Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 148


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat , 3 bulan sudah Roy dan Dean pergi untuk menyelesaikan pekerjaan yang bermasalah di Turki meninggalkan istri , anak - anak serta orang tua .


Dan benar saja ucapan Papih Dika mengenai kegilaan Dean yang akan sering pulang Jakarta - Turki walaupun bukan seminggu sekali tapi sebulan sekali Dean pulang untuk bertemu dengan anak - anak dan istri cantik nya serta orang tua dan juga untuk meninjau perusahaan Dewantara Group .


Untuk mengalihkan rasa rindu terhadap suaminya Dean . Atas izin suaminya , Hana serta ke empat anak - anak nya yang di temani oleh Mamih Esty atau terkadang Joni dan Uni pergi berkunjung ke Semarang untuk menemui kedua orang tuanya dan meninjau toko kue nya yang ia tinggalkan dan di kelola oleh Bapak nya dan Fia temannya .


Kalau habis dari Semarang mengunjungi Ibu dan Bapaknya maka satu bulan berikut nya  Hana langsung bertolak ke Bali sama dengan di Semarang wanita dengan empat orang anak itu juga meninjau toko kue nya di sana yang di kelola oleh Anis dan juga Bu Ani . Bila datang dengan Mamih Esty mereka pasti akan menyempatkan diri berkunjung ke rumah Dokter Sita yang tak lain adalah mantan Ibu mertua suaminya sekaligus sahabat Mamih Esty  sekaligus berlibur bersama ke empat anak - anak nya menikmati indahnya pulau Bali dan pantai yang sungguh indah.


Dan Dean selalu memberikan izin apa pun yang di lakukan istrinya asal mengurus ke empat anak - anak nya dengan baik namun satu larangan yang Dean berikan pada Hana selama ia tak ada Hana dilarang keras berhubungan ataupun bertemu dengan mantan suaminya yang juga Ayah dari kedua putra apapun alasan nya .


Berbeda dengan Dean , Roy bahkan tak sekalipun pulang untuk bertemu dengan istri baru nya bahkan Roy hampir tak pernah menghubungi Kasih karena ego yang luar biasa karena merasa Kasih juga tak pernah berusaha menghubungi nya  . Roy hanya memantau Kasih dari Oki orang kepercayaan nya sekaligus sahabatnya .


Begitu pun Kasih ia tak pernah menghubungi Roy bukan karena gengsi namun dia bingung untuk mengawali nya ia mau Roy lah yang menghubungi nya terlebih dahulu .


Suatu waktu saat Roy mendapatkan kabar bila Kasih istrinya sedang sakit , di Turki Roy sangat mencemaskan keadaan nya namun pria berumur 32 tahun itu menginginkan Kasih menghubunginya dan membutuhkan Roy sebagai suaminya  namun Kasih tak melakukannya .


Seandainya Kasih mengabarkan pada Roy dan meminta Roy pulang saat itu pun Roy akan pulang menemui Kasih namun apalah daya ego dan gengsi yang sangat luar biasa itu membuat mereka terjebak dengan prasangka dari pikiran mereka masing - masing .


Sebagai rasa tanggung jawabnya Roy hanya mengirimkan seorang wanita paru baya yang di tugaskan untuk menemani dan membantu istri nya karena menurut laporan dari Oki , Kasih istrinya sering tak enak badan entah karena apa pasalnya menurut orang kepercayaan nya itu Kasih tak pernah mengerjakan sesuatu yang berat . Kasih hanya bersih - bersih di pent house atau pergi belanja ke supermarket untuk membeli kepwrluan dirinya dan pent house nya  dan sesekali Kasih akan bertemu dengan teman - teman nya di Mall dan itu semua dengan pantauan Roy tanpa sepengengetahuan dari Kasih  .


Wanita parubaya itu adalah mantan asisten keluarga nya dahulu yang bernama Bik Asih yang selalu memberikan laporan apa pun yang dikerjakan oleh Kasih kepada Roy .


Dan benar saja seperti pagi ini Kasih masih berada di atas ranjang nya karena merasakan kepala nya yang sungguh luar biasa sakit .


