
Dean yang baru keluar dari toilet pun langsung menyipitkan pandangan nya saat netra hitam pekat nan tajam itu menangkap pemandangan yang membuat hatinya tak suka … Melihat belahan hatinya sedang berbincang dengan
pria yang pernah berarti untuk sang istri dengan di iringi tawa dari keduanya membuat hati Dean memanas ….
Dean pun melangkahkan kakinya menuju stand minuman dan makanan ringan mengambilkan untuk sang istri mengingat jika sang istri sedang kehausan , urusan mas mantan di selesaikan setelah keinginan sang istri
terpenuhi pikir Dean .
******
Berbincang dan menceritakan asal mula ia bertemu dengan istri baru nya pada mantan istri tanpa ada rasa canggung , Fandi pun diam dengan sorot mata dalam menatap wanita yang dulu sangat ia kasihi dengan pandangan yang tak bisa di artikan membuat Hana mengernyit bingung melihat keterdiaman Fandi pasalnya sebelum nya ia mengobrol dengan mantan suami layaknya teman lama yang tak berjumpa .
" Terimakasih Hana ... Kamu dan Suami sudah merawat anak - anak dengan sangat baik " ucap Fandi dengan tulus .
" Ka Fandi gak perlu berterimakasih karena tanpa Kakak Fandi minta ... kalau mas lupa mereka tanggung jawab ku, Aku dan suami akan merawat mereka dengan sepenuh hati karena untuk Hana Kakak Rama dan Rafa merupakan cahaya sumber kekuatan Hana di saat masa tergelap itu ." jawab Hana dengan menatap Fandi tajam .
" Maaf ..." cicit Fandi dengan pelan dan Hana tak menyahutinya .
“Setelah hilang tanpa bisa ku pegang kembali di situ baru ku menyadari jika kamu terlalu berharga untuk ku ….”. ucap Fandi setelah lama terdiam membuat Hana mengernyitkan keningnya .
“ Ka …?”. Cicit Hana dengan pandangan bertanya .
“ Ya aku menyesal dengan apa yang pernah ku lakukan padamu Han dan membuat pernikahan yang menjadi impian kita dulu hancur … Namun setelah melihat dirimu sekarang telah bahagia dengan Nya aku baru sadar jika kita memang tidak di takdir kan untuk bersama dan sayang kita berpisah dengan kenelangsaan … Maafkan aku Hana …”. Kata Fandi dengan rasa penyesalannya yang dalam .
Hana yang mendengar penuturan Fandi pun hanya bisa menghela nafas panjang saat kenangan kelam itu kembali masuk di ingatan nya ada rasa sesak saat masa itu teringat kembali …. Sebelum menjawab ucapan sang mantan Suami , Hana pun mengambil nafas panjang untuk melegakan dada yang terasa sesak
.
“ Huuueft … Hana sudah memaafkan Ka Fandi tapi sampai kapan pun Hana gak bisa melupakan apa yang sudah Ka Fandi perbuat sama Hana … Cerita antara kita sudah selesai dan sekarang kita berhubungan hanya demi anak-anak tidak lebih …. Hana tak membenarkan perbuatan Dean pada ku namun dari sini Hana hanya berusaha menjadi orang yang ikhlas menerima dan memberi kesempatan untuk orang yang berusaha memperbaiki dirinya walaupun kesalahan nya kelewat batas .... kalau untuk dosa biarlah itu menjadi urusanNya dengan Tuhan …. Ya Ka Fandi benar sekarang Hana sangat bahagia bersanding dengan Nya dan Hana minta Ka Fandi jangan mengulanginya kembali pada pasangan baru mu , jika suatu saat terjadi masalah coba dengarkan penjelasannya dan ambil keputusan di saat hati tenang jangan sampai penyesalan itu datang untuk yang ke sekian kalinya … Karena Hana lihat dia wanita yang baik dan pas untuk mu …” jawab Hana dengan membalas menatap mata Fandi dengan sorot mata dingin nya .
“ Terimakasih kamu sudah berbesar hati …. Semoga dia wanita terakhir untuk ku Han walau tak serupa dengan mu tapi aku berharap ia bisa sebaik diri mu …”. Seru Fandi dengan tersenyum kecil .
“ Jangan suka menyamakan atau membedakan pasangan mu dengan wanita lain karena dia adalah dia dan aku tetap lah aku agar hatimu tak ada keraguan terima kekurangan dan kelebihan nya karena dirimu pun banyak plus minus nya … “ ucap Hana dengan datar melihat raut wajah Fandi yang sedikit murung Hana pun mengalihkan
perbincangannya .
“ Oh ya sekali lagi selamat untuk pernikahan nya semoga Ka Fandi dan Istri menjadi keluarga yang langgeng sampai ajal memisahkan dan jangan lupa buatkan adik untuk Kakak Rama dan Abang Rafa ya …”. Ucap Hana
dengan tersenyum manis .
