
Di kamar mewah seorang gadis cantik sedang di rias sedemikian rupa dengan make up yang pas untuk wajah dan kulit si gadis dengan di padukan gaun kebaya putih modern yang pas di tubuh rampingnya sehingga membuat gadis itu terlihat sangat cantik dan menawan .
Tampilan yang cantik dan menawan namun Dimata sang gadis menyiratkan kesedihan yang sangat mendalam yang sangat kentara dan sayang nya gadis itu sudah tak dapat mengeluarkan air mata sesak nya .
Karena ia di tuntut oleh pria yang beberapa jam lagi akan menjadi suami nya melarang keras Kasih untuk tidak memperlihatkan kesedihan di muka umum bahkan di depan orang yang merias wajah ayu nya .
Larangan itu disampaikan oleh asisten pria misterius yang bernama Oki orang yang menurut Kasih sangat menjengkelkan .
Karena pada dasarnya sampai hari ini Kasih belum pernah tahu mengenai identitas dan bertemu dengan pria yang akan menjadi suami nya .
Kasih sudah pasrah seperti apa bentuk pria itu bila memang jelek ,tua dan beristri banyak Kasih sudah pasrah dengan hidup nya kali ini karena memang sudah tidak bisa lagi untuk Kasih mundur karena jika lau mundur banyak orang yang akan menjadi korban nya .
Tapi jika pria itu tampan , muda dan entahlah Kasih menganggapnya sebagai bonus untuk dirinya ...
Lamunan Kasih terhenti saat manusia yang sangat menjengkelkan alias si Oki memanggil nya dan akan mengantarkan Kasih menuju tempat Akad nya .
" Nona Kasih bisa kita berangkat ?". tanya Oki pada Kasih yang hanya mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban .
Dengan di bantu dua perias Kasih berjalan keluar dari pent house dan menuju mobil yang sudah terparkir di depan lobby .
Kasih duduk diam di kursi belakang dengan pikiran yang berkecamuk dan perasaan yang sangat nelangsa .
Bukan Kasih tak bersyukur atas masalahnya yang sudah terselesaikan dengan baik oleh seorang pria yang sangat misterius namun ia tak menyangka bahwa ia akan menikah dengan cara yang seperti ini sungguh miris menikah dengan cara menggadaikan kehormatan nya sebagai seorang perempuan dan entah seperti apa pernikahan yang akan ia jalani .
Kasih yang sibuk dengan pikirannya sendiri sampai tak menyadari bila mobil yang di kemudikan oleh Oki sudah sampai di pelataran sebuah bangunan masjid yang tak terlalu kecil atau pun besar dengan dekorasi khas Akad pernikahan .
" Nona Kasih kita sudah sampai ". ucap Oki dan Kasih menganggukan kepalanya .
Kasih mulai turun dari mobil yang ternyata sudah ada dua ibu - ibu yang sudah menunggu dirinya .
Kasih berjalan memasuki pelataran masjid menuju dalam masjid dengan diapit oleh dua ibu-ibu tadi . Dan saat akan masuk ke dalam masjid langkah Kasih di hentikan .
__ADS_1
" Non Kasih sampai sini dulu ya , biar mempelai pria menyelesaikan ijab Kabul nya kalau sudah selesai baru nanti non Kasih bisa menghampiri mempelai pria yang sudah menjadi suami non Kasih .
Kasih yang sudah mumet dan ruwet pikiran nya pun hanya mengangguk kan kepala nya .
Di tempat Kasih duduk ia bisa melihat seorang pria dengan perawakan tinggi dan punggung yang lebar serta kulit yang putih walaupun hanya dari belakang .
" Ooh itu ya yang bakal jadi suami gue , sepertinya kalau di lihat dari perawakan nya bukan pria tua dengan perut buncit .... oh gue tau pasti dia istrinya banyak termasuk ibu - ibu yang anter gue tadi atau ... seorang pria tampan yang mempunyai kekurangan di fisiknya ... aaahk tau lah terima aja Kasih dalam hitungan jari dia juga bakal jadi suami Lo ". gumam Kasih dalam hati bermain dengan pikiran nya sendiri .
