
" JOHAN , KAMU BISA NYETIR GAK SIH DARI TADI GAK SAMPAI - SAMPAI ..."
" JOHAN KALAU KAMU GAK BISA NYETIR CEPETAN TURUN BIAR SAYA YANG NYETIR .....". Suara teriakan Dean memekak telinga Johan yang sedang fokus mengemudikan mobilnya di tengah kemacetan parah di kota Jakarta karena memang saat ini memang jam-jam nya kemacetan di hampir semua jalanan kota Jakarta .
Johan hanya diam tak menggubris Bos nya yang sedari tadi ribut di jok belakang karena bukan keputusan baik jika ia sampai memberikan kesempatan pada Bos nya mengambil alih kemudi mobil karena jika sampai memberikan kemudi mobil pada Bos nya yang sedang kalut karena mendengar kabar jika istri tercinta nya sedang di larikan ke rumah sakit yang ada ia dan sang Bos akan cepat sampai ke Rumah sakit namun bukan untuk menjadi pengunjung melainkan menjadi pasien dan Johan tak mau sampai itu semua terjadi .
" Ekhem ... Sabar Bos di depan macet lumayan panjang ". Akhirnya Johan menjawab dengan malas karena sudah tak tahan mendengar Bos nya yang mengomel sedari tadi .
" MANA BISA SAYA SABAR JOHAN DI SAAT ISTRI SAYA SEDANG DI LARIKAN KE RUMAH SAKIT KARENA SESUATU YANG SAYA TIDAK TAU ...HUH ". teriak Dean lagi pada Johan yang hanya menggelengkan kepalanya karena mendadak kepala nya jadi pening mendengarkan Bos nya yang berteriak - teriak dan tak jarang Dean membuka kaca mobil dan menyuruh pengendara samping nya untuk minggir agar tidak menghalangi laju mobilnya namun bukan jalan yang ia terima yang ada pengendara lainnya berbalik menghujatnya bersahut - sahutan .
" Kalau gak mau macet mobilnya di gendong Om ".
" Terbang Om aman dari macet ".
" Mobilnya di pakaikan pelampung terus jalan tuh di kali bebas macet "
" Turun dan lari biar cepat sampe ".
Beberapa ocehan para pengendara lainnya yang saling bersahut - sahutan membuat tiba-tiba nyali Dean menciut dan memilih menutup kembali kaca mobil nya sambil membuang nafas kasar dan Johan hanya mengulum senyum nya karena melihat Bos nya di keroyok orang - orang .
*********
Setelah Dean menyelesaikan sarapannya dan berangkat ke kantor terlebih dahulu meninggalkan Papih Dika dan juga Kakak nya Roy yang masih menikmati sarapan yang tersedia sambil sedikit berbincang - bincang santai .
"Sayang , kamu beneran sudah ajak Ibu buat sarapan ? ". tanya Roy pada Kasih membuat Mamih Esty dan Papih Dika menghentikan makannya dan ikut menyimak jawaban dari Kasih karena sepasang suami istri itu pun penasaran dengan apa yang terjadi pada Besannya .
" Tadi Udah Kasih bujuk untuk makan Yah tapi Ibu bilang belum lapar dan Ibu bilang nanti kalau lapar cari sendiri gitu ...". Jawab Kasih pada Roy yang mengangguk kecil .
" Ehem "
" Maaf ya Kas kalau Mamih kepo tapi Mamih ingin tau karena rasa kepedulian kita ini keluarga bukan .... Sebenarnya apa yang terjadi pada Ibu mu nak ... Mamih merasa beliau murung seperti itu semenjak kalian pulang dari rumah kerabat mu loh ".Kata Mamih yang ikut nimbrung begitu pun Papih Dika yang masih setia menyimak dan Kasih langsung menoleh pada Suaminya meminta ijin untuk menceritakan apa yang terjadi pada Ibunya dan Roy pun langsung mengangguk yakin membuat Kasih langsung bersedia menceritakannya pada mertuanya tentang masalah yang sedang di hadapi Ibunya .
" Bik Tini , Saya minta tolong buatkan teh hangat ya ". pinta Roy pada Bik Tini yang tak jauh dari meja makan .
" Baik Mas Roy ". jawab Bik Tini dengan segera beranjak menuju dapur membuatkan apa yang di minta anak majikannya dan Roy mengangguk dengan tersenyum kecil pada Bik Tini sebelum menoleh pada Istrinya .
