
Selang berapa menit mobil yang di tumpangi Kasih yang di kemudikan Pak Anto salah satu supir keluarga Dewantara pun sampai di rumah besar Dewantara , sebelum turun dari mobil Kasih yang sedang memangku baby Rey menoleh pada Ibu nya yang sedang melamun dengan raut wajah sedih dan terpukul nya .
Kasih memegang pundak mengelus lembut Ibu nya dengan pelan dan hati-hati dengan pandangan teduh menatap Ibunya yang menoleh pada dirinya . " Ayo Bu turun kita sudah sampai ... ". ujar Kasih pada Ibunya dengan lembut saat Ibunya .
" Ibu tenang ya ... Kasih akan selalu ada untuk Ibu apapun yang terjadi dan akan membantu Ibu dalam pencariannya sampai ia ketemu ...". ucap Kasih bersungguh - sungguh dengan kepala yang menganggukan kepala kecil dan Ibunya langsung mengambil tangan Kasih yang masih mengelus bahu nya untuk di genggamnya .
" Terimakasih banyak nak ...". jawab Ibu dengan senyum di paksakan di ikuti bulir bening yang menetes di kulit pipi yang mulai mengkerut .
Kasih yang melihat Ibunya menangis pun langsung memeluk Ibunya " Jangan nangis lagi kita sama-sama berusaha ya Bu .. Yaudah yuk turun ..". kata Kasih setelah melepaskan pelukannya mengajak Ibunya turun dari mobil masuk ke dalam rumah karena Kasih melihat awan gelap sudah menyelimuti pertanda sebentar lagi akan turun hujan yang sepertinya deras .
Kasih yang menggendong Baby Rey dan menggandeng tangan Ibu nya masuk ke dalam rumah Dewantara .
" Assalamualaikum ..." ucap salam Kasih saat memasuki ruang tamu dan kebetulan ada Bik Tini yang sedang membersihkan ruangan itu .
" Waalaikumsalam ... Wah Dek Rey bobo ,non Kasih dan Ibu sudah pulang ". jawab Bik Tini menghentikan pekerjaan nya sejenak .
" Iya Bik mungkin dia capek .. Loh ko sepi Bik pada kemana ?". tanya Kasih dengan ramah .
" Ada ko non baru pada istirahat tapi kalau Den Dean dan Mas Roy lagi ngobrol di taman belakang pinggiran kolam ikan ..." jawab Bik Tini .
" Loh Dean ... Berarti Hana sudah sampai ya ...?". tanya Kasih merasa senang mengetahui sahabat sekaligus iparnya telah pulang kerumah .
" Iya no belum lama ko tapi non Hana nya lagi istirahat di kamar karena tadi non Hana mabok perjalanan non Kasih ..." jawab Bik Tini .
" Si Hana kebiasaan nya gak ilang-ilang padahal udah sering pergi - pergi ... Yaudah Bik , aku masuk dulu ya mau nidurin baby Rey ..." ucap Kasih pamit pada Bik Tini .
" Iya silahkan non , Bu ...". jawab Bik Tini dan di angguki oleh Kasih dan Ibunya sebelum melangkahkan kakinya .
Saat akan sampai di dekat pintu lift Kasih menghentikan langkah nya karena kamar Ibunya berada di kamar tamu di lantai satu bersamaan dengan kemunculan Mamih Esty yang baru keluar dari dalam lift .
" Loh ternyata sudah pulang Kas , Bu ...". Sapa Mamih Esty pada Kasih dan Ibunya namun pandangan Mamih Esty langsung tertuju pada wajah sembab dengan raut wajah yang ketara kesedihan pada Ibu nya Kasih .
" Iya Bu ... Sudah ". jawab Ibu nya Kasih pelan dengan senyum yang dipaksakan dan diangguki Mamih Esty dengan senyum canggung nya .
"Oh yaampun baby R bobo nya imut banget " ucap Mamih Esty mengalihkan perhatiannya karena tak enak jika ketahuan sedang memperhatikan besan nya yang sepertinya sedang ada masalah .
" Iya Mih sepertinya dia kecapean ..". jawab Kasih pada Mamih Esty .
" Yaudah Ibu istirahat ya pasti Ibu juga capek ". ucap Kasih pada Ibunya sambil mengelus lembut bahu Ibunya dan di angguki oleh Ibunya .
" Bu Esty , Maaf nih saya masuk ke kamar lebih dulu ..". pamit Ibunya Kasih pada Mamih Esty dengan sedikit menunduk .
" Oh iya silahkan Bu .. Istirahat ya tapi jangan lupa makan ya Bu ..". jawab Mamih Esty dengan ramah .
