
Setelah mendapatkan jawaban dari Adik iparnya tentang keberadaan sang istri yang berada di dalam kamar nya .
Roy pun langsung beranjak menuju ke lantai 2 di mana letak kamar nya dan saat ia akan masuk ke dalam kamar sayup - sayup ia mendengar suara dari Mamih nya dan juga Istrinya dan seketika membuat hati nya mencelos .
" Ayo dong Kas jangan seperti ini terus , dari kemarin kamu hanya makan buah dan itu pun kamu muntah kan ... Ayo ini di makan ya bubur hangat nya sedikit aja ya kasihan baby nya pasti dia lapar nak ". ucap Mamih Esty pada Kasih dan diangguki oleh Kasih .
Dan Kasih mulai memakan bubur yang di suapi oleh Mamih Esty namun belum sampai masuk ke dalam tenggorokan bubur itu sudah keluar kembali .
" Hooeekk Hooek ... Mih Maaf gak bisa masuk perut Kasih sakit . .." ucap Kasih dengan menahan rasa mualnya dan terisak .
" Hey sudah sayang gak apa - apa jangan nangis gitu ... Uuusst kalau gitu kita ke rumah sakit aja ya atau Panggil Dokter mau biar kamu di infus ya nak ". jawab Mamih Esty menenangkan menantunya .
Dan hati Roy benar - benar sakit saat mendengar tangisan Kasih yang mencoba untuk memberikan asupan gizi untuk darah daging nya dengan susah payah .
" tok tok tok "
" Assalamualaikum "
Roy mengetuk pintu kamar nya Mamih Esty dan Kasih pun langsung melihat pada nya .
" Waalaikumsalam ". jawab Kasih dan Mamih Esty bersamaan .
" Kamu sudah sampai nak ". ucap Mamih Esty pada putra sulung nya yang langsung memeluk dan mencium kening sang Mamih .
" Sudah mih , terimakasih sudah mengizinkan Roy ke rumah ini lagi Mih ". jawab Roy pada Mamih Esty .
" Iya dan Mamih berharap kamu bisa belajar dari kesalahan mu dan semakin menghargai Kasih sebagai istri mu ." ujar Mamih Esty bersamaan dengan terdengar nya suara teriakan putra bungsu nya .
" ROOOYYY ". teriak Dean .
" Astaga ada apa sih Roy itu adik mu ?". tanya Mamih Esty dan Roy menggedikan bahunya .
" Yaudah Mamih keluar dulu ya mau lihat kerusuhan apa yang terjadi di luar dan coba buat bujuk Kasih makan ya Roy ... " ucap Mamih dan di angguki oleh Roy .
" Kasih , Mamih keluar dulu ya nak tuh udah ada Ayah nya si baby siapa tau dia bisa lebih tenang ya ". pamit Mamih Esty pada Kasih .
" Terimakasih banyak ya Mih ". jawab Kasih dengan lemas dan masih ada air mata yang menggenang .
Setelah Mamih Esty keluar dari dalam kamar putra sulungnya , Roy pun melangkah kan kakinya menuju Kasih yang masih berbaring lemas .
" Hey kenapa gak mau makan ?". tanya Roy pada wanita yang sedang mengandung darah daging nya .
__ADS_1
Bukan nya menjawab Kasih malah menangis tersedu yang mana membuat Roy bingung .
" Maaf Ka , Kasih gak bisa makan perut ku mual banget ". keluh Kasih dengan terisak .
" Uust kalau gak mau makan tapi jangan nangis gini dong ... " ucap Roy dengan sedikit kaku yang mana disalah artikan oleh Kasih yang menurut nya memarahi dirinya dan Kasih semakin menangis kencang .
" Kasih ko tambah nangis sih ... uuusst sudah ya saya gak marah sama kamu , Kas ." kata Roy lagi dan langsung mendekap tubuh Kasih dengan erat .
" Maafin saya ya gara-gara mengandung anak ku , kamu jadi kaya gini ". ucap Roy . Kasih yang mendengar ucapan Roy pun langsung melepaskan dekapan hangat suaminya .
" Ini anak Kasih , Kak ." sahut Kasih dengan ketus yang mana membuat Roy menganga dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal heran dengan perubahan dari wanita yang sedang mengandung darah daging nya .
" Ini juga anak saya Kas , saya turut andil pembuatan nya Kasih ". jawab Roy tak mau kalah .
" Kak Roy nyebelin , udah sana aahk pergi aja dari sini Kasih males lihat nya ... " sahut Kasih dengan nada galak nya .
" Kasih ini tuh kamar saya jadi kamu gak berhak buat ngusir saya , paham ". ucap Roy tak mau mengalah .
" Tapi ini juga udah jadi kamar Kasih , Kak Roy ". jawab Kasih dengan cemberut .
