Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 201


__ADS_3

Di dalam kamar rawat salah satu rumah sakit semua orang yang ada di dalam terlihat bercanda ria menikmati wajah tampan nan rupawan dari seorang bayi berjenis kelamin laki-laki yang beberapa jam lalu di lahirkan dengan banyaknya drama .


Bayi yang di beri nama Rey Adelard Fernando mempunya paras yang keseluruhan hampir mirip dengan paras Ayahnya Roy Fernando sehingga membuat Mutiara Kasih Bundanya sedikit kesal .


" Aku yang ngerasain nikmat nya hamil , nyidam , susah tidur di tambah Ayah nya yang bertingkah terus waktu mengandung nya ... eh giliran lahir kenapa mirip banget Ayahnya sama sekali gak ada aku nya .... huuueef gak adil ". gerutu Kasih yang mana masih bisa di dengar oleh Roy suami nya .


" Jangan nge gerutu terus Bun lagian kamu harus nya bersyukur si kecil mirip aku yang tampan gini dari pada mirip tetangga ." ucap Roy sambil mengusap wajah Kasih dengan telapak tangan nya .


" Plak "


Kasih memukul paha Roy karena kesal dengan ucapan Suami nya .


" Sembarangan kamu tuh Ka ." kata Kasih dengan jutek .


********


Di rumah Dewantara tepatnya di ruang makan Hana sedang menemani sang Suami dan anak-anak nya yang sedang menikmati sarapan sambil berbincang - bincang .


" Mah , Kakak pengen lihat Dede bayinya Aunty Kasih ". pinta si sulung Rama pada Hana .


" Iya besok kalau Aunty udah baikan pasti cepet pulang dan Kakak bisa lihat adek bayi sepuasnya ." jawab Hana dengan lembut .


" Tapi Kakak mau lihat ke rumah sakit Mah ." pinta si sulung Rama lagi dengan nada memohon .


" Ehem .." Dean pun berdeham di tengah perbincangan antara anak dan Ibunya membuat semua melihat ke arah Dean .


" Bukannya gak boleh Ka , di rumah sakit banyak sekali kuman dan penyakit itu gak bagus buat Kakak yang sehat jadi sabar ya nak Aunty dan Dede bayi gak lama ko di rumah sakit ." ucap Dean pada si sulung Rama .


" Iya Pah ". jawab Rama patuh .


" Sekarang cepat habiskan sarapan dan berangkat sekolah nya sama Pak Anton ya karena Papah buru - buru ada meeting pagi ". ucap Dean pada kedua putranya .


Diangguki oleh Kedua putranya dan menyalami tangan Dean dengan patuh yang di balas Dean dengan mencium kening semua anak-anaknya .


" Bik Mimin , Uni temenin anak-anak dulu ya , saya mau anter Papah nya anak-anak ke depan dulu ". ucap Hana dengan sopan pada Bik Mimin dan Uni .


Hana pun mengikuti langkah kaki Dean menuju pintu keluar , saat mengikuti langkah kaki Suami nya tiba-tiba ponsel yang ada di dalam saku nya berdering .


Hana pun merogoh saku nya dan melihat nama yang tertera di ponselnya .


Dean melirik istrinya yang seperti bingung untuk mengangkat panggilan di ponsel nya .


" Kenapa gak di angkat sayang , dari siapa ?". tanya Dean pada Hana .


Hana tak menjawab hanya memperlihatkan ponselnya yang masih berdering agar Dean membaca nama nya .


" Jawab aja , siapa tau aja penting dan menyangkut anak-anak ". kata Dean setelah melihat nama yang memanggil di ponsel milik istrinya .


Setelah mendapatkan ijin dari Suami nya , Hana pun menekan tombol hijau di pasar .


" Assalamualaikum ada apa Ka ?". ucap Hana setelah panggilannya tersambung .

__ADS_1


" Wah syukur lah , kapan ?". ucap Hana dengan perasaan lega .


" Oke nanti Hana kabari setelah Hana bicara sama Suami ".


" Waalaikumsalam ".


Dean masih setia menyimak obrolan istrinya dengan seorang pria yang dulu pernah berarti untuk istrinya .


" Sesenang itu kamu di telpon mantan ". ucap Dean dengan nada jutek .


Hana melirik wajah tampan Suami nya yang cemberut dan langsung memeluk tubuh atletisnya .


" Meluk karena merasa bersalah hem... ". ucap Dean lagi pada Hana tanpa membalas pelukan istrinya .


" Iiihk jangan cemberut gitu jelek tau ...." ucap Hana dengan mendongakkan kepalanya melihat wajah tampan Dean sambil mengelus rahang Suami nya .


" Sejelek-jelek nya Saya masih jelek mantan mu itu .... " jawab Dean dengan jutek .


" Ko jadi ke sana terus sih bahas nya .... Cemburu ya Papah Dean ." goda Hana melihat sikap posesif Suami nya dengan tersenyum .


" Gak ada yang lucu Hana ". ucap Dean.


" Mas ..." panggil Hana sambil menuntun tangan Hana melingkar di pinggang nya dan Dean tidak menolak nya .


" Sayang ku , Papah Dean lihat aku dong ". panggil Hana sambil mengarahkan wajah Dean yang sedari tadi tidak mau melihat nya .


" Apa sih ... Mas udah siang tuh Johan udah nungguin ." ucap Dean dengan malas .


" Mas mau gak anterin aku dan anak - anak ke Madiun ?". tanya Hana dengan santai .


