
Di jalan Dean memacu mobilnya dengan kecepatan penuh , beruntung lah pria yang memiliki empat anak itu berangkat kerja setelah waktu sibuk di Jakarta .
Kurang dari 5 menit Dean memarkir kan mobil nya dengan asal di depan lobby perusahaan nya dan langsung beranjak lari menuju ruang dimana meeting di adakan .
Petugas parkir yang sudah terbiasa melihat Bos nya seperti itu pun hanya menggeleng kan kepalanya begitupun petugas keamanan hanya tersenyum kecil , petugas parkir itupun langsung mendekati mobil Bosnya yang sudah bisa dipastikan kuncinya masih stay di tempat nya dan langsung memarkirkan nya ketempat yang semestinya .
Dean berjalan cepat menuju ke ruang meeting tak bisa di pungkiri Dean pun panik ingin ia merutuki hasrat nya yang tak bisa ia elakan yang tak kenal waktu karena meeting pagi ini merupakan meeting penting dengan clientnya dari Singapura dengan proyek yang lumayan besar .
Dari kejauhan Dean bisa melihat Joni mantan asisten nya yang sekarang menjadi Wakil Direktur nya dan di sebelah nya ada Johan asisten pribadi nya yang tak lain adalah adik sepupu Joni dengan wajah masam nya apalagi ia bisa melihat rambut Bos nya yang kembali basah .
Saat sudah berada di samping Johan , Dean pun menepuk bahu asistennya .
" Rileks Han ... Saya tepat waktu bukan dan satu lagi wajah mu gak enak di lihat ". Ucap santai Dean pada johan .
Johan yang mendengar ucapan Bos nya pun reflek membentur kan pelan kepalanya di dinding dan itu tak luput dari pengamatan Joni Kakak sepupunya .
" Kalau bukan Bos pengen banget gue ajak gelut ". gerutu Johan setelah membentur kan kepala nya dan Joni pun tertawa .
Joni menepuk bahu Johan sambil berbisik .
" Yang sabar bro .... Ujian mu masih panjang ". kata Joni pada Johan dengan diiringi gelak tawa dan masuk ke dalam ruang meeting begitu pun Johan yang ikut masuk ke dalam ruangan .
***********
Bukan hanya di kantor yang kacau karena ulah Dean namun di rumah Dewantara pun sama ricuhnya karena baby Sheila dan baby Sheina yang rewel karena merasa haus ingin minum susu dan juga karena terlalu lama di tinggal oleh sang Mamah .
Sampai apapun yang Bik Mimin dan Bik Tini rayu tak mempan untuk putri kembar majikannya .
Sampai akhirnya datanglah Papih Dika dan juga Mamih Esty yang pulang ke rumah .
Papih Dika yang mempunyai kerajaan yang harus ia selesaikan di ruang kerjanya dan Mamih Esty yang mau merapihkan kamar putra sulungnya yang tak lama akan pulang bersama bayinya .
Papih Dika dan Mamih Esty dibuat heran saat turun dari mobilnya karena mendengar suara tangisan cucu kembar nya .
" Si kembar kenapa ya Pih ko nangis nya kenceng banget ?". tanya Mamih Esty heran pada Papih Dika .
" Apa mungkin mereka jatuh ya Mih ... " tebak Papih Dika menambah Mamih Esty panik .
" Ayo Pih buruan kita lihat ada apa ... ". ajak Mamih Esty sambil setengah berlari khawatir kepada cucu kembarnya .
Saat memasuki ruang play ground suara tangisan si kembar semakin kencang dan dilihatnya Bik Mimin dan Bik Tini yang tampak kepayahan menenang kan si kembar yang menangis .
Dan yang membuat heran Mamih Esty dan Papih Dika kemana Hana di saat kedua putrinya menangis sampai seperti itu .