" Duuh ini kenapa akhir - akhir ini badan gue sering sakit ya padahal kan sekarang sedikit santai karena adanya Bik Asih yang di kirim Ka Roy ...iiist sakit banget ..." gumam Kasih dengan memegang kepalanya .


Bik Asih yang curiga jam 8 Kasih belum juga keluar dari kamar nya pun menghampiri istri Majikannya itu .


" Tok tok tok "

__ADS_1


" Masuk Bik ". teriak Kasih .


" Ceklek "


Bik Asih yang melihat Kasih masih meringkuk di atas ranjang nya dengan wajah yang pucat dan memegang kepalanya pun langsung terlihat khawatir .


" Loh non Kasih kenapa ?". tanya Bik Asih dan langsung mendekati Kasih dan memegang kepala Kasih yang sedikit demam .


" Kepala dan badan ku sakit Bik ". jawab Kasih dengan mendesis karena merasa kan nyeri.


" Ayok atuh non kita periksa ke Dokter biar tau non Kasih itu sakit apa karena lumayan sering loh non Kasih seperti ini ". ucap Bik Asih dengan nada yang cemas .


" Sebentar non Bibik ambil kompresan dulu ke bawah ". ucap Bik Asih lagi dan langsung beranjak keluar dari kamar Kasih .


Bik Mimin pun langsung mengambil lap dan wadah untuk mengompres Kasih dan tak lupa mengabarkan pada Roy mengenai kondisi Kasih .


Kasih yang masih merasakan sakit pun masih berbaring di ranjang dan tiba - tiba ponselnya berdering .


dengan perlahan Kasih meraih ponselnya yang masih berdering dan membaca nama yang memanggil nya seketika mata Kasih pun melotot melihat nama yang tertera di ponselnya .


Ada perasaan senang , kesal , sedih marah pada nomor yang ia tulis Ka Roy galak untuk pertama kalinya Roy menghubungi Kasih selama kepergiannya selain pesan singkat itu .


Kasih langsung menekan tombol hijau sehingga telepon nya pun tersambung .


" Hallo ka Roy " ucap Kasih dengan tersenyum senang namun senyum itu hanya bertahan sebentar saat mendengar suara Roy .


" Ya , Kasih saya tau kamu sekarang sedang sakit jadi saya minta kamu untuk periksa ke Dokter mengerti !". ucap Roy dengan nada dingin dan tegas Kasih yang mendengar itu pun seketika merasa geram dan memilih diam tak menjawab.


" Kamu dengar saya tidak Kasih , sekarang juga kamu bersiap karena saya sudah menghubungi Oki untuk mengantarkan kamu ". ucap Roy .

__ADS_1


" Iya saya dengar tuan Roy yang terhormat ." jawab Kasih dan langsung mematikan panggilan nya .


" Tut Tut Tut "


Dengan hati yang bergemuruh merasa kesal dan senang karena dapat telpon dari suami nya .


" Ih nyebelin banget sih tu orang , bisa gak sih sekali aja kalau ngomong tuh yang lembut gak kaya tadi ih dasar suami galak ." Kasih menggerutu dan mulai beranjak ingin masuk ke dalam kamar mandi bertepatan dengan Bik Asih yang masuk kedalam kamar nya .


" Ceklek "


" Loh non Kasih mau kemana ?". tanya Bik Asih.


" Mau periksa Bik disuruh sama suami galak saya ". ucap Kasih menyindir Bik Asih yang sudah melaporkan kondisi nya .


" Maaf non soalnya Bibik khawatir sama non Kasih yaudah Bibik telpon Pak Roy ." jawab Bik Asih


" Yaudah Bik gak apa-apa , Kasih mau siap - siap periksa dan tolong buatkan teh manis hangat ya Bik " kata Kasih dan di angguki oleh Bik Asih .


********


Keluar dari ruangan Dokter yang memeriksa dirinya . Kasih terlihat bingung antara senang dan sedih .


Kasih yang berjalan dengan menunduk dengan masih melihat kertas hasil dari pemeriksaan nya pun tidak fokus pada jalannya dan orang yang ada di depan nya sehingga ia menabrak seseorang yang mana membuat Kasih terkejut begitu pun orang itu .


" KASIH "


ucap orang itu .


*********

__ADS_1


__ADS_2