
Sore harinya setelah Hana terbangun dari tidur siang nya Hana pun beranjak untuk merapihkan mainan kedua putranya yang masih berserakan di lantai kamar anak anak , dan membangun kan jagoannya serta memandikan anak anak nya hingga tampan dan harum . Saat sedang mendandani kedua putranya terdengar suara ketukan pintu dari luar .
" TOK TOK TOK "
"masuk gak di kunci ko " ucap Hana .
"Klek "
" Ooh Mba Fani , ada apa Mba ...?" tanya Hana pada kakak ipar nya.
" Waah keponakan umi sudah pada ganteng dan harum lagi wah udah siap nih . gini loh Han , Mba sama Mas Rendi mau ajakin anak anak jalan jalan boleh gak .. ?" Kata Fani pada kedua ponakan nya dan meminta ijin pada Hana untuk memawa kedua putranya jalan jalan.
" Kalau Hana si boleh aja Mba tapi apa nanti gak ngerepotin Mba dan Mas Rendi..?" jawab Hana dengan sopan .
" Asik boleh jalan jalan sama umi dan Abi ". sorak Kakak Rama dan adek Rafa senang , ya anak anaknya Fandi memanggil Fani dan Rendi dengan panggilan Umi dan Abi begitupun Farah anak Fani memanggil Hana dan Fandi dengan panggilan Mamah dan Ayah .
" Gak ko kan ponakan umi anak baik , yaudah yuk Udah di tunggu Abi tu , pamit dulu sama Mamah ya ." kata Fani kembali ,anak anak itu pun mendekat dan menyalami tangan Hana dan mencium pipi Hana .
" Mba tinggal dulu ya Han , Assalamualaikum ".
" Waalaikumsalam mba hati hati ya , titip anak-anak ." jawab Hana .
*****
Saat anak-anak nya pergi jalan-jalan dengan Umi , Abi dan juga kakak Farahnya . Hana pun melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah lima sore .
" Wah udah sore banget , sebaiknya aku mandi dulu terus bantuin mbok Jum masak buat makan malam ." ucap Hana dan mulai beranjak berjalan menuju kamar nya.
" Ceklek "
" Oops maaf Mas , Hana gak tau ." ucap Hana terkejut melihat di dalam kamar nya tenyata ada Fandi yang hanya memakai handuk yang melilit di pinggang nya seperti nya baru ia selesai mandi.
" Jeder " Hana pun dengan cepat menutup kembali pintu dan duduk di kursi depan kamarnya , Hingga 5 menit kemudian pintunya terbuka sedikit .
"klek "
Hana pun melihat ke arah pintu yang terbuka sedikit namun tak ada yang keluar dari kamar itu , dengan perasaan yang campur aduk Hana pun masuk kedalam kamar nya karena sudah gerah ingin mandi .
"kreeek"
Hana pun mulai melangkah ke dalam kamar dan bisa di lihat masih ada Fandi yang duduk di kursi depan meja rias sedang melihat Hana dengan pandangan yang tidak bisa di artikan.
__ADS_1
Hana pun mengabaikan suaminya dan berjalan melewati sang suami hingga tepat di depan suaminya , Hana merasakan tangan nya di pegang oleh Fandi.
" em mas ada apa " tanya Hana dengan wajah yang menunduk.
" Hana kenapa harus bersikap seperti ini , apa kamu lupa biar gimana pun sekarang kamu masih istriku Hana , kamar dan semuanya masih milik mu Han . Tolong bersikap sewajarnya pada ku Hana ." ucap Fandi dengan mengamati wanita yang menunduk an wajah nya.
Hana pun mulai mendongakkan kepalanya melihat langsung sorot mata Fandi dengan pandangan dinginya .
" iya SEKARANG Hana memang istri Mas Fandi , Hana gak lupa ko. Tapi beberapa hari lagi Hana mungkin sudah menjadi mantan istri Mas Fandi kan ..?, Hana hanya mulai belajar untuk terbiasa tidak melihat wajah mas Fandi karena sebentar lagi kita akan berpisah bukan ." ucap Hana menekan kata SEKARANG dengan menahan rasa sesak di dadanya.
" Deg "
" Maaf Mas , ini udah sore Hana harus segera mandi karena ibu hamil dilarang mandi kesorean ." ucap Hana sambil melepaskan pegangan tangan Fandi yang termangu dengan ucapan Hana dan berjalan cepat menuju ke lemari untuk mengambil pakaian ganti dan berlalu masuk ke kamar mandi.
" Shit … sialan kalau bukan gara gara si br*ngk*k itu hidup ku gak akan berantakan seperti ini " gumam Fandi dengan rahang yang mengeras dan tangan yang mengepal .
****
Hana pun keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian lengkap nya , Hana duduk di kursi depan meja rias nya dalam pantulan cermin Hana bisa melihat sang suami yang sedang merapikan penampilan yang seperti nya akan pergi keluar rumah , Hana pun masih bisa mencuri pandang ke arah suaminya yang mendekat pada dirinya .
