
Di dalam mobil Kasih masih diam dengan air mata yang mengalir deras dan Johan yang duduk di sampingnya hanya sesekali melirik ke samping melihat wajah Kasih yang sedih .
" Eheem " Johan berdeham untuk memulai pembicaraan nya .
" Bu Kasih Maafkan saya jika tadi saya terlalu kasar kepada Pak Roy ". ucap Johan merasa tidak enak hati .
" Iya gak apa-apa lagian kamu kan tadi gak main tangan ke suami saya ." jawab Kasih dengan datar dan kembali diam hingga sampai di depan teras villa Kasih masih diam .
Kasih pun masuk ke dalam villa dengan di ikuti suster Lusi .
" Bu Kasih ada yang di perlukan ?". tanya suster Lusi saat Kasih akan masuk ke dalam kamar nya .
" Gak sus , saya mau istirahat ."jawab Kasih dengan datar .
" ceklek
Kasih pun masuk ke dalam kamar dan saat sampai di dekat ranjangnya bukan nya istirahat Kasih malah merosot dengan di iringi Isak tangis yang tidak dapat di tahannya .
" Kak Roy kenapa hati ini sakit melihat kamu seperti tadi ". ucap Kasih di tengah tangisannya dengan memegang dadanya yang terasa sesak .
" Bukan kah harus nya Kasih lega saat bisa membalas perbuatan mu Kak Roy , tapi Kenapa sekarang malah hati Kasih sakit yang teramat sakit ".
" Ka Roy maafkan Kasih bila sudah keterlaluan ... Kasih ngaku kalah ka , ternyata hati ini sudah memilih kamu Ka ." gumam Kasih masih dengan menangis dan memegang perutnya .
" Iya ini bukan semata-mata karena anak kita tapi perasaan ini sama seperti saat Kasih harus berpisah dari ka Bayu , Sakit sekali ".
" Maafkan Bunda nak udah sangat keterlaluan kepada Ayah mu ... Maaf ". ucap Kasih kepada calon bayi yang dikandung nya .
Di luar Johan dan suster Lusi masih berjaga di depan kamar Kasih dan mendengar suara tangisan Kasih .
Hingga ponsel Johan pun berdering .
" Drrtt drrtt"
Johan pun melihat nama yang memanggil di ponselnya dan pamit pada suster Lusi untuk keluar villa .
__ADS_1
" Iya hallo Tuan ". jawab Johan .
" Apa yang di lakukan oleh menantu saya sekarang ." tanya Papih Dika .
" Sedari di jalan Bu Kasih terdiam dan saat sampai villa tangis Bu Kasih pecah Tuan serta memanggil nama Pak Roy di tengah tangisannya ." jawab Johan pada Papih Dika .
" Oke kamu pantau terus dia dan selalu laporkan apapun mengenai menantu saya ." ucap Papih Dika dan langsung mematikan panggilan nya .
" Saling menyakiti lah kalian Setelah itu kalian akan menyadari Cinta yang hadir di tengah rasa sakit yang kalian rasakan ". gumam Papih Dika saat mendengar laporan dari Johan mengenai Kasih istri dari putra sulungnya .
Tak jauh berbeda dengan Kasih yang rapuh kini di dalam kamar seorang pria dewasa yang bernama Roy Fernando lebih merasakan kerapuhannya di tengah rasa sakit karena istrinya lebih memilih pergi meninggalkan dirinya .
Dan hanya Mamih Esty yang setia menemani putra sulungnya di saat Roy merasa menyesal , sedih serta rasa cemburu yang teramat besar .
Roy masih terdiam duduk di ranjangnya sambil mendekap bantal milik istrinya dan mencium aroma manis vanila khas Kasih dengan di iringi air mata yang menetes .
" Kenapa menangis Roy bukan kah orang yang kamu tunggu selama ini sudah kembali dan pasti nya kepergian Kasih bukan suatu masalah untuk mu kan ?". tanya Mamih Esty dengan nada lembut namun sarat sindiran.