" Bun sebelum cerita sama Mamih dan Papih tolong ambilkan makan untuk Ibu ya ... Biar saya yang antar ke kamar Ibu ".Pinta Roy pada Kasih yang langsung beranjak menyiapkan apa yang di minta Suaminya , mengambilkan makan untuk Ibunya dengan semangkuk kecil potongan buah segar bersamaan dengan datang nya Bik Tini yang membawakan satu gelas teh hangat di nampan .
" Yaudah Ayah ke kamar Ibu dulu ya , Mih Pih ". pamit Roy pada Istri serta Mamih dan Papih nya .
" Iya sana kasihan Ibu mu kalau sampai telat makan ".jawab Papih Dika pada Roy .
**********
" Tok tok tok " Roy mengetuk pintu kamar Ibu mertuanya .
" Bu , Roy masuk ya ". ucap Roy sambil membuka pintu kamar dengan pelan .
" Ceklek ". Saat Roy membuka pintu Roy bisa melihat Ibu mertuanya sedang duduk bersandar di kepala ranjang sambil memegang sebuah kertas kecil dengan mata yang berkaca-kaca yang tampak melamun ... Roy memaklumi saat dirinya mengetuk pintu bahkan berbicara namun tak ada sahutan .
" Bu ....". panggil Roy sambil berjalan mendekati Ibu mertuanya duduk dengan nampan di tangan nya yang berisi makanan dan minuman barulah Ibunya Kasih tersadar jika terdapat Roy di hadapannya .
" Loh Roy ...". Ujar Ibu nya Kasih dengan wajah yang terkejut sambil menghapus air matanya dengan cepat dan Roy masih memperhatikan wajah sendu wanita parubaya di hadapannya .
" Jam berapa ini kenapa belum berangkat ke kantor dan segala bawa makanan buat Ibu ... Apa Kasih tak bilang kalau Ibu belum lapar dan Ibu nanti cari sendiri Roy " Ucap Ibunya Kasih yang melihat Roy membawa makanan dan minuman lengkap dengan potongan buah nya yang Roy letakan di atas nakas .
" Kasih sudah bilang sama Roy semuanya Bu ... Kalau Ibu mau Roy cepat berangkat kerja Ibu makan dulu sarapan nya tapi kalau Ibu gak mau makan Roy juga tak akan berangkat ke kantor sampai Ibu makan ." jawab Roy pada Ibu mertuanya setelah duduk di kursi di samping ranjang mertuanya .
" Tapi beneran Roy , Ibu belum lapar nak ... Jadi kamu bisa berangkat ke kantor karena Ibu tau kalau kerjaan mu di kantor banyak Roy ". jawab Ibunya Kasih .
Sebelum menjawab ucapan Ibunya Roy memegang tangan yang mulai mengkerut dari Ibu mertuanya dengan tatapan menenangkan .
" dengan Roy , Bu . Kasih sudah menceritakan semua nya tentang apa yang sekarang Ibu hadapi dan Roy akan bantu Ibu sampai dia ketemu dalam keadaan sehat atau .... Roy janji ". ucap Roy dengan tulus pada Ibu mertuanya yang mulai menangis kembali .
" Tapi Roy minta satu aja dari Ibu ... Roy minta Ibu jaga kesehatan dan pola makan Ibu agar saat Roy bisa membawa dia ke hadapan Ibu , Ibu dalam keadaan baik - baik saja bukan malah seperti ini ....".ucap Roy lagi meyakinkan mertuanya .
" Roy kamu tau saya ini Ibu yang sangat jahat Roy bagaiman saat dia di temukan dia tak mau menerima Ibu yang jahat ini Roy ...". jawab Ibu dengan tangis yang pecah dan Roy langsung memeluk tubuh rapuh wanita parubaya yang sudah di sayangi nya bagai Ibu nya sendiri .
" Ust ibu tenang ya ....Kalau Ibu seperti ini menyiksa diri dan membuat Ibu sakit sampai terjadi hal yang tidak di inginkan ,yang ada Ibu rugi karena Ibu tak akan mempunyai kesempatan untuk menjelaskan dan meminta maaf pada nya Bu jadi Roy mohon Ibu tenang ". ucap Roy lagi setelah melepaskan pelukannya dan memegang bahu kiri dan kanan Ibu mertuanya melihat mata yang memerah dengan bulir air mata yang masih menetes di wajah mertuanya .
