Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 74


__ADS_3

..." Mencintai anak tidak lah cukup , yang terpenting anak sadar bahwa mereka di cintai oleh orang tua nya "....


*****


Hana masih setia mengamati pria di samping nya yang sedang menimang bayi kedua nya setelah selesai meminum ASI nya yang terkadang ia tertawa kecil dan berbicara pada sang putri .


Dean yang merasa di perhatikan oleh Hana pun menoleh pada wanita cantik yang melahirkan kedua putrinya hingga pandangan mereka pun bertemu .


" Hey kenapa ada yang kamu butuhkan Han ?". tanya Dean lembut . Hana hanya mengangguk kan kepalanya .


" Apa ?". tanya Dean .


" Itu si Adek belum tidur ?". jawab Hana dengan pertanyaan lagi .


" Sudah ". jawab Dean singkat.


" Terus kenapa gak di taruh nanti jadi kebiasaan Dean ". omel Hana pada pria berperawakan tegap .


" Suka aja , lagian kamu mau apa ?". jawab Dean dengan santai .


" Saya kebelet dan tolong bantu saya jalan ke kamar mandi ." ujar Hana dan Dean pun langsung menaruh putri keduanya di boks bayi nya dan langsung menghampiri Hana .


" Ayo mau jalan sendiri apa di gendong ?". tanya Dean lembut .


" Bantuin jalan aja ". jawab Hana dan dengan sigap Dean pun langsung membantu Hana jalan sampai masuk ke dalam kamar mandi .


" Yaudah sana keluar ngapain masih disini ?". kata Hana sedikit sewot .


" Hah …kan mau bantuin kamu Han ." jawab Dean sekenanya .


" Apa yang mau dibantuin , gak ada sana keluar gak usah cari cari kesempatan kamu ya ". cerocos Hana pada Ayah dari bayi kembar nya.


Dean pun keluar dari kamar mandi dengan menggerutu .


" Udah di bantuin bukan nya Terimakasih malah ngusir perasaan setelah melahirkan kenapa Hana jadi galak banget sih ." gerutu Dean di depan pintu kamar mandi .


" SAYA MASIH DENGAR DEAN ." teriak Hana dari dalam kamar mandi dan Dean pun memilih diam .


5 menit kemudian Hana pun keluar dari dalam kamar mandi dan langsung di bantu Dean jalan ke tempat tidur nya .

__ADS_1


" Hana ini tadi di bawakan Mamah Sita ini susu kotak untuk ibu menyusui dan Selagi anak anak tidur pulas kamu tidur juga ya kamu pasti lelah biar saya yang jagain nya ."kata Dean mengambil susu kotak dari Dokter Sita lalu menyerahkan susu itu pada Hana dan membantu Hana menata bantal nya agar lebih nyaman .


" Terimakasih ". ucap Hana sambil memberikan bungkus susu kotak nya .


" Iya ". Jawa Dean dan membuang kotak susu di tempat sampah .


Dean pun menghampiri Hana yang mulai memejamkan matanya dan langsung beranjak mencium kening Hana dengan tulus .


" Maafkan semua kesalahan yang saya lakukan Han dan Terimakasih banyak untuk anak anak yang sudah kamu perjuangkan hingga titik ini , Terimakasih untuk hari ini dan semua nya ." ucap Dean sambil sesekali mencium kening Hana dan setelah nya ia mengusap lembut kepala Hana .


" Yaudah tidur ya good night ". kata Dean dan Hana hanya mengangguk kan kepala nya dan mulai memejamkan matanya untuk terbang ke langit mimpi . Dean pun beranjak ke sofa dan menggeser sofa agar dekat dengan boks bayi nya .


" Dean , saya gak tau apa saya sudah bisa memaafkan mu atau belum karena gara gara kamu Keluarga ku hancur , anak - anak ku harus terpisah dari kedua orang tuannya dan .


saya belum tahu Dean ".


