Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 205


__ADS_3

Di kamar mewah yang terletak di lantai 3 seorang pria tampan berbaring dengan resah berguling kesana - kemari di ranjangnya tanpa bisa memejamkan mata karena merasa hampa tanpa ada kedua putri kembarnya yang biasa nya tertidur di bed mereka serta istri di sampingnya yang biasa menjadi guling ternyaman untuk di peluknya .


Dean yang kesal karena matanya tak bisa juga di pejamkan meskipun tubuhnya sangat lelah karena seharian bekerja , Dean pun beranjak duduk dan mengusak rambutnya dengan kasar sangking geramnya .


" Huh kalau kaya gini yang ada gue bisa gila Hana Fishera ..... Huh gak bisa di biarin begini nih ". gumam Dean dan langsung beranjak bangun keluar dari kamar nya menuju kamar kedua putra nya dimana tempat ngungsi istri dan kedua putrinya .


Dean membuka pintu kamar kedua putra nya dengan pelan agar penghuni kamar itu tak terbangun karena ulah nya , Hati Dean menghangat saat melihat keempat anak serta istrinya yang tertidur dengan pulas di bed kedua putranya yang di geser jadi satu dan Dean pun sangat senang karena melihat Hana yang tertidur di pinggir ranjang .


Dean berjalan pelan mendekati Hana yang tertidur miring dengan memeluk baby Sheina , Dean membaringkan tubuh atletisnya di belakang Hana .


Dean merasa nyaman saat menghirup aroma manis vanila di tubuh Hana membuat Dean tak tahan untuk mendekap tubuh  istrinya namun saat tangan Dean bersiap melingkar di pinggang ramping istrinya tiba - tiba terhenti saat ia mendengar suara menginterupsi nya .


" Kalau Mas nekat tidur disini apalagi sampe peluk aku ... Aku bakal selamanya untuk tidur disini gak mau di kamar itu lagi ". ucap Hana tanpa menoleh pada Dean yang ada di belakang nya .


" Sayang , kamu marah sama Mas sampe ga mau tidur dengan suami sendiri . Karena apa hem ...?". tanya Dean berpura - pura dengan kelakuannya membuat Hana geram .


" Cih pura - pura lupa ..." jawab Hana dengan ketus .


" Dih sama suaminya sendiri berdecih gitu gak sopan tau ". kata Dean namun Hana diam mengabaikan .


" Yank kalau ada masalah tuh diomongin bukan malah kabur kaya gini ". ucap Dean lagi namun tetap Hana masih diam .


" Yang ayo balik ke kamar ... Mas gak bisa tidur kalau kamu gak ada jangan diem aja dong ayo ..." ajak Dean pada Hana namun bukan jawaban yang Dean dengar namun malah isakan kecil yang keluar dari bibir istrinya membuat Dean terkesiap dan memaksa Hana untuk berbalik kearah nya untuk melihat wajah Hana .


" Hey kamu nangis .... Sayang lihat aku ". ucap Dean pada Hana


" Uusst jangan nangis nanti anak - anak bangun kasihan mereka jadi terganggu ." ucap Dean lagi menenangkan istrinya dan akan memeluk Hana namun di tolak oleh Hana dengan mendorong tubuh Suaminya .


" Gak usah peluk - peluk kamu egois tau aku sebel ... Udah sana keluar dari sini atau aku teriak biar anak - anak bangun ". kata Hana sambil terus mendorong tubuh Dean dengan air mata yang masih menetes di pipinya .


Dean yang melihat penolakan dari istrinya membuat ia tidak tega untuk memaksa kehendaknya apalagi setelah melihat wajah sedih Hana dan ucapan Hana serta ia tidak ingin ke empat anak nya terbangun dan melihat Mamahnya yang menangis .


Dean pun menghembuskan nafas kasarnya dengan tangan yang ingin mengelus wajah Hana namun lagi - lagi di tolak oleh Hana dengan memalingkan wajahnya .


" Oke untuk malam ini kamu boleh tidur disini tapi besok ...." ucapan Dean terhenti oleh Hana yang semakin emosi mendengar nada ancaman dari Dean .


