Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 231


__ADS_3

...“ Kata Maaf “...


...Kata “ maaf “ tidak...


...bisa mengembalikan yang telah pergi … Menghapus salah menjadi benar , yang...


...rusak seketika menjadi baik itu itu “Tidak...


...bisa “...


...Tapi kata “ Maaf “...


...yang tulus dan ikhlas melampaui ukuran itu semua … melewati ukuran dunia ....


...Kata “ maaf “ bisa...


...menyiram hati menjadi lebih cemerlang Bening , Damai itulah hakikat memaafkan ....


**********


Sebuah mobil pun masuk ke dalam perkarangan rumah Dewantara … dua satpam yang berada di pos jaga pun membiarkan mobil itu masuk , mobil yang


dua hari lalu datang juga ke rumah mewah itu apalagi setelah melihat orang yang


berada di dalam mobil itu cukup familiar untuk 3 petugas keamanan rumah Dewantara .


Mobil pun berhenti , sang pengemudi pun keluar dari mobil nya memutari sisi pintu mobil lain nya membuka pintu .


“ Ayo Dek turun , gimana jadi gak ?”. Tanya Fandi setelah membuka pintu mobil dimana tempat istrinya masih diam duduk di dalam nya dengan meremas kedua tangan nya karena perasaan gugup nya .


Reni pun mendongakkan kepalanya melihat sang Suami yang masih


menunggu jawaban dari nya , sebelum menjawab Reni menghembuskan nafas dalam nya Iya jadi Mas “.jawab Reni lirih .


“  Kalau kamu hanya setengah hati lebih baik kita kembali lagi besok ya … sampai hati mu benar benar siap dan Mas gak akan memaksa “. Kata Fandi pada Reni yang terlihat masih ada perasaan berat untuk bertemu


dengan perempuan yang dua hari lalu mengaku sebagai Ibu kandung dari istri nya


.


Reni yang mendengar ucapan Suaminya pun langsung menggeleng kan kepala nya cepat karena merasa hati nya harus siap dengan kenyataan ini …


Apalagi setelah ia bercerita pada Ibu Panti nya yang menyarankan untuk ia menerima takdir yang sudah di tetap kan oleh Tuhan yang Maha Kuasa membuat Reni bertekad menguatkan hati dan mengikhlaskan semua nya yang terjadi pada hidup nya ... mendatangi rumah Dewantara untuk menemui wanita paruh baya yang mengaku sebagai Ibu kandung nya yang tak lain mertua dari Roy Fernando .


“ Aku siap Mas …”. Jawab Reni setelah meyakinkan dirinya dan keluar dari dalam mobil .


Bukan hanya sekedar bertemu dan memaafkan tapi Reni ingin mengetahui semua nya alasan hingga dirinya yang merupakan seorang anak yang tidak mengetahui apapun dengan tega di buang layaknya sampah mengingat itu hati Reni berdenyut nyeri salah satu tangan nya pun menekan dada berharap rasa sesak itu sedikit berkurang .


Dan kini Fandi dan juga Reni sudah duduk di ruang tamu setelah di persilahkan oleh Bik Tini untuk menunggu tuan rumah yang sedang di panggil oleh bik Tini … Fandi pun terus menggenggam tangan Istrinya yang terasa dingin


.


“ Semangat “. Kata Fandi menyemangati Reni yang menganggukkan


kepalanya .


“ Rumah nya ko sepi ya Mas ?”. Tanya Reni yang melihat sekeliling tak ada orang ataupun terdengar suara dari dalam hanya beberapa asisten rumah tangga saja yang sesekali ia lihat sedang mengerjakan pekerjaan nya pada Suaminya yang menganggukkan kepala .


“ Iya Dek … mungkin mereka lagi istirahat di dalam karena ini kan memang jam 1 siang jam nya orang istirahat “. Jawab Fandi sambil melihat jam tangannya.


Setelah menunggu kurang dari 10 menit akhirnya seorang wanita cantik keluar dengan senyum anggun nya membuat salah satu hati di ruang tamu itu merekah .


“ Eh Mba reni dan Ka Fandi … aku kira siapa “. Ucap Hana pada Fandi dan Reni dengan ramah sambil salaman dan bercipika cipiki dengan


istri baru dari mantan Suaminya .


