
Mendengar laporan dari orang kepercayaan nya ,setelah selesai dengan meeting nya Dean pun langsung melesat menuju rumah yang di maksud .
45 menit kemudian Dean pun sampai di tempat yang di maksud oleh Joni , Dean memarkir kan mobil nya tepat di belakang mobil SUV hitam milik Joni . Melihat kedatangan Dean , Joni pun langsung menghampiri Bos nya yang masih berdiam di dalam mobil mewah nya .
" Tok tok tok" Joni mengetuk kaca mobil Bosnya .
" Kamu yakin ini rumah nya ?" tanya Dean dengan wajah dingin nya melihat sekitar rumah minimalis itu .
" Benar Bos , saya sudah memastikan nya sendiri dengan bertanya pada pemilik warung itu ." jawab Joni .
" Oke , kamu boleh pergi ".
" Baik Bos ". Joni pun mengangguk kecil dan berjalan menuju mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan Dean sendiri .
Melihat Joni sudah pergi Dean pun menghidupkan kembali mobil mewah nya dan memarkir kan mobil nya tepat di depan rumah minimalis itu.
Dengan santai Dean pun menghampiri rumah itu dan mengetuk pintu rumah.
" tok tok tok"
"tok tok tok Assalamualaikum " ucap salam Dean .
" Waalaikumsalam " ucap penghuni rumah dari dalam .
" Ceklek "
" DEG "
" Nak De … an " ucap Bu Wina terbata karena terkejut dengan kedatangan Dean yang tiba-tiba .
" Bu , iya ini Dean " kata Dean dan mengulurkan tangannya untuk menyalami Bu Wina .
" Tidak perlu berbasa basi , ada apa kamu kesini ". ucap Bu Wina ketus dan menampik tangan Dean yang terulur padanya .
" Bu Maaf kan saya , saya benar benar minta maaf Bu ". ujar Dean .
" Untuk apa kamu minta maaf bahkan kita tidak sama sama saling kenal kan ". kata Bu Wina dingin .
" Bu sungguh Dean minta maaf , Dean banyak salah Bu ".ucap Dean dengan bersimpuh di hadapan Bu Wina yang masih enggan melihat wajah Dean .
Dari dalam pun terdengar langkah kaki mendekat , yang ternyata Alfa dan Pak Wahyu .
melihat ada Pak Wahyu ,Dean pun mendekat pada pria paruh baya itu.
" Pak tolong maafkan saya , saya tahu saya banyak menyakiti anak Bapak dan Ibu tapi sungguh saya minta maaf Pak. " ucap Dean sambil menghampiri Pak Wahyu.
__ADS_1
" Untuk apa kamu minta maaf nak Dean , kamu kan bukan siapa siapa untuk kami ". ucap Pak Wahyu dengan datar .
Mengerti bahwa pria tampan itu adalah pria yang membuat kakak nya menderita dengan gerakan cepat Alfa pun langsung memukul Dean yang membuat kedua orangtuanya terkejut atas tindakan Alfa .
"BuGh "
" Bugh" tak sempat menghindar Alfa pun memberikan bogem mentah nya di perut Dean sehingga Dean terjatuh dan Alfa pun langsung mencengkeram kerah kemeja Dean .
" Astagfirullah"
" Alfa " teriak Bu Wina namun tak di gubris oleh Alfa .
" GARA GARA LO BR*NGS*K KAKAK SAYA MENDERITA , KAMU MENGHANCURKAN HIDUP MBAK HANA BR*NGS*K …" teriak Alfa yang sesekali memukul rahang Dean hingga darah segar pun keluar dari sudut bibir Dean .
Sebenarnya bukan hal sulit untuk Dean melawan adik dari wanita yang mengandung anaknya karena Dean merupakan atlet taekwondo dari sekolah menengah atas hingga kuliah , namun karena Dean benar benar merasa bersalah maka ia memilih diam tak membalas Alfa .
Alfa melepaskan Cengkraman di kerah kemeja Dean karena mendengar suara 2 bocah yang berteriak dan menangis sambil memukul mukul tangan Alfa yang masih bertengger di kerah kemeja Dean .
" Om Al jangan itu Papah Kakak sama adek Om Huhuhu ." ujar Kakak Rama dan adek Rafa .
" Hah Papah ". Alfa melepaskan nya karena terkejut dengan keponakan nya yang memanggil Dean Papah .
Melihat Alfa memundurkan langkahnya karena terkejut 2 bocah laki-laki itu pun langsung mendekap tubuh kekar Dean dengan menangis .
" PAPAH HUHUHU " tangis Rama dan Rafa.