" Han ". panggil Fandi setelah ada di belakang punggung Hana hingga harum maskulin suaminya bisa tercium oleh Hana.
" Orang di ajakin ngomong ko gak balik si " ucap Fandi lagi .
" huufft iya apa Mas ?". dengan menghela nafas panjang baru deh Hana menjawab dengan memutar tubuhnya ke hadapan Fandi.
" Mas mau keluar sebentar ya mau ketemu sama Doni , nanti makan aja dulu yaudah Mas berangkat Assalamualaikum". kata Fandi berpamitan pada Hana .
" Cup " Fandi tiba tiba mengec*p kening Hana dan berlalu meninggalkan Hana yang terkejut.
" Waalaikumsalam " Hana tersadar dari keterkejutan nya akan sikap suaminya.
" Kenapa harus seperti ini sih mas , kamu membuat aku semakin sulit untuk berpisah dengan mu Mas." gumam Hana dalam hati dan meneteskan air mata nya.
****
Hana berjalan menuju dapur di lihatnya sekitar rumah terasa sepi.
" Ini rumah ko sepi banget ya ." ucap Hana dan melihat dapur juga tidak ada Mbok Jum .
Hana pun membuka lemari pendingin untuk mencari bahan masakan yang akan ia masak untuk makan malam keluarga nya. , Tapi ternyata di lihat di lemari pendingin pun tidak ada bahan masakan yang bisa di olah nya.
__ADS_1
Akhirnya Hana pun berjalan menuju rumah belakang tempat mertua nya istirahat untuk menanyakan Mbok Jum yang tidak ada di rumah.
Sesampainya di rumah belakang ia bisa melihat ibu mertuanya sedang menonton TV namun dengan pandangan kosong. Hana pun menghampiri perempuan paruh baya yang di sayanginya setelah Bu Wina.
"Assalamualaikum buk " salam Hana .
" Waalaikumsalam eh Hana " ucap salam Bu Tuti sambil tersenyum manis pada menantunya itu.
" Ibu gak apa-apa kan ada yang sakit gak ?" Hana menanyakan keadaan ibu mertua nya.
" gak nak , ibu sehat ada apa sayang ..?"
" syukurlah , Ibu harus selalu sehat ya jangan sakit sakit lagi ya . Oh ya Hana mau tanya itu Mbok Jum kemana ya ,ibu tau gak ..?". tanya Hana sopan.
"oh Mbok Jum pergi ke pasar tumpah buat beli bahan masakan nak . Iya ibu mau sehat nak , ibu akan turuti semua pesan mu karena kamu mau pergi ninggalin ibu kan..?" ucap Bu Tuti .
" DEG"
" Ibu ," Hana tak menyangka bahwa ibu mertua nya akan berkata seperti itu.
" Ibu sudah tahu nak , Maaf kan ibu ya gara gara ibu yang menyuruh kamu untuk menjenguk pakde Tejo kamu jadi seperti ini nak , maafkan ibu Hana ." ucap ibu Tuti dengan berlinang air mata.
" Ibu gak boleh nyalahin diri gini Bu , Dengar kan Hana Bu semua yang terjadi pada Hana itu sudah jadi takdir Hana Bu ketentuan dari Allah SWT." kata Hana sambil memeluk tubuh renta paruh baya itu.
" Maafkan ibu nak , maafkan putra ibu yang tidak bisa menerima mu dan bayimu sayang ." kata Bu Tuti sambil menyentuh perut Hana .
" Iya Bu , Hana tak menyalahkan ibu dan mas Fandi ibu , Maafkan semua kesalahan hana selama menjadi menantu ibu ya ".ucap Hana dengan berlinang air mata.
" Dengarkan ibu , Walaupun kamu besok sudah tidak lagi jadi istri Fandi ,tapi buat ibu kamu tetap anak Ibu sayang , jangan lupa kan ibu ya ." ucap ibu Tuti lembut.
"Terimakasih banyak Bu , Hana sayang ibu besok Hana pamit pulang ke rumah orangtuanya Hana ya Bu ." Hana berpamitan pada ibu mertuanya .
" Iya sayang , Ibu akan selalu mendoakan kamu dan bayi mu mendapatkan kebahagiaan yang abadi ya , sering sering tengokin ibu ya nak ". kata Bu Tuti
" Aamiin Bu .... Udah ibu jangan nangis lagi ya , Ibu harus sehat selalu biar bisa bermain terus sama cucu ibu ya."
" Ibu jangan nangis lagi ya , Hana mau keluar dulu kayanya Mbok Jum sudah pulang ." ucap Hana sopan.
Ibu Tuti hanya mengangguk kan kepala nya dan menatap iba pada menantu Malang nya . Hana pun pergi mencuci muka nya dahulu baru menemui Mbok Jum untuk membantu masak untuk makan malam.
****
__ADS_1