" Oh Yaampun cucu cantik Oma kenapa nangis seperti ini nak ?". kata Mamih Esty melempar tas mahalnya ke sembarang tempat sambil merentangkan kedua tangannya meminta baby Sheila yang di gendong Bik Tini , Begitu pula Papih Dika yang mengambil baby Sheina dari gendongan Bik Mimin , kedatangan majikannya membuat kedua asisten rumah tangga nya sedikit bisa bernafas lega .
" Usst cup cup cantik jangan nangis lagi ya nak ... " kata Mamih Esty menenangkan cucunya begitu pula yang di lakukan Papih Dika pada cucunya yang satu lagi.
" Minum ya cantik ... Duuh kasihan sampai sesegukkan gini ...". kata Mamih Esty lagi sambil memberikan air minum pada kedua cucunya yang langsung diminum dengan kuat . Padahal sedari tadi Bik Mimin dan Bik Tini memberi nya tapi tidak mau malah semakin keras nangisnya .
Saat kedua cucunya sedikit tenang Mamih Esty pun menanyakan pada kedua asisten rumah tangga nya yang masih stay .
" Bik sebenarnya ada apa sampai si kembar nangis seperti tadi dan kemana Hana ?". tanya Mamih Esty pada Bik Mimin dan Bik Tini . Papih Dika duduk di sofa sambil memangku baby Sheina menyimak jawaban asisten rumah tangga nya.
" Non Hana ada Nyah tapi di bawa ke atas sama Den Dean kata Den Dean ada urusan penting dengan istrinya makanya kami di minta untuk menjaga putrinya. " jawab Bik Tini pada Mamih Esty dan Papih Dika .
" Loh bukannya Dean berangkat pagi ya Bik karena setahu saya Dean itu ada meeting pagi penting loh ." sahut Papih Dika yang ikut penasaran dengan kata urusan penting dari putra bungsu nya.
" Iya tadi pagi jam setengah 7 Den Dean sudah bersiap berangkat kerja tapi silang beberapa menit Den Dean kembali lagi seperti terburu-buru mencari Non Hana yang sedang menyuapi makan si kembar sambil ngobrol di telpon entah dengan siapa . Den Dean berteriak marah pada Non Hana terus kami di panggil di minta tolong untuk menjaga si kembar dan den Dean menarik tangan Non Hana ke lantai 3 dan tak lama Nyonya dan Tuan pulang Den Dean sudah berangkat ke kantor dengan baju yang berbeda terlihat terburu - buru tapi sampai sekarang Non Hana nya belum turun juga Tuan Nyah ." Bik Mimin menjelaskan dengan sangat detail tanpa ada yang terlewat .
Mendengar jawaban yang sangat jelas dari Bik Mimin , Mamih Esty dan Papih Dika pun saling tatap karena sepertinya ada yang tak beres dengan putra bungsu dan Istrinya.
" Yaudah Bik kalian lanjutkan lagi kerjaan kalian , si kembar lebih tenang terimakasih ya ". ucap Mamih Esty pada Bik Mimin dan Bik Tini dengan ramah .
Papih Dika pun menundukan kepalanya melihat baby Sheina yang ada di pangkuan nya mulai tertidur begitupun saudara kembarnya yang ada di gendongan Mamih Esty mungkin karena lelah menangis makanya kedua bayi itu mengantuk .
" Mereka tidur Mih ". kata Papih Dika pada Mamih Esty.
" Ahk iya ... duuh kasihan capek nangis sampe mereka tidur , ayo tidurkan di kamar kita aja Pih ". ajak Mamih Esty yang di angguki oleh Papih Dika .
Kedua pasang paruh baya itu pun membawa kedua cucunya ke dalam kamar nya untuk menidurkan cucu kembar nya supaya lebih nyaman .
" Sebenarnya urusan penting apa sih yang di lakukan Dean dan Hana sampe anak nangis begitu mereka gak denger ." kata Mamih Esty sedikit marah pada putra bungsu dan menantunya .
