Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 42


__ADS_3

Pak Wahyu dan Bu Wina pun terkejut atas kedatangan anak dan menantunya serta cucu cucu yang sangat di rindukan nya .


" Assalamualaikum Pak Bu " ucap salam Fandi dengan mencium tangan kedua mertuanya .


" Waalaikumsalam , Ya Allah kok datang gak kasih kabar dulu Jadi Ibu gak siapin apa apa nak ". Ucap Bu Wina pada menantu nya.


Saat Fandi ingin menjawab ucapan Ibu mertuanya sudah ada suara nyaring yang saling bersahutan di balik punggung Fandi .


" Uti ,… Akung … Uti … Akung … Uti …" teriak si sulung dan si bungsu bersahutan .


" Hay jagoan nya Akung ," ucap Pak Wahyu dan menggendong si sulung Rama.


" Ganteng nya Uti tambah nyempluk tenan Dek " ucap Bu Wina dan langsung menggendong si bungsu Rafa dengan gemas .


" Cucu cucu Uti sudah makan belum ?" tanya Bu Wina pada kedua cucunya.


Kedua bocah laki-laki itu menggeleng kan kepalanya secara bersamaan.


" Ya Allah kasihan sekali , emang Ayah gak kasih mamam Hem … " kata Bu Wina sambil mengelus rambut si bungsu Rafa.


" Ndak tita bobok Uti " jawab si bungsu dengan cadel .


" Uti yang mamam terus dari tadi Mamah , Uty Akung ." jawab si sulung Rama.


" Ooh iya ya Akung ko belum lihat Mamah kalian ya ". ucap Pak Wahyu pada cucu cucu nya .


" Hana di sini Pak Bu " kata Hana mengagetkan kedua Parubaya itu karena Hana muncul di balik punggung mereka dan langsung mencium tangan Bapak Ibu nya serta mencium pipi kedua orangtuanya.


Bu Wina dan Pak Wahyu pun langsung melihat putri yang sangat di sayanginya hingga pandangan nya pun langsung bertemu.


" DEG "


( Ada apa dengan putri ku , kenapa matanya memancarkan kesedihan ) Bu Wina bergumam dalam hati dengan masih mengamati gerak-gerik putrinya .


" Yaudah ayo ayo masuk ko malah jadi di luar gini " kata Pak Wahyu tiba tiba .


Keluarga itu pun masuk kedalam rumah dengan pikiran yang berkecamuk dalam hati mereka masing-masing.


Hana pun langsung berjalan menuju kamar nya untuk meletakkan tas nya serta menghindari kegugupan berhadapan dengan kedua orangtuanya , Fandi sedang menurun kan buah tangan yang di bawa nya dari rumah serta anak anak yang langsung berlari kesana kemari dengan di awasi Akungnya dan Bu Wina yang ke dapur untuk membuatkan minuman serta menyajikan makanan untuk anak dan menantu serta cucu cucu nya .


" Bu , Alfa gak pulang .? " tanya hana pada ibunya saat hana menyusul Ibu nya ke dapur .


" Pulang setiap 1 bulan sekali kalau kerjaannya gak banyak Ndok " ucap Bu Wina pada anaknya.


" Ibu tuh bingung Ndok kamu pulang gak ngabarin jadi Ibu gak nyiapin makanan loh, tuh lihat ibu masak nya pedes semua ." ucap ibu sambil membuka tudung saji di meja makan .


Hana pun langsung melihat isi dalam tudung saji dan matanya langsung berbinar senang melihat masakan Ibu nya.


" Waah enak nya , asik Ibu masak oseng kangkung sama ikan kembung di sambelin iih tiba tiba jadi laper Bu ." ucap Hana senang .

__ADS_1


" Iya nanti makan yang banyak ya , tapi Iki piye anak-anak di masakin apa ?" tanya Ibu masih bingung .


" Masakin telur ceplok aja Bu sama kecap anak-anak juga suka ko " jawab Hana .


" Oalah jauh jauh ke rumah Uti nya masa di masakin telur ceplok Ki piye no ". Ucap Bu Wina .


" Iya gak apa-apa Bu , nanti sore baru ibu masak yang enak buat anak anak ya hehehe " jawab Hana sambil tertawa kecil.


" Yauwes Ibu masakin telur ceplok dulu , ini bawa minumannya ke depan ya Ndok" kata Bu Wina.


Hana pun langsung mengambil nampan yang berisi minuman dan berjalan pelan menuju ke depan ruang tamu di mana suaminya sedang duduk namun baru berjalan sejauh 3 meter Bu Wina memanggilnya kembali.


" Ndok Na " panggil Bu Wina , Hana pun menoleh ke belakang.


