Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 243


__ADS_3

“ WELCOME BABY DAREEN “. Seru mereka semua saat melihat Hana yang menggendong baby Dareen dan Dean yang menggandeng pelan lengan Istrinya memasuki rumah Dewantara .


Dean dan Hana pun tertawa saat melihat sambutan dari sanak saudara nya semua … “ Wah terimakasih semuanya …” jawab Hana dengan perasaan terharu .


“ Sini nak biar Adek nya Ibu bawa “. Kata Ibu Wina mendekati putrinya setelah mencium pipi kanan kiri Hana .


“ Iya Bu … Ini ikut sama Uty dulu ya nak ‘." Ujar Hana sambil memberikan baby Dareen pada Ibu nya … Hana beralih pada saudarinya yang tak lain Kasih , Reni serta Anis adik ipar nya mereka berpelukan , cipika cipiki serta mengucapkan selamat atas kelahiran putra kelima nya pada Hana .


“ Terimakasih banyak Kasih sudah jadi Kakak dan sahabat terbaik sampai hari ini “


“ Terimakasih Mba Reni atas doa nya “.


“ Terimakasih banyak ya Anis , adikku yang cantik “. Ucap Hana berterimakasih pada saudari nya hingga perbincangan mereka terhenti saat mendengar suara interupsi dari seseorang .


“ Eheem “


“ Hay para wanita bisakah sekarang saya bawa istri saya untuk duduk hem biar dia gak capek “. Ucap Dean yang menyusul ke ruang tamu yang ternyata Istrinya masih berada di sana .


“ Oh silahkan Tuan Dean yang terhormat “. Jawab Kasih .


“ Eh maaf ya Ka , jadi biarin Mba Hana berdiri lama “. Jawab Anis merasa tak enak yang di angguki Dean .


Dean pun membantu memapah Hana jalan menuju ruang tengah dimana sebagian besar keluarga nya berada .


“ MAMAH PAPAH “. Teriak serentak Kakak Rama , Abang Rafa serta kedua adik kembarnya Sheila dan Sheina saat melihat kemunculan Papah Mamah nya dan mulai berhamburan mendekati Mamah dan Papah nya .


“ Aaahhh “. Sorak keempat nya namun gerakan mereka tiba tiba terhenti saat mendengar ucapan Papah Dean .


“ STOP , berhenti disitu anak anak pinter “. Ucap Dean dengan badan yang menghadang keempat anak anak nya yang berdiri tegap dengan raut wajah bingung dan menoleh kanan kiri tak mengerti maksud Papahnya begitupun semua orang yang sedang duduk di sofa yang melingkar di ruangan .


Dean dengan santai malah kembali pada Istrinya yang juganmasih berdiri dan memapah menuju salah satu sofa untuk di duduki .


“ Plak … Mas , kamu tuh lo jahil banget sih “. Ucap Hana memukul lengan Suaminya dan melirik keempat anak anak nya yang masih setia berdiri diam terlihat lucu .


Dean pun kemudian menoleh pada ke empat anak anak nya dan mulai mendekati keempatnya dengan berjongkok tepat di depan keempat anak anak nya .


“ Anak anak Papah yang pinter maaf ya buat bingung , Papah berhentikan karena biasanya kalian akan berlari kencang terus nubruk Mamah setiap lihat kami baru pulang pergi iya kan ?”. Ujar Dean pada keempat anak anak nya yang tam pak menganggukkan kepala membenarkan ucapan Papahnya .


“ Nah lihat di sana ( Dean menunjuk baby Dareen yang kini


sudah beralih di pangkuan Mamih Esty ) Itu adik kalian yang ada di perut Mamah ,


adek bayi nya sudah keluar dari perut Mamah dan perut Mamah sekarang masih sakit


jadi nanti kalian peluk Mamah nya pelan pelan ya “. Ucap Dean lagi pada keempatnya yang kompak mengangguk seolah mengerti dengan apa yang di ucapkan Papah nya dan Dean bergantian mengelus kepala anak anak nya dengan sayang .


“ oke karena sudah mengerti jadi anak anak baik silahkan deketin Mamah nya ya dan Adek bayi nya pelan pelan ya nak “. Ucap Dean lagi setelah mencium pucuk kepala anak anak nya .


