Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 232


__ADS_3

Dean dengan santai mendorong stroller yang berisikan kedua


putri yang terlihat sangat cantik menggemaskan  yang sesekali bergumam tak jelas …. melangkahkan


kaki nya menuju pintu lift khusus petinggi Dewantara Group meninggalkan pandangan


takjub dari para karyawan nya yang memandang Pimpinan mereka yang tampan nan


rupawan , Dengan di ikuti salah satu petugas keamanan yang sigap membawakan tas


yang di yakini berisikan perlengkapan dari anak kembar Bos nya serta Johan yang


siap menekan tombol di pintu lift agar pintu terbuka .


“ Sampai sini saja Pak biar saya yang bawa , terimakasih “.


Kata Johan pada petugas keamanan itu setelah sampai di lantai 40 .


“ Sama sama Pak Johan “. Jawab sang petugas dengan mengangguk


kecil sambil menyerahkan tas yang di bawa pada asisten pribadi Bos nya , senyum


petugas itu merekah setelah Dean menepuk pelan bahu nya tanda terimakasih


sebelum berlalu menuju ruang kerja nya yang disusul Johan setelah petugas


keamanan itu pergi .


“ Han tolong kamu singkirkan meja itu dari sana agar kedua


putri ku leluasa bermain disini “. Perintah Dean pada Johan yang sedang


meletakan tas milik anak kembar Bos nya .


Tanpa menjawab Johan langsung mengerjakan apa yang di


perintahkan Bos nya dan kini ruangan itu terlihat lebih lapang dengan karpet


bulu yang empuk di tengah nya untuk kedua anak kembar Bos nya bermain .


“ Adek Sheina , Sheila main disini ya nak jangan rewel Ok “.


Ucap Dean sambil menurunkan kedua putrinya di karpet bulu dengan berbagai


mainan karet dengan berbagai bentuk yang di bawa dari rumah tak lupa Dean


mencium pipi gembil kedua putrinya sebelum dirinya beranjak duduk di kursi


kebesaran nya dan Johan pun mendekat tepat di depan meja Bos nya dengan tablet


di tangan nya .


“ Bos meeting di mulai 30 menit lagi dan map biru itu berisi


bahan meeting nanti dengan client “. Ucap Johan .


“ Heeem “. Jawab Dean hanya berdeham karena  Dean sedang serius mengamati isi map biru


yang di maksud asisten nya itu .


Dirasa sudah tidak ada lagi yang disampaikan Johan pun


berniat keluar menuju ruangan nya melajutkan pekerjaan nya namun saat Johan


membuka pintu gerakan tangan nya terhenti saat mendengar ucapan Bos nya dan mengurungkan


niat nya  .


“ Kerjain kerjaan mu di sini sambil mengawasi kedua putri ku


“. Kata Dean pada Jophan tanpa mengalihkan pandangan nya pada dokumen di atas


meja nya .


Johan pun mengikuti perintah Bos nya dan berjalan menuju


sudut ruangan yang tersedia dua tempat duduk beserta meja nya mengerjakan


pekerjaan nya sambil sesekali mengawasi kedua putri Bos nya yang terlihat


sedang duduk anteng memainkan mainan nya  .


Johan pun melirik pada Bos nya yang seperti biasa akan focus


jika sudah berurusan dengan pekerjaan dan dirinya pun menggaruk pelipis nya  .” Mimpi apa gue semalem “. Gumam Johan pelan


dan sialnya ternyata sang Bos mendengar nya .


“ Ada yang mau kamu sampaikan ?”. Tanya Dean tanpa menatap  asisten pribadi nya yang sedang menggaruk


kepala nya sambil cengar cengir tak jelas .


“ Euh enggak Bos Cuma gemes aja sama Dek Shela dan Sheina yang


anteng “. Jawab Johan .


“ Saat meeting nanti biar saya sama Joni , kau diam disini


menunggu putri saya .” Ucap Dean lagi dan sukses membuat Johan terperangah .


“ Glek “ itu artinya dirinya lah yang harus mengasuh dua


anak kembar ini pikir Johan .


Johan pun langsung mengabari Paman nya Joni yang menjabat


sebagai Wakil Direktur Bosnya .


