
Di dalam ruang bersalin Roy masih setia menemani Kasih yang sedang merasakan kontraksi yang kadang datang dan pergi sambil menunggu Dokter kandungan nya datang .
" Tarik nafas ya Bu Kasih jangan mengejan sebelum waktu nya , Dokter kandungan sebentar lagi datang ." ucap Dokter jaga pada Kasih yang menganggukkan kepalanya patuh .
" Bun tarik nafas ikuti kata Dokter nya ..." ucap Roy menenang kan istrinya .
" Ka sakiiitt ..." keluh Kasih pada suaminya . Hati Roy terasa di remas saat mendengar keluhan istrinya dan langsung mendekap tubuh dan menciumi kening Kasih penuh dengan rasa sayang .
" Sabar ya Bun ... Maafin semua kesalahanku ya Bun ". ucap Roy dengan lembut dan Kasih menganggukkan kepalanya di dada Roy .
Dengan telaten Roy membopong Istrinya bolak-balik ke dalam kamar mandi membuat Roy ikut merasakan mules yang istrinya rasakan .
Saat Roy sedang mengelus punggung Kasih , Dokter kandungan yang di tunggu pun akhirnya tiba , seorang wanita paruh baya yang dilihat dari name tag nya bernama Dewi .
" Ehem " Dokter kandungan itu berdeham .
" Maaf Pak , Saya Dokter Dewi yang selama ini memantau perkembangan kehamilan Ibu Kasih bisa saya memeriksa Ibu Kasih ?". tanya Dokter Dewi ramah dan diangguki oleh Roy .
Dokter Dewi dan 2 asisten nya pun langsung mempersiapkan peralatan tak lupa memakai sarung tangan dan memposisikan diri nya di depan jalan lahir Kasih untuk mengecek pembukaannya .
" Bu Kasih tolong tarik nafas panjang dan keluarkan perlahan ya ... " suruh Dokter Dewi dan Kasih pun langsung melakukan apa yang di perintahkan Dokter Dewi dengan Roy yang selalu memberikan semangat di samping nya .
Dokter Dewi pun tersenyum dan mendongakkan kepalanya melihat wajah Kasih .
" Sabar ya Bu ini baru pembukaan 5 kalau capek berbaring boleh jalan - jalan dan untuk Bapak tolong di bantu serta berikan semangat ya .." ucap Dokter Dewi .
" Dok dari pembukaan 5 kira - kira masih lama tidak ke waktu melahirkan ?". tanya Roy pada Dokter Dewi .
" Untuk waktu pastinya saat melahirkan nanti itu tidak bisa di pastikan Pak apalagi ini merupakan kehamilan pertama bagi Ibu Kasih dan fase laten ini bisa berlangsung selama 20 jam sedangkan untuk fase laten perempuan yang sudah pernah melahirkan itu biasanya berlangsung selama 10 sampai 12 jam . Maka dari itu kita bisa merangsang kecepatannya dengan cara berbaring miring ke kiri dan jalan - jalan kecil ... Mudah-mudahan itu bisa mempengaruhi kelancaran proses persalinan Pak " . jelas Dokter Dewi dan Roy yang mendengar penjelasan Dokter Dewi membuat nya bergedik ngeri serta kasihan pada istrinya .
" Anda tidak boleh ikut panik Pak Roy agar Bu Kasih tenang , jika Bu Kasih mengalami kontraksi lagi yang semakin cepat Anda bisa memanggil saya di ruang itu ". ucap Dokter Dewi yang melihat Roy bergedik setelah mendengar penjelasan nya .
" Terimakasih Dok ". Roy menganggukkan kepalanya pasrah pada Dokter Dewi yang mulai melangkahkan kakinya menuju ruangannya yang masih dalam satu ruang dengan Kasih dan hanya bersekat kaca .
*********
Di rumah Dewantara tepatnya di lantai 3 kamar dari putra bungsu keluarga Dewantara yang sedang mengumpat kesal pada Kakak nya yang mengganggu tidurnya dengan suara cetar .
Suara umpatan nya pun sampai mengganggu wanita cantik yang tidur di samping dirinya .
__ADS_1
" Gara - gara suara toak si Roy bangunin orang gak kira - kira jadi pening kepala gue ..." keluh Dean sambil memijit pelipisnya .
" Aaarrgg dasar Roy Brengsek udah tau mau lahiran ngapain juga gak bawa perlengkapan nya ..." Umpat Dean yang mana membuat Hana menggeliat dari tidur nya .
" Heemmz Mas ..." gumam Hana .
" Ngapain sih Mas malem-malem gini marah perasaan tadi udah dikasih jatah ". ucap Hana lagi pada suaminya .
" Bukan masalah itu yank ini gara - gara si Roy yang telepon Mas pake toak buat kepala pening ." jawab Dean .