" Dengan Roy , Bu . Kalau Ibu sadar Ibu seorang Ibu yang jahat apa Ibu juga tak ada niatan untuk meminta maaf pada nya hem ... Soal ia menerima atau tidak itu urusan dia dengan Tuhan se enggak nya di sisa umur Ibu ... Ibu bisa mengakui dosa dan meminta maaf pengampunan dari Nya bukan malah seperti ini ...". Ujar Roy dengan serius dan Ibu mertuanya pun menyimak apa yang sedang di katakan menantunya .
" Seharusnya dengan berita kebenaran ini Ibu bersyukur jika kabar DIA meninggal itu tidak benar dan jika DIA umur panjang samapi bertemu dengan Ibu ... Harusnya Ibu memahami jika Tuhan masih sangat menyayangi Ibu dengan mengambil semua penyakit yang menjerat tubuh Ibu karena Tuhan mempunyai rencana agar Ibu bisa mengetahui fakta ini dan bisa memperbaiki diri .... Ibu masih mempunyai kesempatan untuk melihat wajah nya dan meminta maaf dengan bersungguh - sungguh pada Nya Bu ... Dan jika ia tumbuh menjadi manusia berhati mulia pasti tidak lah berat untuk DIA memaafkan dan menerima Ibu ... Sekarang disini tinggal Ibu ada niat untuk memperbaiki diri atau malah menyiksa diri yang malah membuat rugi Ibu ...".Ujar lagi dan Ibu mulai memahami apa yang di maksud dengan apa yang di katakan menantunya .
" Jadi sekarang sebelum Roy berangkat ke kantor untuk mengatur jadwal di kantor agar Roy bisa secepatnya pergi mencari Dia ... Roy minta Ibu makan ya dan jaga kesehatan sampai bertemu dengan Nya jangan sampai apa yang sudah Roy usahakan dalam pencarian Nya menjadi sia - sia karena Ibu yang menyiksa diri ". ucap Roy dengan lembut pada mertuanya yang langsung memeluknya sekilas .
" Ya kamu benar Roy Ibu harus sehat dan harus meminta maaf kepada Nya dengan bersungguh - sungguh untuk di terima atau tidak Ibu akan tetap berusaha mendapatkan maaf dari Nya Roy ...".jawab Ibu dengan keadaan yang lebih tenang .
" Yaudah sekarang Ibu makan dan habiskan Roy tungguin ". kata Roy dengan senyum nya mengambilkan teh hangat pada mertuanya .
" Roy gak usah nungguin Ibu makan nanti kamu terlambat .. Ibu pasti makan dan menghabiskan nya jadi kamu gak usah takut kalau Ibu bohong lagian kalau dosa Ibu sudah banyak kalau di tambah bohong lagi .". jawab Ibu dengan tersenyum kecil membuat Roy lega dan memberikan piring berisi makanan yang di siapkan Kasih .
" Nih Ibu makan yaudah sana kamu berangkat ya ...". ucap Ibu setelah menerima piring berisi makanan dan berdoa setelahnya mulai menyuap makanan ke dalam mulutnya Roy yang melihatnya pun tertawa kecil .
" Yaudah karena Ibu sudah mulai berhenti mogok makan jadi Roy bisa berangkat ke kantor dengan tenang dan Doain ya Bu semoga jadwal di kantor tak terlalu padat agar cepat bisa melakukan pencarian .". ucap Roy dan tanpa di sadari Roy dan Ibu nya sedari tadi Kasih mendengarkan semua apa yang di bicarakan Ibu dan Suaminya membuat Kasih menangis senang karena ia menikah dengan pria yang ternyata sangat baik dan penuh pengertian membuat Kasih sedikit merasa bersalah karena selama ini selalu membangkang pria itu .
"Iya hati - hati ya jangan khawatir kan Ibu ya nak ... Ibu akan jaga diri ".jawab Ibu mertuanya dan Roy menganggukkan kepalanya sambil mencium punggung tangan Ibu mertuanya berpamitan .
" Assalamualaikum ". ucap Roy .
" Waalaikumsalam Roy ".
Roy pun mulai membuka pintu dan langsung menutup pintu belum menyadari jika ternyata ada Istrinya dengan air mata yang berlinang dan Saat Roy membalikkan badan nya Roy di buat terkejut .
" Astaga Bun ...". pekik Roy hingga pandangan nya langsung tertuju pada mata Istrinya yang berlinang air mata .
" Bun Kamu ...".Saat Roy akan mengatakan jika Kasih apa sudah sedari tadi berada disini dan mendengar pembicaraan nya Kasih sudah terlebih dulu menubruk tubuh jangkung Suaminya dengan memeluk erat membuat Roy bingung .