" Heeuuh kalau Dean yang bilang urusan penting dan melibatkan Hana sih sepertinya gak jauh dari esek esek ...." jawab Papih Dika santai yang seperti nya sudah tau kelakuan putranya.
" Masa iya sampe sebegitu nya ..." ucap Mamih Esty setengah tidak percaya dengan jawaban Suami nya .
" Biasa Mih kaya gak tau aja jiwa muda masih menggelora ...." jawab Papih Dika lagi santuy kali ini sambil rebahan di samping cucunya .
"Heeuuh Jiwa muda apa ..... Dean itu udah tua Pih , anaknya aja udah empat kalau Papih lupa ... " kata Mamih Esty emosi .
" Punya anak banyak karena keadaan Mih tapi kan aslinya anak mu itu masih tergolong muda ... udah sih jadi emosi sendiri ". jawab Papih Dika membela sang putra yang kelakuan nya tidak jauh darinya sambil menutup mata dengan lengannya .
" Belain aja terus tuh putra mu yang gesrek ... anak sama bapak sama - sama maniak ..." oceh Mamih Esty pada suaminya.
" Tapi suka kan .... ". ucap Papih Dika sambil tersenyum membuat Mamih Esty geram sekaligus malu .
********
Hana pun mengetuk pelan pintu kamar mertuanya dengan tak enak hati . Karena sebelum menuju kamar mertuanya Hana menemui Bik Mimin dan Bik Tini untuk menanyakan kedua putrinya dan Bik Mimin pun menceritakan semua nya tak ada yang terlewat .
Hana sungguh merasa tak enak hati karena dibawah kendali Suami nya , ia sampai tega membiarkan kedua putri kembarnya menangis hingga kedatangan mertuanya sang putri dapat tenang .
Hana merasa bersalah pada kedua putrinya dan juga mertua nya karena lebih menuruti Suami nya yang katanya urusan penting itu .
" tok tok tok "
" tok tok tok " Hana mengetuk pintu kamar mertuanya dengan pelan .
" Iya tunggu sebentar ." jawab Mamih Esty dari dalam kamar .
__ADS_1
" ceklek " tak lama kemudian Mamih Esty pun membuka pintu nya sedikit .
Mamih Esty langsung melihat Hana dari bawah kaki sampai ke atas kepala sampai pandangan Mamih Esty melihat pada rambut menantunya yang setengah basah serta tak sengaja Mamih Esty melihat banyak nya kissmark yang sebagian tidak tertutup rambut serta baju Hana .
Bila ada Dean rasanya Mamih Esty ingin sekali mengomel sampai pegal dan menjewer telinga putra nya sampai panjang sangking keselnya karena hasrat sialann putranya yang dia bilang urusan penting itu , cucu kembarnya sampai di biarkan menangis sesenggukan seperti itu.
Mamih Esty menghela nafas panjang nya sejenak supaya ia lebih calm down berusaha tak menyalahkan penuh menantunya karena ia yakin menantunya pasti ada di bawah kendali putranya .
Hana yang di lihat seperti itu oleh Mamih Esty menambah rasa bersalah dan gak enaknya .
" Mih maafin Hana ". ucap Hana pelan pada Mamih Esty .
" Emang kamu salah apa sama Mamih sampai minta maaf ". jawab Mamih Esty ketara dengan nada kecewa nya .
" Hana abai dengan si kembar sampai baby Sheina dan Sheila rewel Mih " kata Hana lagi pelan .
" Kamu tau dari mana kalau cucu Mamih rewel kan kamu lagi di atas ". jawab Mamih Esty sedikit jutek .
" Tadi Hana tanya sama Bik Tini dan Bik Mimin Mih ... tapi sungguh Mih bukan maksud Hana abaikan di kembar ini semua karena Mas Dean yang .... ". ucap Hana menghentikan penjelasan nya .
" Tapi sungguh Mih , Hana minta maaf ..." ucap Hana lagi pelan .
