Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 104


__ADS_3

" Hanya dengan memiliki mu aku bisa merasakan Cinta dan Harapan "


*******


" Karena Dean adalah SUAMI SAH SAYA kalau dia keluar berarti saya juga akan keluar ." ucap Hana dengan menekan setiap kalimatnya dan langsung menautkan jarinya menggenggam erat tangan Dean suaminya di depan Mantan suaminya dan keluarganya .


" JEDER "


" DEG "


Seketika dunia Fandi runtuh saat mendengar kalimat yang keluar dari bibir seorang wanita yang pernah menjadi istri nya .


" Jangan bercanda kamu Hana !". ujar Fandi merasa tak percaya .


" Soal status yang sakral tak bisa di buat bercanda Tuan Fandi yang terhomat ." jawab Dean dengan nada tegas pada seorang pria yang menjadi mantan suami dari istri nya .


Fandi pun langsung beranjak keluar dari kamar Ibunya dengan perasaan yang porak poranda .


Rendi sang kakak iparnya pun langsung memberikan salah satu anak kembarnya pada Uni dan segera mengejar adik ipar nya yang sungguh labil .


Bu Tuti yang melihat dan mendengar semua nya dari Fandi putranya dan Hana serta pria yang tak di kenalnya . Wanita paruh baya itu meneteskan air mata nya langsung memanggil Hana yang masih berada di dalam kamar itu dengan di temani oleh Dean suaminya .


" Hana ". panggil Bu Tuti . Hana pun langsung beranjak mendekati Bu Tuti .


" Apa pria itu ayah kandung dari ..." tanya Bu Tuti .


Hana yang tahu maksud dari ucapan Bu Tuti pun mengangguk kan kepalanya dan memegang tangan keriput wanita yang dulu menjadi mertuanya .


" Iya Bu , dia pria itu yang sekarang menjadi suami Hana , ayah dari putri kembar Hana ,


Bu ". jawab Hana dengan penuh keyakinan.


Bu Tuti pun tersenyum dengan mengelus lembut kepala Hana dengan tangan satu yang bebas .


" Kamu bahagia nak ?". tanya Bu Tuti lagi pada Hana . Dan Hana menganggukan kepalanya .


" Insyaallah , dia benar pria jahat Bu namun dia selalu berusaha untuk jadi suami yang baik dan Ayah sambung yang baik untuk Rama dan Rafa Bu . "


" Iya Ibu akan selalu mendoakan mu agar selalu bahagia dengan keluarga baru mu dan terimakasih sudah berbaik hati untuk menjenguk Ibu , dan Maaf untuk semua yang sudah di lakukan oleh Fandi , Hana ." Ujar Bu Tuti.


" Ibu gak perlu memikirkan itu up yang terpenting Ibu harus selalu sehat agar bisa terus melihat perkembangan Kakak Rama dan Rafa ya ." jawab Hana dan Bu Tuti pun melihat ke arah Dean yang masih berdiri di dekat pintu kamar nya . Bu Tuti pun meminta Dean mendekat padanya . Dean pun mendekat dan melihat tangan Bu Tuti yang terulur Dean pun menyambut memegang tangan keriput Wanita dari ibu mantan suami dari istri nya.


" Kamu … ". ucap Bu Tuti pada Dean .


" saya Dean . Maafkan kesalahan saya yang menjadi akar penyebab perpisahan putra ibu dan Hana ". ucap Dean dengan tulus.


" Ya awal nya saya kecewa dengan perpisahan mereka … mungkin mereka memang bukan jodoh sesungguhnya dan saya minta tolong bahagia kan Hana dan sayangi Rama dan Rafa seperti putra mu sendiri …" pinta Bu Tuti pada Dean . Dan Dean pun langsung mengangguk kan kepalanya dengan yakin .

__ADS_1


" Saya sudah menganggap Kakak Rama dan Abang Rafa sebagai anak saya sendiri tanpa syarat .. " jawab Dean serius .


" Alhamdulillah … Oya mana bayi kembar kalian bisa kah Ibu lihat ". pinta Bu tuti dan Hana pun langsung mengambil dan meletakkan kedua bayi kembar nya di samping kiri dan kanan Bu Tuti .


******


15 menit selesai melihat keadaan mantan Ibu mertuanya , Hana dan Dean pun langsung beranjak keluar dari kamar Bu Tuti di ikuti Uni yang mendorong stroller bayi Sheila dan Sheina hingga saat akan melewati ruang tengah yang ternyata ada Fani , Rendi suaminya dan dua bocah laki-laki itu berlari menuju Papah dan Mamah nya .


" Mamah , Papah " . Panggil Rama dan Rafa .


" Gendong Pah ". pinta Rafa dan Dean pun langsung menggendong nya.


" Loh sudah Han ? ". tanya Fani .