" Hey kenapa nangis ?". tanya Roy pada Kasih yang masih menyusupkan wajahnya di dadanya dengan air mata yang berlinang sambil mengelus lembut rambut Kasih .
" Ka Maafin Kasih yang selama ini gak pernah berbakti sama Ka Roy tapi Kasih janji mulai hari ini Kasih akan menjadi Istri yang nurut sama Ka Roy dan please jangan tinggalin Kasih dan beby Rey ya Ka ...".ucap Kasih dengan bersungguh - sungguh karena ia sekarang benar - benar meyakini jika hati nya memang sudah terpaut pada Pria yang ia anggap kejam dulu .
" Hei kamu ngomong apa sih ko jadi ngelantur gitu ... Udah ah berhenti nangis nya yang ada baju ku basah sayang karena air mata mu loh dan satu lagi dengar baik - baik Mutiara Kasih jika saya Roy Fernando sudah sangat mencintai mu dan untuk berfikir meninggalkan mu itu tak akan pernah terjadi apalagi sekarang sudah ada beby Rey itu semakin tak mungkin ...paham ".jawab Roy dengan membingkai wajah Kasih dengan dua tangan nya sambil sedikit membungkuk karena jelas tingginya lumayan jauh dari Kasih yang hanya sebatas dada Roy .
Roy yang melihat wajah sembab Kasih membuat Roy ingin mencium bibir manis yang ada di hadapan nya dan Roy mulai memajukan wajah nya dengan perlahan hingga .
__ADS_1
" Woy kerja Roy gak lihat udah jam berapa ..."'. ucap orang itu yang mengganggu acara Roy yang tinggal sedikit lagi menyentuh bibir Istrinya dan Kasih yang menyadari ada yang menyaksikan aksinya pun langsung bersembunyi di belakang punggung Roy karena malu karena lagi-lagi saat ia bermesraan dengan Suaminya di ketahui oleh orang berbeda dengan Roy yang mendengus kasar .
" AAARGGH PAPIH AMPUN GANGGU AJA ....".teriak Roy pada orang yang tertawa lepas .
Detik kemudian Roy berbalik badan dan dengan gerakan cepat ia mengecup bibi Kasih sekilas .
" Yaudah saya berangkat ya Sayang ...". pamit Roy setelah melepaskan ciumannya dan langsung meninggalkan Kasih yang masih bersemu merah karena malu sekaligus terkejut .
Roy berjalan cepat menuju teras rumah yang ternyata masih ada Mamih dan Papih nya yang akan menaiki mobil .
" Gak Istri , gak suami sama kompak nya kalau urusan ganggu orang bermesraan tuh ...". sindir Roy pada Mamih dan Papih nya .
" Ye kan kalau Mamih kemarin udah minta maaf Roy kalau gak sengaja main nyelonong boy gitu ko masih kesel aja sih ...". jawab Mamih Esty .
"Lah kalau Papih sih gak salah orang kamu bermesraan nya gak tau tempat dan waktu ko ... kamu dan Dean tu 11 12 ". cibir Papih Dika pada putra sulung nya .
" Ya kalau gak sengaja lewat kan gak usah pake ganggu in Pih ...". protes Roy .
" Kalau ganggu in Papih mah sengaja Roy karena Papih gak mau kalah masa iya kamu bermesraan Papih gak itu gak adi Roy dan Papih mau punya temen ...".jawab papih Dika santai sekaligus menyindir istrinya yang malah cekikikan .
" Tau ahk ngomong sama Papih makin tambah ruwet mood Roy ... Mih Pih berangkat Assalamualaikum ".jawab Roy sekaligus mencium pipi Mamih Esty dan mencium punggung tangan Mamih Esty dan Papih Dika dengan cepat dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah tersedia di samping mobil Papih Dika .
" Dih langsung kabur aja tuh anak nakal ... Masa Papih di bilang bikin ruwet emang benang layangan apa ya ... Yaudah Mih dari pada mikirin anak - anak nakal itu mending Papih ngantor ". ucap Papih Dika sambil mencium kening Mamih Esty dan di balas Mamih esty mencium punggung tangan Suaminya sebelum naik ke dalam mobil .
Setelah Suami dan putra nya berangkat kerja Mamih Esty pun menghampiri cucu - cucunya yang ada di ruang play ground termasuk beby Rey yang sedang menyusu pada Kasih .
