
Dean dengan santai mendorong stroller yang berisikan kedua
putri yang terlihat sangat cantik menggemaskan yang sesekali bergumam tak jelas …. melangkahkan
kaki nya menuju pintu lift khusus petinggi Dewantara Group meninggalkan pandangan
takjub dari para karyawan nya yang memandang Pimpinan mereka yang tampan nan
rupawan , Dengan di ikuti salah satu petugas keamanan yang sigap membawakan tas
yang di yakini berisikan perlengkapan dari anak kembar Bos nya serta Johan yang
siap menekan tombol di pintu lift agar pintu terbuka .
“ Sampai sini saja Pak biar saya yang bawa , terimakasih “.
Kata Johan pada petugas keamanan itu setelah sampai di lantai 40 .
“ Sama sama Pak Johan “. Jawab sang petugas dengan mengangguk
kecil sambil menyerahkan tas yang di bawa pada asisten pribadi Bos nya , senyum
petugas itu merekah setelah Dean menepuk pelan bahu nya tanda terimakasih
sebelum berlalu menuju ruang kerja nya yang disusul Johan setelah petugas
keamanan itu pergi .
“ Han tolong kamu singkirkan meja itu dari sana agar kedua
putri ku leluasa bermain disini “. Perintah Dean pada Johan yang sedang
meletakan tas milik anak kembar Bos nya .
Tanpa menjawab Johan langsung mengerjakan apa yang di
perintahkan Bos nya dan kini ruangan itu terlihat lebih lapang dengan karpet
bulu yang empuk di tengah nya untuk kedua anak kembar Bos nya bermain .
“ Adek Sheina , Sheila main disini ya nak jangan rewel Ok “.
Ucap Dean sambil menurunkan kedua putrinya di karpet bulu dengan berbagai
mainan karet dengan berbagai bentuk yang di bawa dari rumah tak lupa Dean
mencium pipi gembil kedua putrinya sebelum dirinya beranjak duduk di kursi
kebesaran nya dan Johan pun mendekat tepat di depan meja Bos nya dengan tablet
di tangan nya .
“ Bos meeting di mulai 30 menit lagi dan map biru itu berisi
bahan meeting nanti dengan client “. Ucap Johan .
“ Heeem “. Jawab Dean hanya berdeham karena Dean sedang serius mengamati isi map biru
yang di maksud asisten nya itu .
Dirasa sudah tidak ada lagi yang disampaikan Johan pun
berniat keluar menuju ruangan nya melajutkan pekerjaan nya namun saat Johan
membuka pintu gerakan tangan nya terhenti saat mendengar ucapan Bos nya dan mengurungkan
niat nya .
“ Kerjain kerjaan mu di sini sambil mengawasi kedua putri ku
“. Kata Dean pada Jophan tanpa mengalihkan pandangan nya pada dokumen di atas
meja nya .
Johan pun mengikuti perintah Bos nya dan berjalan menuju
sudut ruangan yang tersedia dua tempat duduk beserta meja nya mengerjakan
pekerjaan nya sambil sesekali mengawasi kedua putri Bos nya yang terlihat
sedang duduk anteng memainkan mainan nya .
Johan pun melirik pada Bos nya yang seperti biasa akan focus
jika sudah berurusan dengan pekerjaan dan dirinya pun menggaruk pelipis nya .” Mimpi apa gue semalem “. Gumam Johan pelan
dan sialnya ternyata sang Bos mendengar nya .
“ Ada yang mau kamu sampaikan ?”. Tanya Dean tanpa menatap asisten pribadi nya yang sedang menggaruk
kepala nya sambil cengar cengir tak jelas .
“ Euh enggak Bos Cuma gemes aja sama Dek Shela dan Sheina yang
anteng “. Jawab Johan .
“ Saat meeting nanti biar saya sama Joni , kau diam disini
menunggu putri saya .” Ucap Dean lagi dan sukses membuat Johan terperangah .
“ Glek “ itu artinya dirinya lah yang harus mengasuh dua
anak kembar ini pikir Johan .
Johan pun langsung mengabari Paman nya Joni yang menjabat
sebagai Wakil Direktur Bosnya .
