Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 211


__ADS_3

Setelah beberapa hari lembur akhirnya Dean bisa menyelesaikan pekerjaan penting nya sesuai dengan jadwal yang sudah di sepakati dengan rekan kerja nya , Membuat Dean bisa pergi ke rumah mantan suami Hana di kota Madiun dan Ke kota Semarang berkunjung di rumah mertuanya dengan sedikit santai .


Tepat pukul 4 sore Dean beserta anak dan istrinya serta tak lupa Uni sang pengasuh anak - anaknya dan juga Johan asisten pribadi Dean yang sudah siap berangkat ke Stasiun kereta api Senin , tak lupa Dean dan juga keluarga nya berpamitan pada Roy , Kasih serta Baby Rey dan Ibunya Kasih dengan di antar oleh Mamih Esty dan juga Papih Dika .


Ya kali ini Dean dan keluarga nya memilih menggunakan transportasi darat yaitu kereta api dengan kelas eksekutif , sesuai permintaan kedua putranya yang belum pernah merasakan naik kereta api .


Dengan menempuh waktu kurang dari satu jam akhirnya Dean beserta rombongan sampai di Stasiun Senin seperti biasa dengan tangis tak relanya Mamih Esty melepas ke empat cucu - cucunya membuat Papih Dika menepuk pelan kening nya .


" Mih jangan nangis gitu dong kan kita perginya juga cuma sebentar ... Mamih kebiasaan ihk kalau nganter pergi ". ucap Dean pada Mamih Esty yang langsung mendapatkan cubitan kecil di pinggangnya dari Hana.


" Kamu tuh jangan suka usil ya Dean ... Kalau besok anak-anak mu sudah besar kamu akan ngerasain kaya apa yang Mamih rasain Dean ..." jawab Mamih Esty masih sambil menangis dan memeluk Abang Rafa .


" Iya Dean tau Mih tapi kan di rumah juga masih ada baby R yang bisa Mamih uyel-uyel ..." sahut Dean lagi .


" Iya tapikan beda Dean ... Biasa nya Mamih di keroyok sama keempat cucu- cucu saat Mamih gendong baby R terus jadi rame tapi besok udah gak lagi ... Lagian Mamih suka kalah set sama Ibu nya Kasih kalau mau gendong baby R dan biasanya kalau seperti itu Mamih pasti akan cari Kakak , Abang atau si kembar tapi besok gimana Dean ..." jawab Mamih Esty mendrama , Hana pun langsung mendekati Mamih Esty dan mengelus lembut Ibu dari Suami nya .


" Mih sudah jangan nangis dong ... Mamih bisa ajak Baby R ko setelah baby R bangun tidur siang karena Ibunya Kasih pada jam segitu beliau pasti sedang istirahat ya ... Kita gak lama ko Mih ..." ucap Hana menenangkan Ibu mertuanya sampai terdengar suara operator Stasiun yang menginformasikan jika Kereta api yang akan membawa mereka ke kota Madiun sudah datang dan penumpang harus segera masuk karena kereta api tidak lama singgah Stasiun Senin , mau tak mau Mamih Esty pun menghentikan aksinya .


" Dean sudah sana berangkat biar Mamih Papih yang urus toh ini juga sudah jadi kebiasaan Mamih Mu ...Kalian hati - hati ya salam pada Pak Wahyu dan Bu Wina juga ...." ucap Papih Dika pada Dean yang mengangguk-anggukkan kepalanya .


Dean , Hana dan di ikuti kedua putranya pun mulai menyalami tangan Mamih Esty dan Papih Dika secara bergantian .


" Udah Mih jangan nangis lagi ya nanti pulang dari sini ajak Papih buat shopping ya biar gak sedih lagi ..." ucap Dean pada Mamih Esty yang menganggukkan kepalanya dan melihat pada Papih Dika yang sedang menggaruk pelipisnya dengan penuh minat .


" Huh lagi-lagi jadi korban dan sudah bisa dipastikan nih kaki pasti pegel banget ubek-ubek tuh mall ...nasib ". gerutu Papih Dika membuat Dean tertawa senang .


" Nyenengin istri tuh berkah Lo Pih ... ". kata Dean pada Papih Dika .


" Ya ya berkah .... Udah sana jalan keburu ketinggalan kereta kamu bisa di keroyok sama dua jagoan mu Dean dari pada kelamaan kamu jadi racun ." usir Papih Dika pada Dean.


