
Tak terasa 3 bulan telah berlalu , kini kandungan Kasih pun telah memasuki trimester 2 perut Kasih pun terlihat besar di usia 7 bulan . Roy pun semakin memanjakan dan perhatian kepada istrinya dan calon buah hati nya walaupun belum ada kalimat cinta yang terungkap dari masing - masing mereka namun itu bukan masalah besar yang terpenting kedua nya selalu kompak dan saling mensuport .
Namun 2 minggu belakangan ini Kasih sebagai seorang istri merasa ada sesuatu yang aneh dari suaminya , ia merasa ada yang sedang di sembunyikan oleh Roy entah apa itu apa karena setiap Kasih bertanya Roy selalu menjawab .
" Tidak ada apa - apa , semua baik - baik saja ". selalu saja kalimat itu yang keluar dari bibir suaminya Roy sebagai jawaban yang tak membuat Kasih puas .
Perubahan Roy memang tidak terlalu mencolok hanya terkadang saat ia mendapatkan telpon dari seseorang Roy akan cepat pergi keluar rumah dan sebagai alasan saat ia di tanya oleh Mamih Esty atau siapapun ia selalu berbohong dan mengkambinghitamkan Kasih dan calon bayi mereka .
Dan pernah Kasih menemukan bukti transferan uang ke seseorang yang Kasih tak kenal dengan jumlah yang cukup besar dan itu dilakukan Roy bukan hanya sekali atau dua kali tapi ini sudah yang ke 4 kalinya .
Jika transaksi uang itu ada hubungannya dengan perusahaan milik kedua orang tua Kasih yang sekarang di pegang penuh oleh Roy pasti Kasih akan mengetahui laporan kegunaan uang itu namun ini tidak ada laporan masuk ke email pribadi Kasih dan bisa di pastikan bila uang yang suami nya transfer ke seseorang itu tidak ada kaitannya dengan perusahaan Mekar Jaya milik orang tua Kasih .
Ya satu bulan lalu Roy meminta pada Papih Dika dan Dean untuk mengundurkan diri dari Dewantara Group untuk fokus memimpin perusahaan milik orang tua Kasih yang masih bekerja sama erat dengan Dewantara Group yang mana membuat perusahaan yang hampir gulung tikar itu bisa sukses dan semakin maju pesat dan mengharuskan Roy fokus ke perusahaan peninggalan mertuanya .
Walaupun berat namun akhirnya Papih Dika dan Dean pun terpaksa menyetujui keputusan Roy untuk keluar dari Dewantara Group . Dan kini posisi Wakil Direktur di isi oleh Joni dan asisten pribadi Dean diisi oleh Johan sepupu dari Joni .
Semua kecurigaan Kasih kepada Roy hanya ia pendam sendiri dengan tanda tanya besar di benak nya . Ingin ia bercerita kepada Hana sahabat sekaligus adik ipar nya serta Ibu mertuanya namun Kasih belum berani karena takut dengan banyak hal .
Apalagi saat ini waktu sudah larut malam namun Roy belum pulang dan Kasih sempat menghubungi Oki yang menjabat sebagai asisten pribadi suaminya yang mengatakan bila Roy suaminya sudah pulang dari kantor sejak pukul 7 malam yang mana membuat perasaan Kasih semakin kalut saat mendapatkan jawaban dari Oki mengenai Roy .
" Kamu pergi kemana Ka ?".
__ADS_1
" Kenapa sampai jam segini kamu belum pulang "
" Atau kamu mulai berkhianat kepada ku dan calon anak kita ?" gumam Kasih dalam hati .
"Apa aku cerita dengan Papih dan Dean ya biar bisa membantu mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan mu Ka ?" pertanyaan yang ada di benak Kasih di tengah lamunannya .
Lamunan Kasih terganggu dengan kedatangan sang suami yang masuk ke dalam kamar nya setelah pulang dari kantor atau entah darimana sudah larut malam gini .
" Ceklek "
Roy membuka pintu kamar pelan agar tak mengganggu tidur sang istri namun ternyata ia salah .
" Loh ko belum tidur Bun ?". tanya Roy dengan mengernyitkan keningnya merasa heran melihat Kasih belum tidur .
" Belum ngantuk Ka ... Ka Roy baru pulang dari mana ko sampai malam banget ?". tanya Kasih pada Roy yang baru keluar dari kamar mandi untuk mencuci tangan dan mulai menghampiri Kasih yang duduk di pinggiran ranjang .
" Ko masih tanya dari mana sih Bun ". jawab Roy sambil berjongkok di hadapan Kasih dengan mengelus perut Kasih yang sudah besar .
" Ya tanya aja biar tambah jelas Ka Roy dari mana nya ". ucap Kasih dengan datar .
" Ya pulang dari kantor dong kan kamu tau sendiri kantor tuh lagi banjir orderan kan Bun ". jawab Roy dengan santai .
__ADS_1
" Deg "
Kasih merasa terkejut dengan jawaban suaminya .
" Kamu bohong Ka ". ucap Kasih dalam hati sambil menatap dingin pada Roy .
" Kamu belum tidur apa si kecil lagi pengen sesuatu Bun ?". tanya Roy sambil mengelus lembut perut Kasih dan sesekali menciuminya .
Dan Kasih menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan dari suaminya .
" Si kecil lagi pengen apa Bun ?". tanya Roy dengan antusias .
" Si kecil lagi pengen di peluk Ayahnya ". jawab Kasih , Roy yang mendengar jawaban dari Kasih pun merasa senang .
" Wah itu mah yang mau bukan hanya si kecil tapi juga Bunda nya ya ... ". goda Roy pada Kasih dengan menaik turunkan alisnya .
" Yaudah aku mandi dulu ya nanti pasti akan Ayah peluk sampai Bunda nya nyaman ". ucap Roy lagi sambil mencium kening Kasih dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya .
Saat Roy sudah masuk ke kamar mandi tangis Kasih pun pecah tak percaya suaminya bisa berbohong seperti itu banyak pikiran buruk yang terlintas di benak wanita yang sedang hamil itu .
" Ada apa dengan mu Ka , kenapa sampai berbohong seperti itu ?". gumam Kasih lirih dan menggigit ujung selimut agar suara tangisan nya teredam dan tak terdengar oleh Roy .
__ADS_1
************