" Kenapa berhenti Mas Dean mu ada urusan penting dengan mu gitu maksudnya ... " tanya Mamih Esty sedikit nada jutek.
" Huuueef ya sudah lah ... tapi lain kali Mamih gak mau hal ini terjadi lagi kasihan si kembar yang kata Bibik sampai melewatkan minum susu nya , menangis sampai lelah dan tertidur ." ucap Mamih Esty memberi peringatan kepada Hana membuat Hana sedih karena baru kali ini Mamih Esty berbicara se ketus itu padanya dan ini semua gara -gara Dean Suami nya .
" Si kembar masih tidur pulas di dalam nanti kalau sudah bangun Mamih panggil ". kata Mamih Esty .
" sekali lagi maafin Hana Mih ..." Hana menganggukkan kepalanya dan Mamih Esty menutup pintu kamar nya meninggalkan Hana yang masih berada di luar dengan perasaan sedih .
Papih Dika yang berada di dalam kamar pun mendengar semua perbincangan antara istri dan juga menantunya .
" Benarkan yang Papih bilang ". ucap Papih Dika pada Mamih Esty setelah Mamih Esty menutup pintu kamar nya .
" Iya tuh si Dean ngeselin banget gara - gara ngurusin hasrat sialann nya , menantu kita sampai abaikan kedua putrinya kan keterlaluan ." oceh Mamih Esty dengan segala kekesalan nya .
" Mungkin sangking mendesaknya kan kalau gak di tuntasin kan jadi sakit kepala Mih maklumi aja lah ". kata Papih Dika .
" Enak aja di maklumi yang ada keenakan Dean nya Pih nanti jadi kebiasaan masa iya soal anak bisa di kalahkan dengan yang dia bilang urusan penting itu.... Dan Papih gak usah belain Dean ya mentang-mentang kalian sama ". jawab Mamih Esty dengan emosi .
" Ya jelas Papih bela Dean lah karena Papih tau rasa tersiksa nya kalau gak di tuntasin ..." jawab Papih Dika tak mau kalah .
" Uuuhh Papih nyebelin ..." omel Mamih Esty dengan geram .
" Mih , Papih gak setuju kamu marahin Hana seperti tadi kan kamu sudah tau kalau yang salah bukan Hana sepenuhnya ." ucap Papih Dika yang merasa istrinya salah .
" Ya awal nya gak mau marah sama Hana Pih tapi setiap inget si kembar nangis gitu jadi los kontrol Mamih nya ." jawab Mamih Esty yang merasa sudah keterlaluan kepada menantunya tadi .
" Ya kan kamu tau Hana hanya seorang istri yang berusaha melayani dan menurut pada suaminya jadi gak seharusnya kamu marah sama Hana kaya tadi Mih ..." ucap Papih Dika lagi yang keberatan dengan sikap istrinya karena Papih Dika tadi yang sedikit mengintip wajah Hana yang terlihat sangat sedih .
" Iya habisnya mau kesal dan marahin Dean tapi orang nya gak ada sih ... iya Mamih gak gitu lagi ...". jawab Mamih Esty .
" Yaudah jangan di ulangi lagi seperti itu , Papih mau ke ruang kerja dulu ". pamit Papih Dika dan tak lupa mengecup kening Mamih Esty sebelum keluar kamarnya .
Hana pun melangkah kan kakinya menuju lantai 2 berniat merapihkan kamar kedua putranya sambil menunggu kedua putrinya bangun .
" Ceklek "
Hana membuka pintu kamar kedua putranya yang sedikit berantakan dengan mainan yang berserakan di lantai karena mungkin Uni tak sempat merapihkan nya dan Hana memakluminya .
Hana membereskan mainan kedua putranya tanpa sadar air matanya menetes saat ia teringat sikap Mamih Esty pada nya .
*******
Di kantor Dean di sibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk serta dengan jadwal meeting yang padat , Setelah menghadiri meeting yang katanya pagi hari namun nyatanya di mulai menjelang siang .
