Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 39


__ADS_3

Saat Hana sedang menceritakan apa yang terjadi pada nya di klinik yang membuat sikap Fandi berubah . Semuanya pun serentak melihat kedatangan Fandi dengan wajah yang lumayan daftar nya .


" Fandi sini le duduk ". ajak Bu Tuti pada putranya . Fandi pun duduk dekat Ibu nya dan hanya sekilas melirik wanita yang masih sah menjadi istrinya duduk di sisi kanan Ibu nya.


" Kebetulan semua masih berkumpul di sini . Eehem ... Fandi yakin Hana sudah menceritakan semua tentang bayinya yang sudah sangat jelas bahwa bayi itu bukan darah daging Fandi , dengan fakta ini sudah tidak ada lagi yang perlu di pertahankan ."


" Ibu , Mbok , Mbak Fani dan Mas Rendi , Fandi besok minta izin untuk mengantarkan Hana pulang ke rumah orangtuanya dan untuk sekarang dengan penuh kesadaran dan sehat Fandi menjatuhkan talak pada istri Fandi ,


Hana ". ucap Fandi dengan menatap Hana dengan raut wajah yang datar .


" Saya Fandi Ramadhani dengan penuh kesadaran dan keadaan yang sehat menjatuhkan talak pada istri


saya Hana Fishera "


" JEDER "


Semua yang berada di ruang tengah itu menganga terkejut atas apa yang di katakan oleh Fandi Ramadhani . Hana si wanita malang itu memejamkan mata nya dengan air yang mengalir deras saat kalimat sakral itu terlontar dengan lancar nya keluar dari mulut suaminya .


" FANDI "


" Astaghfirullah Fandi "


Ucap semua orang yang tersadar dari keterkejutan nya.


" Ya Allah Gusti nyebut le ( Ya Allah istighfar nak ) ". ucap Bu Tuti pada putranya dengan berurai air mata.


Fandi pun langsung beranjak bersimpuh di hadapan Ibu nya.


" Ibu , ibu maafkan Fandi Bu tapi ini sudah menjadi keputusan Fandi tolong ridhoi ya Bu . Fandi sudah tidak bisa meneruskan pernikahan ini Bu " ucap Fandi dengan beruraian air mata juga .


Mbok Jum pun dengan sigap langsung mendekap tubuh wanita yang sungguh malang nasibnya .

__ADS_1


" Sabar ndok sudah jangan nangis lagi kasihan nanti bayi mu jadi sedih juga yang ikhlas


ndok ". ucap Mbok Jum menenangkan Hana .


Hana tak menjawab yang ada hanya Isak tangis memilukan dari bibir ranum wanita malang itu. Fani pun beranjak jalan menuju sisi tubuh Hana .


" Sudah hey jangan nangis lagi Hana . coba Dengar Mba ,Mungkin hanya sampai di sini jodoh kamu dengan Fandi dan percaya sama Mba semua akan baik-baik saja bila kita ikhlas menerima nya , kamu kehilangan Fandi tapi kamu akan mendapatkan 2 calon bayi yang kelak akan menyayangi dan menjaga mu Hana sudah ya ". Fani pun memegang bahu adik iparnya dan berusaha menguatkan hati Hana yang rapuh.


Ibu Tuti pun mendekat pada Hana dan bergeser tempat duduk dengan Mbok Jum.


" Hana maafkanlah putra Ibu ya nak , ikhlasin semua dan sabar ya nak . Jaga selalu kehamilan mu ya nak . Dengar Ibu walaupun kamu sudah bukan istri Fandi tapi kamu tetap akan selalu jadi anak Ibu sama seperti Fani ya ." ucap Ibu Tuti sambil mengelus perut Hana .Hana hanya mengangguk kan kepalanya dan langsung memeluk tubuh paruh baya itu.


"Tidak Ibu , bukan Mas Fandi yang salah tapi Hana yang tidak bisa menjaga diri Hana sendiri . Maaf Bu sudah menorehkan aib untuk keluarga ini " jawab Hana masih dengan terisak .


" ini ndok minum dulu ya biar tenang " ucap Mbok Jum memberikan satu gelas air putih pada Hana dan langsung di minum oleh Hana hingga tandas.


Fandi pun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju Hana yang masih duduk dengan menunduk kan kepalanya lalu memeluk tubuh ramping Istrinya .


Mas Fandi , " Hana tak menjawab hanya mengangguk kan kepala nya wanita cantik itu sungguh masih tak menyangka bahwa suami yang selama ini bersikap manis akan semudah itu melepaskan diri nya.


****


Setelah mendengar kenyataan bahwa suaminya sudah menjatuhkan talak pada dirinya kini wanita malang itu sedang berada di kamar kedua putranya untuk membereskan barang barang putranya yang di belikan oleh Ibu mertuanya dan kakak ipar nya untuk di masukan kedalam koper kedua anaknya .


Hana pun sudah bertekad untuk menerima semua keputusan suaminya , pria pertama yang memberikan dan mengajarkan rasa cinta dan kasih sayang.


Ya mulai malam ini Hana tidak mau tidur berdua di kamarnya dan memasuki kamar nya jika ada Fandi di dalamnya .


Se ikhlas ikhlasnya hati Hana tetap rasa kecewa dan sakit hati itu sungguh terasa hingga di relung jiwa terdalam .


*****

__ADS_1


" PYAARr" suara piring yang terjatuh berserakan di lantai rumah sederhana .


" Astagfirullah "


" Astagfirullah ada apa Bu ,ko suaranya sampai kedengaran Ke luar loh Bu " ucap sang suami .


" Gak tau ini Pak tiba tiba perasaan Ibu ko gak enak ya , ada apa ya Pak sama anak anak kita."ucap Bu Wina ibu kandung dari Hana Fishera.


" Istighfar Bu , doain aja mereka ayo Bu di bereskan dulu piring pecahnya . " ucap Pak Wahyu menenangkan hati Istrinya.


5 menit kemudian Bu Wina pun selesai membersihkan pecahan piring dan langsung menemui suaminya di ruang TV .


" Ayo Pak cepetan telpon anak anak." ucap Bu Wina tak sabar .


" Iya Bu dari tadi Bapak juga sudah terus menghubungi Alfa , Hana dan nak Fandi tapi belum ada yang angkat telpon nya ." ucap Pak Wahyu pada Istrinya.


" Terus coba Pak , Hati ibu bener bener gak tenang seperti nya ada sesuatu sama salah satu anak anak kita Pak." kata Bu Wina.


" Diam diam dulu Bu ini Alfa jawab ". kata pak Wahyu dan mulai berbincang dengan putra nya . Ya setelah lulus sekolah Alfa langsung berkuliah dan bekerja di kota Jakarta dengan usaha nya sendiri hingga sampai sekarang Alfa di percaya bekerja di salah satu perusahaan besar tempat ia dulu magang saat kuliah .


" Bu , Al baik baik saja dan dia baru pulang dari bekerja Bu ." ucap Pak Wahyu.


" Kalau anak perempuan Ibu gimana Pak ?". tanya Bu Wina.


" Yang gak bisa di hubungi Hana dan nak Fandi Bu , Ini sudah malam Bu mungkin mereka sudah istirahat besok kita coba hubungi lagi ya ." ucap Pak Wahyu.


" Iya Pak." Bu Wina akhirnya menyerah untuk menghubungi Hana dan beranjak menuju kamar nya untuk istirahat dengan perasaan yang tidak tenang.


****


Dukung terus ya teman-teman reader semua karya pertama ku dan Terimakasih yang sudah memberikan support nya 😊🙏😊

__ADS_1


__ADS_2