Kurang 5 menit Johan mengingatkan pada Bos nya jika meeting


akan segera di mulai .


“ Bos kurang 5 menit lagi meeting segera di mulai “. Ucap Johan


pada Dean yang tampak langsung merapihkan dokumen nya untuk di bawa ke tempat


meeting , Dean merapihkan jas mahalnya dan mulai mendekati kedua putri


cantiknya yang menengadahkan kedua tangan minta di gendong sebelum meninggalkan


mereka ke ruang meeting .


“ No sayang , gendong nya nanti ya nak Papah nya mau meeting


dulu nanti kalau sudah selesai di gendong ya …”. Ujar Dean berjongkok menyetarakan


tinggi dengan putrinya yang malah berceloteh dan ada pula yang bergelayut di


lengan nya .


“ hey adek Shein nanti gendong nya ya sekarang main dulu


sama Om Johan ya nak “. Rayu Dean pada dua putrinya bersamaan dengan masuk nya


Joni yang terlihat menganga melihat ada Bos dan dua anak kembar nya .


Joni menyenggol lengan Johan membuat Johan menoleh “. Alamat


jadi Uni ya ?”. Tanya Joni meledek pada keponakan nya yang di angguki Johan


sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal .


Dean yang melihat kedatangan Joni pun bertanya “. Sudah siap


?”.


“ Sudah Bos tinggal menunggu kehadiran anda untuk memulai


meeting “. Jawab Joni dengan tegas .


“ Sudah ya princess , Papah tinggal sebentar ya nak lanjut


main sama Om Johan ya nak “. Kata Dean pada kedua putrinya yang tampak merengek


.


“ Han keperluan mereka semua ada di tas itu kamu cari saja “.


Pesan Dean pada Johan sebelum berlalu menuju ruang meeting dan Joni pun tampak


mengulum tawa menertawakan nasib sang keponakan .


“ Han selamat berjuang “. Joni menyemangati ponakan nya


namun terkesan meledek membuat Johan mendengus .


Setelah Bos dan Paman nya berlalu pandangan Johan pun


langsung tertuju pada dua anak kembar yang masih merengek karena di tinggal


sang Papah .


“ Cup cup cantik nih masih ada Om Johan loh “. Kata Johan


sambil mendekati anak kembar itu namun bukan nya tenang salah satu dari si


kembar malah menangis .


“ Huuua huua “. Johan seketika kebingungan.


“ Aduuuh ko malah nangis si Dek sini gendong Om ya “. Ujar Johan


dan langsung menggendong baby  Sheila


yang menangis dan seketika tangis nya pun berkurang membuat Johan sedikit lega


namun saat akan di ajak duduk beby Sheila pun kembali mencebikkan bibirnya

__ADS_1


hendak kembali menangis sehingga Johan pun kembali berdiri .


“ On On On ….”.kini gentian baby Sheina yang bergelayut di


kaki Johan yang Johan kira juga minta di gendong sama seperti saudaranya


ternyata salah baby Sheina tak mau malah minta di gandeng untuk berkeliling di


ruangan sang Papah dan dengan tangan satu nya Johan menggandeng bocah cantik


itu berkeliling .


Setelah menggendong dan menggandeng anak kembar itu kini


Johan menemani anak kembar itu mainan sambil memakan cemilan yang ia ambil dari


tas yang di bawa Bos nya .


Johan mengawasi dengan penuh hati hati  anak kembar itu yang berlarian kesana kesini (


bisa gawat kalau ada yang lecet sama anak Bos nya itu pikir Johan ) menjaga


agar kepala putri kembar Bos nya sambil menyuapi cemilan hal itu cukup membuat


Johan pening belum lagi jika kedua anak kembar itu bertikai karena berebut


mainan yang berujung tangis membuat kepala Johan berdenyut … Rasa nya lebih


baik di suruh lari 10 x puteran atau sit up 100 x dari pada jadi pengasuh ak


kembar seperti yang di lakukan saat ini .


“ Huuaa huua huaa “


Johan pun duduk dengan lemas di depan dua anak kembar yang


menangis bersamaan merasa bingung karena apapun yang di berikan Johan tak ada yang


berkenan untuk mereka .


