Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bag 17


__ADS_3

" Prang " Suara bingkai foto seorang wanita cantik jatuh.


" buk .. buk bangun buk .." Pak Wahyu membangun kan sang istri yang tertidur pulas pasalnya memang sudah larut malam pukul 23:38


" ada apa pak ..?" suara Bu Wina dengan suara serak khas bangun tidur.


" Bu kok di luar ada suara benda jatuh.."


" masa si pak, bapak mimpi kali pak ." ucap Bu Wina


" Tidak Bu , ayok Bu kita lihat keluar "


"iya pak sebentar"


Mereka pun keluar dari kamar untuk mencari sumber suara benda jatuh itu dan tepat di ruang tengah atau ruang nonton tv ada barang yang terjatuh.


" MASYAALLAH pak !" pekik Bu Wina saat menemukan benda jatuh itu tak lain adalah pigura foto Hana yang sedang tersenyum manis.


" Buk kok bisa terjatuh "


" Pak ada apa ya pak dengan mba na ,anak kita pak ?" tanya Bu Wina khawatir


" Sabar Bu , tenang dulu nanti kita hubungi mba na nya." jawab Pak Wahyu menenangkan tak bisa di pungkiri perasaan beliau pun sama khawatir nya.


" kacanya tak bersihkan dulu pak."


" Tut Tut Tut"


"piye pak ,di jawab Hana tidak?" tanya Bu Wina tidak sabar


" gak bisa Bu nomor ponsel Hana tidak aktif, dan nomor ponsel Fandi nyambung tapi sibuk terus Bu."


" Terus piye Pak , ibu takut terjadi apa-apa pak".


" Yaudah sekarang kita istirahat dulu, besok kita hubungi kembali Bu, mudahan mereka baik baik saja ."


" Semoga anak cucu kita baik baik saja ya Pak."


Mereka pun meneruskan istirahat nya dengan hati yang gusar.


*****

__ADS_1


POV Fandi


Jujur hatiku hancur saat mendengar penjelasan dari Dokter tentang apa yang terjadi pada istri cantik ku.


Ingin ku tidak mempercayai semua penjelasan itu tapi hasilnya semua mengatakan seperti itu. Ingin ku marah dan mencari bajing*an itu , ingin sekali ku membunuh penjahat itu.


Aku marah , Marah karena sesuatu yang hanya untuk ku di sentuh lelaki lain selain aku.


Aku kecewa kenapa harus istri ku.


Aku sedih , bagaimana nasib pernikahan dan anak anak kami.


" Ya Tuhan ujian macam apa yang engkau berikan kepada kami tentang ikatan suci ku dan Hana , Kuat kan aku Tuhan" jerit hati Fandi


" Ya Tuhan ini sungguh berat "


Dokter mengatakan akan membawa kasus ini ke pihak yang berwajib , tapi aku tidak bisa melakukan itu kalau aku melaporkan pasti banyak orang yang akan mengetahui nya terlebih orang tua ku yang akhir-akhir ini kesehatan nya sedang menurun .


Ditambah lagi apa kata orang bila mereka tahu bahwa istriku di perkosa laki laki lain , Suami macam apa aku ini tidak bisa menjaga istriku hingga mendapatkan perbuatan tak senonoh.


Astaga rasanya kepalaku seperti ingin pecah memikirkan masalah ini . Tidak aku harus cari bedebah itu , aku harus kuat .


kulihat dia masih tertidur pulas entah karena obat atau apalah aku tak tahu.


Ku berjalan mendekati tempat tidur istri ku hingga aku sudah berada di samping badannya dari sini aku bisa melihat wajah istriku .


" ASTAGA apa yang dilakukan oleh bajinga*n itu sayang " aku terkejut melihat wajah istriku babak belur seperti ini, ku Elis pipi nya pelan, pipi yang awalnya mulus putih sekarang bengkak merah ,ku lihat di bagian bibir nya ,bibir yang tadinya merah muda seperti buah leci, sekarang di penuhi luka dan masih ada bercak darah di sudut bibirnya.


Aku pun dengan hati yang entah apa itu aku mencoba membuka baju depan istriku Oh Tuhan bahkan area yang ini pun tak luput dari kekejaman bajing*n itu , Sayangku Hana apa yang harus aku lakukan , apa yang harus aku katakan pada kedua orang tuamu sayang , gagal sudah aku sayang untuk menjagamu.


