Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 43


__ADS_3

Di rumah yang megah itu seorang nyonya rumah itu pun sedang memasak makanan untuk makan siang yang di bantu oleh dua asisten rumah tangga nya .


Ya beliau adalah Mamih Esty yang memang sangat senang bila berkaitan dengan masak memasak dan beliau pun rutin selalu turun tangan langsung untuk membuat makanan untuk orang orang yang di sayanginya dengan senang gembira bahkan suami dan anak anaknya pun sudah sangat hafal dengan cita rasa makanan yang di buat oleh perempuan berusia 50 tahunan itu namun masih sangat terlihat cantik dan elegan .


Saat acara memasak nya akan selesai ia pun di kejutkan dengan kedatangan seorang wanita cantik dengan warna rambut Ombre bergundy nan seksi itu datang .


" Tanteee Esty ku sayang " teriak wanita cantik itu memanggil Mamih Esty dengan sangat arogan .


" Cantik cantik tapi mulutnya lebar ya bik " bisik asisten rumah tangga yang sedang bersih bersih ruang tengah dan melihat kedatangan wanita cantik itu.


" Hus jangan kenceng kenceng nanti kedengaran bisa gawat kita ." bisik asisten rumah tangga yang satu nya lagi .


" Hey kalian kemana Tante Esty ?" . tanya wanita itu pada asisten rumah tangga .


" Em itu non di dapur lagi masak ". Jawab asisten rumah tangga yang bernama Mimin yang berusia 38 tahun dan rekannya tadi Uni yang berusia 27 tahun yang paling muda dan yang tadi berbisik bisik .


" Hah ko masak sih … iuh pasti kerjaan kalian gak beres ya sampe sampe nyonya besar di rumah ini turun tangan untuk memasak " cerocos wanita tadi .


" Bukan gitu non tapi …" jawab bik Mimin namun dengan arogan nya dia memotong omongan bik Mimin yang belum selesai .


" Alaah alasan aja , dimana-mana pembantu itu emang pada resek kalau dapat majikan yang baik ". ucap wanita itu dengan tidak sopan nya .


*****


Di dapur yang besar dan mewah itu pun sang nyonya besar yang sedang menyelesaikan menu terakhir nya pun menghentikan kegiatan nya karena mendengar sayup-sayup suara kegaduhan .


" Ada apa ya Mbok kok terdengar suara ribut gitu ". tanya sang majikan pada asisten rumah tangga yang paling tua berusia 60 tahun dan lama bekerja di rumah mewah itu .


" Iya nyah kaya ada yang datang ." ucap asisten rumah tangga itu yang bernama Inah dan biasa di panggil Mbok Inah .


" Ini Mbok udah saya bumbuin ya tinggal nunggu matang terus angkat ya Mbok saya mau ke depan lihat dulu ." ucap mamih Esty kepada Mbok Inah sambel melepaskan celemek dari tubuhnya .


" Oya bik Tini kalau sudah selesai tolong di sajikan ya terus siapin tempat makan untuk anak-anak dan suami saya ya ". titah mamih Esty kembali pada asisten rumah tangga yang bernama Tini dengan usia 54 tahun .


" Baik Nyah " jawab bik Tini .


Mamih Esty pun langsung beranjak jalan menuju suara ribut-ribut itu saat berada di ruang tengah ia melihat wanita cantik dengan warna rambut Ombre bergundy dan penampilan sangat seksi yang sangat ia kenal .


" Hay Bella sayang " sapa Mamih Esty pada wanita itu .


" Eh Hay Tante Esty ku sayang , apa kabar Tan " jawab wanita itu dengan cipika-cipiki dengan Mamih Esty . Ya dia adalah Bela Safira teman masa kecil Dean Prada Dewantara yang baru pulang dari Thailand ikut kedua orangtuanya yang pindah ke sana .


" Baik ko sayang , kamu kapan datang ke Indonesia nya ?". Jawab Mamih Esty dengan lembut .

__ADS_1


" Udah 3 hari an ko Tante ,lagi ada kerjaan di sini aku Tan ". ucap bela dengan gaya manjanya .


" Sudah ketemu Dean belum ? " tanya Mamih Esty .


" Sudah Tan tapi ya gitu deh anak Tante itu semenjak jadi duda makin dingin banget ya orang nya ". ucap Bella mengadukan tentang sikap Dean .


" Iya Dean emang belum berubah . Maafin Dean ya cantik " ucap Mamih Esty sambil mengajak Bella duduk di sofa ruang tengah itu .


" Mba Uni tolong buatkan minum buat bela ya ".


titah mamih Esty kepada Uni asisten rumah tangga nya.


" Baik Nyah " jawab Uni.


" Tante habis ngapain si ko agak berkeringat gitu ." tanya Bella pada mamih Esty .


" Habis masak buat anak anak nya Tante dan Om Dika dong sayang , Oh iya ngomong ngomong soal masakan gimana nanti yang Anter ke kantor Dean kamu sayang biar bisa dekat lagi kaya dulu ". kata Mamih Esty dengan ceria.


" Em boleh boleh deh Tan , kebetulan siang ini aku free ko ". ucap Bella senang .


" Yaudah kalau gitu ayok kita siapkan dulu ." mamih Esty pun mengajak bela untuk ke ruang makan dan ternyata ada kotak bekal yang sudah siap .


