Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 174


__ADS_3

Setelah ke kantin untuk membeli makanan untuk menantu nya dan menjelaskan atas keterlibatannya dalam persembunyian Kasih menantunya pada putra sulung nya , Mamih Esty dan Papih Dika pun berpamitan pulang meninggalkan sepasang suami istri yang baru saja melewati badai hura huru rumah tangga .


" Kasih , kamu yakin nak gak ikut kami pulang ?". tanya Papih Dika pada Kasih yang tak mau ikut pulang .


" Iya Pih Kasih mau disini aja nemenin  Ka Roy ". jawab Kasih pada Papih Dika sambil melihat suaminya yang sudah terlelap tidur pengaruh dari obat nya .


" Tapi kalau merasa gak enak atau kelelahan langsung bilang sama Om Zaki atau Ivan ya biar mereka membantu ". pesan Mamih Esty sambil melihat pada Om Zaki yang berada di kamar rawat Roy setelah mengecek keadaan keponakan nya .


" Iya Mih nanti kalau ada yang Kasih rasakan Kasih bilang sama Om Zaki atau Ivan ko , lagian Mamih sama Papih gak perlu khawatir ya karena Kasih disini hanya menemani kan sudah ada para perawat yang menangani Ka Roy ".jawab Kasih menenangkan Mertuanya .


" Yasudah kalau gitu Mamih sama Papih pulang ya .... jangan lupa banyak - banyak istirahat ". ujar Mamih Esty dan di angguki oleh Kasih .


" Assalamualaikum hati - hati ya nak ". ucap Papih Dika sambil mengelus kepala Kasih dengan sayang .


"Waalaikumsalam terimakasih ya Mih Pih ". jawab Kasih sambil mencium tangan mertuanya bergantian dan cipika cipiki dengan Mamih Esty .


Setelah Mamih Esty dan Papih Dika pulang kini tinggalah Kasih , Om Zaki dan suaminya yang masih tertidur pulas .


" Kasih Om harus kembali ke ruangan ya inget pesan Mamih mu kalau ada apa - apa atau kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa hubungin Om atau Ivan ya ." Pamit Om Zaki .


" Iya Om pokok nya terimakasih banget ya atas tawaran dari Om ". jawab Kasih dengan tersenyum Ramah .


" Jangan sungkan anggap saya Papah mu ya sama seperti Ivan , Dean , Roy dan Hana ... Oh ya kandungan mu sudah di periksakan kalau belum kamu bisa periksa sekalian biar Om daftarkan  ." ujar


" Waah terimakasih banyak Om ... sudah Om kemarin sama Dokter Dewi ". jawab Kasih senang .


" Oke lah kalau begitu Om tinggal dulu ya ". ucap Om Zaki dan di angguki Kasih dengan tersenyum manis .


Setelah Om Zaki keluar dari kamar rawat suaminya , Kasih pun mulai membuka makanan yang di belikan oleh kedua mertuanya dan mulai melahap makannya dengan nyaman tak ada rasa mual yang ia rasakan seperti biasanya .


" Loh ko tumben ya gak mual ". gumam Kasih heran sambil mengunyah makanan nya .


" Wah Adek seneng ya bisa kumpul lagi sama Ayah mu maka nya sekarang kamu mau makan , Iya nak ". gumam Kasih sambil mengelus perutnya dengan lembut dan tersenyum .


Setelah Kasih menghabiskan makanan nya dengan lahap dan meminum vitamin kehamilannya kini rasa kantuk itu mulai menyerang wanita hamil itu .


" Hooam ngantuk gini ... Tidur sebentar dulu ahk mudah - mudahan Ka Roy juga belum bangun ". gumam Kasih sambil melihat pada suaminya yang masih tertidur sambil menata bantal sofa untuk bantan nya dan mulai membaringkan tubuh nya dan tak butuh waktu lama Kasih pun sudah tertidur pulas .