Dan seketika hati yang merekah itu kembali pilu saat Fandi yang menyodorkan tangan nya untuk bersalaman di tolak Hana dengan sopan dan halus dengan alasan setiap Hana mencium parfum yang di pakainya wanita itu merasa mual padahal Fandi telah mengganti parfumnya yang berbeda dari tempo waktu dan Hana hanya menangkupkan kedua tangan nya membuat Fandi keki .


“ Sehat Ka , Mba … “.Kata Hana pada Reni dan Fandi .


“ Alhamdulillah baik Han … Ko rumah sepi banget “. Jawab Fandi pada Hana sedikit heran karena Hana menemui  nya seorang diri karena biasanya Suami nya akan setia berada di samping Hana dengan mesra .


“ Iya Ka emang lagi sepi karena Mas Dean lagi ke kantor bawa si kembar tapi sebentar lagi juga pulang ko … Anak anak ikut aunty Kasih nya yang kebetulan lagi keluar .”. jawab Hana dan Fandi hanya manggut – manggut .


“ Kalau Ibu kemana Mba Hana ..? “. Tanya Reni lirih merasa malu dengan sikap nya dua hari lalu namun masih bisa di dengar oleh Hana yang menghela nafas nya .


“ Dua hari lalu setelah Mba Reni meninggalkan rumah ini , Ibu jatuh pingsan karena Ibu pernah ada riwayat sakit kronis jadi Ibu langsung


di larikan ke rumah sakit …” jawab Hana .


“ Deg “.


“ Keadaan Ibu gimana Mba ?”. tanya Reni dengan mata yang berkaca kaca karena terkejut dengan informasi yang ia dengar .


“ Ibu Sakit …” gumam Reni dan Hana menganggukkan kepalanya ada perasaan bersalah atas sikap nya pada wanita yang mengaku sebagai Ibu kandung nya itu .


“ Sakit apa Mba … ? “ Tanya Reni dengan air mata yang sudah


mengalir bebas di pipinya , bertanya dengan bertubi tubi karena biar gimana pun


setelah ia tau fakta mengenai orang tua kandung nya ada rasa sayang di hati nya


namun tertutupi dengan rasa kecewa yang dalam  .


“ Alhamdulillah Ibu saat itu hanya sock ringan jadi tidak rawat inap Mba Reni hanya perlu beristirahat … Iya Ibu dulu sakit ginjal yang sudah cukup parah tapi setelah menjalani pengobatan secara intensive di luar negeri alhamdulillah beliau bisa sehat kembali ….”. jawab Hana pada Reni yang tampak terkejut .


“ Mba Reni maaf ya kalau aku lancang … Aku hanya mau bilang


kalau Mba Reni menganggap selama ini hidup Ibu bahagia … Mba Reni salah besar beliau


gak sebahagia itu ko beliau hidup dengan rasa bersalah dan penyesalan yang


teramat dalam bahkan saat Suami nya meninggal pun Ibu hidup dengan nelangsa   … Jadi aku Cuma mau kasih saran kalau berkenan coba Mba Reni beri kesempatan maafkan kesalahan beliau walaupun menurut ku juga kesalahan Ibu cukup besar tapi aku yakin Mba Reni orang yang berhati lapang “. Kata Hana pada Reni yang menangis tersedu di


rangkulan Suaminya .


“ Iya Mba Hana … Aku kemarin bersikap seperti itu hanya terkejut dengan kenyataan yang menurut ku sangat tiba tiba Mba jadi aku


perlu waktu untuk berdamai dan memberi pengertian untuk hati ini Mba Hana tapi


kali ini kedatangan ku kesini sebenarnya ingin memulai dari awal dengan beliau


Mba Hana , Sungguh …. Mba Hana bisakah aku menemui beliau ?”. Ujar Reni dengan


air mata yang menganak sungai dan menangkupkan kedua tangan nya penuh harap .


“ Iya aku paham maksud Mba Reni dan Syukurlah kalau Mba Reni


mau memaafkan Ibu tapi masalah nya ….” Jawab Hana terhenti membuat Fandi dan


Reni menatap Hana dengan heran .


“ Kenapa Mba atau beliau marah dengan sikap ku ya Mba


makanya beliau gak mau bertemu aku lagi ya Mba … Jawab Mba Hana ?”. Tanya Reni


dengan perasaan sedihnya dan Hana langsung menggelengkan kepalanya .