" Yaudah kalau gitu kita berbagi , udah ahk saya mau mandi dulu ... pusing kepala saya dengerin kamu marah - marah mulu ". ucap Roy acuh dan beranjak masuk ke dalam ruang ganti dan akan masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Kasih yang benar-benar emosi .
" IH AMIT - AMIT SEMOGA ANAK KU GAK KAYA KAMU KAK ROY , DASAR COWOK GAK PEKA , NYEBELIN ." umpat Kasih dengan emosi yang memuncak .
Roy pun keluar dari ruang ganti dengan bertelanjang dada pun menghampiri Kasih yang terkejut melihat Roy yang berjalan ke arah nya dan langsung duduk di samping Kasih .
" Kamu tuh dosa tau ngumpat suami kaya gitu ". ucap Roy dengan nada datar .
" BODO " jawab Kasih dengan cemberut .
" Lagian kamu tuh salah doa nya setau saya kalau kamu ucap begitu malah kebalikannya yang ada si baby akan mirip sama saya , Kasih ". ucap Roy dengan santai .
" Gak mungkin emmzzh ...." ucapan Kasih terpotong karena Roy sudah membungkam mulut Kasih dengan bibirnya dan dengan rakus Roy menyesap manis nya bibir Kasih karena Kasih habis meminum lemon tea nya .
Kasih yang sudah mulai kehabisan nafas pun memukul - mukul dada telanjang Roy ...
" huh hah .... " Kasih mengambil nafas panjang nya saat Roy melepaskan ciumannya .
" Saya suka rasa nya manis ... saya mandi dulu ya nanti kita lanjut Oke ...istri ". ucap Roy santai dan beranjak berdiri dan mulai berjalan menuju ruang ganti .
" Iiih Ogah PD banget ". sahut Kasih dengan sebal ...
__ADS_1
" Hahahaha terserah kamu aja Mutiara Kasih ". Roy tertawa lepas menanggapi ucapan Kasih .
" Diih mimpi apa gue punya suami macam dia ... sumpah nyebelin banget ". gumam Kasih .
********
Dean yang telah menyelesaikan acara mandi kilat nya pun langsung turun ke lantai bawah untuk membantu sang istri yang sedang menenangkan putri kembarnya .
" Sini sayang , Mas bantuin gendong si princess ". ucap Dean pada Hana yang masih berusaha menenangkan putri kembarnya dan langsung menyusui kedua putri kembarnya dengan di bantu oleh Dean yang memegangi salah satu bayi nya .
" Uuuh wangi - wangi banget sih nak ." ucap Dean pada kedua putrinya dan pandangan Dean pun langsung tertuju kepada dua bocah laki-laki yang masih asik bermain dan menonton film kartun kesukaan mereka .
" Hey Kakak Rama , Abang Rafa sini dong beri Kiss Papah dulu masa dari tadi Papah nya di anggurin ". ucap Dean pada kedua putranya .
" Hehehe lupa Pah ". jawab si sulung Rama dengan cengengesan .
Kedua bocah laki-laki itu langsung mendekati Papah Dean nya dan mengulurkan tangannya pada Dean .
" Gak usah salim nak , Papah nya lagi bantuin pegangin Adek kembar . Kasih kiss Papah aja sini Kakak Abang ". ucap Dean dan langsung di turuti oleh kedua putranya .
" cup "
"cup "
" Aduuh Terimakasih dua ganteng nya Papah ". ucap Dean dan kedua putranya langsung meneruskan kegiatan nya kembali bersamaan dengan Mamih Esty yang datang .
" Tadi kenapa si kembar nangis kenceng banget ?". tanya Mamih Esty pada Hana dan Dean .
" Gara - gara ulah si Roy tuh yang teriak-teriak Mih dan si kembar yang mau tidur jadi kaget ". jawab Dean mengadu kepada Mamih nya .
" Benar begitu Hana , tapi kenapa tadi Mamih dengar Dean juga teriak - teriak ".tanya Mamih Esty pada Hana .
" Iya Mih Abang Roy dan juga Mas Dean teriak - teriak buat si kembar tambah sewot ". jawab Hana dengan jujur .
" Sayang kamu tuh gak bisa bohong dikit apa ya ". bisik Dean pada Hana Istrinya .
Saat Dean berbisik tiba - tiba ia merasa telinganya di jewer oleh Mamih Esty yang mana membuat Dean kaget dan Hana yang tertawa .
" Kamu tuh sama aja kaya Roy jadi jangan main salah - salah an ". ucap Mamih Esty masih dengan menarik telinga putra bungsu nya .
" Mih jangan suka jewer - jewer Dean di depan istri dan anak-anak Dean dong Mih kan jadi jatuh wibawanya .... ". protes Dean pada Mamih Esty .
__ADS_1
" BODO" jawab Mamih Esty sambil berlalu meninggalkan putra nya yang masih nge gerutu .
********