" Nah ini Bel sudah di siapkan , Oya Bel nanti Tante nitip satu buat Roy ya sayang " kata Mamih Esty pada bela .


" Eem iya Tan gak apa-apa ". jawab Bella dengan sedikit ragu .


" Kalau yang ini buat Om Dika biar mang Asep yang Anter ".kata Mamih Esty.


" Yaudah Tan , Bella pamit dulu ya takutnya keburu malas siang duluan mereka ". pamit Bella dengan membawa 2 kotak bekal .


" Terimakasih banyak ya sayang udah mau anterin bekalnya , semoga kali ini gak di jutek kin lagi sama Dean yaa sayang " ucap mamih Esty sambil ber cipika-cipiki .


" Oke Tante see you bay bay Tante " Bella pun melenggang keluar dari rumah mewah itu menuju Perusahaan Dewantara Group.


*****


Di Perusahaan Dewantara Group tepat nya di dalam ruang Direktur Utama . Sang Dirut dan Sekertaris Riko sedang mendiskusikan tentang Perusahaan yang akan bekerja sama dengan Dewantara Group sambil menunggu waktu makan siang tiba .


Namun tiba-tiba pintu di buka dengan kasar oleh seseorang yang membuat 2 orang yang berada di dalam ruangan itu terkejut .


" BRAK "


" Hehehe sory ke kencengan ya bukanya " ucap orang itu dengan tertawa tanpa merasa bersalah dan bukan jawaban yang di dapat melainkan buku tebal yang melayang hampir mengenai kepala nya.

__ADS_1


" Weeits Pak Bos gitu aja emosi cepet tua nanti loh " kata Asisten pribadi nya sekaligus saudaranya ya dia adalah Roy Fernando .


" Lo tu gila buka pintu bukanya ketuk dulu , ini tu kantor bukan hutan Roy " Dean menjawab dengan bersungut .


" Iya sory de udah kebiasaan gue , lagian tumben aja waktu makan siang Lo sama Riko masih kerja aja " ucap Roy cengengesan .


" Ini belum waktunya makan siang Roy kalau lo amnesia ". ucap ketua Dean , Roy langsung melihat jam di tangannya .


" Tinggal 10 menit doang Dean " jawab santai Roy .


" 10 menit juga waktu Roy , Time is money ". kata Dean Prada Dewantara.


" Astaga Dean kehilangan 10 menit , Lo gak bakal langsung miskin Dean ". ucap Roy .


Sekertaris Riko hanya tersenyum melihat perdebatan pimpinannya yang sudah menjadi makanan nya sehari hari .


Saat Roy dan Dean masih berdebat dengan argumentasi mereka masing-masing dan Sekertaris Riko yang masih menjadi penonton setia Bos nya , tiba tiba pintu kembali terbuka lebar .


" DEAN AKU DATANG …" teriak wanita cantik dan seksi yang terhenti saat melihat seseorang di ruangan Dean tak lain adalah Bella Safira saat memasuki ruangan Direktur Utama .


" Tuh Lo mah gitu de pilih kasih gue yang masuk langsung di lempar buku tebal giliran yang masuk kaleng rombeng Lo diem aja harusnya lu sambit pake stik golf tau ". Oceh Roy pada Dean dan memandang muak pada Bella .


" Bella apa apa in sih Lo masuk ke ruangan gue gak ada ketuk pintu dulu ". ucap Dean pada bela . membuat bela tersadar dari lamunannya .


" Eh iya beb maaf ya , aku terlalu semangat soalnya " ucap Bella dengan suara yang dibuat manja .


" Sial , kenapa harus ketemu orang itu ah mati gue " gumam Bella dalam hati sambil masih melirik orang itu , orang itu pun hanya tersenyum smirk pada Bella yang membuat nyali Bella menciut .


Roy berjalan menuju pojokan ruangan dan mengambil satu benda lalu kembali duduk di sofa depan meja Dean .


" De , ni gue udah ambilin stik golf buat nyambit tu ulet keket di samping Lo makin dekat kan makin kerasa de stik golf nya kena kepalanya atau tangan nya yang suka merayap


kaya cicak " ucap Roy dengan menatap tajam Bella.


" Apaan si Lo , gue gak ada urusan ya sama Lo jadi jauh jauh dari gue , tuh bekel Lo dari Tante Esti yang sebenarnya males gue kalau buat kasih ke Lo . freak Lo ". sahut Bella tak kalah sengit pada Roy .


" Bodo dan yang jelas kata Terimakasih gue mahal kalau cuma buat Lo ". balas Roy .


" Dean kalau Lo gak mau nyambit cewek jadi jadian ini gue aja ya yang nyambit ". ucap Roy sambil maju ke arah Bella masih dengan memegang stik golf .


" Udah lah Roy jadi kaya bocah tau , Lo berdua sama sama freak " ucap Dean , dan Roy makin maju yang ternyata untuk mengambil kotak bekal miliknya dari mamih Esty .


Riko pun akhirnya berdiri dari acara nonton seru nya .

__ADS_1


" Pak Bos sudah waktunya makan siang saya mengundurkan diri , permisi ". Pamit Riko dengan menatap aneh dan di ikuti seringai tipis pada Bella dan melenggang keluar .


******


__ADS_2