Loh ternyata sudah ada kamu Kas ... kirain Mamih cuma ada anak - anak dan Uni ". kata Mamih Esty pada Kasih yang sedang menyusui beby Rey .
" Iya Mih setelah Ka Roy berangkat Kasih langsung kesini nemuin beby Rey sekaligus nemenin si kembar lagi main ...". jawab Kasih dengan tersenyum dan melihat pada dua anak kembar yang sibuk merangkak dan berjalan pelan sambil berpegangan pada sisi sofa .
" Uluh - uluh cucu ganteng Oma udah ngantuk ... minum cucu Bunda enak ya nak ...". kata Mamih Esty pada beby R yang mulai mengantuk sambil mengelus pantat bayi 2 bulan itu .
" Iya Oma kan memang sudah jam nya Adek bobo ". jawab Kasih dengan suara anak kecil .
" Yaudah sana Kas bawa ke kamar kasihan kalau di pangku gitu pasti gak nyaman biar si kembar Mamih dan Uni jagain lagian kalau disini kasihan beby R nya gak akan pules karena ke berisikan Kakak kembarnya yang teriak - teriak ". ucap Mamih Esty pada Kasih yang mengangguk setuju .
" Hehehe iya Mih si kembar cerewet banget tapi gemes pengen gigit pipi gembil nya tuh ". kata Kasih sebelum beranjak pergi ke kamar nya .
" Betul Bunda ... besok beby R juga gembil kaya Kakak Sheila dan Sheina ya kalau telus mik cucu Bunda ya nak ...". sahut mamih Esty sambil mencium gemas pipi cucu laki-lakinya .
Setelah Kasih dan beby R pergi ke kamar nya kini tinggallah Mamih Esty dan Uni menjaga dua anak kembar yang mulai sangat aktif belajar berjalan dan bermain .
15 menit kemudian Mamih Esty pun melihat salah satu cucu nya sudah menguap serta yang satu mulai lebih tenang tiduran di karpet empuk di ruang itu .
" Uni sepertinya mereka sudah ngantuk deh tuh lihat udah mulai pasif mereka ..." kata Mamih Esty pada Uni yang mengangguk .
" Iya Nyah ini sudah jam 9 memang jam tidur mereka Nyah ...". jawab Uni mengiyakan .
" Yaudah kalau gitu tolong kamu buatkan susu untuk mereka dan tolong antar ke kamar saya ya Uni biar saya yang bawa mereka tidur ke kamar saya ...". kata Mamih Esty yang mengangguk .
" Baik Nyah ...". jawab Uni membantu mengambil salah satu si kembar di letak kan di stroller mereka begitu pun Mamih Esty yang meletakan nya juga dan mulai mendorong stroller menuju kamar pribadi nya .
*******
Saat menemani cucu - cucunya minum susu dan tertidur nyenyak dan Mamih Esty membaca majalah yang ada di kamar nya untuk menemani dirinya namun tanpa terasa mata Mamih Esty pun mulai berat dan mulai ikut memejamkan mata nya hingga pukul setengah sebelas Mamih Esty mulai terbangun dan langsung menoleh pada cucu - cucunya yang ternyata masih sangat nyenyak .
" Wah udah siang ... kira-kira Hana udah bangun belum ya tapi kalau udah bangun ko gak nyariin anak-anak nya ya ... Ah mending aku lihat aja ...". gumam Mamih Esty dan mulai turun dari ranjang nya dan berjalan menuju pintu sebelum memberikan guling dan bantal di sisi kiri dan kanan pada cucu kembar nya .
" Ceklek ". saat Mamih Esty membuka pintu ternyata sudah ada Uni yang stand by nunggu si kembar yang tidur di kamar Oma nya .
" Kebetulan ada Uni , saya titip si kembar ya ... ". kata Mamih Esty pada Uni yang mengangguk kan kepala patuh .
" Oh ya Uni , apa kamu sudah lihat Hana bangun dan turun ?". tanya Mamih Esty pada Uni .
" Sedari tadi Uni belum lihat Bu Hana turun dari lantai 3 Nyah dan tadi saat Uni ke lantai 3 Uni gak denger ada suara apapun dari kamar Bu Hana dan Pak Dean , Nyah ". jawab Uni pada Mamih Esty .
" Oh gitu ... Gak biasanya Hana bangun sampai se siang ini kan Ni ". kata Mamih Esty .
" Iya Nyah baru kali ini Bu Hana bangun terlalu siang Nyah ". jawab Uni .