" Terimakasih iya sudah tadi Bu Esty ... permisi ..". setelah Mamih Esty mengangguk dengan tersenyum Ibunya Kasih pun berlalu menuju kamar nya meninggalkan Kasih dan Mamih Esty yang melihat Kasih dengan pandangan menelisik .
" Kasih , Is there any problem nak ..?.". tanya Mamih Esty karena jiwa kepo nya yang tinggi pada Kasih yang terlihat gelisah .
(Kasih , Apakah ada masalah nak ...?)
" Em ... gak ko Mih ( dengan tersenyum kecil ) Mamih jangan khawatir ya ..". jawab Kasih pada Mamih Esty .
" Kamu yakin ...? tapi itu Ibu mu nak ?". tanya Mamih Esty yang kurang yakin dengan jawaban menantunya sambil menunjuk kamar Ibu nya Kasih .
__ADS_1
" Em itu ..Sebenarnya Ibu ada masalah Mih tapi maaf Kasih masih belum bisa cerita ".jawab Kasih terus terang karena tak kuasa dengan tatapan selidik Ibu mertuanya .
" Em gitu ( Mamih Esty manggut-manggut ) ... Maaf ya nak bukan maksud Mamih kepo dan ingin ikut campur hanya saja Mamih takut terjadi sesuatu pada kamu dan Ibumu sayang ... Tapi janji sama Mamih bila masalah itu sesuatu yang tak main - main tolong berbagi cerita pada kami ... Bukan kah kami ini keluarga mu nak atau paling enggak kamu cerita pada Suami mu ya ...".Ujar Mamih Esty dengan tulus dan di angguki oleh Kasih .
" Baik Mih ... terimakasih ya Mih atas perhatiannya , kalau gitu Kasih pamit mau ke atas ya Mih mau bobo in baby Rey karena kasihan sepertinya dia gak nyaman Mih ...". Ucap Kasih pada Mamih Esty .
" Jangan sungkan nak kamu itu anak Mamih jadi itu sudah menjadi hal semestinya seorang Ibu pada anak nya ... Oh iya nih cucu Oma kasihan kepalanya pasti pegal ... jangan lupa ganti baju nya dan di lap ya Kas ".jawab Mamih Esty sambil mengelus lengan Kasih dengan sayang sebelum beralih pada pipi cucu nya .
" Iya Mih dan sepertinya di luar akan turun hujan deras soalnya mendung nya gelap .." seru Kasih sebelum masuk ke dalam lift .
" Iya kah ... bagus lah Kas biar udaranya sejuk soalnya tadi tuh lumayan terik banget hawanya ... Yaudah istirahat ya .."jawab Mamih Esty .
" Sepertinya Kasih masih belum baikan dengan Roy nyatanya ia tidak mempertanyakan keberadaan Roy ...Huefft Mamih hanya bisa berdoa semoga rumah tangga kalian akan segera baik kembali bahagia dan langgeng ya Roy Kas...Amin ". gumam Mamih Esty sambil memandang pintu lift yang tertutup .
*******
Di taman tepatnya di pinggiran kolam ikan setelah di tinggal Dean adiknya , Roy masih duduk melamun memikirkan ide dari Dean sampai lamunan nya tersadar saat mendengar suara geluduk yang menggelegar kencang reflek Roy mendongakkan kepalanya melihat awan yang tampak gelap dengan rintik air hujan yang mulai turun .
Roy yang mengetahui akan hujan deras pun tak ada keinginan untuk berteduh ... Pria itu malah menyunggingkan senyum misterius nya beranjak berdiri dan mulai berjalan namun bukan nya masuk ke dalam rumah untuk menghindari air hujan yang mulai deras Roy malah berjalan menuju taman samping tepat nya di kolam renang .
" Oke ini demi kamu Mutiara Kasih ... saya akan melakukan ini walaupun air hujan merupakan salah satu kelemahan ku ...". gumam Roy sambil mendongakkan kepalanya menerima air hujan yang jatuh di wajah tampan nya .
"Apapun akan saya lakukan demi mendapatkan kata maaf dari mu Bun dan demi keutuhan rumah tangga
kita ".gumam Roy lagi sambil melompat ke dalam kolam renang yang sudah di pastikan suhu airnya dingin .
******
Di dalam kamar setelah menggantikan baju putra kecilnya yang tampak tak terganggu itu ... karena udara yang sejuk dan rasa lelah nya karena pulang dari bepergian membuat mata Kasih berat dan mengantuk , wanita itu pun memposisikan dirinya tidur di ranjang dengan berselimut tebal dan memeluk putra kecil nya .
" Ooeekk ooeekk oeek ..."
" Emz cup cup iya nak , Bunda bangun nih sayang... ". sahut Kasih sambil sesekali mengucek matanya yang masih cukup mengantuk.