" Apa ... Bisa nya cuma ngancam kalau kamu kaya gini terus aku bakalan pulang ke rumah orang tua ku dengan bawa anak - anak " ancam Hana balik membuat Dean tambah stres .

__ADS_1


" Jangan coba - coba kamu .... Oke aku keluar ". jawab Dean sambil beranjak bangun memilih keluar dari kamar putranya menghindari pertengkaran yang akan berakibat buruk nantinya .


Dean keluar dari kamar putranya dengan langkah gontai dan Hana sama sekali tak menoleh pada Dean .


Dean melangkah kan kakinya menuju dapur untuk mengambil jus di lemari pendingin berharap bisa menenangkan diri nya .


Namun saat masuk ke dalam dapur Dean melihat Mamih dan Papih nya yang sedang memakan mie instan .


" Wuuuih lapar Bu Pak ..." goda Dean pada Papih Dika dan Mamih Esty yang terlihat cuek dan jutek pada nya membuat Dean mengernyitkan keningnya heran.


" Wah abis dapat jatah ni kurang apa tadi pagi sampai dengan tega abaikan anak anak nya ...". ucap Mamih Esty dengan nada ketus dan menyindir dirinya .


" Apa an sih Mih ..." jawab Dean sambil di mengambil botol berisi jus di lemari pendingin dan menuangkan nya ke gelas .


" Kalau mau enak-enak terus gak usah punya anak biar leluasa ngelakuin nya kapan aja ... atau gak anak nya di titipkan ke penitipan anak beres kan biar leluasa ngelakuin yang katanya urusan penting ." ucap Mamih Esty lagi dengan nada sinis .


Dean pun melihat pada Papih Dika dengan berbisik .


" Mamih kenapa Pih .?". tanya Dean .


" Mikirlah kamu , karena kegilaan mu jadi istri mu yang kena dampak nya Dean ". jawab Papih Dika .


" Jangan bilang Mamih marahin Hana ". ucap Dean pada Mamih Esty .


" Kenapa istri mu ngadu hem .... ". jawab Mamih Esty.


" Dia gak pernah ngadu apa-apa cuma insting Dean mengatakan kalau Mamih ada marahin Hana ... ". ucap Dean pada Mamih Esty dan Papih Dika masih menyimak perbincangan istri dan putranya .


" Iya Mamih marahin Hana karena ngerjain yang katanya urusan penting itu dia tega-teganya abaikan si kembar sampai mereka nangis gak berhenti-henti dan melewatkan minum susu nya sampai tangis nya berhenti setelah Mamih dan Papih datang Dean ". jawab Mamih Esty mengeluarkan unek-unek nya sampai matanya memerah karena ia pun merasa bersalah pada menantunya yang ia marahi .


" Astaga Mih ....tapi gak seharusnya Mamih marahin Hana disini yang salah Dean dan Dean yang memaksa Hana buat ngelayanin Dean ". jawab Dean dengan menaikkan nadanya sedikit emosi pada Mamih nya sampai Papih Dika menginterupsi nya .


" Dean kecilkan suara mu , gak seharusnya pula kamu bersuara tinggi seperti itu pada Mamih mu ". ucap Papih Dika pada Dean .


" Dan untuk Mamih sudah ngeluarin kekesalan mu pada putra mu kalau belum puas lanjutin tapi besok Papih gak mau lihat sikap Mamih ke Hana seperti hari ini yang dingin dan ketus karena orang yang bersalah disini adalah Putra mu sendiri ". ucap Papih Dika pada Mamih Esty yang menganggukkan kepalanya dengan patuh.


Dean yang merasa bersalah pada wanita yang melahirkan nya pun mendekat dan memegang tangan Mamih Esty menciumi nya dengan sayang .

__ADS_1


" Mih ini salah Dean maafin Dean dan please jangan marahin lagi Hana kalau lain waktu Dean ada salah sama Mamih marahlah atau bahkan pukul Dean tapi jangan limpahkan pada Hana ... Kalau Hana ada salah Mamih boleh tegur dia tapi dengan kata-kata yang baik .... please maafin Dean ya ... ". kata Dean masih memegang tangan Mamih Esty .


