Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bag 26


__ADS_3

Fandi memasuki tempat kerja nya dengan santai , senyum manis terus terukir dikala bertemu dengan rekan kerja nya . Lebih tepatnya senyum palsu untuk menutupi kegundahan dalam masalah yang sedang ia hadapi .


Sampai nya di ruang kerjanya yang terdapat empat bilik milik teman satu devisinya Fandi langsung menyiapkan semua keperluan kerja nya , saat Fandi berkutat dengan pekerjaan nya ia di kejutkan dengan tepukan di bahu nya .


" puk " ( anggap aja bunyinya gitu ya gaes 🤭)


" Astaga bikin kaget saya aja kas " ucap Fandi sambil mendongakkan kepalanya kearah orang yang menepuk nya .


" hehehe sory fan , habis lu serius banget sih tu". jawab Lukas sambil tertawa kecil.


" Apa , ganggu aja ". ucap Fandi datar


" itu nanti jam 10 ada rapat pembahasan nya ada di map yang kemarin saya kasih ke kamu fan ." kata Lukas


Fandi langsung mencari map yang di maksud Lukas di tas kerja dan sekitar mejanya ..


" Astaga kas , map nya gak ke bawa gimana dong ini ? " tanya Fandi bingung sambil menepuk keningnya.


" Gimana bisa sih fan , gak biasanya kamu teledor fan kalaupun kamu pulang udah gak ke buru tuh lihat udah jam 9 fan." ucap Lukas .


Saat Lukas dan Fandi kebingungan datang lah dua gadis yang satu cantik berhijab dan satu nya cantik seksi rekan satu devisi Fandi menghampiri dua pria yang kebingungan..


" Hola semua ". sapa si gadis seksi yang lumayan genit itu.


" dari mana kalian Ko baru datang..."tanya Lukas


" Yee su'uzhon kamu kas liat tuh tas kita udah ada di tempat kami kerja , kita baru selesai kasih laporan sama Pak bos tau." jawab wanita berjilbab sebut saja Mira


" iya benar tuh , kenapa wajah kalian tegang gitu masih pagi cin " ucap wanita seksi sebut saja ia Tia.


" Fandi gak bawa map yang buat kita rapat itu . Oya kemarin kalian sempet copy gak file itu ? " tanya Lukas .


" Ooh itu masalah nya ,gitu aja ko panik aku sudah copy file nya kok , yaudah aku bantuin ya ." ucap Tia genit sambil mengedipkan sebelah matanya kepada dua pria itu.


" Alhamdulillah " ucap mereka serentak dan tak menghiraukan sikap genit Tia karena memang itu sudah biasa bagi mereka.


Setelah mengatakan itu Tia pun mulai mengerjakan file itu dengan cepat . File pun sudah selesai dikerjakan Tia , Tia pun berjalan menuju ke bilik tempat kerja Fandi di lihat yang lain pun masih serius menyiapkan bahan untuk rapat itu . langkah Tia pun hampir sampai di samping badan Fandi karena Fandi tidak menyadari bahwa di samping nya ada Tia fandipun memutar kursinya dan menggerakkan kakinya kearah Tia berada ,kaki Tia pun tersandung oleh kaki Fandi dengan gerakan refleks Fandi pun menangkap tubuh seksi Tia agar tak terjatuh di lantai hingga tubuh Tia terduduk dengan di pangkuan Fandi , Ya posisi yang sangat intim .


Lukas dan Mira pun melihat kearah Fandi dan Tia dengan mata melotot dan mulut menganga karna tekejut dengan posisi ambigu itu. Kegaduhan itu bukan hanya menyita perhatian Lukas dan Mira tapi juga pasang mata indah yang hampir mengeluarkan kristal bening dan dada yang naik turun menandakan sesak yang menyakitkan.


Dia adalah Hana istri sah Fandi Ramadhani , keterkejutan mereka buyar dengan adanya suara barang jatuh .


" Prak " ( anggap bunyi map jatuh ya gaes 🤭)


Semua mata pun teralihkan ke sosok wanita yang di ketahui istri dari teman kerjanya di depan pintu .


" Hana ,Han aku bisa jelasin " teriak Fandi saat mengetahui istrinya memergoki nya namun sayang istrinya langsung berlari keluar dari tempat itu.


Fandi pun beranjak berdiri dan tanpa disadari mendorong tubuh Tia yang masih setia duduk di pangkuan nya hingga tubuh seksi itu terjatuh di lantai.