“ Aduuuh jangan nangis dong Dek ko nangis nya kompakan sih …


Om Johan bingung nak kalian di kasih apa apa gak mau ….” Keluh Johan yang menjambak


rambutnya sambil menggesekan kakinya sangking frustasinya dan bingung pada anak


kembar yang sedang menangis sehingga penampilan nya berantakan namun saat Johan


melakukan itu baby Sheila dan Sheina malah tertawa ….


“ Lah gimana sih nih anak kembar ngelihat gue frustasi ko


malah ketawa “. Gumam Johan sambil menghentikan aksinya tapi mereka kembali


menangis dan Johan pun kembali mengulangi hal itu terus agar putri kembar Bos


nya tak menangis .


Namun lama lama ia menjambak rambutnya , kepalanya jadi


sakit beneran dan Johan pun menghentikan gerakan nya dan lagi lagi dua anak


kembar itu kembali menangis .


“ Lah nih bocah masih kecil udah kaya bapak nya sih seneng


banget lihat orang frustasi “. Gumam Johan dalam hati karena menyadari di


ruangan Bos nya terdapat cctv .


Tangi si kembar semakin menjadi dan saat Johan menjambak


kembali rambutnya ternyata sudah tak mempan kedua anak itu masih saja menangis


kencang membuat Johan kelabakan dengan kepala yang terasa ingin pecah .


“ AAAARRGGH MIMPI APA GUE SEMALEM YANG BIASA NYA JADI


BODYGUARD SEKARANG MALAH JADI PENGASUH BAYI MANA ADA DUA LAGI ….. EMAK RASANYA


PENGEN KABUR KALAU GAK INGET GAJI NYA GEDE AMPUUUUN …. “. Keluh Johan frustasi


melihat dua anak kembar yang masih menangis ada rasa tak tega melihat dua anak


kembar cantik itu menangis membuat wajah gemas itu memerah dan Johan pun


kembali menggendong kedua anak kembar secara bersamaan tanpa memperdulikan


penampilan nya yang acak acakan hingga terdengar suara pintu terbuka .


“ Ceklek “ Pintu pun terbuka yang menampilkan Bos nya yang


terlihat kaget entah melihat dua anak nya atau melihat penampilan nya yang


berentakan begitu pun Paman nya yang tampak terkejut melihat pemandangan


“ Papah Pa pah ….” Gumam baby Sheila dan Sheina yang melihat


Papah nya .


“ uh princess Papah ko nangis nak tuh lihat pasti buat Om


Johan bingung ya “. Kata Dean sambil mengambil kedua putrinya dari tangan Johan


yang tampak bisa bernafas lega .


“ Ini nangis nya udah dari tadi Han ?”. Tanya Dean sambil


menimang kedua putrinya .


“ Lumayan sih Bos dikasih apa apa gak mau Bos , saya bingung


“. Jawab Johan jujur .


“ Kamu sudah beri susu ?”. Tanya Dean pada Johan yang


menggeleng kan kepala .


“ Tidak Bos karena gak tau takarannya jadi saya takut salah


jadi saya hanya beri air putih saja “. Jawab Johan apa ada nya dan Dean yang


mendengar jawaban asisten nya pun seketika menepuk kening nya karena dirinya


lupa memberi tahu takaran susu untuk putrinya .


“ Oke saya lupa tak apa ini tolong jaga mereka saya mau buat


susu dulu “. Kata Dean pada Joha dan meletakan kedua putrinya di karpet bulu .”


sama Om Johan dulu ya princess Papah mau buat susu dulu ya nak habis ini biar


bobo ya “. Kata Dean pada putrinya yang tampak tenang sambil manggut manggut


seolah mengerti apa yang di ucapkan Papahnya .


” Baik Bos “ Johan pun kembali menemani dua anak kembar itu mengajak


main sambil menunggu Bos nya selesai membuat susu .