" Iya Mbak biar Ibu istirahat , oh ya Mba , Mas Hana pamit ya ". ujar Hana pada Fani .


" Ko buru - buru , langsung pulang ke ...?" tanya Rendi .


" Kami belum pulang ke Jakarta karena saya masih ada kerjaan di sini ". jawab Dean dan Rendi hanya manggut-manggut .


" Kakak, Abang pamit sama Umi dan Abi ya , oh ya mana Mbok Jum , mba ?".


ucap Hana.


" Mbok tadi keluar sebentar , Han jangan sungkan untuk kesini dan jenguk Ibu ya ". jawab Fani .


" Waalaikumsalam "


***** *


Sampai nya di teras Hana dan Dean menoleh saat ada seseorang yang memanggilnya .


" Hana ". panggil Fandi dengan rahang yang mengeras.


" Yang kamu bilang gak benar kan ? kamu hanya ingin membalas saya kan ?" tanya Fandi pada Hana . Hana pun menoleh pada uni .


" Uni tolong bawa Anak-anak ke dalam mobil ." pinta Hana pada Uni yang mendorong stroller bayi kembar . Dan Hana langsung menatap tajam pada Fandi .


" Semua yang saya katakan benar adanya dan Dean adalah SUAMI HANA ". ucap Hana dan Hana pun merogoh isi tasnya dan mengambil ponsel nya dan memperlihatkan foto pernikahan nya pada Fandi yang langsung menegang .


" Kenapa semudah itu menerima dia Hana ?" tanya Fandi .


" Karena anak-anak Hana membutuhkan sosok Papah , Hana gak mau egois seperti apa yang di lakukan Mas Fandi ". jawab Hana dengan tegas.


" DEG "


ucapan Hana benar - benar menusuk tepat di jantung Fandi .

__ADS_1


" Oh ya Mas Fandi , hubungan kita hanya sebatas Kakak Rama dan Rafa tidak lebih jadi Hana mau menikah dengan siapapun itu sudah bukan jadi urusan mu Ayah Rama dan Rafa ".


ucap Hana lagi .


" DEG "


sungguh sakit yang luar biasa mendengar kenyataan yang ada.


" Yaudah kami pamit dulu Mas Fandi ". kata Hana


" Han , boleh Rama dan Rafa disini dulu ". pinta Fandi .


" Tergantung mereka Mas mau atau tidak nya ." jawab Hana acuh .


" Kakak , Abang mau tinggal disini dulu nak ?".tanya Hana dan kedua bocah laki-laki itu pun mengangguk kan kepala . melihat anaknya menginginkan nya Hana pun menoleh pada Dean yang menganggukkan kepalanya.


" Ya sudah tapi hanya 2 hari mas karena kita harus kembali ke Jakarta ". kata Hana dan Fandi menganggukan kepalanya .


" Kakak , Abang . Papah sama Mamah pulang ke hotel dulu ya kalian disini gak boleh rewel sama Ayah Fandi ya nak ". kata Dean sambil berjongkok di depan kedua putranya dengan mencium kening kedua putranya di ikuti oleh Hana .


" Yaudah titip dan jaga anak-anak mas Fandi kami permisi … assalamualaikum " Hana pun berjalan menuju mobil melewati tubuh Fandi .


" Waalaikumsalam " jawab Fandi dengan pelan.


Dan saat Dean bersisihan dengan Fandi , tangan Dean pun terulur menepuk bahu Fandi pelan dan berbisik .


" Tugas menjaga dan membahagiakan Hana sudah saya ambil alih brow , wanita yang sudah kamu sia - sia kan ". ucap Dean dengan nada mengejek .


Setelah mengucapkan kalimat itu Dean pun melangkah kan kakinya menyusul istri dan kedua bayi kembar nya .


Meninggalkan sang Mas mantan yang termangu .


Dean pun mulai masuk ke dalam mobil dia melihat kedua putrinya yang duduk di car seat kursi tengah dan Dean pun duduk di samping istrinya di kursi belakang dan mobil pun mulai beranjak jalan meninggalkan pelataran rumah mantan suami nya .


" Are you ok ?". tanya Dean pada Hana . Dan Hana pun mengangguk kan kepalanya , Dean pun membawa Hana ke dekapannya.


" Bos kita jadi langsung ke Surabaya ?". tanya Joni sambil mengemudikan mobilnya.


" Iya " jawab Dean singkat dan Hana mendongakkan kepalanya melihat wajah Dean dengan mengernyitkan keningnya.


Dengan jahilnya Dean mengecup bibir manis Hana sekilas .


" Iya kita pergi ke Surabaya saya mau ngecek cabang hotel di sana sekalian jalan-jalan ya ". ucap Dean dengan lembut dan tersenyum .


Dan Hana pun mengangguk kan kepalanya masih di dekapan Dean .


******

__ADS_1


" It is better for a bad person to turn into a good person than to be a hypocrite "


__ADS_2