Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 172


__ADS_3

Kasih sungguh terkejut dengan kedatangan mertuanya  Papih Dika yang secara tiba - tiba menemui nya di villa dan menanyakan kabarnya yang nyatanya jauh dari kata baik - baik saja , Papih Dika pun menanyakan perihal perasaan nya setelah berhasil membalas perbuatan putranya yang nyatanya malah membuat dirinya merasa tersiksa dengan perasaan yang tak ia sadari kepada suami tega nya itu .


Ketenangan yang menjadi tujuan utama nya datang ke villa itu semua buyar setelah ia bertemu dengan suami nya di malam ulang tahun perusahaan Dewantara Group milik keluarga suaminya .


Saat berbincang - bincang dan Kasih pun mengaku apa perasaan sebenarnya kepada sang suami kepada Papih Dika dan Pria parubaya itu hanya tersenyum penuh arti namun senyum itu hanya bertahan sebentar saat ponsel Papih Dika berdering dan Papih Dika pun mengangkat panggilan seseorang yang tak di ketahui oleh Kasih .


Di tengah perbincangan nya kepada oran itu seketika raut wajah Papih Dika pun berubah menjadi cemas dan khawatir .


Saat Papih Dika selesai dengan panggilannya , Papih Dika mengajak Kasih untuk ikut bersama dengan Papih Dika yang mana menimbulkan banyaknya pertanyaan untuk Mertuanya namun tak di jawab oleh Papih Dika dan Akhirnya walaupun dengan perasaan bingung dan penasaran Kasih tetap mengikuti langkah Ayah mertuanya .


Dan kini Kasih , Papih Dika sudah duduk di kursi belakang dan Om Tama di kursi depan dengan Johan yang mengendarai mobil nya melaju entah menuju kemana .


" Kasih ada yang kamu ingin kan ?". tanya Papih Dika .


" Gak Pih ini sudah di siapkan semua oleh Bik Kokom dan Suster Lusi , Pih sebenarnya kita mau kemana kenapa arah nya berbeda dengan jalan menuju rumah ?". tanya Kasih dengan rasa penasaran nya yang besar .


" Nanti kamu juga tau sebaiknya kamu istirahat saja ya ... nanti kalau sudah sampai Papih akan bangun kan ". jawab Papih Dika dengan mengelus kepala menantu nya dan di angguki oleh Kasih .


Karena rasa kantuk akibat meminum vitaminnya di tambah dengan hormon dari kehamilannya nyatanya kini Kasih sudah terlelap tidur .


Dan tak terasa mobil berhenti  Papih Dika pun menoleh pada menantunya yang ternyata masih terlelap tidur dan dengan pelan Papih Dika membangun kan Kasih .


" Kasih bangun nak "


" Kasih , kita sudah sampai ". Panggil Papih Dika dan Kasih pun mulai membuka matanya perlahan .


" Eeem sudah sampai mana ini Pih ". tanya Kasih dengan melihat tempat sekelilingnya dan seketika Kasih terbelalak dengan perasaan yang tak enak .


" Deg "


" Ko kita ke rumah sakit Pih .. Siapa yang sakit ?". tanya Kasih dengan penasaran .


" Ayo kita turun dan lihat ya ". jawab Papih Dika dan langsung turun dari mobil dengan di ikuti oleh Kasih .


*********


Di ruang perawatan seorang pria tampan sedang tiduran dengan wajah pucat dan lemas di tempat tidurnya .


Ya Roy setelah berbincang bersama Mamih Esty , Roy langsung di larikan ke rumah sakit karena tiba - tiba ia pingsan tak sadarkan diri setelah mengeluhkan rasa sakit di bagian kepalanya di pangkuan Mamih nya .


Mamih Esty yang mengetahui putra nya pingsan pun langsung panik dan berteriak meminta tolong dan Dean yang mendengar teriakan Mamih Esty nya pun langsung membawa Kakak nya ke rumah sakit tempat Om Zaki nya dan sepupunya bertugas .


Om Zaki yang langsung menangani keponakan nya pun menyatakan bila Roy asam lambung nya naik serta dehidrasi sehingga tubuhnya lemas .

__ADS_1


" Ada apa sebenarnya Dean dengan Kakak mu ini , tumben kondisinya drop seperti ini .?". tanya Om Zaki pada Dean .


" Biasa Om ada masalah hati dengan istrinya  ". jawab Dean sekenanya .


" Oh seperti itu , ya sudah habis ini Kakak mu akan di pindahkan ke ruang rawat karena tubuhnya ben ar - benar lemas jadi sekitar 2 hari Roy harus di rawat ". ucap Om Zaki .


" Siap ". jawab Dean


Dan kini Mamih Esty , Dean serta Ivan berada di kamar rawat tempat Roy di rawat .


" Heleh Roy rindu berat sama istri sampai masuk rum ah sakit gini ".ejek Dean pada Kakak nya .


" Kalau gue gak lemas bener - bener gue tampol lo ya De ". jawab Roy sewot .


" Dihh sewot lo . biarin gue doain si Kasih biar tambah gak pulang - pulang sekalian terus dapet cowok baru ." balas Dean .


" Diiih mulut lo bener - bener minta di bom ya Dean ". jawab Roy .