__ADS_1


" Lukas , saya izin dulu tolong di backup untuk rapat nya " Setelah mengucapkan kalimat itu Fandi langsung menyambar tas kerja nya dan berlari mengejar istrinya tanpa menghiraukan gadis yang masih merintih sakit di tubuh bagian belakang nya .


*****


Hana langsung memasuki mobil yang di kemudikan Pak jaya dengan berlinang air mata.


hingga membuat pak jaya terkejut heran.


" Pak ,buruan jalan " perintah Hana di sela tangisan nya


" eh i ... iya Nok " pak jaya pun tancap gas tanpa menanyakan perihal menantu majikannya yang menangis itu .


" Pak , jangan pulang dulu tolong antarkan saya ke pantai Pelang Wonocoy Panggul dan tolong bapak matikan ponsel pak jaya ya , Hana mohon pak ." pinta Hana sambil menangkupkan tangan di depan dada ke pak jaya untuk pergi menengkan diri sejenak.


" I iya nak , hah Tapi ( pak jaya bingung dengan permintaan Hana dan dengan berat hati dan merasa kasihan melihat Hana yang menangis akhirnya pak jaya menyanggupi) huufft iya Nok bapak matikan."


Sebenarnya kota Madiun itu Sama seperti kota Wonosobo yang tidak memiliki wisata air . Dan satu satunya wisata air yang paling dekat dari kota Madiun hanyalah pantai Pelang yang terletak di kota Trenggalek dengan jarak tempuh sekitar 2 jam 50 menit dari kota Madiun.


*****


Sekitar jam 1 siang Hana dan pak jaya akhirnya sampai di pantai Pelang , pantai dengan panorama indah dan lingkungan asri yang berpadu cantik .


Panasnya matahari tidak menjadi halangan untuk Hana menenangkan hatinya yang rapuh.


" Bapak tunggu disini ya , Hana mau kesana dan ini buat bapak beli minum " ucap Hana sambil menyerah kan beberapa lembar uang merah kepada Pak jaya .


Hana pun langsung . menuju hamparan pasir , Hana melepas flatshoes yang dikenakannya kakinya menyelusuri panasnya pasir pantai hingga kakinya menimbulkan ruam kemerahan dan sesekali tersapu air ombak . Hana memandang laut dengan pandangan jauh , menghirup udara bebas dengan air mata yang mengalir deras menangis pilu .


" INI ALASAN MU GAK MAU NYENTUH AKU HAH , KAMU JIJIK SAMA AKU MAS HUUUhuuu hu "


Hana berteriak dan menangis mencurahkan rasa sakit hati nya . suara tangisan yang sangat memilukan pada siapa saja yang mendengarkan nya .


" TUHAN APA SALAH KU , KENAPA MEREKA SETEGA INI , SUNGGUH INI BERAT TUHAN ".


Teriakan kesedihan Hana dan diikuti tubuh yang terduduk dan mendekap kedua lututnya kepala yang bertumpu di kedua lututnya nya di hamparan pasir pantai Pelang yang masih terdengar Isak tangis menyayat hati . tangisan Hana terhenti saat sayup sayup terdengar suara seseorang.


" Emangnya cukup dengan teriak gak jelas masalah lu kelar "


" Emang dengan menyalahkan Tuhan hidup lu bakal tenang "


" huh Pandang orang yang masih peduliin lu , dan Abaikan orang yang sudah buang lu "


Ucap pria misterius itu dengan memandang remeh dan mencemooh Hana .


" Udah gak usah teriak dan nangis terus buang buang tenaga tau...." ucap santai pria misterius itu dengan nada mengejek Hana dan berlalu pergi meninggalkan Hana yang termangu dengan kata kata pria misterius itu.


Hana masih duduk dan masih terdengar suara Isak tangis dari bibir merah muda itu , sampai lamunannya buyar karena ada tepukan pelan di bahunya.


" Ndok ayo pulang ,ini sudah jam 3 sore nak nanti kita bisa kemalaman sampai rumah ."

__ADS_1


Pak jaya datang ke Hana yang terduduk di atas pasir dengan keadaan yang cukup kacau, pak jaya mengingatkan bahwa waktu sudah sore , Hana mendongak kan kepala nya dan matanya mengerjap karena lumayan perih akibat terlalu lama menangis.


" Ndok ayo pulang , Masalah nya harus di hadapi kasihan anak anak pasti sudah menunggu mama nya , ini minum biar tidak lemas nak ." kata Pak jaya dan menyerahkan sebotol air mineral ke Hana dan membantu Hana untuk berdiri .