Kurang 5 menit Johan mengingatkan pada Bos nya jika meeting
akan segera di mulai .
“ Bos kurang 5 menit lagi meeting segera di mulai “. Ucap Johan
pada Dean yang tampak langsung merapihkan dokumen nya untuk di bawa ke tempat
meeting , Dean merapihkan jas mahalnya dan mulai mendekati kedua putri
cantiknya yang menengadahkan kedua tangan minta di gendong sebelum meninggalkan
mereka ke ruang meeting .
“ No sayang , gendong nya nanti ya nak Papah nya mau meeting
dulu nanti kalau sudah selesai di gendong ya …”. Ujar Dean berjongkok menyetarakan
tinggi dengan putrinya yang malah berceloteh dan ada pula yang bergelayut di
lengan nya .
“ hey adek Shein nanti gendong nya ya sekarang main dulu
sama Om Johan ya nak “. Rayu Dean pada dua putrinya bersamaan dengan masuk nya
Joni yang terlihat menganga melihat ada Bos dan dua anak kembar nya .
Joni menyenggol lengan Johan membuat Johan menoleh “. Alamat
jadi Uni ya ?”. Tanya Joni meledek pada keponakan nya yang di angguki Johan
sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal .
Dean yang melihat kedatangan Joni pun bertanya “. Sudah siap
?”.
“ Sudah Bos tinggal menunggu kehadiran anda untuk memulai
meeting “. Jawab Joni dengan tegas .
“ Sudah ya princess , Papah tinggal sebentar ya nak lanjut
main sama Om Johan ya nak “. Kata Dean pada kedua putrinya yang tampak merengek
.
“ Han keperluan mereka semua ada di tas itu kamu cari saja “.
Pesan Dean pada Johan sebelum berlalu menuju ruang meeting dan Joni pun tampak
mengulum tawa menertawakan nasib sang keponakan .
“ Han selamat berjuang “. Joni menyemangati ponakan nya
namun terkesan meledek membuat Johan mendengus .
Setelah Bos dan Paman nya berlalu pandangan Johan pun
langsung tertuju pada dua anak kembar yang masih merengek karena di tinggal
sang Papah .
“ Cup cup cantik nih masih ada Om Johan loh “. Kata Johan
sambil mendekati anak kembar itu namun bukan nya tenang salah satu dari si
kembar malah menangis .
“ Huuua huua “. Johan seketika kebingungan.
“ Aduuuh ko malah nangis si Dek sini gendong Om ya “. Ujar Johan
dan langsung menggendong baby Sheila
yang menangis dan seketika tangis nya pun berkurang membuat Johan sedikit lega
namun saat akan di ajak duduk beby Sheila pun kembali mencebikkan bibirnya
__ADS_1
hendak kembali menangis sehingga Johan pun kembali berdiri .
“ On On On ….”.kini gentian baby Sheina yang bergelayut di
kaki Johan yang Johan kira juga minta di gendong sama seperti saudaranya
ternyata salah baby Sheina tak mau malah minta di gandeng untuk berkeliling di
ruangan sang Papah dan dengan tangan satu nya Johan menggandeng bocah cantik
itu berkeliling .
Setelah menggendong dan menggandeng anak kembar itu kini
Johan menemani anak kembar itu mainan sambil memakan cemilan yang ia ambil dari
tas yang di bawa Bos nya .
Johan mengawasi dengan penuh hati hati anak kembar itu yang berlarian kesana kesini (
bisa gawat kalau ada yang lecet sama anak Bos nya itu pikir Johan ) menjaga
agar kepala putri kembar Bos nya sambil menyuapi cemilan hal itu cukup membuat
Johan pening belum lagi jika kedua anak kembar itu bertikai karena berebut
mainan yang berujung tangis membuat kepala Johan berdenyut … Rasa nya lebih
baik di suruh lari 10 x puteran atau sit up 100 x dari pada jadi pengasuh ak
kembar seperti yang di lakukan saat ini .
“ Huuaa huua huaa “
Johan pun duduk dengan lemas di depan dua anak kembar yang
menangis bersamaan merasa bingung karena apapun yang di berikan Johan tak ada yang
berkenan untuk mereka .