" Hey Kakak Adek sudah jangan nangis lagi ya lihat Pa…pah Dean gak apa-apa sayang " ucap Dean dengan canggung .
Mendengar Dean berbicara Kakak Rama dan adek Rafa yang wajah nya berada di dada bidang Dean langsung mendongakkan wajahnya melihat wajah Papah Dean nya yang memar dan berdarah .
Tangan kecil Kakak Rama pun terulur menyentuh wajah Dean masih dengan air mata yang mengalir.
" Papah ini pasti sakit ya ?" tanya kakak Rama dengan polosnya .
" DEG "
Mendengar pertanyaan yang menggambarkan kekhawatiran dari anak kecil dihadapan nya hati Dean berdesir nyeri .
" Gak Kakak Rama ini gak sakit ko tuh liat Papah masih bisa senyum ". jawab Dean dengan bibir yang tersenyum namun matanya berkaca-kaca merah . tangan Dean satu yang bebas pun terulur menghapus air mata anak sulungnya Hana dan tangan yang satu nya lagi masih setia mendekap tubuh gembul Adek Rafa .
" Bukan Papah yang sakit nak tapi Mamah kalian lah yang sakit dan itu karena Papah
nak ". gumam Dean dalam hati sambil memandang 2 bocah yang masih setia di pelukannya dan Dean pun mendekap erat 2 tubuh bocah kecil itu.
" Maafkan Papah nak , Papah Dean janji mulai detik ini Papah akan buat kalian bahagia apapun cara nya ". gumam Dean dalam hati masih dengan mendekap kakak Rama dan Adek Rafa .
__ADS_1
Bu Wina dan Pak Wahyu pun merasa terharu dengan ketiga orang yang saling berpelukan namun kekecewaan mereka lebih besar dari rasa empati nya .
Hingga pelukan ketiganya terlepas karena .
" Sudah Kakak Rama Adek Rafa masuk ". Alfa dan Bu Wina pun menarik paksa 2 bocah itu dari dekapan Dean dan langsung membawa nya masuk kedalam rumah masih dengan berteriak dan menangis memanggil Dean .
Sekarang tinggal lah Dean dan Pak Wahyu . Dean pun langsung memegang kaki Pak Wahyu dengan erat .
" Pak , saya mohon maafkan saya ,saya ingin memperbaiki dan menebus semua nya pak . Saya ingin bertemu dengan Hana Pak ." ucap Dean masih dengan memegang kaki Pak Wahyu .
" Bangun nak Dean , untuk masalah Hana . Bapak minta tolong sudah jangan lagi mengganggu anak bapak , Bapak mohon biarkan anak Bapak bahagia dengan Anak anak nya dan kehidupan barunya ". kata Pak Wahyu lembut namun kental akan penolakan .
" Pak jangan seperti ini biar gimana pun Hana mengandung anak anak Dean Pak , Dean punya hak atas mereka Pak". jawab Dean masih kekeh .
" Bukan kah kamu sendiri yang tidak mau mengakui mereka ". ucap Pak Wahyu dan dengan cepat menutup pintu rumah nya.
meninggalkan Dean yang terpaku mendengar ucapan dari Pak Wahyu.
" DEG "
" Astaga hati ku sakit mendengar kalimat itu , Apa kah Hana juga merasa kan sakit seperti ini saat saya dengan bodoh nya tak
mengakui darah daging ku ".
" AAARRGGHHH……"
Dean pun berteriak meratapi kebodohan nya . Dean bersimpuh di depan rumah Pak Wahyu dengan di temani guyuran air hujan yang turun dengan sangat derasnya.
Bu Wina dan Pak Wahyu pun masih melihat Dean dibalik korden jendela nya .
" Pak apa kita sudah sangat keterlaluan ya?". tanya Bu Wina merasa tidak tega melihat keadaan Dean .
" Sebenarnya iya Bu , tapi tak apa Bu kita lihat sampai mana ia benar benar merasa bersalah ." jawab Pak Wahyu masih dengan rasa kecewanya.
******
Di balik kaca mobil seseorang melihat apa yang di lakukan oleh saudaranya Dean , Ya Roy pun menyusul Dean saat tahu informasi dari Joni yang kembali ke kantor Dewantara Group untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda nya .
" Mungkin harus seperti ini De biar kamu tak mudah untuk menyia - nyia kan cinta tulus seseorang . Belajar saling menghargai Dean ." gumam Roy dalam hati .
Roy pun menelpon seseorang .
" Tolong kamu bawa pulang Bapak Dean ". perintah Roy pada seseorang .
*******
__ADS_1