
" Huuuueeeft ...Akhirnya Bun si kembar tidur juga ". keluh Roy dan berbaring di sebelah ponakan
kembar nya .
" Apaan si Ka ngeluh gitu orang si kembar anteng juga ..." jawab Kasih pada sang suami .
" Ya anteng sih tapi itu tadi loh Bun pas pup saya nyerah deh mendingan di suruh bikin 10 proposal dalam satu
hari deh ". ucap Roy dengan mengangkat kedua tangan nya tanda mengalah .
" Ya ampun Ka ... pas si kembar pup juga Kasih bantuin lagian tadi kan Kakak pas bersihin pakai masker juga ". jawab Kasih dengan mata yang mulai berat .
" Bun , kamu belum makan loh ". kata Roy pada sang istri yang sudah terpejam namun belum di sadari nya
" Bun ... Mutiara Kasih ". panggil Roy namun masih tak ada sahutan dan Roy pun bangun dan melihat sang
istri yang ternyata sudah tertidur dengan pulas .
" Lah dia tidur , pantasen diem aja di ajak ngomong , biarin aja deh mungkin dia lelah " ucap Roy dan ia
pun membaringkan kembali tubuhnya .
Sepasang suami istri itu pun tertidur dengan baby Sheila dan Sheina yang berada di tengah mereka ,
Hingga kedatangan dari Mamih Esty dan Papih Dika pun tak mereka sadari .
" Loh ko rumah sepi banget ya Pih ". ucap Mamih Esty pada Papih Dika saat memasuki rumah .
" Iya ya sore gini kan waktunya si kembar mandi ". jawab Papih Dika .
" Kalau gitu ayo Pih kita lihat ke kamar Roy ". ajak Mamih Esty dan di angguki oleh Papih Dika sambil mengikuti langkah kaki istri nya .
Mamih Esty dan Papih Dika pun beranjak jalan menuju lantai 2 dimana letak kamar putra sulung nya untuk melihat cucu kembar nya yang mereka titipkan pada putra sulung nya .
" ceklek "
" Astaga Pih ternyata mereka masih pada tidur dengan pulas , gimana ini Pih kita bangunin jangan ?". tanya Mamih Esty pada suaminya .
__ADS_1
" Lebih baik di bangunin Mih tapi pelan takut mereka kaget kasihan kalau si kembar mandi nya ke sorean ." jawab Papih Dika dan Mamih Esty pun mulai mendekati ranjang putranya dan mulai membangunkan menantu nya dengan pelan .
Kasih pun mulai membuka matanya dengan perlahan dan mulai bangun dari pembaringannya dan mulai membangunkan ponakan kembarnya dengan pelan dan mulai memandikan baby Sheila dan Sheina dengan di bantu Ibu mertuanya .
Mengabaikan suaminya yang masih tertidur dengan pulas .
************
Di dalam kamar hotel sepasang suami istri masih tertidur dengan pulas karena lelah dengan permainan panas yang mereka ciptakan sendiri dengan suasana kamar yang seperti kapal pecah karena baju dan celana yang berserakan di lantai dengan seprei dan selimut yang sudah tak berbentuk .
Saat Dean dan Hana sedang tidur tiba - tiba suara ketokan yang lumayan memekakkan p telinga yang mana memaksa Dean bangun .
" tok tok tok "
" Papah Mamah bangun " panggil si sulung Rama dan Rafa yang berteriak di balik pintu kamar yang di tempati oleh kedua orang tuanya .
" tok tok tok "
Dean yang mendengar teriakan kedua putra nya pun di buat panik karena keadaan dirinya dan istri serta kamar yang sangat kacau .
Dean pun melihat pada sang istri yang masih tertidur pulas dan mulai membangunkan sang Istri dan meraih celana boksernya .
" Sayang bangun " panggil Dean lagi dan Hana mulai menggeliatkan badan nya .
" Hemmm " gumam Hana .