“ Aduuuh jangan nangis dong Dek ko nangis nya kompakan sih …
Om Johan bingung nak kalian di kasih apa apa gak mau ….” Keluh Johan yang menjambak
rambutnya sambil menggesekan kakinya sangking frustasinya dan bingung pada anak
kembar yang sedang menangis sehingga penampilan nya berantakan namun saat Johan
melakukan itu baby Sheila dan Sheina malah tertawa ….
“ Lah gimana sih nih anak kembar ngelihat gue frustasi ko
malah ketawa “. Gumam Johan sambil menghentikan aksinya tapi mereka kembali
menangis dan Johan pun kembali mengulangi hal itu terus agar putri kembar Bos
nya tak menangis .
Namun lama lama ia menjambak rambutnya , kepalanya jadi
sakit beneran dan Johan pun menghentikan gerakan nya dan lagi lagi dua anak
kembar itu kembali menangis .
“ Lah nih bocah masih kecil udah kaya bapak nya sih seneng
banget lihat orang frustasi “. Gumam Johan dalam hati karena menyadari di
ruangan Bos nya terdapat cctv .
Tangi si kembar semakin menjadi dan saat Johan menjambak
kembali rambutnya ternyata sudah tak mempan kedua anak itu masih saja menangis
kencang membuat Johan kelabakan dengan kepala yang terasa ingin pecah .
“ AAAARRGGH MIMPI APA GUE SEMALEM YANG BIASA NYA JADI
BODYGUARD SEKARANG MALAH JADI PENGASUH BAYI MANA ADA DUA LAGI ….. EMAK RASANYA
PENGEN KABUR KALAU GAK INGET GAJI NYA GEDE AMPUUUUN …. “. Keluh Johan frustasi
melihat dua anak kembar yang masih menangis ada rasa tak tega melihat dua anak
kembar cantik itu menangis membuat wajah gemas itu memerah dan Johan pun
kembali menggendong kedua anak kembar secara bersamaan tanpa memperdulikan
penampilan nya yang acak acakan hingga terdengar suara pintu terbuka .
“ Ceklek “ Pintu pun terbuka yang menampilkan Bos nya yang
terlihat kaget entah melihat dua anak nya atau melihat penampilan nya yang
berentakan begitu pun Paman nya yang tampak terkejut melihat pemandangan
“ Papah Pa pah ….” Gumam baby Sheila dan Sheina yang melihat
Papah nya .
“ uh princess Papah ko nangis nak tuh lihat pasti buat Om
Johan bingung ya “. Kata Dean sambil mengambil kedua putrinya dari tangan Johan
yang tampak bisa bernafas lega .
“ Ini nangis nya udah dari tadi Han ?”. Tanya Dean sambil
menimang kedua putrinya .
“ Lumayan sih Bos dikasih apa apa gak mau Bos , saya bingung
“. Jawab Johan jujur .
“ Kamu sudah beri susu ?”. Tanya Dean pada Johan yang
menggeleng kan kepala .
“ Tidak Bos karena gak tau takarannya jadi saya takut salah
jadi saya hanya beri air putih saja “. Jawab Johan apa ada nya dan Dean yang
mendengar jawaban asisten nya pun seketika menepuk kening nya karena dirinya
lupa memberi tahu takaran susu untuk putrinya .
“ Oke saya lupa tak apa ini tolong jaga mereka saya mau buat
susu dulu “. Kata Dean pada Joha dan meletakan kedua putrinya di karpet bulu .”
sama Om Johan dulu ya princess Papah mau buat susu dulu ya nak habis ini biar
bobo ya “. Kata Dean pada putrinya yang tampak tenang sambil manggut manggut
seolah mengerti apa yang di ucapkan Papahnya .
” Baik Bos “ Johan pun kembali menemani dua anak kembar itu mengajak
main sambil menunggu Bos nya selesai membuat susu .
Saat mengajak main tiba tiba indera penciuman nya mencium
bau bau tak sedap dan dengan polos nya ia mencium **** kedua anak kembar yang
tertutup baju dan diapers seketika “ Huuueeek “. Johan seperti ingin muntah
mencium bau yang ia yakini sesuatu di salah satu anak kembar itu tiba tiba
keringat dingin mengucur di pelipis nya takut akan di suruh Bos nya mengerjakan
apa yang belum pernah ia kerjakan sebelum nya .