Saat mengajak main tiba tiba indera penciuman nya mencium


bau bau tak sedap dan dengan polos nya ia mencium **** kedua anak kembar yang


tertutup baju dan diapers seketika “ Huuueeek “. Johan seperti ingin muntah


mencium bau yang ia yakini sesuatu di salah satu anak kembar itu tiba tiba


keringat dingin mengucur di pelipis nya takut akan di suruh Bos nya mengerjakan


apa yang belum pernah ia kerjakan sebelum nya .


“ Ini princess susu nya … Euh ko bau ya “. Kata Dean saat


dekat dengan putrinya dan mencium hal yang sama dengan asisten nya .


Dean dengan cekatan langsung memeriksa diapers kedua


putrinya dan ternyata baby Sheina lah yang pup dan Dean pun menatap Johan yang


terlihat panic dan gelisah membuat Dean menaikan satu alisnya merasa heran .


“ Bos maaf saya belum pernah melakukannya lagi pula kuku


saya panjang takut menyakiti kulit putri anda ( takut juga ada yang nyangkut


disini pikir Johan ) “. Ucap Johan pada Dean yang malah tertawa geli .


“ kamu pikir saya mau nyuruh kamu buat bersihin pup anak


saya ( kata Dean masih dengan tertawa dan Johan mengangguk kan kepala ) Dih


kamu kepedean Johan lagian saya gak rela kamu lihat area terlarang putri Saya ,


udah tuh tolong jaga baby Sheila dan berikan susunya saya mau membersihkan baby


Sheina dulu “. Jawab Dean sekate kate membuat Johan menggaruk pelipisnya


sekaligus merasa lega hal yang di takutkan nya tak terjadi .


“ Siap Bos , memang Bos bisa ?”. Tanya Johan penasaran


karena rasa nya tak mungkin seorang Pemimpin perusahaan besar ini membersihkan


pup walau itu putrinya .


“ Saya sudah terbiasa dan Saya tidak se picik yang kamu

__ADS_1


pikir sebagai Suami yang tak mau membantu kerepotan istri dalam mengasuh anak


anak “. Jawab Dean sambil berlalu menuju kamar pribadinya yang tersedia di


ruangan nya untuk membersihkan putrinya .


“ Wah Dek , Papah mu hebat multi talent semua bisa loh …


Udah sini minum susu nya “.gumam Johan sambil memberikan susu untuk beby Sheila


yang ia tidurkan berbantal pahanya .


******


“ Ternyata gini ya Istriku kamu setiap hari mengurus anak


anak dan juga aku bahkan baru setengah hari aku mulai kewalahan sampai


melibatkan orang yang tampak kacau setelah menjaga kedua putri kita … Maaf jika


selama ini masih belum bisa menjadi suami pengertian “. Gumam Dean dalam hati


merasakan repotnya menjadi istrinya setiap harinya dalam mengasuh anak anak serta


dirinya yang terkadang kelewat manja .


Setelah kedua anak kembar nya tidur usai ia bersihkan dan di


beri susu kini Dean kembali meneruskan pekerjaan nya setelah menyelesaikan


makan siang …. Begitu pun Johan yang meminum obat migren setelah makan siang


dengan tak lupa merapihkan kembali pakainnya ia kembali berkutat dengan


pekerjaan nya melaporkan segala sesuatu nya yang berkaitan dengan perusahaan .


Hingga saat Dean serius dengan pekerjaan nya ponsel Dean pun


bordering membuat focus Dean teralihkan dan Dean dapat melihat siapa yang


memanggil nya “ Home “. Telpon dari rumah Dewantara karena takut terjaddi


sesuatu FDean pun segera menerima panggilan .


“ Ya Hallo …” jawab Dean .


“ ….. “


“ Aiiis mereka datang ..”. ucap Dean pada orang di seberang


sana yang di perkirakan dari salah satu pekerja rumah Dewantara yang melaporkan


sesuatu .


“ Oke saya segera pulang tolong jangan jauh dari Istri Saya


, Bik “. Perintah Dean sebelum menutup panggilannya .


“ Han …” panggil Dean pada asisten nya .


“ Hubungi supir di bawah saya mau pulang , sekalian


panggilkan OB untuk bantu saya bawa tas putri Saya dan kamu lanjutkan pekerjaan


mu nanti sepulang dari kantor kamu laporkan semua nya pada saya dirumah “. Titah


Dean pada Johan sambil merapihkan dokumen diatas meja dengan tak lupa mematikan


komputernya sebelum mengambil kedua putrinya yang tampak tertidur pulas di


ranjang .