Dean langsung beranjak masuk ke dalam ruangannya untuk mempelajari kontrak kerja sama yang baru saja di sepakati dengan clientnya .
Sebelum waktu makan siang Johan pun memasuki ruangan Bos nya untuk mengingat kan Bos nya untuk bersiap pergi menghadiri meeting dengan clientnya yang dari Bandung di salah satu restoran Hotel Rasuna yang terletak di daerah Jakarta .
" Tok tok tok "
Johan mengetuk pintu ruangan Dean Bosnya .
" Masuk " jawab Dean dari dalam tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang ada di mejanya .
" Bos sudah hampir jam makan siang sebaiknya kita bersiap untuk berangkat ke Hotel Rasuna tempat meeting dengan Pak Toni dari Bandung ." ucap Johan mengingat kan Bos nya .
Mendengar ucapan Johan , Dean pun langsung melihat pada jam yang melingkar di tangannya dan kembali lagi melihat pada berkas yang baru di kerjakan nya tanpa melihat Johan sama sekali dan Johan sudah terbiasa dengan hal itu .
" Ya kamu persiapkan semuanya , 5 menit lagi saya turun ". kata Dean yang terdengar seperti perintah tanpa melihat Johan .
" Siap Bos ". jawab Johan .
Johan yang mendengar perintah dari Bos nya langsung beranjak keluar dari ruangan Bos nya yang terasa dingin bukan karena suhu dari AC ruangan tapi lebih ke suhu pemilik ruangan nya yang terkenal dingin .
Setelah kepergian Johan , Dean pun membereskan berkas-berkasnya yang berserakan di mejanya serta mengantongi ponselnya ke dalam saku jasnya , Sudah di rasa rapi Dean pun beranjak jalan keluar dari ruangan nya menuju lobby .
Sampainya di lobby ternyata Johan sudah siap dengan mobil yang akan di gunakan menuju ke Restauran Hotel Rasuna tempat nya janjian dengan clientnya .
40 menit kemudian sampailah Dean dan Johan di Hotel Rasuna , Dean dan Johan pun masuk ke dalam lobby Hotel dimana restauran berada di sebelah kanan Hotel .
Saat di lobby tiba - tiba Dean menghentikan langkahnya dan pandangan nya langsung tertuju pada sosok pria yang sangat di kenal Dean sedang menggandeng dua wanita seksi .
Dean pun menajamkan penglihatan nya dan ia sangat yakin ia tidak salah lihat pada pria yang menggandeng dua wanita seksi akan masuk kedalam lift menuju kamar hotel , begitupun Johan yang mengikuti arah pandang sang Bos .
" Han , kamu lihat pria itu ". ucap Dean pada Johan .
" Iya Bos kalau tidak salah itu adik ipar anda ". jawab Johan yang beberapa kali bertemu dengan Adik Hana saat mengantarkan Hana pulang ke rumah orangtuanya .
" Cari tau sedetail mungkin ada urusan apa dia kesini karena sepertinya ada yang tak beres dengan Alfa , biar meeting Saya yang handel ." ucap Dean pada Johan yang ia percayai bila Johan akan mendapatkan informasi yang ia minta dan langsung berlalu menuju restauran tempat ia janjian meeting dengan clientnya .
__ADS_1
" Saya yakin urusan adik ipar anda sama yang anda lakukan tadi pagi Pak yang katanya urusan penting itu ". gumam Johan dalam hati .
Johan pun langsung menuju tempat resepsionis Hotel untuk mencari informasi mengenai adik ipar Bosnya .
" Siang Mbak " ucap Johan pada pegawai Hotel .
" Siang Pak , ada yang bisa kami bantu ?". tanya pegawai resepsionis Hotel dengan ramah pada Johan .
" Saya ingin bertanya lebih detail tentang pria yang menggandeng dua orang wanita seksi yang baru saja cek in ". tanya Johan langsung .
