
Di dalam rumah Pak Wahyu suasana terasa sangat canggung semenjak Bu Wina tidak sengaja mendengar pembicaraan antara Fandi dan Hana mengenai kehamilan Hana yang di yakini ada sesuatu yang tidak beres.
Bu Wina pun selalu menuntut penjelasan pada sepasang suami istri yang selalu saja bisa berkilah dengan berbagai alasan .
Hingga saat makan malam bersama di rumah Pak Wahyu suasana terasa canggung bahkan kehadiran Doni dan dua bocah laki-laki dengan bercandaan khasnya itu pun tak mencairkan suasana di rumah orangtuanya Hana .
Setelah selesai makan malam Doni yang sangat mengerti dengan situasi itu pun meminta izin untuk membawa anak-anak untuk pergi jalan jalan .
" Bu Pak , Hana dan Fandi saya mau minta izin untuk membawa anak-anak untuk pergi jalan jalan boleh ?". tanya Doni dengan sopan .
" Iya boleh Mas Don , tapi hati hati ya " Jawab Hana ,yang lain pun hanya mengangguk kan kepala nya dan tersenyum tipis .
" Fan mana kunci mobilnya ". pinta Doni dan Fandi pun langsung merogoh saku celana yang di pakainya dan langsung memberikan pada Doni .
" Hati hati ya Don , jangan sampe lepas pengawasan nya ." ucap Fandi sambil mengantarkan Doni dan anak anaknya ke depan teras .
" Siap beres , Semoga semuanya baik baik aja fan " Jawab Doni dengan menepuk pundak Fandi. Fandi hanya mengangguk kan kepala.
Setelah mobil yang di Kendarai Doni dan anak anaknya keluar dari pelataran rumah Pak Wahyu .
Fandi pun menarik nafas dalam-dalam dan beranjak masuk ke dalam ruang tengah di lihat sudah ada kedua mertuanya yang sedang menatap nya dengan datar dan Hana yang duduk di sebrang kedua orangtuanya hanya dengan menunduk kan kepalanya dan meremas kedua tangannya yang bertanda ia merasa gugup , Fandi pun duduk di samping Hana di depan kedua mertuanya .
" ehem " Pak Wahyu berdeham .
" Ada yang kalian ingin cerita kan " tanya Pak Wahyu dengan nada datarnya .
" ehm … Iya Pak Bu ada dan alasan kedatangan kami kesini ". jawab Fandi dengan nada tegas dan serius , kedua mertuanya pun tak menjawab hanya terdiam menunggu apa yang akan di bicarakan oleh anak dan menantunya .
" Pak Bu , Sebelum saya meneruskan pembicaraan ini Fandi ingin meminta maaf yang sebesar besarnya kepada Bapak Ibu karena tidak bisa menepati janji Fandi pada Ibu dan Bapak yang tidak bisa menjaga dan membahagiakan putri Bapak dan Ibu , Maaf sekali lagi Fandi minta maaf Pak Bu ." ucap Fandi dari hati yang terdalam .
" Ini sebenarnya ada apa hah Fandi , Hana ?". tanya Bu Wina pada Fandi dan Hana merasa bingung .
Fandi pun menoleh sekilas pada Istrinya yang masih menunduk kan kepalanya dengan bahu yang bergetar Fandi pun mengusap bahu Hana sekilas lalu melihat kearah mertuanya dan menghela nafas.
" Bu Pak , Fandi sudah menjatuhkan talak 1 pada Hana ." ucap Fandi dengan kepala yang menunduk .
" DEG "
" Kenapa Fan , salah apa anak ibu ?" tanya Bu Wina terkejut . Pak Wahyu pun tak kalah terkejut nya.
" Hana sedang mengandung sudah 2 bulan …" jawab Fandi dengan lirih namun kalimat nya sudah terpotong oleh Pak Wahyu.
__ADS_1
" Lalu kenapa kamu malah menalak nya Fan , baru talak 1 kan masih bisa rujuk kan ". ocap Pak Wahyu dengan wajah yang menegang dan Fandi hanya menggeleng kan kepalanya sebagai jawaban .
" Kenapa tidak bisa Fan , ada apa ini sebenarnya ?". Kata Pak Wahyu lagi .
" Fandi tidak bisa menerima Hana yang mengandung anak dari pria lain ". Ucap Fandi dengan nada tegas dan serius.
Dengan cepat Bu Wina langsung beranjak menghampiri Fandi dan langsung menampar pipi menantunya.
" PLAK "
" KAMU KIRA PUTRI SAYA SEMURAH APA HAH…". teriak Bu Wina dengan penuh emosi .
" Ibu "
" Ibu "
" Apa maksud kamu Fandi " ucap Pak Wahyu dengan wajah geram nya .
" Demi Allah Bu Pak , Hana memang sedang mengandung bayi yang bukan darah daging Fandi ". jawab Fandi lagi .