“ Horee terimakasih Papah “. Sorak semuanya membuat Dean terkekeh .


“ Uuh sini anak anak , Mamah kangen nak “. Kata Hana dengan merentangkan  kedua tangan nya .


Dan kini keempat anak anak itu sudah nemplok di badan Hana yang sedang duduk di sofa , Hana terlihat benar benar merindukan keempat anak anak nya selama 3 hari ini , Hana terus mencium kepala , pipi keempat anak anak


nya dengan sayang lengkungan senyum tak pudar dari paras cantik nya saatnmendengar celotehan keempatnya saat menceritakan apa saja selama Hana tak ada di tempat .


Semua orang yang ada di ruangan itu tampah terenyuh melihat kedekatan Hana pada keempat anak anak nya , wanita itu sangat keibuan , lembut bahkan setelah melahirkan empat anak dari rahimnya kecantikan nya tak luntur .


Dean pun tak mau ketinggalan momen itu ia mengambil baby Dareen dan duduk di samping Istrinya yang sedang di dikerubuti anak anak nya setelah memberikan ponsel miliknya dan meminta tolong pada Roy Kakak nya untuk memfoto dirinya dan anak anak nya .


“ Cekrek “.


" perfek " gumam Roy setelah mengambil beberapa potret keluarga bahagia adik nya .


Setelah selesai menempel pada Mamahnya karena rasa rindunya ke empat anak anak itu tampak berhamburan keluar pintu kaca penghubung ruang tengah menuju taman dimana Bik Mimin dan Bik Tini sedang menata beragam jenis camilan dan juga minuman dengan segala jenis ada kopi hitam yang terlihat masih mengepul asapnya , es buah serta satu boks es krim setelah puas menciumi baby Darren adik nya .


Hana menerima ucapan selamat dari orang orang yang di sayangnya dari Mamih Esty , Papih Dika , kedua orang tua Hana , Kasih dan Roy begitupun baby Rey , Anis dan juga Alfa , Ibu nya Kasih dan juga Reni , Erik yang tampak akrab dengan keluarga Dewantara , Johan dan juga asisten Roy serta para asisten rumah tangga yang ikut senang atas kelahiran putra nya .


Saat sedang bercakap-cakap tiba tiba Hana tersentak dengan kehadiran seseorang yang baru saja datang “ Assalamualaikum “. Ucap salam orang itu membuat semua orang menoleh pada nya .


“ waalaikumsalam …” jawab serentak mereka semua .


Seorang wanita tampak berdiri dan berjalan mendekati sang pria “. Baru sampe Mas ?”. tanya wanita itu sambil mencium takzim punggung tangan yang di ketahui suaminya .


“ Iya maaf ya sedikit terlambat .. Oh ya Mas mau menyalami semua orang dulu”. Jawab pria itu yang akan menyalami semua orang yang ada di ruang keluarga .


Setelah semua di salami nya dengan sopan dan ramah tiba tiba perhatian nya tertuju pada bayi mungil dengan wajah tampan nya sedang tertidur di boks tengah ruangan .


Bu Wina yang mengetahui arah pandang mantan menantunya langsung menjelaskan “. Itu bayi nya Hana , nak Fandi “. Ucap Bu Wina dengan lembut dan tersenyum .


Fandi membalas senyum Bu Wina yang merupakan mantan mertuanya “ Boleh Fandi lihat gak Bu ?”. tanya Fandi pada Bu Wina membuat Bu Wina menoleh pada dua orang sepasang suami istri yang baru datang dari kamar mandi tanpa Fandi sadari .


Dua pasang itu yang sempat mendengar ucapan Fandi seketikanlangsung mengangguk tanpa suara membuat Bu Wina paham maksudnya .” Silahkan nak Fandi “. Di perbolehkan mendekati bayi mungil itu Fandi beringsut mendekatinbayi tampan itu yang masih terlelap tidur .


Lama Fandi memandangi bayi mungil itu dengan pandangan teduh hingga tangan nya mulai terulur membelai pipi halus nan merah itu dengan lembut sekilas “ Tampan “. Satu kata yang terucap dari bibir Fandi dengan satu bulir


air mata yang menetes dan dengan kasar Fandi menghapusnya sebelum orang orang


di ruangan itu melihat namun sayangnya orang orang yang sedari tadi memperhatikan


mengetahuinya …. Ada perasaan iba dan juga ada yang hanya menghela nafas panjang saat melihat Fandi .