" MAMIH NIH DEAN MULUTNYA RESEK BANGET ..." adu Roy pada Mamih Esty yang sedang duduk di sofa yang ada di kamar .


" Dean jangan ganggu Kakak mu , jangan suka ngeledekkin gitu kamu gak inget kamu juga dulu frustasi gara - gara di tinggal Hana pergi ". ucap Mamih Esty pada putra bungsunya .


" Hahhaaha Haha " semuanya pun tertawa mendengar ucapan Mamih Esty tak terkecuali Roy yang tertawa senang merasa di bela .


" Makanya Roy jadi suami itu jangan galak - galak jadinya gini kan istri lo kabur ". ejek Ivan bergantian .


" Dihh lo gak tau aja aslinya si Kasih itu lebih galak dari Roy , Kasih cuma kalah tenaga aja sama si Bodoh ini ". Dean menjawab ucapan Ivan membuat Roy tambah sewot .


" LO bisa keluar gak Dean , kepala gue makin sakit tau denger lo ngoceh dari tadi " ucap Roy .


" Kalau itu sih gue percaya Dean kalau gak menang tenaga nyatanya si Kasih langsung hamil gitu ".ucap Ivan .


" Dih lo berdua tuh bener - bener ya ". sahut Roy dan langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut malas meladeni ledekan semua orang yang ada di kamar nya .


Mungkin karena efek obat akhirnya Roy tertidur dengan lelap . Melihat Roy tertidur Dean dan Ivan pun berpamitan keluar dari kamar Roy . Ivan pamit untuk menyelesaikan pekerjaannya di rumah sakit ini dan Dean pamit pulang untuk mengambil baju dan keperluan Kakak nya .


Dan kini tinggallah Mamih Esty yang menunggu Roy di dalam kamar rawat .


*********


Papih Dika dan Kasih serta Om Tama pun sampai di depan kamar rawat Roy dan siap membuka pintu namun Kasih langsung memegang baju mertuanya .


" Pih sebenarnya siapa yang sakit ?". tanya Kasih pada Papih Dika .

__ADS_1


" Ya ayok kita lihat siapa yang sakit di dalam ya .." jawab Papih Dika dan membuka pintu kamar rawat seseorang dan menampilkan Mamih Esty yang sedang duduk dengan memegang ponselnya serta satu orang yang tidur di tempat tidur dengan menutup semua tubuh nya dengan selimut .


" Hai sudah sampai Pih " tanya Mamih Esty saat melihat suaminya dan Kasih yang berada di belakang tubuh Papih Dika pun langsung menggeser tubuhnya .


" Aaahk Kasih datang juga kesini nak ...  Astaga gimana kabar mu sayang ". Mamih Esty langsung memeluk tubuh menantunya saat melihat Kasih .


" Kasih baik ko Mih dan siapa itu yang sakit Mih ". jawab Kasih dan pandangan nya pun langsung tertuju ke tempat tidur yang terdapat gundukan tertutup berselimut .


" Oh itu kamu bisa lihat sendiri nak ... sana buka saja ". ujar Mamih Esty .


" Hah " Kasih bingung dan Mamih Esty menganggukan kepalanya dan mulai berjalan mendekati tempat tidur dan saat sampai tepat di samping tempat tidur Kasih pun menoleh pada Mamih Esty dan Papih Dika .


" Buka saja nak ". ucap Papih Dika dengan tersenyum .


Kasih pun langsung membuka selimut itu dengan perlahan dan seketika ia melihat wajah pria yang selama ini di pikirannya , Wajah Roy yang pucat dengan keringat yang mengucur di wajah tampan nya .


" Deg "


" Ka Roy ". gumam Kasih dengan air mata yang mulai menggenang .


" Ka Roy bangun Kasih minta maaf Ka ". ucap Kasih dengan air mata yang mengalir deras .


" Ka Roy , Kasih mohon bangun , ka Roy sakit apa ....?". ucap Kasih dengan memeluk tubuh Roy dan menangis tersedu .


Roy yang sedang tertidur pun merasa berat di bagian dadanya dan mendengar suara tangisan seorang wanita yang di rindukannya .


" KA ROY BANGUN JANGAN TINGGALKAN KASIH DAN ANAK KITA ". Kasih menangis histeris dan memanggil suaminya .


Roy pun mulai membuka matanya dengan perlahan  dan menggeliat kan tubuhnya yang di timpa oleh seorang wanita yang menangisinya dengan histeris .


" Eeem Kasiih ". gumam Roy . Kasih yang mendengar suara suaminya pun langsung bangun dari tubuh Roy .


" Ka Roy udah bangun ". ucap Kasih dengan senyum dan air mata yang menjadi satu .


" Iya lah saya bangun kan saya cuma tidur Bun bukan nya Mati ...." jawab Roy nyeleneh dan Kasih yang mendengar jawaban suaminya langsung .


" PlAAK " memukul lengan Roy dan cemberut .


" Nyebelin " ucap Kasih dan Roy tertawa lepas .


" Haahaahahhaha .....iya Maaf ya ". sahut Roy dan langsung memeluk tubuh Kasih dan sesekali mencium pucak kepalanya .


*********

__ADS_1


__ADS_2