“ Bukan seperti itu Mba malah beliau pasti teramat senang


jika Mba Reni mau menemui nya tapi masalah nya beliau sudah tidak tinggal disini


lagi Mba Reni …”. Jawab Hana , Reni yang mendengar nya langsung tersentak kaget


begitupun Fandi .


Flasback


Setelah kepergian Reni dan Fandi dari rumah Dewantara tak


lama kemudian dengan berlinang air mata dan perasaan yang sedih sekaligus


bersalah Ibu jatuh pingsan sehingga membuat semua orang yang ada di ruang


tengah itu pun terkejut .


“ IBU …. “ teriak Kasih dan Hana saat melihat tubuh Ibu yang


tergeletak di lantai membuat Roy dan Dean pun langsung melihat dimana Ibu jatuh


pingsan dan langsung pada mendekat .


“ Ibu ibu bangun Bu …. Bu “. Panggil Kasih penuh dengan


kekhawatiran .


“ Bun kamu jangan nangis gini dong “. Kata Roy pada Kasih .


“ Tapi Ibu Ka …..”. jawab Kasih dengan menangis .


“ Roy lebih bik kita bawa Ibu ke rumah sakit , lo lupa kalau


beliau pernah punya riwayat sakit takut nya kesehatan beliau terganggu dengan masalah


ini “. Kata Dean pada Roy yang mengangguk setuju .


“ Lo bener Dean , ayo kita bawa “. Jawab Roy .


“ Sayang , Kas lebih baik kalian di rumah jaga anak anak biar


Mas dan Roy yang bawa Ibu ke rumah sakit terdekat .” Kata Dean pada Hana dan


Kasih yang mengangguk .

__ADS_1


“ Ka tapi nanti kalau ada apa apa kamu kabari aku ya “. Ucap Kasih pada Roy penuh harap .


“ Pasti “ jawab Roy dan langsung membopong Ibu dengan di bantu


Dean menuju rumah sakit terdekat .


“ yakin Ibu pasti baik baik aja Kas lebih baik kamu sekarang temui baby R ya dan kita tunggu kabar dari Bang Roy dan Mas Dean ya … “


Kata Hana sambil merangkul bahu Kasih yang masih menangis setelah Dean dan Roy


pergi ke rumah sakit dan di angguki oleh Kasih .


Kasih dan Hana pun langsung berjalan beriringan menuju kamar


mereka masing masing .


“ Naik lift aja biar cepet “. Kata Hana sambil menarik


tangan Kasih yang akan menaiki tangga dan Kasih pun hanya menurut .


“ Udah ah jangan nangis terus lebih baik kita doakan agar


tak terjadi apapun dan Ibu sehat kembali Kas “ Kata Hana menenangkan setelah


keluar dari lift dan melihat Kasih masih menangis .


Namun bukan nya menjawab Kasih malah memeluk Hana dengan


erat “ Aku takut Han …. Takut terjadi apa apa sama Ibu kalau sampai itu terjadi


kamu kan tau aku udah gak punya siapa siapa lagi Hana di dunia ini “. Seru Kasih dengan tangis nya .


“ Aaahk sakit Han ko malah di cubit sih … Orang lagi sedih malah di cubit gimana sih “. Pekik  Kasih saat merasakan cubitan Hana di pinggang nya dan Hana malah mendelik pada Kasih .


“ Biar kamu sadar makanya aku cubit … Kamu tuh sebenarnya


anggap aku dan seisi rumah ini apa huh selama ini … atau benar ya kamu memang


gak pernah anggap kita semua keluarga mu “. Kata Hana dengan nada galak pada Kasih


yang menggaruk kepalanya karena sudah salah ucap .


“ Bukan gitu Hana … ya keluarga lah maksud ku itu keluarga kandung ku kan kamu tau sendiri yang tersisa kan hanya Ibu , Hana …. Jangan cemberut gitu aku


sayang kamu dan juga semua seisi rumah ini apalagi sekarang kan kamu itu Adek


ipar ku Han makanya kamu jangan berani berani sama Kakak mu ini biar gak jadi


Adik Ipar yang durhaka“. Jawab Kasih dengan mencubit kedua pipi Hana dengan


tersenyum gemas melihat Hana yang cemberut .


“ Dih geli denger nya Kasih dan asal kamu tau aja sayang aku


sama kamu sebagai saudara itu nyata Kas inget itu “. Kata Hana kembali memeluk


Kasih .