Hatiku sudah tak kuat lagi untuk melihat jejak pria sialan itu ,ku tutup kembali baju nya dengan tangan yang gemetar, saat akan selesai ku lihat wajahnya seperti sedang gelisah keringat dingin bercucuran dari keningnya dan saat aku ingin memegang tangan nya ia langsung bangun terduduk dan berteriak histeris , peristiwa itu sungguh membuat goresan luka tajam di hati dan tubuh nya.


"AAAAAKHH JANGAN JANGAN TOLONG


LEPASKAN SAYA,HUUUAAAAAA"


Jeritan dan tangisan nya sungguh terdengar pilu dan hancur .Dokter pun masuk karna di panggil oleh Pak Joko sang penolong istriku .


"Tolong anda keluar dulu pak" perintah Dokter itu.


Aku pun keluar dengan langkah gontai . Setelah keluar dari kamar rawat Hana ,pundakku pun di tepuk oleh Pak Joko.

__ADS_1


Aku pun menoleh nya dan ku berikan senyum palsu mengisyaratkan bahwa aku baik baik saja.


" Ra popo le Yen arep nangis ,nangis so Iki pancet abot ,koen juga udu robot sek rak duwe perasaan ( Gak papa nak kalau mau nangis ,nangis lah ini memang berat, kamu bukan robot yang gak punya perasaan) " saat itu pun aku menangis hingga aku merasa tenang Pak Joko sang petugas keamanan berhati malaikat 👼 masih setia menemaniku. Dan sepertinya beliau sudah mengetahui apa yang terjadi pada istri ku.


Setelah aku merasa sedikit tenang aku pun mulai menanyakan perihal kasus ini.


" Pak bagaimana ,saat bapak menemukan istri saya ?" tanyaku ke Pak Joko.


" Bapak sama pak Dono sedang mengecek keadaan ruko ruko dan pada saat ada di lorong ruko terakhir ada suara wanita minta tolong mas,kami pun mencari dan menemukan istrimu dalam keadaan memprihatinkan mas . kami pun langsung membantu nya dan membawa ke rumah sakit tapi saat tengah perjalanan istri mu pingsan nak." jelas Pak Joko kepada ku


" Apa pada saat kejadian bapak tidak sama sekali mengetahuinya ?"


" maaf nak , kami sama sekali tidak tahu karena posisi bapak sedang ijin pulang ke rumah dan si Dono pun lagi keluar cari makanan diluar area ruko" jawab Pak Joko jujur.


"Astaga bagaimana cara nya aay menemukan bajing**n itu pak" aku pun mulai geram


" Nak gini saja ,kalo siang , itu ruko aalah pertokoan siapa tahu ada bukti soal pelaku dan kita bisa melaporkan nya ke pihak yang berwajib." usul pak Joko


" Terimakasih pak atas ide nya ,tapi maaf pak seperti nya saya tidak melaporkan kasus ini pak ,saya takut aib terbesar di keluarga ku tersebar pak apalagi jika orang tua ku mengetahui nya pak, saya akan menghukum orang itu sendiri pak dan tolong jangan bilang pada siapa pun ya pak soal kasus ini pak, Saya akan menghubungi teman saya anggota polisi untuk mendapatkan rekaman cctv kejadian itu pak,"


" Ya sudah lakukan yang terbaik saja. "


hingga pembicaraan kami terputus dengan pintu kamar rawat Hana ruang terbuka dan muncul dokter yang menangani Hana.


"Bagiamana istri saya Dok..?" tanyaku khawatir


" em istri bapak sungguh sangat shok dan psikisnya sedikit terganggu , sudah saya beri obat penenang dan sekarang sudah tidur kembali . Semoga besok keaadannya lebih membaik ya pak"


" Terimakasih Dok , tolong beri yang terbaik untuk istri saya ,"


"iya pak itu sudah menjadi tanggung jawab kami, Oh ya pak saat kami melepaskan jas pada tubuh istri anda tadi ada yang terjatuh dari saku nya ". ucap sang dokter dan memberikan kertas kecil kalo dilihat kartu nama .


"iya Dok sekali lagi terima kasih" dan kuambil kartu itu benar saja itu kartu nama seorang pria yang ku yakin i pasti si brengs**k itu.


POV END


 


 


****

__ADS_1


__ADS_2