“ Insyaallah … Wah kalau itu tak akan lupa semoga adik mereka sama kaya si cantik ini yang bobo terus ya Han …” jawab Fandi dengan tertawa sambil melihat balita kembar yang masih tidur pulas .
“ Amin ….” Ucap Hana sambil tersenyum manis dan Fandi masih menikmati senyum manis Hana dalam diam nya sampai suara seseorang menginterupsi perbincangan antara mantan suami istri itu .
“ Ehem “
“ Jaga mata karena dari mata terkadang kesalahan itu datang dengan nyata …. “. Kata orang itu membuat Hana tersenyum melihat wajah yang menjadi favoritnya berbeda dengan Fandi yang memutar bola matanya jengah karena tau siapa orang di belakang punggung nya .
__ADS_1
“ Tenang aja Bung … Saya tak akan macam- macam dengan ratu mu , anda lupa jika saya juga sudah punya ratu sendiri … “. Seru Fandi tanpa menoleh kebelakang .
“ Oh bagus lah kalau anda sadar dan tak melupakan wanita yang baru tadi pagi kamu jadikan istri … “. Jawab Dean dengan berjalan mendekati meja meletakan minuman dan makanan untuk istrinya dan dudu di samping sang istri , Setelah suaminya duduk di samping nya Hana pun mengelus lembut lengan suaminya dengan tersenyum manis
agar suaminya sedikit tenang .
Dean pun menarik kursi yang Hana duduki agar lebih rapat dengan nya dan langsung memeluk pinggang sang Istri dan meletakan kepalanya di bahu Hana di depan mantan suami istrinya , membuat Hana tak enak hati dan Fandi
hanya memutar bola matanya melihat kebucinan dari Suami Hana .
“ Mas gak enak ih … “. Bisik Hana pelan namun tak di indahkan Dean yang malah menciumi pipi Hana .
“ Baru Mas tinggal sebentar aja udah ada yang modusin kamu sayang …” Dean menyindir Fandi yang masih duduk di depannya yang hanya tersekat meja .
“ Saya gak ada modusin istri mu ya Tuan Dean yang terhormat sebagai tuan rumah saya hanya menyapa Mamah nya anak-anak gak lebih …”. Sahut Fandi yang merasa tersindir ucapan Dean .
“ Oh bagus menyapa tapi alangkah lebih bagus nya kalau kamu menyapa bersama dengan Istri baru mu bukan malah sendiri seperti ini disaat istri saya sedang sendiri disini …”. Jawab Dean tak mau kalah .
“ Mas … “. Seru Hana agar Suaminya tak meneruskan perdebatannya sambil menggelengkan kepalanya .
“ Apa sayang kamu haus ya dari tadi ngobrol sama Ayahnya anak-anak nih minum ya …. “. Jawab Dean
yang malah mengambil gelas berisi jus jeruk untuk sang Istri membuat Hana mendelik sebal dan mencebikan bibirnya .
“ ck Saya tak menyangka ternyata Papah nya anak-anak masih sangat kekanak – kanakan sekali …”. Fandi berdecak melihat sikap Dean .
Fandi sedikit terusik dengan kalimat akhir dari Dean .
“ Kamu …. “. Seru Fandi sedikit geram pada Dean namun terhenti dengan kedatangan seseorang di tengah perdebatan .
“ Assalamualaikum Mba Hana …. “ ucap salam orang itu dengan ramah sambil menangkupkan kedua tangan dan tersenyum pada Hana .
“ Eh waalaikum salam … Wah cantiknya …”. Jawab Hana dengan beranjak berdiri dan langsung merangkul Reni dan bercipika cipiki yang mana langsung di sambut Reni dengan senang .
“Ah Mba Hana bisa aja … ini karena make up Mba beda dengan Mba Hana yang cantiknya natural loh …Senang bisa bertemu dengan Mba Hana “. Seru Reni dengan merendah .
“ Yaudah kita sama- sama cantik ko … Oh ya benar nih ”. Jawab Hana dengan wajah sumringah mengabaikan dua pria yang saling menatap dingin .
Fandi yang melihat Istrinya pun langsung berdiri dan mengajak nya duduk di samping nya “ Sini duduk Dek … kemana anak –anak ..?”. Tanya Fandi setelah membantu Reni duduk dan Hana pun duduk kembali di tempatnya
.
“ Anak – anak main sama sepupunya Mas … Makanya Reni kesini ” jawab Reni pada suaminya saat Fandi akan menjawab istrinya tiba-tiba namun sudah ada yang menyahut .
“ Itu keputusan tepat menghampiri suami mu … Kalau bisa selalu di awasi ya ”. Sahut Dean dengan datar dan di angguki Reni .