Hingga Kasih tak menyadari bahwa pria yang ada di depan nya dalam jarak beberapa meter dengan membelakangi dirinya pun menyelesaikan ijab Kabul nya dengan satu tarikan nafas dan lancar yang di susul oleh suara beberapa tamu undangan yang berucap .
" SAH "
" SAH " ucap tamu secara serentak dan membuyarkan lamunan Kasih .
" Astaga gue sekarang sudah jadi seorang istri dari siapa ya .... ?". gumam kecil Kasih .
Dua Ibu-ibu tadi pun menghampiri kasih untuk mengantarkan nya duduk di samping pria misterius yang sekarang menjadi suami nya .
Dengan langkah pasti Kasih melangkahkan kakinya menuju pria misterius itu dengan perasaan yang campur aduk , sedih , sebel , penasaran dan sebagainya .
Kasih sudah berdiri tepat di belakang punggung pria itu .
" Mempelai wanita silahkan duduk di samping suami nya dan cium tangan nya dan setelah itu tanda tangani surat ini ." ucap seorang penghulu yang ada di depan nya .
Kasih pun duduk dengan pelan , saat mendengar ucapan pak penghulu yang menyuruh dirinya mencium tangan pria yang ada di samping nya pun . Kasih memiringkan duduknya dan langsung menoleh pada pria itu di ikuti tangan yang mengulur pada pria yang menjadi suaminya dan seketika pandangan Kasih dan pria itu bersi tatap .
Nafas Kasih tercekat dengan mata yang melotot melihat pria yang ada di hadapannya namun tidak dengan pria yang tenang dan santai serta menatapnya dengan sorot mata yang tajam membuat nyali Kasih menciut seketika .
" Ayo Monggo di cium tangan suaminya ". ucap wali hakim yang menjadi wali dari Kasih .
" Maklum Pak seperti nya pasangan pengantin ta'aruf jadi masih malu dan kaget ". ucap salah satu pria paruh baya yang menjadi wali pernikahan .
__ADS_1
Dengan ragu , takut dan banyak nya pertanyaan yang ada di benaknya Kasih mengambil tangan Roy Fernando untuk di ciumnya pertama kali dengan status suami istri .
" Monggo silahkan di tandatangani surat nikah nya ". ucap penghulu sambil mengambil dua surat kecil berwarna merah dan hijau .
Roy yang tau surat itu pun mengernyitkan keningnya heran dan bingung .
Ucapan penghulu sontak membuat Kasih dan juga Roy terkejut .
" Kok ada surat nikah nya kan gue pengen nya hanya nikah secara agama . Kalau ada surat nikah itu artinya gue nikah sah dong sama ni perempuan , ini gimana kerja nya orang suruhan gue sih ". gumam Roy dalam hati merasa heran dan bingung .
" Loh kok jadi nikah resmi gini , biar gue belum pernah nikah tapi gue juga gak bodoh banget , surat itu persis banget kaya waktu Hana dan kak Fandi nikah . gimana sih ini ". gumam Kasih yang tak kalah terkejut dan heran .
" Ayo pengantin baru di tandatangani karena waktu saya tidak banyak sudah ada calon pengantin lain yang sudah menunggu saya ." ucap Pak penghulu .
Mau tak mau Roy dan Kasih pun menandatangani surat nikah itu dengan perasaan yang campur aduk heran dan bingung itu yang utama .
**********
Di luar masjid tempat Roy dan Kasih menggelar acara Akad pernikahan ada satu mobil SUV hitam yang terparkir rapi di area itu dengan seorang pria yang menggunakan kaca mata hitam nya sedang mengamati pernikahan Roy dan Kasih dari dalam mobil nya .
" tok tok tok"
Kaca mobil pun di ketuk oleh seorang pria dengan menggunakan pakaian batik nya menghampiri dan mengetuk mobil SUV hitam .
" Pernikahannya sukses dan lancar Pak ". lapor pria itu dan langsung beranjak pergi menjauh dari mobil SUV hitam itu .
Dengan tersenyum tipis pria itu bergumam .
" Buaya kok di kadallin huh .... "
*******
__ADS_1