“ Sama Hana , aku juga sayang sama kamu tapi peluk nya udah


ya kamu gak denger tuh keponakan mu nangis “. Jawab Kasih dan mereka pun


tertawa bersamaan saat mendengar Baby R nangis .


“ Yaudah Bunda Kasih mau ke kamar dulu ya Mamah Hana “.pamit Kasih menggoda Hana .


“ Baiklah Bunda Kasih karena Mamah Hana juga mau menemui dua jagoan dulu “. Jawab Hana dengan tertawa kecil .


~ Di Rumah Sakit ~


Setelah masuk ke dalam UGD dan di periksa oleh Dokter 30


menit kemudian Ibu pun siuman dari pingsan nya , Roy dan Dean pun masuk menemui


setelah mendapat kan ijin dari Dokter .


“ Bu gimana keadaan nya , mana yang sakit ?”. Tanya Roy pada


mertuanya .


“ Ibu gak apa apa ko Roy maaf sudah buat gaduh dan cemas …


Maaf ya nak Dean  “.Kata Ibu


“ Ibu itu bicara apa … gak ada masalah ko Bu “. Jawab Dean


pada Mertua Kakak nya.


yang akan terjadi  yang terpenting Ibu


sudah bertemu dan meminta maaf dengan sungguh sungguh perkara belum di maafkan


atau diterima itu urusan Dia dengan Tuhan … biar Ibu gak sakit lagi “. Kata


Dean lagi .


“ Iya nak Dean tapi tetap selama Ibu masih bisa bernafas Ibu


akan berusaha meminta maaf terus nak karena memang Ibu sadar kesalahan Ibu


sangat fatal atas hidup nya karena dengan  tega memberikan anak darah daging sendiri pada orang lain layaknya


barang , beruntung dia diasuh oleh pihak yang berhati mulia kalau tidak entahlah


Ibu tak bisa membayangkan bagaimana kehidupan Nya , nak Dean , Roy “. Jawab Ibu dengan air mata


yang mengalir deras mengingat kesalahan nya pada Putrinya .


“ Sudah Ibu jangan sedih terus biar Ibu cepat sehat dan Ibu


bisa minta maaf Roy akan bantu sebisa Roy dan Kasih … Kata Dokter Ibu sudah


bisa pulang ke rumah nih obat nya juga sudah di beri oleh suster .”. Kata Roy


pada Ibu mertuanya .


“ Terimakasih banyak nak Roy sungguh Ibu bersyukur sekaligus


senang Kasih mendapat kan Suami yang baik dan bertanggung jawab tapi Ibu  …”. Jawab Ibu namun Roy hanya tertawa kecut


mendengar pujian dari Ibu mertuanya yang tak mengetahui perlakuan buruk nya


dulu pada Kasih keponakan yang sudah seperti anak nya .


“ Kenapa Bu … mari kita pulang “. Ajak Dean lagi yang


melihat gelagat lain dari mertua Kakaknya .


“ Nak Dean , Roy … Kalian kan sudah tau kalau putri Ibu


menikah dengan Fandi pria yang tak lain mantan Suami putri Ibu , Hana yang kita


sama – sama tau perlakuan buruk apa yang sudah Fandi lakukan pada Hana dan anak


anak … Dan Ibu sangat yakin suatu saat nanti Reni serta Fandi akan menemui Ibu dan


Ibu sangat paham jika Fandi sering datang ke rumah Dewantara pasti akan membuat


Hana putri Ibu tak nyaman terutama kamu nak Dean maka dari itu boleh tidak


kalau mulai malam ini Ibu di antar kan pulang ke rumah Ibu sendiri … Bukan kah


tempo waktu Roy sendiri yang bilang jika rumah sudah tidak ada yang mengontrak


dan sudah di bersihkan oleh pekerja ?". Ucap Ibu pada Dean dan Roy yang


malah saling tatap .


“ Tapi Bu … Ibu kan belum bilang sama Kasih , memang Ibu


tega kalau Roy di amuk sama Kasih bahkan di usir dari kamar  karena sudah menyetujui permintaan Ibu “. Jawab


Roy pada Ibu mertuanya yang tampak tersenyum kecil .


“ Tidak akan Roy , Kasih gak akan marah Ibu jamin itu karena Ibu juga perlu menenangkan diri , Ibu rindu dengan rumah sekaligus berusaha membuat hati nak Dean nyaman tanpa perlu takut jika mantan suami Istri


cantiknya tak sering datang dan bertemu ( Kata Ibu sambil tersenyum dan melirik


pada Dean yang menggaruk kepalanya yang tak gatal ) besok kalau Pak Dika dan


Ibu Esty sudah kembali Ibu akan datang ke rumah Dewantara untuk mengucap


terimakasih pada mereka .” Ujar Ibu .