" Yaudah Ni kamu jagain si kembar saya mau lihat ke lantai 3 mau bangunin Hana kasihan dia sampe melewatkan sarapannya .".seru Mamih Esty dan di angguki oleh Uni . Seperti biasa saat Uni menjaga si kembar atau kedua Kakak nya yang tidur di kamar Oma Opa nya , Uni akan menjaga di bangku luar kamar dengan pintu yang terbuka lebar .
********
Sesampainya di lantai 3 Mamih Esty langsung mengetuk pintu kamar Dean dan Hana hingga beberapa kali namun tetap tidak ada sahutan bahkan Mamih Esty menelpon Hana pun hanya terdengar dering ponselnya namun tak ada jawaban hingga Mamih Esty memutuskan untuk membuka pintu kamar putranya untuk melihat keadaan menantunya yang membuat mamih Esty penasaran .
" Hana tuh tidur apa pingsan sih ko gak bangun-bangun ... Uh ini beber-benar ulah Dean kalau sampai terjadi sesuatu pada Hana karena kelelahan melayani ***** kuda Dean bakal tak bejek - bejek tuh anak nakal lihat aja .." gerutu Mamih Esty sebelum mengetuk kembali kamar Dean .
" Tok tok tok ....... Han , Mamih masuk ya ". namun tetap tak ada jawaban hingga Mamih Esty memutuskan untuk membuka pintu kamar .
" Ceklek ".
Saat Mamih Esty buka pintu kamar tak ada yang aneh - aneh di kamar itu semua tampak rapi dan bersih hanya di ranjang masih terdapat Hana yang sedang terpejam dengan selimut sebatas pinggang .
" Kalau tidur kenapa gak bangun - bangun ya sih Hana ...". gumam Mamih Esty mendekati ranjang yang di tiduri Hana .
Saat Mamih Esty duduk di ranjang samping Hana , kening Mamih Esty mengkerut saat mengamati wajah Hana yang tampak sayu dan pucat pasi ... Tangan Mamih Esty pun terulur di lengan Hana untuk membangun kan menantunya .
" Han bangun sudah siang ...Loh ko anget ya lengan nya ". kata Mamih Esty saat menyentuh lengan Hana , tangan Mamih Esty pun langsung terulur menyentuh kening Hana dengan punggung tangan nya yang ternyata terasa sangat panas .
" Astaga Hana , kamu demam nak ". pekik Mamih Esty .
" Hana bangun nak ... Hana ". Mamih Esty berusaha membangunkan Hana yang mulai tampak menggeliat dan membuka matanya .
" Hana ".panggil Mamih Esty saat melihat mata menantunya terbuka .
" Mih sakitt .... ". keluh Hana pada Mamih Esty yang tampak khawatir .
" Sakit apanya Han , kamu demam nak ". jawab Mamih Esty namun Hana malah menggeleng kan kepala .
" Perut Hana sakit Mam ...". keluh Hana lagi dengan lirih dan lemas membuat Mamih tersentak dan reflek membuka selimut yang menutupi tubuh bagian bawah Hana di ikuti dengan tangan Hana yang mengelus perut bagian bawah nya dan seketika mata Mamih membulat sempurna saat membuka selimut dan membuat rok pendek Hana terangkat yang menampilkan bercak darah di ****** ***** yang Hana kenakan .
" Hana , kamu sedang datang bulan nak ?". tanya Mamih Esty yang mengira bila menantunya nekat melayani ***** suaminya saat ia datang bulan .
Hana yang mendengar ucapan Mamih Esty pun ikut terkejut pasalnya ia sudah lama tak datang bulan lebih dari satu bulan .
__ADS_1
" Datang bulan ( Mamih Esty mengangguk ) tapi hampir mau dua bulan ini Hana tak kunjung datang bulan Mih ". jawab Hana di ikuti ringisan dari Hana yang merasakan perutnya kembali nyeri .
" Auuhw sakiit Mih ". keluh Hana hingga tanpa sadar Hana meneteskan air matanya .
" Telat datang bulan lantas itu apa Han .... atau jangan - jangan kamu pendarahan Han kalau gitu ayo kita ke rumah sakit Han ...". pekik Hana dengan panik dan Mamih Esty semakin panik saat melihat Hana yang jatuh pingsan .
" Astaga Hana bangun nak ...."
" HANA ". panggil Mamih Esty dengan menepuk pelan pipi Hana namun tetap tak ada respon hingga Mamih Esty pun langsung beranjak keluar dan memanggil semua penghuni rumah untuk meminta tolong .