**********


Hampir satu jam Kasih tertidur dan Roy sudah mulai menggeliatkan badan nya dengan di ikuti mata yang terbuka perlahan hingga terbuka sempurna dan ia langsung menyapu pandangan nya ke seluruh ruangan nya hingga pandangan nya tertuju pada seorang wanita yang akhir - akhir ini memporak porandakan hati nya dan merindukan wanita yang ia nikahi dengan alasan konyol dan kini sedang mengandung darah daging nya sedang tertidur dengan lelap di sofa .


Roy pun tak ada niat untuk membangun kan  nya , ia hanya memiringkan tubuh nya menghadap istrinya menikmati wajah manis dari Mutiara Kasih .


" Bisa secepat ini kamu membuat hati saya jungkir balik setelah susah mengendalikan perasaan ini pada wanita sialan itu ... ".gumam Roy dengan melihat wajah Kasih .

__ADS_1


Dan saat ia asyik menikmati wajah ayu istrinya masuk lah sepupunya yang tak lain Ivan memergokinya sedang mengagumi istrinya dan Ivan pun mulai mengejek dan menggoda sepupunya Roy Fernando pria kaku yang terlihat jutek itu .


" Waah wah ada seorang suami yang telat jatuh cinta sama istrinya niyee ..." goda Ivan sambil berjalan mendekati sepupunya di tempat tidur nya .


"Dih dasar Dokter gak ada akhlak nya , orang tuh kalau mau masuk ke ruangan pasien harus nya ketuk pintu dulu bro ... Bukan malah nyelonong gitu ". protes Roy sambil melihat sepupunya yang duduk di kursi sampingnya .


" Wah lo salah bro ... lo kata gue masuk kedokteran gak di ajarin hal sepele  gitu hah ... Lihat dong gue udah gak pakai snelli dan itu artinya gue udah selesai bertugas dan berniat menjenguk sepupu gue yang kaku dan galak tapi sebentar lagi akan jadi bucin akut ". jawab Iva panjang lebar .


" Sialan lo ... gak usah kebanyakan ngetawain nasib orang , lo tau gue begini karna kualat sering ngatain Dean tau dan sebentar lagi bakan lo yang ngerasain .


" Wah nyadar diri nih orang ."jawab Ivan dengan santai .


" Udah sana pulang lo dari pada berisik disini ganggu aja ". ujar Roy dengan ketus .


" Gue tuh kesini juga di suruh bokap buat lihat keadaan sepupu jangkung gue dan nanyain siapa yang nanti malam nemenin lo Roy ".jawab Ivan pada sepupunya .


" Yang nemenin aku Van ". jawab Kasih sambil bangun dari baringan nya untuk duduk . Ivan dan Roy pun langsung melihat pada wanita hamil yang baru bangun tidur .


" Gue ganggu lo tidur ya Kas ?". tanya Ivan pada istri sepupu nya .


" Gak juga kan emang udah waktunya bangun Van santai aja ". jawab Kasih sambil melihat jam dinding yang tersedia di ruangan itu .


" Kas , lo yakin mau nemenin suami lucnut lo ini nanti lo kecapean lagi ". ucap Ivan pada Kasih .


" Kamu yakin Bun kalau gak kamu pulang aja ya biar di antar Ivan nanti si baby kecapean lagian saya disini sendirian juga gak apa - apa ko ". sahut Roy pada istrinya .


" Oh jadi Kasih tau kenapa Ka Roy ngusir karena mau ada mbak mantan yang mau jagain iya kan ..." jawab Kasih salah sangka .


" Bukan gitu Kas , saya sudah gak ada niat sedikit pun dekat atau mikirin dia jadi jangan bahas gitu terus dong ..." ucap Roy kaget dengan respon istrinya .


" Alaaah sekarang aja ngomong gitu nanti kalau orang nya dateng dan di sodorkan sesuatu ama dia juga balik haluan lagi ..." jawab Kasih makin kesal .


" Kasih saya gak akan ngelakuin itu ..." sahut Roy .