“ Tapi Ibu nanti di sana sama siapa apalagi sekarang kondisi Ibu lagi gak fit loh “. Kata Dean khawatir .


“ Kamu tenang aja nak Dean di sana Ibu gak sendirian ko lagian jarak dari rumah Dewantara ke rumah Ibu juga gak terlalu jauh “. Jawab


Mertua Roy .


“ Di rumah Ibu ada Mbok Darmi dan Suaminya asisten rumah tangga Ibu sejak dulu yang masih stay di rumah itu De … “. Kata Roy pada adiknya yang terlihat manggut manggut .


“ Yaudah Roy antar Ibu ke rumah dan besok Roy akan bawa

__ADS_1


Kasih dan baby R ke rumah Ibu .” ucap Roy dan seketika muka Ibu mertuanya terlihat


senang .


Dean dan Roy pun akhirnya mengantarkan Ibu kembali ke rumah


seperti keinginan nya dan benar saja ternyata sudah ada dua pasang paru baya


yang sudah menunggu kedatangan Roy dan mertuanya karena sebelumnya Roy sudah


mengabari pada Mbok Darmi agar membersihkan kamar pribadi milik Ibu mertuanya …


Setelah mengantarkan Ibu mertua Kakak nya , Dean dan Roy pun kembali ke rumah Dewantara


.


Flasback off


“ Gitu Mba cerita nya jadi sekarang Ibu tinggal di rumah nya


sendiri atas permintaan beliau “. Ujar Hana pada Reni dan Fandi .


“ Hana  , kami bisa


minta alamat beliau ?”. Tanya Fandi dan di angguki Reni yang masih menangis


tersedu .


“ Bisa ko Ka sebentar aku kirim via way a alamatnya ke nomor


Ka Fandi oya sekalian aku mau minta nomor ponsel Mba Reni ya Ka …”. Jawab Hana


dan Fandi yang mendengar permintaan dari mantan Istrinya pun mengernyitkan


kening nya merasa heran .


“ Bukan untuk apa apa ko Ka karena Mba Reni itu sekarang


Istri Ka Fandi yang otomatis menjadi  Ibu


sambung nya anak anak juga jadi mulai dari sekarang aku kalau menghubungi atau


sebaliknya yang menyangkut anak anak maka Hana akan menghubungi nomor Mba Reni


bukan lagi ke nomor Ka Fandi  biar sama


sama enak …  Bukan karena ada gimana


gimana Cuma menurut Hana ada hati yang harus di jaga , bukan seperti itu Mba


Reni ?”.Ucap Hana yang menohok sudut hati Fandi yang terasa berdenyut nyeri dan


Reni yang mendengar ucapan mantan istri dari Suami nya pun setuju sehingga Reni


menganggukkan kepala nya cukup bersyukur sekaligus senang karena Hana mengerti dan memikirkan perasaan masing masing pasangan nya pikir Reni .


Setelah mendapatkan alamat yang di minta , tanpa membuang


waktu Reni dan Fandi bergegas menuju alamat yang di maksud jika Reni keluar dari


rumah Dewantara dengan perasaan tak sabar ingin bertemu dengan Ibu kandung yang


selama ini di nanti lain lagi dengan Fandi yang keluar dari rumah Dewantara


dengan hati yang terluka entah yang ke berapa kalinya .


“ Sumpah Hana entah ini karma yang harus Mas rasakan seumur


hidup karena telah melukai dan menorehkan luka yang begitu dalam di hati mu ….


Dan kini takdir membuat kita saling terhubung namun menyakitkan di hati ini …


Jika kemarin kemarin walaupun bertemu kamu jarang dan sekali nya bertemu kamu


dengan Nya selalu bermesraan membuat Hati ini sakit melihatnya untuk waktu


seterus nya apa Hati ini akan terus sakit karena dengan terpaksa sering melihat


mu mesra dengan Nya … Tuhan tolong hapus rasa cinta ku untuk Hana di hati ini


sungguh aku menderita jika harus melihat dengan nyata jika dirinya berbahagia


bahkan bermesraan dengan pasangan baru nya …. Ku mohon Tuhan “. Dengan menyetir


mobil hati Fandi menjerit sakit .