" TOLONG "
" TOLONG "
Mamih Esty berteriak kencang sehingga hampir semua orang yang ada di rumah besar yang kebanyakan wanita itu pun berdatangan .
" Ada apa Mih ko teriak - teriak gitu ".tanya Kasih yang di ikuti semuanya.
" Itu Kas , Hana pingsan ". jawab Mamih Esty khawatir .
" Hah ". bersamaan dengan datang nya seorang pria dengan membawa paper bag besar .
" Ada apa Tante ko teriak - teriak gitu lagian ini kenapa ko pada kumpul di kamar Dean ?". tanya orang itu membuat Mamih Esty sedikit bernafas lega .
" Syukurlah ada kamu Van ... Tolong tante , Van ... HANA PINGSAN DAN ADA BERCAK DARAH ".jawab Mamih Esty panik .
" Tolong bawa ke rumah sakit Van ...". pinta Mamih Esti sambil masuk ke dalam kamar Dean yang di ikuti oleh Ivan setelah memberikan paper bag pada salah satu asisten di rumah itu .
" Astaga Tan ... Hana demam dan wajah Hana pucat banget ". kata Ivan dan Mamih Esty langsung mulai merapatkan kembali selimut yang Hana pakai untuk membungkus tubuh Hana dengan cepat agar Ivan tak melihat paha mulus menantunya Ivan langsung membopong tubuh Istri sepupunya beranjak masuk ke dalam lift yang di ikuti oleh Mamih Esty .
****************
Ivan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh karena khawatir dengan keadaan iparnya yang menurutnya sedikit mengkhawatirkan apalagi setelah mendengar penuturan Tantenya mengenai Hana .
Berbeda dengan Mamih Esty yang sangat khawatir dan marah besar pada putra bungsunya yang sudah bisa di pastikan mempunyai peran cukup besar tentang keadaan buruk menantunya .
Hingga tak butuh waktu lama mobil Ivan sampai di depan teras rumah sakit Mitra yang mana perawatnya sudah siap menunggu dengan brangkar karena Ivan menelpon pihak rumah sakit agar menyiapkan semuanya saat ia mengemudi .
Hana pun langsung di letakan di brangkar dan di dorong oleh beberapa perawat serta Mamih Esty dan Ivan menuju ruangan UGD namun saat sampai di depan ruang UGD langkah Mamih Esty dan Ivan di hentikan agar Dokter dapat fokus memeriksa keadaan pasien dan di patuhi oleh Mamih Esty dan Ivan .
Setelah pintu tertutup Ivan pun mengajak tantenya untuk duduk di kursi tunggu depan ruangan dan Ivan menoleh pada Tantenya yang mana raut wajah Tantenya terlihat marah besar yang Ivan tak tau penyebabnya .
Beberapa menit kemudian Om Zaki yang tak lain Ayah van yang di kabari jika Adik nya sedang ada di rumah sakit ini rumah sakit tempat ia bertugas .
" Es , Hana kenapa ? Apa yang terjadi dengan nya Est ?". tanya Om Zaki namun Mamih Esty hanya diam dengan raut wajah marah nya dan Om Zaki pun menoleh pada putranya untuk bertanya ada apa sebenarnya namun Ivan hanya mengangkat dua bahunya tak mengerti .
15 kemudian pintu ruang UGD tempat Hana di periksa pun terbuka dan menampilkan seorang Dokter wanita dengan di ikuti 2 perawat di sisi kiri dan kanan nya .
Melihat Dokter keluar Mamih Esty , Ivan dan Om Zaki pun beranjak mendekati sang Dokter .
" Dok , bagaimana keadaan menantu saya ?". tanya Mamih Esty dengan khawatir .
Sebelum menjawab sang Dokter menghela nafas dan menatap pada Mamih Esty , Ivan dan Om Zaki bergantian .
" Syukurlah anda membawa pasien dengan cepat dan tepat namun jika terlambat sedikit saja saya pastikan keadaan pasien tak akan baik - baik saja .... Kalau saya boleh tau apa Dokter Ivan suami dari pasien ". tanya Dokter yang tak begitu kenal dengan Ivan dan beranggapan jika wanita yang ia bawa itu adalah Istri nya .
" Em bukan Dok , dia istri sepupu saya yang kebetulan beliau sedang dalam perjalanan menuju ke sini ."jawab Ivan dengan cepat .