" Yaudah Pih Mih kami jalan dulu ya ... Papih Mamih hati-hati ya pulangnya ... " ucap Hana pada mertuanya sekaligus menghentikan ocehan Suami nya yang suka menggoda kedua orang tuanya .


" Kakak Abang kalau kangen Oma dan Opa minta Mamah Papah cepat pulang ya nak ... ".ucap Mamih Esty pada kedua cucunya yang mengacungkan kedua jempol nya sambil tersenyum manis.

__ADS_1


" Pasti ... Oma Opa hati-hati ya pulangnya ... Assalamualaikum ..."jawab si sulung Rama .


" Iya Waalaikumsalam sayang ... " Jawab Mamih Esty dan Papih Dika .


Di dalam kereta api Kedua putra Hana dan Dean sangat berseru senang karena ini pengalaman pertama bagi mereka .


" Kakak Abang ayo duduk yang bagus ya ..." Kata Dean pada kedua putranya .


Ya Dean yang duduk bersebelahan dengan istrinya sambil memangku baby Sheila dan Sheina masing-masing , Uni yang duduk dengan Abang Rafa dan Johan yang duduk dengan si sulung Rama dapat mengawasi kedua putranya dari tempat duduknya yang berada di belakang mereka .


Dengan menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam akhirnya mereka sampai di hotel tempat mereka beristirahat di kota Madiun .


*******


Tepat pukul 1 siang lagi-lagi Hana berada di depan rumah yang memberikan banyak kenangan manis dan juga pahit untuk seorang Hana , membuat Hana hanya bisa tersenyum getir .


Kini Hana dan Suami serta anak-anak nya datang ke rumah ini lagi dengan suasana yang berbeda .


Rumah dengan hiasan khas acara pernikahan sederhana ini dengan beberapa tamu yang mulai ramai keluar masuk ke pelataran rumah .


Tak ada hati yang cemburu apapun di dalam hati Hana saat masuk ke dalam nya ...


Yang ada hanya ada doa semoga wanita itu menjadi pendamping hidup terakhir Ayah dari kedua putranya dan tak akan pernah ada lagi kepiluan seperti yang di rasakan dari seorang Hana .


Begitupun dengan Dean suami baru Hana yang masuk ke tempat acara itu dengan hati yang lega . Lega karena rivalnya sudah mendapatkan pendamping hidup dan bisa dipastikan ia tak akan mengganggu lagi Istri yang dahulu pernah ia buang , berhubungan hanya karena kedua putranya ... Mengingat Istri yang di buang karena perbuatannya membuat Dean sedikit tercubit hatinya .... Betapa brengseknya seorang Dean yang menghancurkan sebuah hubungan rumah tangga yang tak berdosa ... Menghancurkan martabat seorang istri di mata suami nya dan kini setiap mengingat dosa besar itu Dean hanya bisa menghela nafas panjang nya dan beristighfar dalam hati berharap Tuhan mengampuni dosa nya kelak ... Saat Masuk ke dalam tempat acar ada rasa bersalah yang ia rasakan untuk pria yang sedang duduk di kursi pelaminan dengan senyum merekah ... Namun tak ada kata menyesal untuk ia bisa mendapatkan seorang Hana Fishera .... sungguh ironis .


Dean dan Hana serta Johan dan Uni pun duduk di salah satu kursi yang sudah di sediakan untuk tamu setelah menyapa Fandi dan Istri barunya yang bernama Reni Agusty serta pada Ibu Tuti mantan mertuanya dan Fani juga Suami nya serta Mbok Jum yang langsung mengambil si kembar karena gemas dengan balita 8 bulan yang sangat cantik dan gembil itu persis dengan boneka Susan .


Dan kini tinggal Hana yang duduk sendirian di kursi karena kepalanya sedikit pening mungkin efek kecapean atau apalah hanya author yang tahu 😉🤭


Karena Johan dan Uni sedang mengambil makanan yang sudah di sediakan selagi mereka santai , kedua putranya yang langsung berbaur dengan Kakak sepupu nya yang tak lain anak dari Fani dan Rendi serta Dean yang pergi ke kamar kecil .


Saat Hana sedang menikmati minuman nya tiba-tiba ia di kejutkan dengan adanya Fandi yang duduk di kursi hadapannya .

__ADS_1


" Hei ko gak makan. .. ?". tanya Fandi pada Hana sang mantan Istri yang terlihat sangat cantik ... Tak bisa di pungkiri Fandi sangat mengakui kecantikan dan keanggunan dari sosok wanita yang memberinya dua orang putra sekaligus wanita yang menerima perlakukan tidak adil dan tidak baik itu .