" Setiap apa yang gue omongin kenapa selalu salah sih ..." gumam Roy dalam hati .Dan Ivan yang mendengar perdebatan sepupu dan istrinya pun menepuk kening nya .


" Hadeeeh jadi panjang ini urusan nya kalau udah begini ..." gumam Ivan pelan yang mana masih terdengar oleh Roy dan di angguki oleh Roy .


" Ivan tunggu dulu sebentar ya aku mau mandi dulu habis itu kita pulang biarin Ka Roy nunggu mbak mantannya ."ucap Kasih sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi .


" Bun bukan gitu maksudnya ...." sahut Roy namun percuma karena Kasih sudah masuk kedalam kamar mandi .


" AAAaaarrgh kenapa jadi ruwet begini sih ." gumam Roy dan Ivan yang mendengar gerutuan sepupunya .


" Hadeeh kalian  buat gue takut nikah tau gak ... gak lo dan Dean sama - sama bermasalah ." oceh Ivan .

__ADS_1


" Berisik Van udah sana buruan lo pergi keburu Kasih keluar dari kamar mandi dan nekat pulang dan ketemu Mamih dan Papih nanti urusan nya jadi ribet lagi ". ucap Roy menyuruh pergi .


" Tapi nanti kalau Kasih nyariin gue gimana Roy ?". tanya Ivan .


" Biar dia jadi urusan gue , udah sana buruan pergi ".jawab Roy dan Ivan pun langsung keluar dari kamar rawat sepupu nya .


" ceklek "


Kasih keluar dari dalam kamar mandi sudah rapi dan langsung mencari Ivan sepupu suaminya .


" Loh ka Roy kemana Ivan pergi ?".tanya Kasih pada suaminya .


" Pulang ... udah si Bun jangan marah - marah terus orang tadi tuh maksudnya bukan gitu , jangan pulang ya nanti yang ngerawat saya siapa ?" jawab Roy .


" Ya Mbak mantan lah bukan nya situ udah janjian ya ..." ucap Kasih masih kesal .


" Astaga harus berapa kali saya bilang udah gak ada lagi urusan nya sayang ... udah jangan marah - marah terus mendingan bantuin saya ". jawab Roy pada istrinya dengan gemas .


" Bantuin apa ?". tanya Kasih dengan ketus .


" Saya mau pipis Bun ".jawab Roy .


" Yaudah sana minta tolong perawat aja ". jawab Kasih masih dengan nada kesal .


" Oh bener ya saya hubungi perawat kalau yang datang perawat perempuan terus bantuin saya pipis dan lihat aset saya nanti kamu yang rugi loh ".sahut Roy sekena nya dan Kasih yang mendengar jawaban suaminya pun terdiam sejenak memikirkan ucapan suaminya .


Tanpa menjawab ucapan suaminya Kasih pun mulai berjalan mendekat pada tempat tidur suaminya dan mengambil infusan Roy .


" Mau ngapain Bun ?". tanya Roy gemas dan heran .


" Kata nya mau ke kamar mandi ayo di bantuin apa emang mau nya sama suster iya " jawab Kasih dengan gemas .


"  Woho otoriter juga dia kalau sama kepemilikannya ". gumam Roy dalam hati dengan tersenyum menang .


" Ya gak lah mau nya sama kamu aja ... Bun sekalian main air ya di dalam ...".ucap Roy mulai turun dari tempat tidur dan melihat pada istri nya dengan mengedipkan sebelah matanya pada Kasih .


" Gak usah yang aneh - aneh kamu ya Ka ...Kasih masih sebel sama Ka Roy ..." jawab Kasih dengan mata yang melotot .


" Ya maka nya biar gak sebel kata Dean obat nya itu ..." sahut Roy masih menggoda istrinya .


" Astaga Ka Roy kenapa kamu jadi mesum begini sih ...." jawab Kasih tak habis pikir dan Roy pun tertawa mendengar ucapan Kasih .


" Hahahaa ha "


**********

__ADS_1


__ADS_2