang kalau dia masih mau sama dengan anak-anak dia bisa antar kan mereka ke Jakarta tapi ke kantor bukan ke rumah karena Mas juga tidak bisa melarang keras dia untuk bersama dengan anak-anak ." jawab Dean dan Hana mengelus lembut kepala suaminya .
" Mas kita bakalan di dalam kamar sampai besok kita pulang ?". tanya Hana penuh ke waspada an pada suaminya karena perasaan Hana mengatakan jika berdua dengan suaminya akan berbahaya untuk dirinya contoh nya saja sekarang suaminya sudah mulai meraba punggung nya dan menciumi perut rata nya .
" Iya , emang kenapa kamu kaya aneh sih yank berdua an sama Mas ". jawab Dean dengan melihat respon dari Hana .
" Yak ... bukan gitu Mas tapi Hana bosen kalau harus di dalam kamar terus ". Hana berkilah .
" Bosen apa takut Mas terkam terus hem ... ?". goda Dean sambil menjawil hidung kecil tapi mancung Istrinya .
" Ya itu tau .... badan ku masih lemas Mas ". keluh Hana dan Dean pun tertawa mendengar ucapan Istrinya.
" hahaha Duh kasihan sekali istriku ....".
" Yaudah emang kamu mau kemana ?". tanya Dean dengan bangun dari tiduran nya .
" Ya pokoknya jalan - jalan aja dari pada di dalam sini terus ..." jawab Hana dengan tersenyum dan mengelus lembut rahang Dean .
" Alah bilang aja ngiri sama kakak dan Abang ... Yaudah ayo kita jalan-jalan buat nyenengin istri cantik nya Mas ". ucap Dean yang mana membuat Hana memekik senang .
" Terimakasih ya Mas baik deh ... yaudah tunggu dulu ya Hana cuma mau ganti baju sebentar .... " jawab Hana dengan senang membuat Dean tersenyum melihat tingkah Istrinya dan Hana mulai melangkahkan kakinya namun baru 5 langkah Hana berbalik kembali membuat Dean menaikkan sebelah alisnya merasa heran hingga .
" Cup "
__ADS_1
Hana mengecup sekilas bibir sensual suaminya dan langsung berlari menuju ruang ganti .
" Yah kurang sayang .... Kalau gitu gak usah jadi ya kamu bangunin sesuatu yank ". goda Dean pada Hana .
" Gak mau pokoknya harus jadi ". jawab Hana sedikit berteriak dari ruang ganti.
Membuat Dean tertawa terbahak .
Dan kini Dean benar - benar nyenengin sang istri dan memanjakan nya dengan membawa sang istri jalan-jalan berkeliling kota Madiun dengan membeli banyak barang yang di inginkan oleh istri nya.
Tak hanya itu Dean pun mengajak Hana pergi ke pantai Pelang desa wonocoyo panggul , Trenggalek , Jawa Timur .
Pantai yang paling dekat dari Kota Madiun karena pada dasarnya kota Madiun sama dengan kota Wonosobo yang tidak memiliki wisata bahari .
Dean menuruti keinginan Istrinya pergi ke sana untuk berlibur dan mengenang dimana pantai Pelang ini salah satu tempat yang menjadi saksi bisu kepiluan seorang Hana tempo waktu .
Setelah bercerita tentang apa yang terjadi padanya dahulu kepada Dean suaminya dan Dean mengucapkan kalimat yang membuat Hana senang sekaligus terharu .
" Kalau dulu pantai ini menjadi saksi bisu kepiluan seorang Hana , mulai saat ini saya Dean Prada Dewantara di tempat indah ini pantai Pelang saya akan menghapus kepiluan itu dan menjadi kan pantai Pelang ini menjadi saksi bisu kebahagiaan seorang Hana Fishera "
Dean pun langsung memeluk erat dan mengecup puncak kepala dengan tulus wanita yang dahulu tersakiti oleh ulah nya dan kini menjadi istri dan Ibu dari anak-anaknya .
" Jangan nangis lagi ... mulai sekarang jangan pernah menetes kan air mata mu di pantai Pelang ini ya ... kita ukir kebahagiaan bersama-sama ya ". ucap Dean sambil memegang kedua sisi pipi Istrinya dengan lembut yang mana menambah hati Hana melting .