Untuk mencairkan suasana Papih Dika beranjak dari duduknya mendekati Fandi dan memegang bahu nya membuat Fandi mendongakkan kepala nya melihat siapa orang yang memegang bahu nya .


“ Mari nak Fandi tadi baru dari perjalanan kan pasti haus mari kita ngopi dulu lihat di sana sudah siapkan “. Ucap Papih Dika dengan ramah dan bijaksana pada pemuda di depan nya karena Pria paru baya itu sadar jika


anak muda di depannya tak sepenuhnya bersalah ia juga sama sama korban dari


takdir yang sudah di garis kan Tuhan dan tak ada alasan untuk nya menghakimi


dan mengasingkan pemuda itu yang tak lain Fandi , sebagai orang yang di tua kan


ia harus merangkul bukan malah bersikap arogan karena ia sadar betul putranya


punya andil besar dalam kehancuran sebuah ikatan pernikahan seseorang .


Melihat sikap ramah Papih Dika , Fandi membuat Fandi tersenyum dan menganggukkan kepalanya ….


Dean yang sedari tadi diam pun akhirnya berjalan mendekati Fandi yang tak lain mantan suami Istrinya kenyataan yang tak bisa dielakkan sampai kapan pun “ Hay bro kapan datang ?”. tanya Dean dengan akrab .

__ADS_1


“ Eh baru saja , Wah selamat ya atas kelahiran jagoan nya , putra mu tampan “. Jawab Fandi yang tak kalah akrab terlihat baik baik saja


namun perkara hati tak ada yang tau  bagaimana keadaan nya .


“ Terimakasih banyak … “. Ucap Dean sambil menepuk pundak Fandi terlihat akrab , orang tak tau awal ceritanya pasti tak akan ada yang tau jika kedua nya dulu merupakan musuh bebuyutan .


“ Kakak Abang lihat Ayah Fandi datang loh “. Panggil kedua putra nya yang tampak asik bermain dengan adik adik nya .


“ Kita ngopi di luar yuk bro karena di sini wilayah paranwanita “. Ajak Dean pada Fandi yang tampak menoleh kebelakang untuk melihat orang orang yang ternyata benar semuanya perempuan termasuk Reni istrinya namun pandangan Fandi terkunci saat ber sitatap pada manik teduh seorang wanita yang


dulu sangat dicintainya atau malah cinta itu sebenarnya masih ada ,,, Entahlah


.


Hana yang ber sitatap dengan mantan suaminya pun langsung tersenyum manis dan menganggukkan kepala pada pria yang dulu merupakan surga nya setelahnya Hana pun mengalihkan pandangan nya dari mata sendu itu karena tak ingin menimbulkan prasangka buruk dari orang orang yang memperhatikan nya .


************


Di bangku yang ada di taman tak jauh dari ruang tengah para pria dari yang muda hingga yang tua  sedang menikmati kopi dan cemilan yang telah di hidangkan dengan berbincang hangat dan bercanda ria .


“ Hey Al gimana kabarnya ?”. tanya Fandi pada Alfa mantan adik iparnya .


“ Ah baik Mas Fandi , Mas Fandi juga gimana kabarnya … Al gak nyangka kalau jodoh Mas Fandi masih kerabat dengan keluarganya Mas Dean “. Jawab Alfa .


Fandi terkekeh kecil sebelum menjawab “. Mas baik ko Al lihat aja nih … Iya Al takdir seperti sengaja mempermainkan kami saya dan Mbak


mu yang berada dalam lingkup yang sama setelah perpisahan tragis itu .” jawab


Fandi dengan pandangan lurus ke depan .


“ Hahaha tapi kaya nya Al lihat hati Mas Fandi masih gak baik baik aja ya lagian Mas kalau cinta kenapa di lepas tapi itu pilihan sih


maaf kalau Al salah ngomong Mas … Gak apa apa Mas jalani aja prosesnya “.  Ujar Alfa .