Mendengar ucapan Mamih nya Roy pun menatap wajah Mamih nya dengan pandangan sayu nya dan langsung mendekap erat tubuh Mamih Esty yang duduk di kursi sampingnya .
" Syukurlah kalau kamu sudah mulai sadar Roy mengenai rubah betina itu tapi Mamih sangat menyayangkan kenapa harus Kasih yang menjadi korban nya Roy ". jawab Mamih Esty dengan mengelus lembut punggung lebar putra sulungnya .
" Iya Mih Roy salah besar terhadap Kasih istri dan anak Roy , Mih ."
" Roy sakit mih saat mendengar ucapan bahwa Kasih sudah lelah dan menyerah dengan Roy , mih ". ucap Roy lagi dengan melepaskan pelukannya .
" Kenapa harus sakit bukan kah itu malah bagus untuk kalian berdua yang menang tidak mempunyai rasa satu sama lain , lebih baik menyerah dari pada harus saling menyakiti ". jawab Mamih Esty dan Roy langsung menggeleng kan kepalanya saat mendengar kalimat yang keluar dari Mamih nya .
" Gak mih , Roy gak mau berpisah dengan Kasih , Roy gak rela berpisah dengan nya dan Roy sakit saat melihat ada pria lain yang bersedia menjaga istri Roy , mih". ucap Roy .
" Kenapa harus sakit , kamu cemburu melihat Kasih meminta perlindungan dari pria lain selain dirimu ?". tanya Mamih Esty .
Dan Roy masih terdiam mencerna perasaan aneh apa yang sedang ia rasakan .
" Oke Mamih rasa kamu cukup dewasa untuk mengenali perasaan apa yang sedang kamu rasakan untuk Kasih jika sudah tau jawabannya maka kamu sudah mulai pantas untuk memperjuangkan perasaan mu demi calon anakmu dan semua nya ." ucap Mamih Esty sambil menepuk bahu putra nya dan pergi keluar kamar meninggalkan Roy yang sedang menelaah perasaan nya .
__ADS_1
Mamih Esty pun keluar dari kamar putra nya dengan tersenyum mengejek .
" Huh dasar bujang tanggung yang telat menyadari Cinta nya .... Selamat berperang bathin Roy ". gumam Mamih Esty .
Mamih Esty masuk ke dalam kamar nya yang ternyata sudah ada suami tercinta nya .
" Gimana keadaan Kasih Pih ?". tanya Mamih Esty .
" Sama dengan putra mu yang sedang menikmati perasaan galau nya ". jawab Papih Dika dengan santai .
" Berarti misi kita berhasil ya Pih ". tanya Mamih Esty dengan semangat .
" Seperti nya begitu ... memang harus ada drama panjang dulu ya kisah Roy dan Kasih ". jawab Papih Dika dan di angguki oleh Mamih Esty .
" Jangan lama-lama ya Pih terpisahnya mereka ". ucap Mamih Esty .
" Gak cuma untuk sekarang biar mereka saling belajar memahami perasaan dari masing-masing ."
" Dan agar mereka sedikit lebih tenang Mih ". jawab Papih Dika .
" Iya Mamih setuju dengan semua rencana Papih , Papih is indeed the greatest husband and father " ucap Mamih Esty menuju suaminya .
" Mih udah dong mikirin anak-anak mu yang tampan tapi bahlul dong ". sahut Papih Dika dengan sedikit cemberut .
" Lah ada apa si Papih ". kata Mamih Esty yang memandang aneh pada suaminya .
" Sekarang giliran Mamih yang ngertiin Papih dan senjata milik Papih yang sudah sangat rindu sama Mamih tau ". jawab Papih Dika dengan melihat pusat tubuh nya .
" Astaga Papih tuh udah tua malu sama cucu ini malah semakin kumat aja , dasar Opa Opa manja minta nya di Elus - elus terus ". sahut Mamih Esty .
" gak apa-apa selagi Papih masih doyan dan cuma sama Mamih , lagian walaupun udah tua itu wajib Mih biar awet muda hahahaha ". jawab Papih Dika dengan tertawa geli .
" Aaiiis dasar Opa Opa ganjen ...."
******
__ADS_1