Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 78


__ADS_3

" Jangan abaikan yang mencintai dan peduli padamu . Jangan sampai engkau terlambat menyadari bahwa bulan telah hilang disaat engkau sibuk menghitung bintang ."


******


Saat Dean dan Hana dalam keadaan yang sangat intim membuat siapapun yang melihatnya pasti merasa iri dengan kemesraan dari Dean dan Hana hingga sayup sayup terdengar suara ketukan pintu dari luar .


" Tok tok tok "


" Masuk Jon ". Ucap Dean karena ia pikir asisten pribadi nya lah yang mengetuk pintu .


" Ceklek " hingga terdengar suara pintu dibuka Dean pun masih mengganggu sang putri dan juga Mama nya .


" DEG " Fandi terkejut dengan pemandangan yang ada di hadapannya .


" Udah dong Dek minum cucu nya ." ucap Dean sambil mengelus rambut yang tak tertutup kain .


" Dean jangan ganggu bisa gak si ihk ". omel Hana .


Dilain sisi ada seseorang yang melihat Dean dan Hana dengan perasaan yang terluka , Bila ada orang yang mendengar suara antara Dean dan Hana akan merasa terbawa perasaan atau iri tapi tidak untuk Fandi setiap suara yang keluar dari 2 pasang orang di hadapan nya seperti timah panas yang menghujam jantung nya dengan sangat dalam .


Tak mau terlihat menyedihkan Fandi pun menekan rasa sakit dan terluka nya , Fandi pun menghela nafas panjang dan mulai memanggil wanita yang dulu sangat menghormati nya , Fandi pun tersenyum getir .


" Hana " Fandi memanggil mantan istri nya dengan lirih .


Merasa namanya di panggil Hana pun langsung mendongakkan wajahnya untuk melihat seseorang yang memanggilnya .


" Deg "


Tak beda jauh dengan Fandi , Hana pun langsung menegakkan tubuhnya , matanya terbuka lebar merasa tak percaya dengan seseorang yang ada di hadapannya dan Hana pun dengan cepat merapikan pakaiannya setelah melihat bayinya sudah tertidur .


" Mas Fandi ". ucap Hana lirih dan Dean pun mendongakkan kepalanya melihat Fandi dengan sekilas dan sibuk dengan bayi yang masih berada di pangkuan Hana tanpa merubah posisi nya .


" Maaf sepertinya mas ganggu ya ?". kata Fandi dengan mata yang melihat kearah Dean.


Hana pun melihat sorot mata mantan suaminya pada pria yang berada di belakang punggung nya dan Hana pun melihat tangan Dean yang masih melingkar di badannya .


" Oh Astaga " gumam Hana dalam hati .


" Dean " panggil Hana


" Heum " Jawab Dean cuek


" Ini si adek udah tidur tolong taruh di boks nya dong tangan ku kesemutan ." ucap Hana , mendengar ucapan Hana Dean pun mulai beranjak dan mengambil putrinya untuk di letakkan di boks bayi.

__ADS_1


" Silahkan duduk mas ". kata Hana ramah menutupi kegugupannya.


" Iya Terimakasih ". jawab Fandi sambil berjalan menuju kursi dekat dengan tempat tidur Hana sambil melihat 2 bayi kembar yang cantik membuat hati Fandi mencelos .


" Gimana keadaan kamu ?". tanya Fandi .


" Hana baik Mas ". jawab Hana.


" Syukurlah , Selamat ya atas kelahiran anak anak mu mereka cantik- cantik ." ucap Fandi dengan senyum yang di paksakan . Dean yang duduk di sofa itu pun hanya mendengus .


" Oh iya ini titipan dari Ibu , Mbak Fani dan Mbok Jum mereka mendoakan yang terbaik untuk kamu ." ucap Fandi lagi sambil memberikan 3 paper bag .


Mendengar nama nama yang di sebutkan Fandi , mata Hana berkaca-kaca dan menetes merasa terharu dengan keluarga mantan suaminya yang masih sangat peduli pada nya .


" Terimakasih banyak seharusnya mereka tidak perlu repot-repot Mas hiks , mereka sehatkan ?". ujar Hana .


" Sudah jangan nangis , nanti kalau kamu ada waktu kunjungi mereka ya , mereka rindu kamu ." ucap Fandi dengan lembut dan mengusap air mata yang menetes di pipi mulus Hana dan turun memegang tangan Hana .


Dean yang melihat itu pun berdecih merasa tak suka dan langsung menghubungi seseorang dari ponsel yang di pegang nya .