" BuGh "
" Dasar anak kurang ajar "
Sekarang giliran Pak Wahyu yang melayang kan bogem mentah nya pada perut menantunya dan langsung menghampiri putri nya Hana yang makin menangis tergugu.
Pak Wahyu pun langsung berjongkok di depan anak kesayangan nya dan memegang dagu Hana agar wanita malang itu mendongakkan kepalanya dan saat pandangannya bertemu dengan mata Pak Wahyu yang memerah dan berkaca-kaca .
" Jawab Bapak nak , Hana tidak benar kan yang di bilang dia . Fandi hanya mengada ada kan nak ". tanya Pak Wahyu dengan nada lembut pada putri kesayangannya .
Hana pun menjawab dengan menggeleng kan kepalanya .
" Jawab Ndok dengan jelas jangan buat Bapak Ibu kaya gini Ndok". kata Bu Wina pada Hana .
" Hana hamil tapi bukan sama Mas Fandi Pak Bu " ucap Hana pelan tapi masih bisa di dengar oleh Bapak dan Ibu nya .
" JEDERR "
Kedua orang tua Hana pun langsung terkejut Bu Wina langsung terduduk dan menangis di lantai begitu pula Pak Wahyu yang masi berjongkok di depan Hana pun langsung menangis tertunduk di depan Hana .
" Astaghfirullah Hana apa yang kamu lakukan nak "
__ADS_1
" Ya Allah Gusti , kenapa Ndok kamu jadi
begini "
" Bu Pak Maafin Hana tapi sumpah Demi Tuhan ini bukan salah Hana Bu Pak " kata Hana pada kedua orangtuanya .
" Buk Pak ayo bangun duduk di kursi jangan begini ". Ucap Fandi pada kedua mertuanya sambil membantu berdiri dan duduk mertuanya .
Pak Wahyu dan Bu Wina pun menuruti Fandi untuk duduk di kursi , Bu Wina pun langsung memegang tangan lengan menantunya .
" Maafkan putri Ibu nak , tapi sumpah nak kami tidak pernah mengajarkan hal buruk pada Hana nak Fandi , Maafkan Hana nak Fandi ." Ucap Bu Wina sambil menangis pilu masih dengan memegang tangan menantunya .
Fandi pun langsung berjongkok di depan Ibu mertua nya .
" Ibu Bapak dengarkan Fandi , ini semua bukan salah Hana apalagi salah Ibu Bapak . Di sini Fandi yang salah dalam masalah ini dan tak bisa menerima semua ini ." jawab Fandi dengan nada lembut.
" Hana hamil karena di perkosa oleh pria yang tidak di kenal nya Pak Bu " kata Fandi lagi .
" Ya Allah Gusti cobaan apa lagi ini ." ucap Bu Wina sambil menangis tergugu .
*****
Setelah mendengar cerita lengkap dari Fandi tentang apa yang terjadi pada Hana, Pak Wahyu dan Bu Wina pun langsung beranjak untuk memeluk tubuh putri yang bernasib malang itu .
" Nak Fandi kenapa kamu langsung menjatuhkan talak pada Hana , ini sungguh tak adil untuk putriku . setelah mendengar kronologi nya sedikit banyak ada kesalahan mu nak Fandi yang membuat putriku mengalami ini semua ." ucap Pak Wahyu .
" Iya Pak, Fandi tau itu tapi setelah melihat rekaman cctv itu dan fakta kehamilan Hana , maaf Fandi tidak bisa menerima putri Bapak Ibu lagi " ucap Fandi dengan nada tegas dan serius.
" Ya Allah nak Fandi kenapa setega itu sama Hana ". kata Bu Wina merasa kecewa pada menantunya .
" Maaf Bu ini juga sangat berat untuk Fandi tapi ini sudah mutlak jadi keputusan Fandi .
Karena dulu Fandi meminta Hana menjadi istri saya secara baik-baik pada ibu Bapak kini saya Fandi Ramadhani pun mengembalikan Hana secara baik baik juga .
Bismillahirrahmanirrahim saya Fandi Ramadhani menjatuhkan talak 2 saya pada istri saya Hana Fishera dengan keadaan sehat dan tanpa paksaan dari pihak manapun ." jawab Fandi pada Bu Wina dan menjatuhkan talak 2 nya pada Hana di depan orang tua nya.
" Sampai urusan perceraian selesai , Fandi masih memberikan nafkah lahir dan membagi semua harta gono gini secara adil dan akan membantu menemukan pria itu Bu Pak ". ucap Fandi lagi .
" KAMU Jahat gak punya perasaan Mas , Hana benci kamu Mas Fandi ." ucap Hana setelah mendengar ucapan suaminya yang di rasa keterlaluan . Hana pun langsung jatuh tak sadarkan diri karena merasa terkejut dengan apa yang di ucapkan lagi padanya .
" Hana "
__ADS_1
" Bangun ndok , ayo nak kamu harus kuat ." ucap Bu Wina berusaha menyadarkan Hana dari pingsannya.
*****