Dean yang gemas dan sangat tergoda dengan bibir ranum istri nya yang sudah menjadi candu untuk nya pun langsung mencium dengan pelan dan penuh perasaan sehingga membuat Hana menerima nya dengan senang hati .
Ciuman dalam dan lembut membuat keduanya terbuai dengan decapan yang tak mau kalah dari kedua nya yang menjadi tanda ketulusan hati dari kedua suami istri itu .
Kedua nya pun melepaskan pagutan setelah dirasa mereka membutuhkan pasokan oksigen , Dean mengelus lembut bibir manis Hana dengan ibu jari nya dan tersenyum manis .
" Terimakasih banyak sudah mau terima pria pendosa ini ". ucap Dean dan diangguki oleh Hana .
" I love you now, tomorrow and so on " ujar Dean dengan menatap dalam mata Hana dengan binar cinta yang besar .
"i love you now, tomorrow and so on too " jawab Hana dengan wajah bersemu merah yang mana membuat Dean gemas dan dengan cepat Dean membopong tubuh Hana menuju hamparan air laut dengan warna biru bersih dan langsung menyemburkan dirinya yang masih membopong Istrinya dan seketika mereka tertawa bersama .
__ADS_1
Hana dan Dean masih asik bermain air di pantai Pelang nan indah hingga wanita cantik yang sudah memiliki empat orang anak itu pun merasa kelelahan .
" Mas , Hana nepi duluan ya duduk di situ ..." pamit Hana pada suaminya karena merasa ada sesuatu yang tidak nyaman di tubuhnya .
" Iya tapi jangan kemana-mana ya ... Duduk di tempat tadi aja , Mas masih mau main air dulu ". jawab Dean dengan menunjuk hamparan pasir di mana terdapat tas dan celana panjang miliknya .
Hana hanya mengangguk kan kepala nya dan mulai berjalan menjauhi air pantai Pelang yang bersih dan mulai duduk tempat yang di maksud oleh suaminya.
Lama kelamaan Hana memijit pelan untuk menghilangkan sedikit nyeri di payudara nya yang sangat padat dan besarnya , Jika baju yang ia kenakan tidak basah , Hana dapat dengan jelas melihat air susunya yang menetes dengan derasnya .
10 menit kemudian Dean pun menyudahi main airnya dan berjalan menghampiri sang istri yang terduduk santai dengan wajah meringis menahan rasa sakit membuat Dean langsung berlari karena merasa ada yang tidak beres dengan istri cantiknya .
" Sayang , kamu kenapa ?". tanya Dean dengan nada yang cemas dan khawatir karena melihat istrinya seperti itu .
" Sakit Mas ..." jawab Hana masih dengan memegang salah satu *********** yang besar .
Membuat Dean mengikuti arah pandang pada tangan Istrinya dan dengan santai nya Dean memegang payudara besar milik istrinya .
" Ko keras gini yank ... kamu gak lupa hari ini pompa asi kan ?". tanya Dean pada sang istri yang masih meringis .
" Maaf aku lupa Mas dan aku juga lupa gak bawa alat pompa asi nya ." jawab Hana dengan menundukkan kepalanya karena ia merasa salah .
" Astaga terus ini gimana yank , Pantai ini jauh dari perkotaan dan kalau balik ke hotel pun gak mungkin kamu pasti tambah ngerasa sakit ."ujar Dean dengan bingung .
" Maaf Mas ..." satu kalimat yang keluar dari mulut Hana dengan lirih untuk suaminya .
" Hey sudah jangan menyalahkan diri mu sayang , Mas gak marah ko ...." ucap Dean dengan mengelus lembut pipi Hana .
" Kita cari penginapan dan Mas sendiri yang akan membantu kamu untuk mengurangi rasa nyeri di payudara mu .... " ujar Dean lagi dan Hana langsung mendongakkan kepalanya memandang pada suaminya dengan pandangan bertanya .
" Pokoknya kamu tenang dan terima beres saja ya ... " ucap Dean lagi dengan tersenyum penuh arti yang mana membuat Hana tambah mengerutkan keningnya .
Tanpa menjelaskan apa maksudnya kepada sang istri , Dean langsung membopong tubuh Hana dan mencari penginapan yang dekat dengan pantai Pelang .
*********
__ADS_1