“ Huh bisa di pastikan ini mah berkaitan dengan Bu Hana


apalagi kalau bukan masalah percemburuan sampai si Bos kalang kabut gitu “. Gumam


Johan yang melihat tingkah Bos nya .


“ Han jangan lupa rapihkan kembali ruangan ini atas


pengawasan mu “. Perintah Dean sebelum keluar dari ruang kerjanya sambil


mendorong stroller kedua putrinya .


“ Asiiiap Bos “. Jawab Johan langsung memanggil petugas


kebersihan untuk membersihkan ruangan sang Bos yang terlihat kacau dalam


pengawasan dirinya karean titah sang Bos.


*******


“ Braaak “ Dean menutup pintu dengan sedikit kuat setelah


sampai teras rumah Dewantara saat melihat ternyata mobil yang di pakai Fandi


ramadhani masih ada di rumah nya .


Sebelum melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah Dean


merapihkan penampilannya sambil mendorong stroller kedua putri nya dengan


santai agar terlihat keren .


“ Assalamualaikum “. Ucap salam Dean bertepatan dengan Fandi


serta Istrinya yang sepertinya bersiap pergi .


“ Waalaikumsalam , loh sudah pulang Mas ?”. jawab Hana


dengan lembut mendekat pada Suaminya untuk mencium tangan nya namun Hana tampak


heran setelah menyalami Suaminya Dean langsung memeluknya dengan sayang di


depan tamu bahkan sang Suami pun mencium pipi nya tanpa ragu .


“ Mas …” kata Hana yang sedikit heran namun terhenti saat


jari telunjuk sang Suami bertengger di depan bibirnya .


“ Mas kangen sayang …”.Ucap Dean dengan lembut membuat Hana


terbuai mengabaikan dua orang yang masih setia melihat drama suami istri di


depan nya .


Untuk beberapa menit nafas Fandi tercekat saat melihat drama


di depan nya hal yang pernah ia lakukan pada wanita yang sama sungguh


menyesakkan , ia merasa ini amat sakit lebih terasa sakit lagi jika kamu di


paksakan harus melihat drama yang menyesakan ini yang akan sering ia lihat


apalagi setelah tau takdir yang lucu ini.


Fandi menghela nafas nya yang sesak dan saat itu juga genggaman


tangan Reni semakin erat mengetahui Suami nya tak nyaman dengan pemandangan di


depan nya .


“ Loh mau kemana Pak Fandi dan Istri ?”. Tanya Dean setelah


menyelesaikan drama nya pada Fandi .


“ Ini kita mau pamit ke alamat rumah mertua Roy “. Jawab Fandi


dengan hati yang di tegarkan .


“ Yaudah kami pamit ya Mba Hana “. Ucap reni pada Hana .


“ Oh iya Mba Reni , aku doain yang terbaik untuk kedepan nya


ya “. Jawab Hana santun .


“ Assalamualaikum “


“Waalaikumsalam “


Setelah kepergian Fandi dan Reni , Hana duduk di sofa sambil


menatap dalam sang Suami membuat Dean salah tingkah .


“ Ngapain sih yank ngelihatin terus ,naksir repot loh “. Kata


Dean dengan salah tingkah dan Hana tak menjawab malah semakin menikmati tingkah


salah tingkah sang suami .


“ Yank ih jangan lihatin gitu , Mas nya risih “. Kata Dean


lagi namun Hana tetap menatap Dean dengan senyum tipis nya .


“ Yank “. Seru Dean lagi membuat Hana menyudahinya .


“ Gak nyangka loh Mas , kamu se Cinta dan Se cemburu itu “. Ucap


Hana sambil mencolek dagu Suaminya dan berlalu masuk ke dalam meninggalkan Dean


yang menganga melihat tingkah Istrinya .


“ Aaaiiish dia baru nyadar apa ya kalau gue se CINTA dan se


CEMBURU itu “. Gumam Dean menyusul Istrinya .


*******

__ADS_1


__ADS_2