Hana tersenyum manis melihat suaminya cemburu yang menurutnya lucu .


" Hati-hati ya sayangku Papah nya anak - anak , Assalamualaikum ." ucap Hana santai .


Bertepatan dengan ponsel di genggaman Hana yang kembali berdering dan Hana pun langsung melihat nama yang tertera di ponselnya dengan tersenyum manis meninggalkan Suami nya yang masih berada di teras rumah .


" Waalaikumsalam ..." ucap Dean dengan perasaan yang kacau saat melihat istrinya kembali menerima panggilan dari seseorangn .


" Han ". panggil Dean pada asisten nya .


" Ya Bos ..." jawab Johan dengan perasaan yang mulai tak enak karena sedari tadi melihat perdebatan Bos dan istrinya .


" Undur meeting 1 jam ". ucap Dean memberikan perintah .


" Tap .... " jawab Johan terhenti .


" Gak ada tapi tapian , kamu sekarang ke kantor nanti saya menyusul kalau urusan saya sudah selesai ." kata Dean tanpa mau di bantah dan langsung beranjak masuk kembali ke dalam rumah meninggalkan Johan yang menepuk keningnya .


" Hadeuuhh gini lagi nasib - nasib ." keluh Johan sambil masuk ke dalam mobil .


Dean yang berlari akan masuk ke dalam rumah bertemu dengan kedua putranya dan juga Uni yang bersiap untuk berangkat ke sekolah .

__ADS_1


" Loh ko Papah belum berangkat , katanya Papah lagi buru - buru ada meeting ?". tanya si sulung Rama yang melihat Papah nya masih berada di rumah malah akan masuk ke dalam rumah .


" Em ponsel Papah ketinggalan di kamar nak , kalian berangkatnya hati - hati ya ..." jawab Dean sambil mengelus lembut kepala Rama dan Rafa dan langsung beranjak lari masuk ke dalam rumah .


" Bik dimana istri saya ? ". tanya Dean pada Bik Mimin .


" Ada di gazebo taman lagi nyuapi si kembar Den . " jawab Bik Mimin .


Tanpa mengucapkan terimakasih Dean langsung berlari menuju taman seperti yang di bilang Bik Mimin .


Sampainya di taman , darah Dean dibuat mendidih saat melihat istrinya menyuapi kedua putrinya dengan ponsel yang diapit di pundaknya mengobrol dengan diiringi tawa .


" HANA ". panggil Dean dengan berteriak marah membuat Hana menoleh seketika ponselnya terlepas jatuh karena terkejut .


" Loh ko belum berangkat Mas , ada yang tertinggal ?". tanya Hana pada suaminya terlihat marah .


" KETERLALUAN KAMU , SUAMI BERANGKAT KERJA KAMU MALAH ASIK - ASIKAN BERTELEPON RIA DENGAN MAN HAH..... " teriak Dean marah namun langsung terhenti setelah melihat nama yang tertera di ponsel Istrinya yang terjatuh.


" Hallo Hana kamu kenapa nak ?". suara seseorang yang masih tersambung di ponsel Hana yang masih di pegang oleh Dean .


" Iya hallo Bu ". jawab Dean .


" Ada apa Dean kenapa marah seperti itu , apa Hana buat salah nak ?". tanya Ibu Wina pada Dean karena mendengar teriakkan Dean .


" Maaf Bu gak ada apa-apa , tadi Dean salah paham karena Dean kira Hana lagi telponan dengan man .... Maaf ya Bu , Dean tutup dulu telponnya . Assalamualaikum ". jawab Dean merasa bersalah sekaligus malu karena sudah salah sangka .


Hana yang melihat sikap suaminya yang cemburu pun tersenyum kecil .


Dean melirik Hana yang sedang tersenyum kecil dengan raut wajah yang tak bisa di artikan dan Hana yang melihat raut wajah Suaminya pun langsung menelan ludahnya dengan susah payah karena ia merasa ada sesuatu yang tidak beres setelah ini di tambah lagi dengan suami nya yang .


" BIK MIMIN ... BIK TINI ". Dean berteriak memanggil asisten rumah tangga nya yang langsung menghampiri nya dengan tergopoh-gopoh .


" Iya Den ". jawab Bik Mimin dan Bik Tini bersamaan .


" Bik tolong gantiin Hana untuk menyuapi si kembar karena saya ada urusan sebentar dengan istri saya penting ." ucap Dean dingin dengan menatap tajam kearah Hana .


Bik Tini dan Bik Mimin pun langsung menggantikan Hana untuk menyuapi si kembar .


Dean langsung memegang erat tangan Hana .


" Mas mau apa sih , ada apa ?". tanya Hana bingung sekaligus takut pada suaminya .


" Kamu harus menyelesaikan urusan kita ". jawab Dean dengan menarik Hana menuju pintu lift .


" Urusan apa ?". tanya Hana bingung .


" Urusan penting karena ulah mu buat kacau Mas dan harus menunda meeting 1 jam . Sebagai gantinya kamu yang akan Mas buat kacau .... ". jawab Dean dengan nada dingin dan dalam seperti sedang menahan sesuatu yang Hana sudah mulai paham .


" glek " Hana menelan Saliva nya susah payah .


"Hadeeeuh salah aku juga ni buat masalah sama predator jadi panjang kan urusan nya ."

__ADS_1


gumam Hana dalam hati sambil bergedik ngeri membayangkan apa yang terjadi setelah ini .


*********


__ADS_2