********


Di Kantor


Dean yang harus datang ke kantor dan menghadiri rapat dengan


kolega penting nya pun membuat pria itu mau tak mau harus datang ke perusahaan


nya namun karena rasa khawatir terhadap Istri tercinta nya yang sedang


mengandung calon anak nya membuat Dean bersikukuh membawa kedua putri kembar


nya karena ingin merasakan mengasuh anak sambil bekerja …


Awalnya Dean ingin membawa kedua putra nya yang menurutnya


kedua putra nya sudah cukup besar dan mengerti jika di beri tahu dan tak  ribut karena Dean beberapa kali memang pernah


membawa kedua putra nya namun sayang kedua putra nya menolak untuk ikut ke


kantor dan memilih pergi dengan Om Roy dan Ounty Kasih yang menurut Dean akal


akal an dari Kakak nya karena ingin mengerjai dirinya yang mau tak mau membawa


kedua putrinya …


 Dan filing Dean tepat


karena saat Dean akan mengajak Uni dan Bik Mimin untuk menjaga kedua putrinya


di kantor … Roy dengan sengaja memberi kan tugas pada Bik Tini dan Bik Mimin


belanja kebutuhan rumah , Uni yang harus mengikutinya dengan alasan takut tak


bisa memegang salah satu putra nya dan Bik Asih yang juga harus ikut dengan nya


karena bertugas berbelanja kebutuhan rumah Mertuanya yang sudah di pastikan itu


akal akal an dari Kakak yang kata Dean tak ada akhlak nya .


Jadilah Dean berangkat ke kantor dengan membawa kedua


putrinya dan juga tas besar keperluan sang putri .


“ Princess Papah yang cantik cantik nanti anteng ya nak


kalau Papah nya kerja “. Kata Dean saat di dalam mobil pada Putrinya yang


berceloteh tak jelas menyahuti ucapan nya , Joni yang memegang kemudi dan


melihat Bos nya membawa dua putri kembarnya yang masih balita seketika membuat


bulu kuduk Joni meremang karena merasakan filing yang tak baik untuk nya saat


di kantor nanti .


Sampai nya di depan pelataran Dewantara Group , Joni dengan


cekatan menurunkan stroller putri kembar Bos nya … Setelah meletakkan kedua


putrinya di stroller Dean pun melangkah masuk ke dalam perusahaan nya dengan


langkah tegap nan berkarisma di tambah kaca mata hitam yang bertengger di hidung


mancung nya menambah ketampanan nya berkali-kali lipat …. Walaupun sambil mendorong stroller yang


berisi putri kembarnya yang baru pertama kali di ajak ke perusahaan Dewantara group sama sekali tak mengurangi ke tampan an nya bahkan semua karyawan khususnya karyawan wanita


melihat penampilan Dean kali ini dengan hati yang melting melihat Hot Dady yang sungguh luar biasa yang tak lain Bos tampan nan dingin mereka .


Tatapan takjub itu hilang seiring dengan pintu lift yang Dean dan kedua putrinya serta Joni sang asisten pribadi nya masuki tertutup pelan namun pasti .


***********


“ AAAARRGGGH MIMPI APA GUE SEMALAM YANG BIASANYA JADI


BODYGUARD SEKARANG JADI PENGASUH BAYI MANA ADA DUA LAGI …. ASTAGA MAK RASANYA


PENGEN KABUR KALAU GAK INGET GAJI GEDE NYA AMPUUUN …. “.jerit hati seseorang .


*******


Assalamualaikum temen temen semua maaf kalau lama tak update ... Di tempat ku cuacanya lagi gak menentu Kakak semua al hasil aku dan anak anak tumbang , panas dingin , batuk , pilek , kepala pening (tapi Alhamdulillah bukan covid 19 ya 🤭😂✌️) Boro Boro ngetik say lihat layar nya nyala aja udah kunang kunang 😢😢....


teman-teman semua jaga kesehatan ya , ini cuaca nya lagi gak nentu musim orang meriang 🥵🤦 , tempat kalian sama gak ? kalau komen tulis kota kalian tinggal ya dan lagi musim apa hehehe 🤭🙂😉


Tak pernah lelah selalu aku ucapin banyak terimakasih atas kesabaran menunggu update Tan novel terlelet ini ya ... thanks very much🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2