" Astagfirullah Ka Fandi ngagetin aja sih ... Iya nih lagi nungguin bMas Dean katanya yang mau ambilin makanan untuk Hana ... Loh kenapa turun bukannya acaranya belum selesai ya ...?". ucap Hana sambil memegang dadanya dengan kedua tangan yang ia lipat .


" Eh maaf maaf kalau ngagetin ... Hub dasar udah punya anak empat manjanya masih gak ilang-ilang ... Iya gak apa-apa ko lagian acaranya sudah mau selesai dan acara nya juga gak se formal itu tamu pun kebanyakan hanya dihadiri para kerabat yang penting sah aja Han ... ."jawab Fandi dengan santai .


" Diih biarin aja orang Suami nya yang mau ko dan ngelarang Hana buat ambil sendiri ... Gak ada niat untuk memperkenalkan istri baru pada mantan istri mu Ka ?". Goda Hana pada Fandi yang terlihat malu .


" Ya saya sangat mengakuinya Hana kalau cinta yang dia punya lebih besar dari pada cinta yang saya miliki untuk mu dulu .... Ya Adalah cuma kamu lihat dia lagi kenalan sama Kakak Rama dan adik Rafa ... jangan bilang gitu dong jadi kelihatan banget bodoh nya saya yang tega buang kamu Han ... "ucap Fandi pada Hana yang hanya tersenyum .


"Gak apa-apa ko Ka semua sudah ada jalan dan porsinya tinggal kita menerima nya dengan ikhlas ... Oya Ka Fandi kenal dia dimana soalnya Hana asing dengan wajah nya ... " jawab Hana sambil memperhatikan wanita yang baru menjadi istri mantan suami nya sedang bercanda dengan kedua putranya dan putri kembarnya .


"Ya dan kamu mendapatkan seorang suami yang sangat jauh lebih baik dari saya dari segi apapun ... Jelas asing lah saya aja baru kenal dia kurang lebih 3 bulan ini semenjak dia merawat Ibu ... Ya saat saya benar-benar divorce dengan Fika saya sering pergi ke sebuah panti asuhan mungkin efek kangen anak namun lelah di curigai Suami baru mu ... hampir satu bulan sering datang ke panti itu tiba-tiba saat saya duduk di kursi taman yang ada di panti Reni yang notabenenya seorang anak yatim-piatu dan diasuh di panti itu sejak kecil menghampiri saya meminta pekerjaan untuk membantu Ibu panti dalam mengurus panti ... Karena dia gak punya ijazah karena dulu panti itu sempat kebakaran akhirnya saya hanya bisa memberikan pekerjaan sebagai orang yang merawat Ibu dan itu sudah buat dia senang ... jalan nya waktu kami ada saling ketertarikan yaudah lah dari pada menimbulkan fitnah yang memang kita tinggal satu atap jadilah sekarang saya nikahin dia dan insyaallah yang terakhir ... Umur nya lebih tua 2 tahun darimu Han ... Bosen ya ceritanya kepanjangan ... ?". tanya Fandi dengan menggaruk tengkuknya .


" Ahk gak ko malah senang ka Fandi mau bercerita selayaknya teman walaupun background kita dulu seperti itu ... Hana lihat ada cinta untuk Mba Reni beda saat dengan Mba Fika .. ". jawab Hana .


" Ya saya menemukan cinta kedua setelah kamu .... ". ujar Fandi sambil menatap dalam mata Hana .


Hingga pandangan Fandi terputus saat ada suara menginterupsi nya .


" Ehemm "


" Jaga mata karena dari mata terkadang kesalahan itu datang dengan nyata ... ". kata orang itu membuat Fandi keki ....


**********


Ditengah pandemi yang semakin meningkat bukan malah semakin menurun ... Saya pribadi sangat menghimbau para readers semua ... mari kita semua untuk menjaga kesehatan dengan sangat baik , jaga pola istirahat , makan dan minum vitamin serta air putih yang banyak .


. Dan semoga kita semua senantiasa terhindar dari pandemi ini jika sudah ada yang terjangkit mohon untuk bersabar dan jangan putus semangat .... we have to support and each other


Terimakasih 🙏🏻😊😉


Mari kita berhalu berjamaah .... 🤭💃p

__ADS_1




__ADS_2