Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 61


__ADS_3

Riak ombak perlahan membasahi kaki Hana ketika ia menginjak kan kaki di pantai . Sepasang tangan nya terbuka menangkap air laut , debur dan buih ombak saling berkejaran menuju pantai .


Pandangan matanya lepas memandang cakrawala nun jauh di depan , sementara burung camar terbang sambil sesekali meneriakkan suaranya yang khas .


Pemandangan baru yang menjadi favorit untuk seorang Hana setelah berada di tempat barunya selama sepekan ini .


Setelah Hana bersedia untuk melakukan tes DNA itu , Hana pun memutuskan untuk pergi menjauh dari keluarga Dewantara karena ia merasa kecewa dengan sikap Ayah biologis bayi yang ia kandung dari hasil pemerkosaan pria br*ngs*k itu yang tidak mengakui bayi yang dikandung nya.


Di Kota ini Hana harus terbiasa tinggal terpisah dengan kedua anaknya dan juga orang tua nya .


*****


Flashback


Setelah menerima kartu kredit Dean dan menggunakan nya untuk membeli semua perlengkapan bayi kembar nya dan juga meminta uang tunai sebesar 70 juta dari kartu yang Dean berikan untuk biaya kelahiran bayi kembar nya .


Hana pulang ke rumah orangtuanya dengan membawa banyak sekali barang belanja an yang membuat terkejut semua penghuni rumah termasuk Alfa adik Hana yang sedang pulang mengunjungi kedua orangtuanya , setelah mengantar kan Hana ke rumah nya dengan selamat Roy dan 2 anak buah nya pun langsung berpamitan untuk kembali ke ibukota.


Malam harinya Hana pun menyampaikan rencananya kepada kedua orangtuanya .


" Bu Pak ada yang Hana mau sampai kan ." ujar Hana pada orang tua nya.


" Hana akan pergi Bu Pak dari kota ini , sudah cukup kesedihan ini Hana mau menata hidup Hana dengan lebih baik sama anak-anaknya Hana Bu Pak." ucap Hana lagi .


" Ada apa sebenarnya Ndok kenapa tiba tiba seperti ini ?".tanya Bu Wina bingung .


" Bu mereka meminta Hana untuk melakukan tes DNA itu artinya Dean , ayah kandung dari anak ini meragukan bayi yang Hana kandung Bu , Hana bukan perempuan murahan Bu Pak. Selain mas Fandi pria yang dengan kurang ajarnya menyentuh Hana cuma dia Bu . Hana merasa di sini harga diri Hana di injak-injak oleh nya Bu Pak ." jawab Hana dengan wajah datar tanpa ada air mata yang mengalir dari mata indah itu .


" Tapi kamu mau pergi kemana nak ?." tanya Bapak Wahyu .


" Hana mau pergi ke Bali di temani oleh Anis adiknya Andi . " jawab Hana .


" Bawa anak-anak juga ?".tanya Bu Wina .


" Iya Bu , Hana gak mau jauh dari anak - anak ." jawab Hana.


" Kamu gak bisa bawa anak anak gitu aja nak , mereka masih punya Ayah , kamu harus meminta izin dulu ". ucap Pak Wahyu.


" Kalau Mba Hana pergi dan Ibu Bapak masih disini itu percuma pasti akan ketahuan juga jadi gimana kalau Bapak Ibu dan anak-anak ikut Alfa ke Jakarta tinggal di sana ". ujar Alfa .


" Terus rumah ini bagaimana ?". tanya Pak Wahyu .

__ADS_1


" Kita kosong kan dulu ," ucap Hana dan Alfa bersamaan .


" Kita harus kasih pelajaran pada laki laki itu Bu Pak ." ucap Alfa geram .


" Yaudah Ibu Bapak ikut aja , yang penting terbaik untuk keluarga kita ". jawab Pak Wahyu.


" Bu Pak Maafin Hana gara gara Hana kita jadi seperti ini ." ucap Hana .


" Iya sudah tidak apa-apa , kita jalani dengan ikhlas " . ucap Pak Wahyu dan di angguki oleh semuanya , Alfa ,Bu Wina dan Pak Wahyu pun langsung beranjak memeluk Hana dengan sayang .


****


Setelah kesepakatan diambil tentang kepindahan nya dan juga kedua orangtuanya .


Hana pun menghubungi Fandi membicarakan masalah nya dan memberitahu soal kepindahan nya dan kedua orang tua nya yang berbeda tempat .


Hana memberi tahu orang tua dan putranya pindah ke Jakarta namun tak mau memberi tahu kemana dirinya pindah yang mana membuat Fandi tidak mengizinkan anak-anak nya ikut Hana karena menurut Fandi hidup Hana belum jelas dengan calon bayinya dan takut anak anak nya terlantar .


Akhirnya Fandi mengizinkan anak anak nya di asuh oleh orang tua Hana dan di bawa ke Jakarta dan Hana pun menerima alasan mantan suaminya itu.


Hana pun meminta tolong kepada Fia dan juga Andi untuk mengelola toko kue nya yang semakin ramai pengunjung dan bersyukur nya mereka benar benar tulus untuk memajukan toko kue milik Hana . Dan keuntungan bersih dari toko itu akan di kirim kan pada Hana sebagai bekal untuk ia hidup di sana .