“ Em Dek kenalin ini Hana dan itu suaminya … “. Kata Fandi memperkenalkan Hana dan Suaminya dengan sebal dan Reni pun mengulur kan tangan pada Dean namun Dean langsung menaruh satu tangan nya di depan dadanya dan Reni pun langsung menarik kembali tangan nya . Hana yang melihat sikap suaminya di buat terharu karena
__ADS_1
Suaminya tak mau berjabat tangan dengan wanita lain .
“ Dean suami Hana …”.jawab Dean singkat dan menoleh pada Hana dengan tersenyum manis .
“ Mba Hana dan Mas nya terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk datang kesini … “. Ucap Reni
dengan lembut .
“ Iya silaturahmi itu penting biar bagaimana pun kita akan terus berhubungan demi anak – anak … saya mohon Mba Reni tidak keberatan atau berprasangka buruk dengan kedekatan kami yang semata – mata hanya karena Rama dan Rafa dan saya minta Mba Reni bisa menerima kedua putra kami …”. Jawab Hana pada Reni .
“ Iya mba , saya tak ada prasangka apapun karena sebelum menikah dengan Mas Fandi , saya sudah banyak mendengar tentang Mba Hana dari Ibu nya Mas Fandi yang masih sangat menyayangi Mba Hana saat saya merawat beliau … Dan Mba Hana jangan khawatir saya sangat menerima Ka Rama dan Dek Rafa
seperti anak saya sendiri …”. Ujar Reni dengan tulus membuat Hana tersenyum lega dan senang .
“ Ka Fandi gak salah menjadikan Mba Reni sebagai Istrinya karena Mba Reni mempunyai hati yang baik …”. Ucap Hana dan Reni hanya tersenyum manis mendengar ucapan Hana .
Mereka pun saling berbincang mengenai dengan hangat jauh dari kata canggung layaknya keluarga keseruan itu bertambah lagi dengan balita kembar yang bangun dari tidur lelap nya dan Reni yang menawarkan bantuan untuk memberikan susu botol pada salah satu balita cantik itu , sampai Johan datang membisikan sesuatu di telinga Bos nya .
“ Bos apa sebaiknya kita pamit sekarang mengingat nanti kita akan lanjut pergi ke Semarang ?”. Bisik Johan mengingatkan Bos nya dan Dean pun langsung melihat jam yang melingkar di tangan nya dan hanya mengangguk dan menyuruh Johan kembali ketempatnya .
“ Sayang udah jam 3 bukan kah kita akan lanjut ke Semarang ?”. Tanya Dean pada Hana .
“ Oh iya ya Mas .. Yaudah Hana mau kasih tau Uni dulu biar beresin semuanya “.
Jawab Hana pada Dean sambil mengelus lembut pipi nya sambil beranjak jalan meninggalkan Suaminya dan Fandi Reni yang memangku dua balita kembar itu masih memperhatikan dua pasang suami istri yang sedari tadi terlihat mesra .
Hana langsung beranjak mendekati Uni “ Uni minta tolong rapihin Kakak dan Abang ya dan beresin dulu ini ya …”. Pinta Hana pada Uni yang langsung cekatan dengan tugasnya .
" Baik Bu ..."
“ Kalian sudah mau pulang , apa gak bisa semalam aja kalian bermalam disini ..?”, Tanya Fandi pada Dean yang terlihat sibuk dengan gawai nya .
Mendengar pertanyaan dari Fandi , Dean pun langsung memasukan gawainya ke dalam saku kemejanya .
“ Terimakasih atas tawarannya mungkin lain kali karena kami akan berkunjung ke Semarang sudah lama tak menengok Ibu Bapak … Atau kalian saja yang berkunjung ke Jakarta sekalian bulan madu gitu …” jawab Dean dengan hangat jauh dari ketegangan seperti di awal .
“ Kalau di ijinkan ..”, ujar Fandi .
“ Kenapa tidak kalau niat mu untuk bersilaturahmi bukan seperti yang udah – udah ..”. jawab Dean dengan mengingatkan Fandi atas kelakuannya saat berkunjung ke rumah nya yang mempunyai niat terselubung .
“ Jangan di bahas tentang kekhilafan saya … Saya tidak akan melakukan nya lagi ..”. jawab Fandi bersungguh – sungguh .
“ Bagus … Oke saya pegang kata-kata mu jika kamu mengingkari nya kamu harus mengingat peringatan keras dari saya yang tak main- main …”. Seru Dean yang tempo waktu memperingati Fandi dengan keras akan menghancurkan Fandi dengan kejam .
Reni hanya menyimak perbincangan antara Suaminya dan Suami baru mantan Istri Fandi .
Dengan perasaan berat Fandi yang masih sangat merindukan kedua puttranya dan keluarga pun mengantarkan Hana dan keluarga nya masuk kedalam mobil untuk melanjutkan perjalanan ke kediaman orang tua Hana .
__ADS_1
************