" Maaf Pak , kami tidak bisa memberi tahu informasi yang anda minta karena itu merupakan prosedur di Hotel ini demi private tamu ". jawab pegawai resepsionis itu .
" Oke tak masalah kalau gitu panggilkan manager Hotel ini sekarang juga , saya tunggu di ruang tunggu itu ". pinta Johan dengan nada tegas tak terbantahkan dan langsung beranjak pergi menuju kursi tunggu yang di sediakan oleh pengunjung hotel membuat pegawai itu tak ada pilihan lain selain memanggil manager Hotel .
Tepat setengah 2 siang Dean pun telah menyelesaikan meeting nya dengan lancar yang ia handel sendiri , saat clientnya beranjak pergi Johan pun masuk ke area restauran menuju Bosnya yang masih duduk di kursi restauran .
" Bos saya ...." Ucapan Johan terhenti yang akan melaporkan informasi yang ia bawa saat melihat Dean mengangkat satu tangan nya yang berarti menyuruh nya untuk diam .
" Saya tau kamu belum makan siang jadi sekarang kamu makan siang dulu itu saya sudah pesankan baru setelah itu berikan saya informasi mengenai Alfa dengan detail ." perintah Dean pada Johan asisten pribadi nya .
Melihat kebaikan dan perhatian dari Bos nya membuat Johan menyesal telah mengumpat nya dalam hati tadi .
" Terimakasih banyak Bos ". ucap Johan dan mulai bersiap untuk menyuap makanan nya .
" Jangan senang dulu itu hanya karena kemanusiaan saja ". kata Dean dengan nada datar pada Johan tanpa mengalihkan pandangan pada ponsel yang ia pegang .
Johan yang mendengar ucapan Bos nya pun langsung merutuki pikiran nya yang sempat menyesal telah mengumpat Bos yang menurut nya sangat menyebalkan itu.
" Sumpah nyesel gue udah secepat itu merasa menyesal karena udah ngumpat elo Bos Bos ... " gerutu Johan dalam hati .
Johan pun makan dengan sedikit kasar karena kesal dengan sikap Bos nya dan di balik kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya pun Dean mengamati asisten pribadi nya yang ia anggap lucu .
" Han jadi cowok tuh jangan gampang baper an berisik tau , saya mau telpon istri sampai ke ganggu gini ." tegur Dean pada Johan .
" Eem iya Maaf Bos ..." jawab Johan dan mulai makan dengan normal karena malas berurusan dengan Bosnya bisa panjang .
Dean pun di buat kesal karena sedari tadi menghubungi sang istri namun sengaja dirijek terus oleh Hana .
" Astaga dia ngambek atau gimana sih ko panggilan gue dari tadi di rijek ". gerutu Dean yang masih bisa didengar oleh Johan membuat Johan bersorak gembira dalam hati .
" Emang ya ni Bos arogan kalahnya cuma sama bini nya ... emang enak . terimakasih Bu Hana sudah membantu saya membalas Bos Dean ." Gumam Johan dalam hati .
Dean pun menghubungi ponsel milik putra sulungnya karena ia melihat dari tablet yang ia sambung kan dengan cctv lantai 3 dan kamarnya bila sang istri sedang menemani bermain ke empat anaknya dengan di temani oleh Uni .
" Tut Tut Tut "
Dean mencoba menghubungi Putra sulungnya Rama .
" Ya hallo Pah ". jawab sang putra .
" Assalamualaikum Ka kamu lagi Deket Mamah gak ya ko dari tadi Papah hubungin Mamah gak bisa ya ?". tanya Dean pada putranya.
" Hehehe lupa Pah Waalaikumsalam , iya ini Kakak lagi main di temenin Mamah , masa gak bisa sih Pah orang Mamah nya lagi pegang ponsel ko ." jawab sang putra jujur sambil melirik sang Mamah yang sepertinya malas dengan Papah Dean nya , sama seperti yang Dean lihat di tablet nya .