" Oh maaf Dokter Ivan , Dokter Zaki saya keliru ". ucap tak enak pada sang Dokter .
" Tak apa Dok ". jawab Om Zaki santai .
" Dok sebenarnya ada apa dengan menantu saya apa yang terjadi dengan nya "?."Mamih Esty menyela karena penasaran apa yang terjadi pada Hana .
" Begini Bu , pasien mengalami infeksi ringan pada rahim nya yang mana mengakibatkan pasien demam dan setelah saya periksa pada alat kelamin pasien yang mana terdapat pendarahan ringan yang ternyata diakibatkan dari kurangnya ke hati-hati an dari Suami pasien dalam berhubungan badan saat pasien sedang mengandung di awal trimester yang sangat rentan ini ... bersyukur lah pasien cepat kesini dan keadaan janin yang lumayan kuat itu dapat bertahan dengan baik ". jawab sang Dokter .
" Deg "
" Mengandung ?". tanya Mamih Esty yang terkejut .
" Iya Bu ... Pasien sedang mengandung di perkirakan usianya sekitar 9 Minggu dan di usia ini sangatlah rentan ." jawab Dokter pada Mamih Esty .
" Alhamdulillah ... ". ucap Mamih Esty .
" Kalau begitu saya pamit ke ruangan lagi untuk mempersiapkan kamar rawat untuk pasien karena keadaan yang cukup lemah pasien harus di rawat untuk beberapa hari ke depan sampai keadaan nya kembali pulih ... Oh ya jika Suami pasien datang saya minta tolong suruh temui saya di ruangan itu , permisi ". jawab sang Dokter dan sebelum pergi Dokter itu mengangguk kecil pada Ivan dan Om Zaki .
" Baik Dok . terimakasih Dok ". jawab Mamih Esty dengan tangan yang mengepal di sisi kiri dan kanan nya membuat heran Om Zaki yang memperhatikan nya .
" Esty , kamu terlihat tak senang dengan kabar kehamilan dari Hana ?". tanya Om Zaki penasaran .
" Kamu salah Mas , Saya sangat senang dan bersyukur akan mendapatkan cucu kembali namun disini Saya juga marah dan kesal pada Dean yang merupakan salah satu pemicu Hana jadi seperti ini dan tak perlu ku jelaskan pasti Mas mengerti tentang apa yang akan aku ucapkan ". jawab Mamih Esty.
" Tapi kamu juga tak bisa menyalahkan Dean sepenuhnya karena sepertinya Hana dan Dean tak mengetahui tentang hadirnya janin itu ." balas Om Zaki .
" Gak ini tetap salah Dean ... Saya sangat hafal dan tau dengan tabiat putra ku Mas ". jawab Mamih Esty masih dengan kemarahan yang menggebu .
Perbincangan Mamih Esty dan Om Zaki terhenti saat kedatangan Dean dengan penampilan yang sedikit berantakan dan keringat bercucuran serta nafas yang memburu .
" Huh Hah akhirnya sampai juga Mih ". ucap Dean dengan membungkukkan badan nya mengatur nafasnya yang tersengal dan Mamih Esty hanya diam enggan menanggapi dengan pandangan sinis nya .
" Mih , gimana keadaan Hana , dimana dia sekar...." pertanyaan Dean terpotong saat .
" PLAAAAK "
" PLAAAAK "
Mamih Esty melayangkan tamparan keras nya pada pipi kiri dan kanan Dean membuat Dean membulat kan matanya menahan perih serta panas tamparan mamihnya sekaligus terkejut dan tak mengerti tentang kemarahan sang Mamih .
" Cukup Esty ". cegah Om Zaki yang langsung memegang dan menjauhkan tubuh Mamih Esty pada putra bungsu nya saat Mamih Esty kembali akan menampar putranya .
" Mih ada apa ? Kenapa... ". tanya Dean tak percaya dan tak mengerti .
Ivan yang memegangi Dean pun ". Dean sebaiknya loh langsung temui Dokter di ruangan itu biar Tante Esty gue dan bokap yang urus ... ". kata Ivan menengahi agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan .
" Tap..... ". jawab Dean namun langsung di sela Ivan .
__ADS_1
" DEAN TEMUI DOKTER KARENA KEDATANGAN LO UDAH DI TUNGGU BRENGSEK .... "bentak Ivan pada sepupunya sambil menarik lengan Dean sampai di depan ruangan sang Dokter dan Dean langsung di dorong masuk ke dalam oleh Ivan .
**********