“ Ini princess susu nya … Euh ko bau ya “. Kata Dean saat
dekat dengan putrinya dan mencium hal yang sama dengan asisten nya .
Dean dengan cekatan langsung memeriksa diapers kedua
putrinya dan ternyata baby Sheina lah yang pup dan Dean pun menatap Johan yang
terlihat panic dan gelisah membuat Dean menaikan satu alisnya merasa heran .
“ Bos maaf saya belum pernah melakukannya lagi pula kuku
saya panjang takut menyakiti kulit putri anda ( takut juga ada yang nyangkut
disini pikir Johan ) “. Ucap Johan pada Dean yang malah tertawa geli .
“ kamu pikir saya mau nyuruh kamu buat bersihin pup anak
saya ( kata Dean masih dengan tertawa dan Johan mengangguk kan kepala ) Dih
kamu kepedean Johan lagian saya gak rela kamu lihat area terlarang putri Saya ,
udah tuh tolong jaga baby Sheila dan berikan susunya saya mau membersihkan baby
Sheina dulu “. Jawab Dean sekate kate membuat Johan menggaruk pelipisnya
sekaligus merasa lega hal yang di takutkan nya tak terjadi .
“ Siap Bos , memang Bos bisa ?”. Tanya Johan penasaran
karena rasa nya tak mungkin seorang Pemimpin perusahaan besar ini membersihkan
pup walau itu putrinya .
“ Saya sudah terbiasa dan Saya tidak se picik yang kamu
__ADS_1
pikir sebagai Suami yang tak mau membantu kerepotan istri dalam mengasuh anak
anak “. Jawab Dean sambil berlalu menuju kamar pribadinya yang tersedia di
ruangan nya untuk membersihkan putrinya .
“ Wah Dek , Papah mu hebat multi talent semua bisa loh …
Udah sini minum susu nya “.gumam Johan sambil memberikan susu untuk beby Sheila
yang ia tidurkan berbantal pahanya .
******
“ Ternyata gini ya Istriku kamu setiap hari mengurus anak
anak dan juga aku bahkan baru setengah hari aku mulai kewalahan sampai
melibatkan orang yang tampak kacau setelah menjaga kedua putri kita … Maaf jika
selama ini masih belum bisa menjadi suami pengertian “. Gumam Dean dalam hati
merasakan repotnya menjadi istrinya setiap harinya dalam mengasuh anak anak serta
dirinya yang terkadang kelewat manja .
Setelah kedua anak kembar nya tidur usai ia bersihkan dan di
beri susu kini Dean kembali meneruskan pekerjaan nya setelah menyelesaikan
makan siang …. Begitu pun Johan yang meminum obat migren setelah makan siang
dengan tak lupa merapihkan kembali pakainnya ia kembali berkutat dengan
pekerjaan nya melaporkan segala sesuatu nya yang berkaitan dengan perusahaan .
Hingga saat Dean serius dengan pekerjaan nya ponsel Dean pun
bordering membuat focus Dean teralihkan dan Dean dapat melihat siapa yang
memanggil nya “ Home “. Telpon dari rumah Dewantara karena takut terjaddi
sesuatu FDean pun segera menerima panggilan .
“ Ya Hallo …” jawab Dean .
“ ….. “
“ Aiiis mereka datang ..”. ucap Dean pada orang di seberang
sana yang di perkirakan dari salah satu pekerja rumah Dewantara yang melaporkan
sesuatu .
“ Oke saya segera pulang tolong jangan jauh dari Istri Saya
, Bik “. Perintah Dean sebelum menutup panggilannya .
“ Han …” panggil Dean pada asisten nya .
“ Hubungi supir di bawah saya mau pulang , sekalian
panggilkan OB untuk bantu saya bawa tas putri Saya dan kamu lanjutkan pekerjaan
mu nanti sepulang dari kantor kamu laporkan semua nya pada saya dirumah “. Titah
Dean pada Johan sambil merapihkan dokumen diatas meja dengan tak lupa mematikan
komputernya sebelum mengambil kedua putrinya yang tampak tertidur pulas di
ranjang .