" Ayo buruan bangun yank itu Kakak dan Abang dari tadi gedor - gedor pintu ". ucap Dean . Hana yang mendengar ucapan suami nya pun langsung beranjak masuk ke dalam kamar mandi dengan menggunakan bath robe yang sudah di siapkan oleh suaminya .
Setelah Istrinya masuk ke dalam kamar mandi , Dean langsung mengambil baju yang berserakan di lantai dan merapihkan seperai dan selimutnya .
Di rasa telah rapi Dean pun jalan menuju pintu namun belum membuka nya .
" Iya sebentar nak , Papah baru bangun ". ucap Dean saat akan membuka pintu dan menoleh sejenak memastikan semua nya sudah rapi karena kedua putranya merupakan anak yang kritis saat melihat sesuatu yang tidak wajar .
" ceklek "
Dean membuka pintu dan terlihatlah kedua bocah laki-laki dan juga Uni pengasuhnya .
__ADS_1
" Biar anak - anak sama saya , kamu kembali lagi ke kamar mu ". ucap Dean pada Uni yang menganggukkan kepalanya.
" Wah anak-anak nya Papah udah mandi , ada apa Hem ...?" ucap Dean pada kedua putranya sambil menutup pintu kamar nya .
" Ini kan sudah sore Pah , Mamah mana ?". tanya si sulung Rama .
" Lagi mandi ". jawab Dean sambil kembali berbaring di ranjang nya .
" Pah tadi Ayah Fandi telpon katanya mau ajak Kakak dan Rafa jalan - jalan ". ucap si sulung Rama .
" Yaudah nanti tunggu Mamah ya untuk minta ijin ". jawab Dean pada kedua putranya yang menganggukkan kepalanya .
*********
Dan kini Dean telah rapi dengan menggandeng tangan si sulung Rama dan menggendong Rafa dan di ikuti oleh Uni pengasuhnya menuju resto yang berada di hotel untuk menemui seorang pria yang tak lain adalah Fandi Ayahnya anak-anak .
Dean pun duduk di sofa hadapan Fandi dengan masih memangku Rafa .
" Loh kemana Hana nya ?". tanya Fandi saat melihat Dean duduk di hadapan hanya dengan kedua putranya dan tidak melihat mantan istri nya.
" Kenapa cari Hana bukan kah kamu hanya perlu dengan anak-anak ..." jawab Dean dengan menatap Fandi dingin .
" Ya gak hanya tanya saja soalnya gak kelihatan ." jawab Fandi dengan santai .
" Hana tidur karena kelelahan tapi jangan khawatir dia sudah mengizinkan kamu untuk bawa anak-anak " ucap Dean datar dan di angguki oleh Fandi .
" Besok pagi saya dan Hana pulang ke Jakarta jadi anda bisa bersama dengan anak-anak tapi kalau sampai besok pagi anda belum kembali kan anak-anak , saya minta kamu antarkan anak - anak ke Jakarta tapi bukan ke rumah tapi ke kantor dan saya , karena saya yakin anda belum lupa alamat kantor saya ". ucap Dean .
" Ya saya akan kembalikan anak - anak besok pagi sebelum kamu berangkat ". jawab Fandi .
" Bagus ". sahut Dean santai .
Dean pun langsung beranjak jalan menuju kamar nya menginap setelah kedua putranya berpamitan pada nya .
Saat Dean berada di dalam lift Dean pun menghubungi seseorang .
" Awasi terus dia jangan sampai ada yang terlewat dan pasti kan anak-anak saya aman " ucap Dean pada seseorang yang ia hubungi .
__ADS_1
Bukan tanpa alasan Dean sampai melakukan pengawasan terhadap mantan suami dari istri nya karena semenjak kejadian Fandi berani berbohong membuat Dean merasa harus waspada kepada Fandi dan ini semua telah di setujui oleh Hana Istrinya .
********