“ Ya hanya itu yang harus dilakukan al … Oh ya Mas juga gak nyangka loh kamu nikah sama karyawan toko kue mbak mu ngomong udah isi belum istri mu ?”. tanya Fandi pada Alfa yang tampak mendengus di singgung mengenai


pribadinya .


“ Kenapa seperti itu ekspresi mu “. Tanya Fandi dengan dahi yang berlipat heran .


“ gak ada , gak usah bahas soal Al deh Mas gak ada yang istimewa … Al permisi dulu ya mau bantu Ka Dean yang kerepotan sama si kembar


tuh “. Jawab Alfa yang terlihat menghindar keberatan membahas masalah pribadinya .


Alfa melangkahkan kaki menghampiri Kakak iparnya yang terlihat sedang bermain dengan putri kembarnya dengan mengayunkan pelan ayunan yang tersedia di taman .


“ Hello cantik cantiknya Om Al seru nya main sama Papah “. Ucap Alfa saat menghampiri keponakan kembarnya yang melambaikan tangan nya .


“ Ka “. Panggil Alfa pada Dean yang sedang mendorong pelan ayunan berisikan kedua putrinya karena kedua putra nya sedang asik bermain jungkat


jungkit dengan Johan dan Eki .


“ Heemz “. Dean berdeham dan melirik sekilas pada adik iparnya yang tampak sun gkan pada nya .


“ Ka Dean yang mem blacklist Al untuk cek in di beberapa hotel ya ?”. tanya Alfa pada Dean dengan sedikit takut .


“ Kenapa kamu keberatan ? kalau kamu merasa keberatan silahkan komplain pada Mbak Hana mu setelah dapat ijin dari nya maka Saya akan membuka blacklist itu karena semua itu atas perintah Mbak mu “. Jawab Dean dengan datar


Ya setelah menceritakan apa yang ia tahu kelakuan Adik iparnya pada sang Istri , Hana meminta tolong menutup akses buruk Adiknya itu dengan tak menerima Adiknya di hotel atau penginapan mana pun … Tugas itu bukan


hal yang sulit untuk seorang Dean karena sebagian besar usahanya pun bergerak


di bidang perhotelan mempunyai banyak kenalan dari perhotelan dimana mana


dengan bantuan orang kepercayaan nya itu semua menjadi mudah di lakukan Dean .


“ Ka tapi aku cek in di hotel sama wanita wanita itu gak seperti apa yang Ka Dean dan Mba Hana pikirkan dan Al juga gak bisa jelaskan jadi


please jangan ikut campur urusan Al “. Ujar Alfa dengan nada takut .


“ Apapun itu , apa yang kamu lakukan sangat lah mengundang prasangka yang gak baik Al apalagi jika Anis istri mu mengetahui nya … Saya lakukan itu juga semata mata bukan karena Mbak mu aja tapi untuk kebaikan mu lebih lagi sebagai seorang mantan pria b4jingan yang pernah merasakan rasa bersalah yang terus menghantui karena pernah menyakiti hati , menyia nyia kan hati seorang


istri yang tak pernah kita cinta wanita yang tersakiti karena keegoisan kita kaum


pria yang menikah tanpa cinta “.jawab Dean panjang kali lebar membuat Alfa sedikit tak mengerti maksudnya .


“ Maksudnya Ka ?”. tanya Alfa .


“ Saya yakin kamu sudah pernah dengar jika sebelum menikah dengan mbak mu saya pernah menikah dengan seorang wanita yang meninggal dunia karena keegoisan seorang Dean … dari itu Kakak gak mau kamu melakukan hal yang sama seperti yang kakak lakukan kalau memang tak bisa bersama lebih baik berpisah itu lebih baik jangan memaksa diri yang malah menyakiti seseorang .”


jawab Dean pada Alfa yang terlihat diam mencerna apa yang di ucapkan Kakak


iparnya .


“ Kakak mau kesana dulu nyusul keponakan mu … pikirkan baik baik jangan sampai kamu mengerti setelah rasa sesal itu hadir “. Ucap Dean sambil menepuk bahu Alfa adik iparnya sebelum pergi meninggalkan Alfa yang


termangu .


*********


Semua orang terlihat sangat bersenang senang di rumah Dewantara tepatnya di taman ada yang sedang bermain catur , bermain bilyar dan


juga berbincang bincang dengan bercanda .