Hana dan Anis pun ikut mengantarkan Ibu Bapak dan anak anaknya ke Jakarta sebelum pergi ke Bali untuk memulai kehidupannya . Meninggalkan kota kelahirannya untuk yang kedua kalinya .


Alfa kedua orangtuanya dan 2 keponakan nya .


" Kakak dan adek ikut Mamah ya huhu hu " tangis dua kakak beradik saat mamah nya berpamitan untuk pergi .


" Sayang dengerin Mamah , lihat perut Mamah ada adek nya sebentar lagi mereka keluar dan butuh uang yang sangat banyak jadi Mamah harus kerja biar Mamah bisa punya uang yang banyak . kalau kakak Adek kangen Mama , kalian boleh kok datengin mamah ya ".


" Mamah mau cari uang yang banyak buat beli in kakak sama adek mainan mau gak ?". rayu Hana pada kedua putranya dan langsung di angguki oleh 2 bocah itu .


" Yaudah Mamah pamit ya ... Kakak Rama dan adek Rafa harus belajar yang pinter ya , nurut sama Uty , Akung dan juga Om Al ." dan langsung memeluk dan menciumi kedua putranya secara bergantian.


" Assalamualaikum" ucap salam Hana dengan menahan air mata nya .


" Waalaikumsalam Mama hati hati ya ".


ucap anak anak nya .


Hana pun langsung memeluk tubuh kedua orangtuanya meminta doa terbaik untuknya dan juga calon bayinya .

__ADS_1


Hana pun langsung beranjak meninggalkan keluarga nya untuk melanjutkan keputusan yang sudah di ambil nya .


*****


Di dalam pesawat Hana pun sudah tidak mampu menahan air mata yang mengalir dari mata indah nya , Hana menumpahkan kesedihannya karena harus meninggalkan orang orang yang di sayanginya .


" Mba sudah ya jangan nangis lagi kasihan Dede bayi nya lagian kalau mbak nangis terus nanti malah buat Kakak Rama dan adek Rafa ikut rewel Lo disana. Sudah ya ". Anis menenangkan Hana , gadis muda berumur 19 tahun yang sudah tidak memiliki orang tua karena meninggal dunia dan hidup berdua dengan kakak laki-laki nya .


Anis memang sudah sangat dekat dengan Hana dan keluarga nya bahkan sudah seperti adik kandung dari Hana . Saat Hana mengatakan akan pindah ke luar kota dengan suka rela Anis menawarkan diri untuk menemani Hana tinggal di tempat baru nya .


Akhirnya setelah menempuh perjalanan 2 jam mereka sampai di kota Bali , dan sekarang mereka telah sampai di rumah sederhana dengan 3 kamar tidur yang cukup nyaman untuk mereka tempati . Hana menyewa rumah itu dari teman Andi yang ada di kota Bali selama 3 tahun ke depan.


Dan 2 hari kemudian barang barang yang di belinya Hana menggunakan uang Dean , yang di kirim kan nya melalui jasa antar paket pun sudah sampai di rumah baru Hana .


Kota Bali menjadi pilihan Hana untuk tempat yang akan ditinggalinya bersama calon bayi kembar nya dengan di temani oleh gadis muda nan baik hati .


Di kota Bali ini Hana mulai menata kehidupan nya yang lumayan rumit ini menjadi lebih baik lagi bersama calon bayi kembar nya tanpa melupakan si sulung Rama dan si bungsu Rafa yang sebentar lagi gagal menjadi bungsu.


Hana berjanji setelah kehidupan nya sudah mulai stabil ia akan membawa anak-anak nya berada di dekatnya.


Flashback end


******


Sudah 1 Minggu ini Hana tinggal di kota Bali dan dengan uang yang di milikinya ia mulai merintis usaha nya .


Hana pun menyewa kios kecil yang terletak tidak jauh dari komplek rumah yang di tempati nya kios yang terletak di persimpangan jalan menuju tempat wisata yang menurut Hana ramai orang berlalu lalang dan cocok untuk membuka toko kue di sana .


Hana juga membeli 1 sepeda motor matic bekas namun masih terawat untuk Anis berbelanja bahan kue dan pergi ke toko kue dan Hana yang membuat kue kue nya di rumah yang di bantu oleh Anis karena Hana sudah tidak bisa jika harus keluar rumah terus menerus maka dari itu yang berbelanja dan menjaga kios adalah Anis .


Mengingat kehamilan Hana yang sudah berusia 8 bulan dan toko kue yang lumayan ramai itu akhirnya Hana memutuskan mencari orang yang bisa membantu Anis .


Dan Hana pun di kenalkan tetangganya dengan Bu Ani seorang janda sebatang kara yang bekerja sebagai buruh cuci di rumah tetangga nya .


Hana pun sedikit tenang karena Bu Ani lumayan cepat dalam belajar pembuatan kue milik Hana dan orang nya pun rajin .


3 Minggu tinggal di Kota Bali Hana sedikit demi sedikit mulai bisa menata hati dan hidup nya menjadi lebih baik lagi .


*****


Lain dengan Hana yang mulai merasa nyaman dengan kehidupan nya .Di Kota Jakarta seorang pria tampan dan mapan itu merasa gusar bahwasanya mereka mendapatkan informasi dari rumah sakit di mana Hana melakukan tes DNA dalam 3 hari lagi hasil yang di tunggu tunggu akan keluar .

__ADS_1


*****


__ADS_2