" Iya Mamih lepas kontrol tadi sangking khawatir nya melihat si kembar nangis sampai seperti tadi itu karena kamu dan besok Mamih akan bersikap biasa lagi pada Hana ". jawab Mamih Esty dan Dean langsung memeluk tubuh wanita yang sudah melahirkan nya itu dengan sayang .


" Mamih tau sekarang Dean lagi di hukum sama Hana dan itu nyiksa Dean ... Hana gak mau tidur sama Dean karena marah tadi pagi Dean buang pil KB nya dia ..." ucap Dean masih dengan memeluk tubuh Mamih Esty berharap di kasihani oleh Mamih nya.


Mamih Esty dan Papih Dika yang mendengar ucapan Dean pun langsung melotot kan matanya, Mamih Esty pun langsung memukul punggung Dean dengan keras dan menjewer telinga Dean dengan kencang sangking keselnya.


" PLAAAK "


" Adduuuuhh sakiiitt Mih ". pekik Dean setelah mendapatkan pukulan namun di abaikan oleh Mamih Esty yang malah nambah menjewer telinga nya .


" Huuuh rasain ni ya ... biar kapok jadi suami ko egois nya minta ampun .... Huh kesel mamih 0sama kamu ". omel Mamih Esty pada putra bungsu nya .


" Aduuuh Mih lepas sakiiitt .. " keluh Dean dan mengelus telinganya yang terasa pedas dan merah karena Mamih Esty menarik nya dengan geram .


" Kamu tuh gak kasihan apa sama Hana huh ... Dia tuh repot Dean ngurusin ke empat anak-anak nya walaupun di bantuin Uni tapi tetap anak-anak yang lebih memilih diurusin Hana membuat Hana kerepotan Dean dan sekarang dengan seenak jidatnya kamu buang tuh pil KB Hana ... lama-lama kalau Mamih kesel Hana Mamih bawa ke rumah sakit biar di steril biar kamu kapok ya .... " omel Mamih Esty dengan panjang sambil sesekali tangannya mencubiti pinggang Dean karena kesal oleh kelakuan putranya itu .


" Tapi Dean pengen punya anak lagi Mih .... " jawab Dean sambil berlari menghindari Mamih Esty di belakang Papih Dika .


" Mamih gak larang kamu buat punya anak lagi Dean tapi yang Mamih maksud sabar dulu sampai si kembar bisa sedikit besar agar Hana bisa sedikit santai ... eh ini anak aja baru bisa merangkak udah sibuk mau nambah lagi mending kalau bantuin ngurus ... kamu ngurusin anak-anak secara full hanya weekend aja Dean kalau kamu lupa ... iiihk jadi geregetan sama nih anak ". oceh Mamih Esty dengan sangat emosi .


" Pih tolongin ke ini malah jadi penonton ... ". kata Dean pada Papih Dika .


" Huh Papih capek Dean ngurusin urusan gak penting kamu ... ". jawab Papih Dika dengan malas .


" Ayo Mih kita lanjutkan tidur kalau kamu ngurusin nih anak yang ada kepala kita pening dan mempercepat kita jadi tua ..." ajak Papih Dika kepada istrinya dengan menggandeng tangan Mamih Esty .


Mamih Esty yang masih kesal pun melempar tutup panci kecil kearah Dean yang berhasil menghindar .


" KLONTANG "


" Astaga Mamih tega banget sih ... " keluh Dean yang di tinggalkan oleh Mamih Esty dan Papih Dika .


Setelah kepergian Papih Dika dan Mamih Esty , Dean pun duduk meminum jus nya sambil memikirkan ucapan Mamih nya .


" Betul kata Mamih kasihan Hana Duuh bodohnya gue ... kenapa gak kepikiran kesitu ya ... " gumam Dean .

__ADS_1


" Wah gawat bukan nya ini masa subur Hana ya secara dia kan baru kelar palang merah ... Besok gue beli pil KB lagi lah ... " gumam Dean lagi sambil beranjak jalan menuju lantai 3 kamar nya karena matanya sudah terasa ngantuk .


********


__ADS_2