Di ruang keluarga yang terlihat jelas dai taman karena pintu kaca sebagai penghubung itu di buka keseluruhan terlihat aktivitas para wanita


. Bu Wina dan Mamih Esty yang sedang berbincang dengan menikmati teh dan


camilan , Hana yang sedang sibuk dengan ponsel dan baby Dareen yang terlihat


seperti sedang menghisap sumber makanan nya terlihat dari Hana yang memakai


kain khusus penutup untuk menyusui serta Reni , Anis dan Kasih yang beranjak


pergi kearah dapur sepertinya sedang membantu menyiapkan makanan , Ibunya


Kasih yang tak tampak di ruangan mungkin sedang bersama baby Rey istirahat .


Dean yang melihat Hana sendirian dan lupa jika belum mengucapkan selamat ada mantan Istrinya itu pun berniat untuk menemuinya .

__ADS_1


“ Ehem “


Fandi ber deham tepat di depan Hana yang sepertinya sudah selesai dengan aktivitas menyusui nya .


Hana pun mendongakkan kepala melihat siapa orang yang berdeham .


“ Eh Ka Fandi “. Sapa Hana  terlihat canggung .


“ Boleh duduk ?”. tanya Fandi pada Hana .


Hana mengangguk “ Boleh tapi kalau bisa di kursi itu ya Ka biar ada jarak gak enak kalau di lihat Mba Reni dan Mas Dean takut ada


prasangka yang gak baik , Mas ngerti kan maksud Hana ?”. jawab Hana .


“ Iya ngerti ko gak usah sungkan gitu  paham karena ada hati lain yang kita jaga bukan “. Jawab Fandi seraya duduk di kursi yang Hana maksud dan Hana menganggukkan kepala .


“ Oh ya selamat ya atas kelahiran putra yang ke lima , dia sangat tampan “.ucap Fandi berbasa basi .


“ Iya Ka terimakasih banyak “. Jawab Hana dengan tersenyum .


“Mas lihat rumah tangga mu sangat bahagia Han , Mas ikut bahagia melihat nya semakin lengkap dengan kehadiran anak anak yang tampan dan cantik “.


“ Terimakasih bukan kah itu impian semua keluarga Ka ,Hana pun akan bahagia jika Ka Fandi bahagia dengan kehidupan sekarang karena biar gimana pun Ka Fandi adalah ayah dari Kakak Rama dan Abang Rafa itu


mutlak bukan “. Jawab Hana tulus dan di angguki Fandi .


“ Han pernah gak kamu menyesal dengan perpisahan ini ? .”. tanya Fandi yang mana membuat Hana tak nyaman mendengarkan nya .


“ Kenapa Ka Fandi tanya seperti itu bukan kah yang menghendaki perpisahan itu adalah  Ka


Fandi dimana dengan kekeh nya Ka Fandi ingin cepat berpisah dengan Hana yang hina bahkan tanpa mau memberi pengampunan untuk hal yang sebenarnya juga bukan salah Hana bahkan Kakak menulikan tangisan pilu Hana di bawah lantai yang dingin di kamar kita dulu sebelum palu cerai itu di ketuk … Kenapa dari pertanyaan Ka Fandi seolah hanya Ka Fandi


saja yang menjadi korban bukan kah korban sebenarnya itu Hana …. Untuk menyesal


dengan perpisahan itu tidak karena Hana berpikir mungkin memang Ka Fandi bukan


jodoh Hana yang Tuhan siapkan Cuma Hana hanya menyesal dengan cara perpisahan


kita …. Orang yang sekarang jadi Suami Hana lah pemicu besar orang yang paling


bersalah di kehancuran hubungan kita itu tak bisa dielakkan lantas apa Hana harus membenci nya seumur hidup Hana .... apa Hana harus menghukum pria itu di saat ia berusaha dan berjanji menebus dosa dan salahnya pada Hana ? … Disini Hana tak membela atau membenarkan seorang pemerkosa ya Ka hanya saja dari pengalaman yang Hana dapat dari Ka Fandi saat Hana berusaha jelasin , minta maaf bahkan dengan meraung-raung , akan memperbaiki diri yang