" Ibu lihat kamu gemukan loh ndok ." kata Bu Wina .


" Masa sih Bu udah dulu ya Bu ini berat " jawab Hana pun kembali melanjutkan langkahnya membawa minuman menuju ruang tamu .


*****


Bu Wina pun keluar dengan membawa dua piring berisikan telur ceplok,nasi yang di kasih kecap .


" Ayo anak anak Mamam dulu ya nanti main lagi , ayo siapa yang mau di suapin Uti ?" tanya Bu Wina pada kedua cucunya .


" Atu cuapi Uty" jawab si bungsu Rafa .


" Berarti kakak di suapin Akung ya ganteng. tapi maaf ya Uti cuma masakin telur ceplok


" Adek syuka Uti " jawab si bungsu lagi .


" Nak Fandi , sana makan siang dulu Ibu sama Bapak tadi sudah makan sebelum kalian datang . Sana ndok suaminya di ladeni " suruh Bu Wina pada anak dan menantunya .


" Iya Bu , ayo Mas makan dulu ." ajak Hana pada Fandi .


" Pak Bu mari " ucap Fandi sopan pada mertua nya yang mulai sibuk menyuapi kedua putranya.


" Iya iya le di kenyangin ya makannya ." ucap Pak Wahyu.


Hana dan Fandi pun beranjak jalan menuju meja makan .


" Uti , Uti kita mau punya adek baru tau " Adu si sulung Rama pada Uty nya .


" Yang bener kak " tanya Bu Wina terkejut sekaligus senang .


" Ia Atung di pelut mama dada Ade bayina ". jawab si bungsu Rafa dengan cadel .


" Adek makan sambel ya biar ngomong nya jelas nak hehehe" Pak Wahyu menggoda cucu nya yang kecil .


" Ndak , syambel itu huh hah nanti adek nanis ". jawab Adek Rafa sambil melambaikan kedua tangannya pertanda gak mau .

__ADS_1


Hahaha semuanya pun serentak tertawa mendengar jawaban si gembul Rafa .


" Bu " panggil Pak Wahyu .


" Apa Pak " jawab Bu Wina tanpa melihat wajah suaminya karena sibuk menyuapi cucunya .


" Arep bati maneh akdewe Bu ne nambah putu" ( mau untung lagi kita buk tambah cucu kita ) .


Bu Wina mengangguk kan kepala nya dan tersenyum merekah .


" Pak nanti gak usah di tanyain ya , biar mereka yang cerita kita pura pura gak tau aja ya Pak ". ucap Bu Wina dengan terkikik


" Siap bos " jawab Pak Wahyu .


*****


Di meja makan ada dua pasang suami istri yang sedang menikmati makan siang nya .


" Han " panggil Fandi pada Istrinya.


" Hem " jawab Hana karena mulutnya penuh dengan makanan.


" Han makannya pelan pelan dong itu nanti kalau keselek gimana ". Fandi memperingati Hana yang makan seperti orang kesurupan .


" Apa sih Mas , Hana kan laper lagian Hana makan buat 2 nyawa yang ada di dalam sini juga ". jawab Hana setelah meneguk air minum nya dan menunjuk ke arah perutnya .


" Iya tapi gak gitu juga Han " . ucap Fandi lagi .namun Hana tak menjawab karena sibuk dengan makanan nya .


" Terserah kamu , orang itu bukan bayi ku juga ops…" ucap Fandi ketus dan keceplosan dengan perkataan nya .


Mendengar ucapan Fandi , hati Hana langsung mencelos dan mengunyah makanan nya dengan pelan setelah selesai Hana pun menyudahi acara makan nya dan menunduk dengan mata berkaca-kaca .


" Ma… Maafkan Mas gak sengaja , Han ." ucap Fandi merasa bersalah.


" Kamu gak bilang gitu ,aku juga tau Mas ini bukan anaknya Mas Fandi , tapi biar gimanapun mereka adalah anak Hana , Mas". ucap Hana sambil menatap tajam suaminya dan air mata yang mulai menetes dan memerah .


Fandi benar benar merasa bersalah atas ucapannya apalagi saat melihat sorot mata yang mengisyaratkan keterlukaan yang dalam .


Saat pasangan suami istri itu sedang beradu pandang, ada yang mengejutkan mereka berdua .


" Apa maksudnya bukan anaknya siapa dan anaknya siapa " tanya Bu Wina spontan dengan apa yang di dengarnya .


" DEG "


" DEG "


*******


Tengtow hayo loh ,apa yang bakal terjadi ...?

__ADS_1


terus mampir ke karya author remahan peyek ini ya teman teman reader ...


Jangan lupa like n komenya … Terimakasih 😊🙏🙏😊


__ADS_2