" Dan Mas Fandi gimana kabar mu disana ?, Mas apa kamu juga terluka dengan perpisahan ini seperti ku ?". gumam Hana dalam hati .


*****


Di Jakarta keluarga Dewantara di buat kalang kabut saat menerima kabar yang dibawakan oleh Roy .


Roy yang mendengar sang adik yang suka membuat ulah belum pulang , Roy langsung membawa mobilnya menuju ke tempat yang biasa di kunjungi oleh Dean namun ternyata disana yang di cari tidak ada . Roy pun langsung menghubungi asisten pribadi nya Dean .


" Tut Tut Tut"


" Halo " jawab Joni dengan nada yang serak khas orang yang bangun tidur.


" Kamu dan Dean berada dimana ?". tanya Roy .


" Em itu Pak , saya lagi di hotel tidur dan si Bos lagi di Rumah Sakit ." jawab Joni .


" Ngapain kamu tidur di hotel dan apa yang terjadi pada Dean Joni ". Roy membentak keras Joni .


" Si Bos baik baik saja cuma beliau sedang menemani non Hana yang habis melahirkan putri kembar nya si Bos Dean , Pak ". jelas Joni .


" Hah … rumah sakit mana ? ". tanya Roy terkejut .


" Di Bali Pak ".

__ADS_1


"Tut Tut Tut" Roy pun langsung memutuskan panggilan nya pada Joni


" Gak kakaknya , gak adeknya kalo nelpon kalar urusan nya langsung di matikan dasar saudara gak ada akhlak ". umpat Joni pada Dean dan Roy .


" Muke gile si Dean ke Bali gak ngomong ngomong dasar adek gak ada akhlak nya ". gerutu Roy , dan Roy pun langsung membawa mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah mewah keluarga Dewantara .


Tak butuh waktu lama Roy pun sampai di rumah mewah itu dan berteriak memanggil Mamih dan Papih nya .


" MIH PIH "


" MAMIH , PAPIH "teriak Roy membuat semua penghuni rumah terbangun begitu juga dua pasang parubaya yang tergopoh-gopoh menghampiri Roy .


" Aduuh Roy , gak kamu gak Dean kenapa suka sekali buat Mamih dan Papih jantungan karena teriakan kalian hah" omel Mamih Esty .


" Ada apa sih Roy dan mana adek mu Dean .? ". tanya Papih Dika.


" Dia di Bali Mih Pih ". jawab Roy dengan santai .


" Ngapain kan gak ada jadwal kunjungan kesana kan ? atau jangan-jangan dia buat ulah lagi ya ?". tanya Papih Dika .


" Bukan Pih , Dean ke Bali karena lagi nungguin Hana yang melahirkan bayi nya ". jawab Roy dengan serius .


" JEDERR "


" Astaga Roy gimana bisa Dean gak kabarin kita soal ini , Dean benar benar keterlaluan . Mamih harus ke Bali sekarang buat ketemu Hana ". sahut Mamih Esty terkejut dan akan beranjak pergi menuju pintu keluar .


" Mih mau kemana ?". tanya Papih sambil memegang tangan Mamih Esty yang akan lari keluar .


" Mau ke Bali lah mau jitak kepala anak kamu Pih ". ucap Mamih Esty menggebu-gebu.


" Mih tuh lihat sekarang jam setengah 2 dan gak akan ada penerbangan jam segini besok pagi sekali kita ambil penerbangan pertama dan Papih bantuin Mamih buat jitak kepala Dean , oke ". ucap Papih Dika dan di angguki oleh Mamih Esty .


" Roy pagi sekali kita berangkat ke Bali dan sekarang kita istirahat dulu ". ucap Papih Dika lagi .


" Baik Pih " Roy pun langsung beranjak menuju kamar nya dengan menggerutu .


" DEAN DEAN Lo tuh gak ada habis habisnya ya buat ulah , waktu kecil Mamih salah kasih makan apa sih sama Lo jadi bodoh begitu ". gerutu Roy .


*****

__ADS_1


__ADS_2