
" Terima kasih ya Nak Doni dan Nak Fandi sudah membantu Bapak sampai sini . Pulang nya hati hati ya nak " ucap Pak Wahyu pada Fandi dan Doni .
" Iya Pak sama - sama , Bapak hati hati ya " ucap Fandi pada Pak Wahyu.
" Kalau ada apa - apa hubungi kami ya Pak." ucap Doni pada Pak Wahyu .
" Iya nak sekali lagi terima kasih " . jawab Pak Wahyu.
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
*****
Setelah kepergian Doni dan Fandi . Pak Wahyu pun kembali duduk di tempat yang didudukinya tadi untuk kembali membicarakan permasalahan antara Hana dan Dean .
" Ehem Pak Wahyu , kami selaku orang tua dari Dean Prada Dewantara saya sungguh meminta maaf yang sebesar - besarnya atas kesalahan fatal yang di lakukan nya dan kami selaku orang tua nya bersungguh - sungguh untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada putri anda ." Kata Papih Dika bersungguh sungguh .
" Bapak saya Dean meminta maaf atas apa yang telah di lakukan saya pada putri Bapak ." ucap Dean meminta maaf pada Pak Wahyu selaku orang tua Hana .
" Kenapa nak kamu lakukan itu pada anak Bapak , salah apa dia sama kamu " kata Pak Wahyu dengan nada bergetar dan menitikan air matanya .
Dean pun berpindah duduk di samping Pak Wahyu dan mengusap bahu pria parubaya itu .
" Pak sungguh saya minta maaf atas apa yang saya lakukan pada anak bapak ". kata Dean lagi .
__ADS_1
" Hana hamil dengan pria lain dan di cerai oleh suaminya serta harus merawat dua orang anak yang masih kecil kecil , Kenapa kamu melakukan itu nak hingga membuat anak Bapak menderita ." ucap Pak wahyu dengan menangis mengetahui bahwa nasib putrinya sangatlah malang .
" Pak ini minum dulu agar Bapak lebih tenang ." Roy memberikan air minum pada Pak Wahyu . Melihat kesedihan Pak Wahyu membuat Papih Dika ikut menitikan air mata nya merasa iba pada anak dari pria paru baya yang ada di hadapannya.
" Dean kali ini kesalahan mu benar - benar sudah sangat keterlaluan ." uap Papih Dika geram terhadap putranya .
Dean tak menjawab ucapan Papih nya karena ia sedang melamun entah apa yang sedang di lamunkan nya .
" Gue ko masih gak yakin ya anak itu anak gue secara gue juga gak tau tuh orang berbohong apa gak nya ... Hah ikutin ajalah kemauan Papih mending gue cari aman dulu ." gumam Dean dalam hati .
" Pak gini saja kami akan membantu mempercepat perceraian putri Bapak agar kami bisa leluasa untuk bertanggung jawab atas putri Bapak supaya tidak terkendala masalah status mereka ." ucap Papih Dika .
" Dimana Bapak tinggal ?" tanya Papih Dika lagi .
" Saya tinggal di Kota Semarang Pak ". jawab Pak Wahyu .
" Pih kenapa gak Dean yang pergi ke Semarang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya ?" tanya Roy heran atas ide Papih Dika .
" Papih masih tidak yakin dia mengakui kesalahannya " Ucap Papih Dika .
" Baik Pih biar Roy yang temenin ya ?" Roy menawarkan dirinya .
" Tidak usah Roy biar Papih di temani sama Om Tama ( tangan kanan Papih Dika ) , Papih juga sudah kirim pesan pada Tama untuk mengambil baju Papih dan bilang pada Mamih kalau Papih pergi luar kota ." kata Papih Dika .
" Pak Wahyu tolong nanti jangan perkenalkan saya sebagai Ayah dari pria yang sudah mempekosa nya , tapi kenalkan saya sebagai teman Bapak ya ." Pinta Papih Dika dan di jawab dengan anggukan kepala .
__ADS_1
" Pasti Pak Wahyu bingung ya . Saya hanya tidak mau putri Bapak membenci saya dan saya ingin mengenal lebih dekat dengan putri Bapak ." jelas Papih Dika.
" Baik Pak , saya akan melakukan apa yang di pinta Bapak Dika ." jawab Pak Wahyu .
" Pih tiket nya sudah dan Om Tama juga sudah ada di bawah menunggu keberangkatan Papih ." ucap Roy pada Papih Dika .
" Mari Pak , kita berangkat ."
" Roy pastikan masalah ini tidak bocor dan jangan beri tau Mamih mu biar Papih yang bicara sendiri . Dan awasi anak itu terus supaya tidak buat ulah lagi ". Ucap Papih Dika pada Roy tanpa mengajak bicara Dean dan hanya melirik sinis pada Dean .
Setelah memberikan pesan pada Roy , Papih Dika dan Pak Wahyu pun keluar dari ruangan Dean menuju bandara dengan di temani Tama orang kepercayaannya .
*****
" Fix ni Papih marah banget sama gue bahkan gue gak di anggap nya loh AArg pusing kepala gue ."
" Eits gue cek M Banking gue dulu biasanya kalau Papih marah semua pasti di bekukan ( Dean pun dengan cepat melihat di ponselnya dan benar saja sudah di bekukan semua tanpa terkecuali oleh Tama orang kepercayaan Papih nya ) Kan bener gercep banget tu si Om Tama ... Ah Sialan ." gerutu Dean .
" Siapa yang Lo bilang Sialan hah " ucap Roy sinis .
" Gue gak nyangka Lo se bejat itu ". kata Roy lagi .
" Gak usah nambahin lagi Lo , kepala gue udah mau pecah Roy ". jawab Dean malas .
" Lebih bagus pecah udah gak guna juga tu ". ucap Roy sinis.
__ADS_1
" Roy plis gak usah mulai lagi Lo ya ". sahut Dean .
****