" Dimana kamu Jon buruan kesini jangan lama-lama ". ucap Dean pada orang yang di telponnya dengan nada tegas dan ketus .


" Maaf mas ". kata Hana sambil melepaskan tangan yang di pegang oleh Fandi.


" Iya , anak - anak ada di rumah ." jawab Hana pada Fandi .


" Boleh saya kerumah kamu besok untuk bertemu anak-anak .?". tanya Fandi


" Boleh dan aku rasa anak-anak juga kangen sama kamu Mas , mereka bilang kamu belum pernah mengunjungi nya ." jawab Hana .


" Iya Han Maafkan Mas ". ucap Fandi.


" Iya gak apa-apa Hana tau mungkin Mas Fandi sibuk ". jawab Hana dengan tersenyum manis.


" Yaudah karena kamu sudah sehat dan juga bayi kembar mu juga sehat mas seneng lihatnya dan kalau gitu Mas pamit dulu ya besok Mas ke rumah . " ucap Fandi sambil tersenyum dan mengelus lembut kepala Hana .


" Iya Terima kasih banyak Mas sudah berkenan untuk menjenguk Hana ." jawab Hana.


" Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam "


Fandi pun beranjak menghampiri dua bayi kembar yang cantik dan mengelus lembut pipinya bergantian dengan tersenyum getir dan langsung beranjak keluar dari kamar rawat Hana tanpa menghiraukan Dean yang duduk di sofa dengan menatap tajam mantan suami dari Ibu anak-anak nya .

__ADS_1


Setelah kepergian Fandi , Hana pun langsung menangis dengan memeluk kedua kakinya .


" Astaga apa yang terjadi sama kamu Mas kenapa penampilan mu seperti itu , apa kamu menderita dengan perpisahan ini . Kalau kamu berat berpisah kenapa harus dengan tega perpisahan yang kamu ambil Mas Fandi ." gumam Hana dalam hati sambil terisak . merasa prihatin dengan keadaan pria yang dulu memberikan cinta padanya pasalnya penampilan Fandi yang kacau tak se necis dulu.


Saat Hana masih menangis terdengar suara seorang pria yang menurut Hana sangat menyebalkan .


" Masih mau nangis terus disini apa mau pulang ". ucap Dean dengan wajah dingin nya.


Hana pun langsung mendongakkan kepalanya dan menghapus air matanya .


" Pulang " jawab Hana sambil cemberut .


" Gak guna ". ucap lagi Dean gak jelas .


" CK … Kamu tu yang gak jelas ". jawab Hana dengan berdecak .


Dan saat Dean dan Hana berdebat gak jelas masuklah Mamih Esty dan Papih Dika kedalam kamar rawat Hana dengan mengernyitkan dahinya merasa heran dengan sikap Hana dan Dean yang berwajah asem .


" Hei ada apa kalian ?" tanya Papih Dika .


" Gak ada apa-apa Pih , yaudah sana Papih dan Mamih gendong anak- anak biar Dean bantuin jalan tuh cewek baperan ". kata Dean kepada Papih Dika dengan melirik Hana.


" Hana gak mau sama cowok gak jelas Mih ." jawab Hana dengan Melirik den kesal .


" Kalau kamu gak mau sama saya mau minta di bantuin siapa Mamih Papih gak sopan Hana , apa sama sang mantan ".ucap Dean ketus.


Papih Dika dan Mamih Esty pun langsung menggendong bayi kembar dan Joni langsung membawa koper dan tas Hana ke luar ruangan itu meninggal kan dua pasang manusia yang sedang berselisih paham.


" Jadi sekarang gak usah aneh aneh kalau gak mau di tinggal disini " Ucap Dean dengan langsung menggendong tubuh Hana yang mana membuat Hana terkejut dan memberontak .


" Kamu bisa diam gak saya jatuhin kalau gak bisa diem lagi ". ancam Dean .


" Dasar arogan ". ucap Hana dan Hana pun melihat sekitar jalan yang di lewati nya dengan seketika Hana pun langsung mengalungkan tangannya ke leher Dean dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Dean .


" Astaga malu aku ini gara - gara cowok nyebelin arogan ". gumam Hana yang masih bisa di dengar oleh Dean .


Dean yang mendengar gumaman Hana pun terkikik lucu , merasa Hana di tertawa kan Hana pun langsung menggigit kecil kulit dada Dean .


" Aauwh sakit Hana " pekik Dean .


" Kalau kamu bikin ulah lagi saya bakalan cium kamu disini juga Hana ". ancam Dean dan Hana pun langsung terdiam masih dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Dean .


******

__ADS_1


__ADS_2