Kasih pun beranjak duduk dan menggapai rutranya untuk ia pangku dan ia susui ..." Uuh cup sayang ... haus ya nak ..minum nya pelan - pelan ya nak nanti kamu tersedak ...". ucap Kasih sambil mengelus lembut kepala baby Rey .
Saat sedang menyusui baby Rey tiba - tiba ia teringat pada Roy suaminya , Kasih pun celingak celinguk menyusuri kamar nya namun tak ada suaminya dan Kasih menajamkan pendengaran nya berharap mendengar suara Roy atau gemercik air dari kamar mandi yang sudah bisa di pastikan bila Suaminya ada di dalam namun hasilnya nihil ia tak mendengar apapun selain gemercik air hujan yang masih sangat deras jatuh membasahi bumi .
" Hujan deres gini kemana Ka Roy ko gak masuk ke kamar ...". gumam Kasih .
" Masa iya masih ada di taman tapi kayaknya gak mungkin sih ... apa ada di ruangan lain ya ?". gumam Kasih yang merasa penasaran sambil mengingat Roy yang selalu berusaha meminta maaf padanya ada rasa bersalah yang menyusup di hatinya karena dengan tega ia malah mengabaikan usaha dari Suaminya namun saat ia ingin menerima maaf Suaminya selalu saja ingatan saat Roy menyakitinya selalu muncul membuat Kasih lebih mementingkan perasaan yang tak ingin di sakiti lagi oleh pria yang tahun ini genap berumur 34 tahun .
Kasih pun menundukan kepalanya saat merasa putra kecilnya sudah melepaskan puncak payudara milik Bundanya yang merupakan sumber makanan nya , dengan pelan Kasih meletakan baby Rey memberi guling dan bantal disisi kiri , kanan dan bawah putranya .
Dengan pelan Kasih turun dari ranjang dan berjalan kesisi pintu sebelah kiri yang merupakan pintu penghubung ruang kerja Roy berharap Suaminya berada di ruangan itu .
" Ceklek ". Kasih membuka pintu sambil menyusuri ruangan itu dengan pandangan nya namun tetap hasil nya nihil .
Walaupun bagaimana ia tak bisa mengelakkan jika ia khawatir pada pria itu karena sedikit banyak rasa cinta masih ada di tempat nya untuk pria itu .
Kasih keluar dari dalam kamar menuruni tangga menuju lantai 1 untuk mencari Suaminya , melangkahkan kakinya ke pintu kaca besar menuju taman belakang dimana terakhir ia mendapatkan informasi dari Bik Tini jika Suaminya sedang berbincang dengan Dean di taman belakang di pinggir kolam ikan .
Sambil berjalan Kasih berfikir sepertinya tidak mungkin jika Suaminya masih berada di taman belakang itu dalam keadaan hujan deras namun demi rasa penasarannya Kasih tetap melangkahkan kakinya menuju taman belakang .
__ADS_1
Saat Kasih akan membuka pintu kaca besar yang berembun itu sayup - sayup ia mendengar suara Mamih Esty dan Papih Dika yang sedang memarahi seseorang di salah satu kamar kosong dekat playground anak-anak... Suara nya cukup terdengar dari tempat Kasih berdiri karena pintu kamar itu yang terbuka sedikit .
Kasih yang penasaran pun berjalan mendekati kamar itu ingin melihat siapa saja orang yang ada didalam kamar itu dan siapa yang sedang di marahi Mamih Esty dan Papih Dika .
Kasih mengintip sedikit dalam kamar itu dan seketika mata Kasih di buat membulat saat melihat ternyata orang yang ada di dalam kamar itu bukan hanya Mertuanya tapi juga Suaminya yang sedang di peluk erat oleh Mamih Esty dengan handuk dan selimut tebal yang membungkus tubuh nya .
Hati Kasih terasa berdenyut saat melihat wajah Suaminya yang setengah basah dengan bibir yang sedikit membiru dan bergetar karena menggigil kedinginan , saat Kasih akan masuk namun detik kemudian ia urungkan saat Papih Dika dan Mamih Esty berlanjut memarahi Suaminya .
" Kenapa kamu seperti ini Roy ...? karena ulah mu lihat kamu jadi kedingin seperti ini kan ". tanya Mamih Esty pada putra sulungnya yang tak menjawab hanya badan dan bibir yang bergetar karena kedinginan .
"Roy kamu itu lupa atau apa ... Kamu kan tau kalau sedari kecil kamu gak bisa kalau kena air hujan tapi ini apa malah berenang di saat hujan deras heuh ..." kata Papih Dika .