“ Huh bisa di pastikan ini mah berkaitan dengan Bu Hana
apalagi kalau bukan masalah percemburuan sampai si Bos kalang kabut gitu “. Gumam
Johan yang melihat tingkah Bos nya .
“ Han jangan lupa rapihkan kembali ruangan ini atas
pengawasan mu “. Perintah Dean sebelum keluar dari ruang kerjanya sambil
mendorong stroller kedua putrinya .
“ Asiiiap Bos “. Jawab Johan langsung memanggil petugas
kebersihan untuk membersihkan ruangan sang Bos yang terlihat kacau dalam
pengawasan dirinya karean titah sang Bos.
*******
“ Braaak “ Dean menutup pintu dengan sedikit kuat setelah
sampai teras rumah Dewantara saat melihat ternyata mobil yang di pakai Fandi
ramadhani masih ada di rumah nya .
Sebelum melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah Dean
merapihkan penampilannya sambil mendorong stroller kedua putri nya dengan
santai agar terlihat keren .
“ Assalamualaikum “. Ucap salam Dean bertepatan dengan Fandi
serta Istrinya yang sepertinya bersiap pergi .
“ Waalaikumsalam , loh sudah pulang Mas ?”. jawab Hana
dengan lembut mendekat pada Suaminya untuk mencium tangan nya namun Hana tampak
heran setelah menyalami Suaminya Dean langsung memeluknya dengan sayang di
depan tamu bahkan sang Suami pun mencium pipi nya tanpa ragu .
“ Mas …” kata Hana yang sedikit heran namun terhenti saat
jari telunjuk sang Suami bertengger di depan bibirnya .
“ Mas kangen sayang …”.Ucap Dean dengan lembut membuat Hana
terbuai mengabaikan dua orang yang masih setia melihat drama suami istri di
depan nya .
Untuk beberapa menit nafas Fandi tercekat saat melihat drama
di depan nya hal yang pernah ia lakukan pada wanita yang sama sungguh
menyesakkan , ia merasa ini amat sakit lebih terasa sakit lagi jika kamu di
paksakan harus melihat drama yang menyesakan ini yang akan sering ia lihat
apalagi setelah tau takdir yang lucu ini.
Fandi menghela nafas nya yang sesak dan saat itu juga genggaman
tangan Reni semakin erat mengetahui Suami nya tak nyaman dengan pemandangan di
depan nya .
“ Loh mau kemana Pak Fandi dan Istri ?”. Tanya Dean setelah
menyelesaikan drama nya pada Fandi .
“ Ini kita mau pamit ke alamat rumah mertua Roy “. Jawab Fandi
dengan hati yang di tegarkan .
“ Yaudah kami pamit ya Mba Hana “. Ucap reni pada Hana .
“ Oh iya Mba Reni , aku doain yang terbaik untuk kedepan nya
ya “. Jawab Hana santun .
“ Assalamualaikum “
“Waalaikumsalam “
Setelah kepergian Fandi dan Reni , Hana duduk di sofa sambil
menatap dalam sang Suami membuat Dean salah tingkah .
“ Ngapain sih yank ngelihatin terus ,naksir repot loh “. Kata
Dean dengan salah tingkah dan Hana tak menjawab malah semakin menikmati tingkah
salah tingkah sang suami .
“ Yank ih jangan lihatin gitu , Mas nya risih “. Kata Dean
lagi namun Hana tetap menatap Dean dengan senyum tipis nya .
“ Yank “. Seru Dean lagi membuat Hana menyudahinya .
“ Gak nyangka loh Mas , kamu se Cinta dan Se cemburu itu “. Ucap
Hana sambil mencolek dagu Suaminya dan berlalu masuk ke dalam meninggalkan Dean
yang menganga melihat tingkah Istrinya .
“ Aaaiiish dia baru nyadar apa ya kalau gue se CINTA dan se
CEMBURU itu “. Gumam Dean menyusul Istrinya .
*******
__ADS_1