" Iya loh nak dari tadi Papah hubungin gak bisa , boleh gak Papah bicara sama Mamah Hem ?". tanya Dean pada Rama .
" boleh ko ... ".
( Mah ini papah mau ngomong katanya dari tadi hubungi Mamah tapi gak bisa ) ucap Rama pada Hana .
( gak usah ya nak bilang aja sama Papah kalau Mamah lagi mau bobo in adek Sheila dan Sheina .) jawab Hana dan Dean pun bisa mendengar nya merasa kesal karena Hana berbohong .
" Kata Mamah mau bobok in Adek kembar Pah " ucap si sulung Rama setelah berbicara pada sang Mamah .
" Oh yaudah nak gak apa-apa ... Kakak dan Abang jangan lupa maem dan bobo siang juga ya , Assalamualaikum ". kata Dean pada putranya .
"Siap Pah Waalaikumsalam ..." jawab si sulung Rama langsung menutup panggilan nya .
Dean benar-benar kesal saat mendengar ucapan Hana dan melihat tablet nya yang nyatanya Hana tidak sedang menemani kedua putrinya tidur .
Dean pun langsung membesarkan layar tabletnya saat melihat istrinya seperti sedang menangis di sofa yang ada di dalam kamar nya .
" Kenapa Hana nangis ?". gumam Dean dalam hati masih mengamati tablet nya .
" Apa sikap gue tadi pagi sangat keterlaluan yang maksa buat dia hamil lagi , masa iya sampe segitu gak mau nya ". gumam Dean dalam hati lagi .
" Bos saya sudah menyelesaikan makannya dan saya ingin menyampaikan informasi mengenai adik ipar anda ." Johan membuyarkan lamunan Bosnya yang kepikiran pada istrinya .
Dean pun langsung mematikan tabletnya bersiap mendengar informasi yang di bawa Johan mengenai adik ipar nya Alfa .
" Ya katakan ." pinta Dean .
" Menurut informasi dari manager Hotel ini , Mas Alfa sering cek in di Hotel ini dengan bergonta-ganti pasangan sejak 2 bulan terakhir ini Bos baik siang di sela istirahat kantor nya maupun malam hari dan saat cek in mas Alfa akan memesan minuman keras pada pegawai Hotel untuk nya ." Johan menceritakan informasi yang ia dapat mengenai Alfa Adik ipar Bos nya .
Dean yang mendengar ucapan Johan pun di buat heran dan setengah tak percaya karena yang ia tahu Adik iparnya jauh dari hal-hal negatif seperti ini ..
" Ada yang gak beres ini dan Hana harus tau mengenai Alfa ." ucap Dean .
" Han kamu ada bukti foto tentang Alfa ?". tanya Dean pada Johan .
Dan untungnya Johan merupakan seorang yang sangat prepare dan teliti dalam bekerja membuat Dean tidak meragukan lagi kinerjanya .
" Ada Bos , tadi saya foto Mas Alfa menggunakan ponsel saya pada saat saya melihat cctv saat Mas Alfa datang ke Hotel ini." jawab Johan .
" Oke good saya suka kamu yang cekatan Han ... kamu kirim foto itu ke ponsel saya ." ucap Dean dan diangguki oleh Johan .
Dan sekarang yang di pikirkan Dean bagaimana cara memberi tahu istrinya mengenai Alfa adiknya bila keadaan nya sang istri sedang marah besar dengan nya sampai - sampai berani me rijek panggilan darinya .
" Huuueef runyam deh urusannya kalau Hana lagi marah .... " gerutu Dean sambil memijit pelipisnya.
********
__ADS_1
Huuueef akhirnya selesai juga saya nulis 3 bab yang di gabung jadi 1 bab .
Semoga para readers puas menerima tulisan yang masih sangat bulepotan ini 🙂😉✌️ Terimakasih 🙏🏻😊😉