" Emang Ka Roy butuhin apa ko telpon malem gini ?". tanya Hana dengan setengah ngantuk.
" Itu suruh bawakan perlengkapan bayi dan Kasih di kamar nya ke rumah sakit Sejahtera ." jawab Dean santai namun membuat Hana terlonjak .
" Hah ... maksudnya Mas , Kasih mau lahiran ?". tanya Hana yang langsung duduk di ranjangnya dengan gerakan kasar membuat Dean mendengus .
" Bisa pelan gak si yank sakit kepala ku ". ucap Dean kesal .
" Iya Kasih mau melahirkan dan di larikan ke rumah sakit ." jawab Dean dengan memukul kecil kepalanya .
" Iya maaf .... Kalau gitu ngapain kamu masih duduk di sini ... ayok ". ucap Hana dan langsung loncat ke lantai dan langsung memakai sweater nya untuk menutupi baju tidur nya yang minim dan langsung keluar dari kamar meninggalkan Dean yang bersungut .
Hana langsung menuruni anak tangga menuju kamar Kasih untuk mengambil 2 tas yang berada di pojok ruangan .
Setelah selesai Hana yang akan mengetuk pintu kamar Ibu Kasih pun langsung menghentikan langkahnya karena ia teringat bila tadi sore Ibu mengeluh gak enak badan dan akhirnya Hana menuruni lantai bawah dengan membawa 2 tas milik Kasih dan bayi nya menuju kamar Mamih Esty .
Hana mengetuk pintu kamar Mamih Esty .
" tok tok tok "
" Mih Pih ..." panggil Hana .
" Eeem iya sebentar Han ..." jawab Mamih Esty dari dalam .
" ceklek " Mamih Esty membuka pintu dengan wajah yang masih mengantuk .
" Ada apa Han ?". tanya Mamih Esty heran melihat menantu nya membangun kan tidurnya tengah malam .
" Ini Mih barusan Mas Dean dapet telpon dari Bang Roy
__ADS_1
bilang kalau Kasih mau melahirkan dan sudah berada di rumah sakit tapi gak bawa tas nya ". jawab Hana pada Mamih Esty .
" Astaga kenapa Roy gak hubungi Mamih ya ... oh ya kamu belum bangunin Ibu nya Kasih kan Han ? ". tanya Mamih Esty .
" Belum Mih ... jadi yang mau ke rumah sakit siapa Mih ?". kata Hana .
" Syukurlah karena beliau lagi gak enak badan ... dan Papih yang baru juga pulang kalau kamu yang ke rumah sakit gimana Han biar Mamih yang jaga si kembar ". ucap Mamih Esty .
"Iya mih biar Hana dan Mas Dean yang ke rumah sakit aja . yaudah Han ganti baju dulu mih ." jawab Hana pada Mamih Esty yang menganggukkan kepalanya .
Hana pun langsung beranjak masuk ke lift menuju lantai 3 kamar nya untuk mengganti pakaiannya .
" ceklek "
dilihatnya ternyata Suami nya sudah rapi bersiap untuk berangkat ke rumah sakit .
" Mas , aku ikut ke rumah sakit tungguin ya ". ucap Hana pada suaminya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh mukanya dan menggosok gigi .
" Loh kalau kamu ikut gimana si kembar yank ". jawab Dean dengan mengikuti Hana ke dalam ruang ganti .
Hana yang sudah selesai langsung mengganti pakaiannya dimana suami pun ada .
" Katanya Mamih yang jagain si kembar sekaligus mau jagain Ibu nya Kasih yang lagi gak enak badan lagian Papih baru pulang larut jadi Mamih suruh aku yang ke rumah sakit Mas ." jawab Hana sambil memakai baju serta memoles wajah nya agar tampak segar dan tak lupa menyemprot minyak wangi di badannya dan Dean masih mendengar kan jawaban Hana sambil memperhatikan apa yang di lakukan oleh istrinya dengan wajah mupeng nya .
" Mas ihk muka nya biasa aja dong udah kaya predator lapar gitu sih ... udah ayok kasihan kalau kelamaan ." ucap Hana yang melihat wajah tampan Suami nya .
" Hahahaha ... Mas kalau Deket kamu bawaannya laper yank ." jawab Dean dengan mengikuti langkah Hana yang akan keluar kamar .
" Eh ponsel ku ketinggalan ". kata Hana berbalik mengambil ponsel nya di meja dekat ranjang.
Dean pun memegang handel membuka pintu kamar nya namun Dean langsung terlonjak kaget sampai jatuh di lantai .
" Aaaaahkk Astaga "...
" BuGh "
" aaauuhhw sakiiitt ". pekik Dean sambil mengelus pinggangnya .
************
__ADS_1