*****


Dilain tempat ada seorang pria tampan yang sedang kalut mencari istrinya yang pergi dengan prasangka buruknya dengan supir keluarga nya bahkan keduanya di hubungi pun tak bisa. Hingga akhirnya ia meminta tolong kepada sahabat nya yang berprofesi sebagai Polisi untuk melacak sang istri . Tepat di hadapan sahabatnya yang tak lain Doni , Fandi menceritakan semua yang terjadi hingga Doni merespon dengan.


" PLAK " suara tamparan menggema di ruangan itu .


" Sudah saya bilang kalau sudah tak menginginkan nya lepaskan , Jangan kamu malah tambah menyakiti nya " ya yang menampar pipi Fandi adalah Doni karena geram dengan sahabatnya .


" DONI apa yang kamu lakukan sialan ." Fandi memegang pipinya yang merah dan memandang Doni dengan merah tidak mengerti dengan apa yang di lakukan oleh sahabatnya .


" Saya mau menyadarkan kamu agar tidak seperti saya fandi , menyesal dan di liputi rasa bersalah sepanjang hari saya , kamu lupa dengan apa yang terjadi sama pacarku yang sama seperti Hana dan bodohnya saya malah meninggalkan dia disaat terpuruk nya hingga ia merasa sendiri dan hina hingga dia bunuh diri , Saya gak mau kamu jahat seperti saya fan , kalo memang kamu tidak bisa menerimanya se enggaknya kamu tidak menambah rasa sakitnya atau lepaskan dia baik baik fan ." jawab Doni dengan rasa getir yang tiba tiba menyeruak hatinya.


" maafkan saya fan ". ucap Doni merasa bersalah.


" iya gak apa-apa , maafkan juga saya Don sudah membangkitkan kenangan itu". jawab Fandi


" Yaudah sana kamu pulang dan istirahat dulu , nanti kalau sudah ada info saya hubungi."


" iya makasih Don , Assalamualaikum " pamit Fandi


" Waalaikumsalam".


******


Saat keluarga Fandi akan makan malam termasuk Fandi , anak anaknya , mbok Jum serta ibu dan bapak nya Fandi.


" Loh ini istrimu mana fan , ko belum turun dan mbok Jum ko pak jaya juga gak ada ..? " tanya ibu Tuti merasa anggota keluarga nya ada yang kurang.


" eem Hana tadi setelah dari kantor ku pamit untuk …" Fandi menjawab dengan gugup , perkataan nya terpotong karena terdengar suara salam seseorang .


" Assalamualaikum Bu , pak , mbok dan anak anak mamah " salam Hana masuk ke dalam rumah menuju dapur dan menyalami mertua, mbok Jum dan anak anak nya tapi tidak melirik sama sekali kearah suaminya.


" ibu bapak ,mbok , kaka adik ,mamah mau bersihkan badan dulu ya ... Soalnya mamah KOTOR " Ucap Hana dengan menekan kalimat terakhir nya. dan berlalu naik tangga ke kamarnya .


Mereka yang di meja makan pun saling berpandangan bahwasanya Hana pulang dalam keadaan yang cukup kacau ,dari baju yang lusuh , celana yang setengah basah , rambut yang agak berantakan dan wajah dan mukanya yang sembab merah . Fandi pun beranjak untuk menghampiri Istrinya.


" Em anak ayah maemnya dihabisin ya ,ayah mau liat mamah dulu , ibu , bapak ,mbok Fandi keatas dulu ."


Tanpa menunggu jawaban mereka Fandi langsung berlalu ke kamar nya.


*****


Di dalam kamar , tubuh Hana langsung merosot terduduk dan menangis saat melihat wajah suaminya dia teringat kembali bayangan saat suaminya yang bermesraan.


" Hati aku sakit dan aku cemburu mas saat melihat kamu bermesraan dengan wanita lain , apa perasaan mu juga sama mas saat tahu aku disentuh pria lain , maafkan aku mas tapi ijinkan untuk kali ini bersikap egois mas Fandi hiks hiks hiks". ucap lirih Hana di tengah tangisannya dan saat mendengar derap kaki seseorang mendekat Hana langsung beranjak kedalam kamar mandi.

__ADS_1


*****


Beri dukungan terus karya pertama ku ya teman-teman reader , supaya aku makin bersemangat nulisnya ... Terimakasih untuk yang sudah kasih support..🙏🙏


__ADS_2