Hana pun bingung bagaimana cara memperbaikinya , Ka Fandi dengan lantang dan


mentah menghempaskan Hana tanpa memberi kesempatan barang sedikit …. Sebelum


hubungan Hana dan Dean seperti ini Dean pun pernah mendapatkan perlakuan buruk


dari Hana atas apa yang ia perbuat .... jangan lupakan jika saat itu Hana sangat membenci pria itu  namun lama lama Hana yang melihat kesungguhan nya dalam menebus dosa dan kesalahan nya serta cara ia bersungguh memperbaiki sikapnya … Tak ada alasan untuk Hana terus menghukum yang sebenarnya bukan kuasa Hana .... percayalah Ka di balik wajah ceria nya kita tak pernah tau kalau rasa bersalah karena telah menghancurkan sebuah keluarga pasti sering menghantui nya bahkan


menyiksa batin nya yang pasti lebih menyakitkan dari apa yang kita balas untuk


nya …. Yang jelas satu benci itu jadi rasa Cinta yang besar karena Dean mampu


mengubah tangisan pilu seorang Hana menjadi kebahagiaan untuk Hana “. Jawab Hana dengan panjang lebar dan menohokhati Fandi .


“ Ya kamu benar Han biar pun dia seorang pria br3ngsek namun sekarang dia menjelma sebagai malaikat yang menghapus air mata mu jadi senyum untuk mu apalagi ia pun sosok yang sangat di sayangi anak anak nya dan


menyayangi anak anak yang bahkan bukan darah dagingnya sendiri dengan tulus ….


Mulai dari sekarang kita hanya terhubung karena anak anak dan jadi saudara mu


tak lebih … Mas anggap Dean adalah jodoh sesungguhnya untuk mu Han bukan Mas …


bahagia selalu jangan pernah menangis lagi ya “. Ucap Fandi tulus .


“ Ka Fandi saudara laki-laki Hana … Hana doakan semoga pernikahan Mas dengan mbak Reni selalu langgeng dan bahagia … Mbak Reni jodoh sebenarnya untuk Ka Fandi bahagia kan lah dia setulus hati  … Hiduplah dengan baik Ka jalani apa yang sudah menjadi pilihan Kakak “. Jawab Hana seraya tersenyum manis dan mereka bersalaman .


Tak jauh dari Hana dan Fandi dua insan tersenyum dan menangis haru


yaitu Mamih Esty dan Bu Wina yang sedari tadi mendengar perbincangan antara


sepasang mantan suami istri tersenyum lega dan menangis terharu melihat


hubungan baik antara mereka berusaha melupakan perpisahan yang memberikan luka


dalam dan berdamai dengan apa yang sudah ditakdirkan .


Di taman sedari tadi Dean juga memperhatikan Istri dan Fandi mantan Suami istrinya yang sedang berbincang serius begitu pula dengan Reni yang tampak menitikkan air mata dengan tersenyum lega karena Suaminya mustahil


bisa kembali lagi pada mantan istri yang diketahuinya masih mengisi hati Suaminya .


“ Sabar De , beri mereka kesempatan berbicara mungkin ada yang harus mereka bicarakan yang belum selesai di bahas … Percaya sama Hana hal yang berkeliaran di otak lo gak akan terjadi karena Hana hanya milik lo , Dean


seorang “. Ucap Roy menenangkan Adiknya .


“ Iya gue paham ko Roy , gue akan berdamai dengan masa lalu Hana , Roy … Demi anak anak dan keluarga kita “.


                                       TAMAT


***********************


Yeeeahh Alhamdulillah akhirnya bisa menyelesaikan tulisan ini ....🎉🎉


Saya sangat mengucapkan banyak banyak terimakasih atas support dan partisipasi nya dari teman teman semua 🙏🏻😊 Pokoknya kalian semua terbaik👍👍👍👍 , tanpa kalian semua apalah arti dari semua ini....


Saya akan kasih beberapa bonus bab dari Perjalanan pilu seorang Hana ini ya .... dari cerita ini please minta dukungan nya untuk novelku yang satu lagi ya Menikah karena salah paham minta komentar , like dan vote dari kalian semua ya teman teman ....🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🤗


Sekali lagi terimakasih kalian terbaik 👍👍👍😉😉🤗🤗


tak kasih bonus gambarnya ya ....





__ADS_1




__ADS_2