" Lihat kamu jadi seperti ini Roy , alergi mu kambuh lagi Roy ...kita tunggu Om Zaki mu datang sebelum kamu sesak nafas tahan ya Roy ". ucap Papih Dika pada Roy dengan duduk di sisi Roy yang kosong dengan menggosok - gosok tangan putra nya yang dingin agar lebih hangat terlihat jelas wajah Roy yang tampak sedang tersiksa menahan rasa dingin menggigil nya . Itulah alasannya kenapa Roy berkuliah di Indonesia dan Dean di luar negeri karena Roy tak akan cocok dengan suhu dingin di negara luar berbeda dengan Dean yang tak ada masalah .
Kasih yang melihat dan mendengar keadaan Suaminya pun merasa tak tega sehingga tanpa sadar wanita itu meneteskan air matanya namun yang masih mengganggu pikirin nya .
Mengapa Suaminya hujan-hujanan jika sudah tau ia tidak bisa dengan air hujan ... Apa alasannya coba .
Kasih yang melihat Roy menggigil pun langsung berlari menuju dapur untuk mengambil air hangat untuk kaki Roy rendam untuk mengurangi rasa dingin nya .
Saat Kasih berlalu berbelok ke arah dapur , Om Zaki datang menuju kamar dimana Roy berada untuk memeriksa keponakannya ari alerginya .
Saat Kasih sudah siap dengan wadah berisi air hangat untuk ia bawa pada Suaminya tiba-tiba Uni datang dengan nafas tersengal nya .
" Huh Alhamdulillah Bu Kasih ada di dapur ...". ucap uni sambil mengatur nafasnya yang tersengal .
" Ada apa Uni kamu lari-larian gitu ..?". tanya Kasih sambil meletakkan kembali wadah itu .
" Itu Bu , Adek Rey nangis kenceng banget sepertinya haus karena tadi Uni sudah coba timang - timang tidak mau tenang ... Maaf Bu kalau Uni lancang masuk ke dalam kamar Ibu yang tidak tertutup ...".jawab Uni jujur .
" Gak apa-apa Uni memang saya sengaja buka agar terdengar jika baby Rey menangis terimakasih ya , Tapi gimana ya ...".ucap Kasih sambil melihat pada wadah besar berisi air hangat dan di ikuti Uni .
" Kenapa Bu ? buruan Bu Kasih kasihan baby Rey yang menangis ".kata Uni .
" Sebenarnya saya mau antar air hangat ini untuk Suami saya yang ada di kamar dekat play ground tapi baby Rey malah nangis ...". jawab Kasih dengan bingung .
" yaudah Ibu tenang aja biar Uni yang antar Ibu tenangin Adek Rey aja ya ...".ucap Uni memberi penawaran pada Kasih .
" Terimakasih Uni saya minta tolong ya ...".jawab Kasih sambil berlalu menuju kamarnya meninggalkan Uni yang langsung mengangguk dan membawa wadah itu seperti apa yang di bilang Kasih .
Saat Uni sampai di kamar yang dimaksud Mamih Esty dan Papih Dika serta Om Zaki di buat heran berbeda dengan Roy yang tertidur setelah di beri obat dan vitamin Om nya karena Uni membawa wadah berisi air hangat .
" Apa yang kamu bawa Uni ?". tanya Mamih Esty saat Uni ada di ambang pintu dengan wadah besar di tangannya .
" Ini Nyah tadi Bu Kasih mau anter ini untuk Pak Roy tapi urung setelah saya kasih tau jika Adek Rey nangis dan Bu Kasih minta saya untuk bawa ini untuk Pak Roy ". jawab Uni dan Mamih Esty serta Papih Dika begitu mendengar ucapan Uni langsung beradu dengan tersenyum misterius membuat Om Zaki dan Uni yang masih berada di tempat itu bingung .
"Mas Dika dan Mba Esty ko gitu sih mencurigakan ...". celetuk Om Zaki yang di abaikan dua pasangan itu .
" Yasudah kamu letakan saja di bawah ya terimakasih Uni ". kata Mamih Esty pada Uni yang mengangguk kecil dan berlalu dari kamar itu .
" Esty itu air hangat nya untuk kompres kaki Roy yang dingin ya ... Kasih pinter juga ya kalian beruntung punya mantu yang sayang dan perhatian pada putra kalian ".ucap Om Zaki pada Mamih Esty sebelum undur diri dari rumah adik perempuannya .
" Tuh kan Pih masih ada cinta antara mereka hanya tertutup dengan luka yang di buat putra kita ya Pih ...".ucap Mamih Esty pada Suaminya .
__ADS_1
" Iya Mih tapi percaya tak akan lama lagi mereka pasti akan segera berbaikan seperti dulu lagi ...Kita doakan yang terbaik untuk rumah tangga putra-putra kita ya Mih .". jawab Papih Dika yang di angguki oleh Mamih Esty .
********