Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 179


__ADS_3

Hana masih berbincang - bincang dengan istri baru dari mantan suaminya di taman dekat cafe rumah sakit dan Dean masih di dalam cafe sedang mengecek pekerjaan nya dan sesekali melihat Hana istrinya di taman .


" Yaudah Mbak yang sabar aja ya ... Mudah - mudahan hubungan rumah tangga Mba Fika dan Ka Fandi bisa di perbaiki kembali dan menjadi langgeng  ." ucap Hana dengan tulus .


Fika yang mendengar ucapan dari mantan istri suaminya pun menggeleng dan tersenyum getir .


" Sepertinya hubungan saya dan Mas Fandi tidak akan bertahan karena menurut saya percuma jika harus bersama banyak faktor yang menyulitkan , saya pun malu pada Ibu nya Mas Fandi atas perbuatan Ibu saya di masa lalu yang membuat Ibu Mas Fandi membenci saya dan saya juga sepertinya akan kembali pada Ayah biologis anak ku yang sudah bercerai dengan istrinya demi saya mumpung saya dan Mas Fandi belum mempunyai anak ". jawab Fika .


" Oh kalau itu keputusan Mba Fika ya monggo saja karena saya ini hanya orang luar untuk keluarga Ka Fandi karena kedekatan kami hanya semata - mata demi kedua putra kami tidak lebih ".ucap Hana dengan penuh keyakinan dan bersamaan dengan suara suaminya yang memanggil dirinya .


" Sayang , Hana ..." panggil Dean . Hana dan Fika pun menoleh ke sumber suara .


" Itu suami kamu ? , sepertinya rumah tangga kalian sangat harmonis ". tanya Fika pada Hana .


" Iya , itu harus karena saya akan berusaha menjadikan rumah tangga kami harmonis dan saya akan berusaha menjauhkan para pelakor lucnut dari suami saya . Yaudah Mbak , saya harus pamit Assalamualaikum ".ucap Hana dengan nada tegas nya jauh dari nada obrolan nya yang lembut tadi .


Hana pun segera pergi menghampiri dan memeluk pinggang suaminya dengan senyum termanis nya dan Dean pun mengelus lembut kepala istrinya .


" Sudah membagi ilmu pada istri baru mas mantan ?". tanya Dean membuat Hana kesal dan mencubit pinggang suaminya .


" Apaan sih jangan mulai ya Mas , Hana tuh tadi hanya ngobrol biasa karena sebelum dia nikah sama Ka Fandi , Hana pernah bertemu dengan Mbak nya itu ". jawab Hana dan Dean pun menganggukan kepalanya percaya pada istrinya .


 Saat Dean dan Hana akan memasuki ruangan Bu Tuti , mereka melihat Fandi yang terduduk sendirian di depan kamar rawat Ibunya .


Dan saat mereka tepat di depan kamar rawat Bu Tuti , Dean menyuruh Hana untuk masuk ke dalam .


" Sayang kamu masuk aja duluan ya ... Mas mau nemenin Ayah nya anak - anak cari angin di luar ".ucap Dean pada Hana dengan melirik pada mantan suami istrinya dan Hana pun mengiyakan dan langsung masuk ke dalam kamar rawat Bu Tuti .


Dean yang melihat Hana sudah masuk ke dalam kamar rawat mantan Ibu mertuanya pun langsung duduk di samping Fandi dengan berjarak 1 meter .


" Dari kantin ?". tanya Fandi pada Dean .


" Iya ...Boleh saya berbicara ". jawab Dean dan Fandi pun menganggukan kepalanya .

__ADS_1


"Jujur saya marah dan ingin sekali menonjok wajah lugu anda karena geram dengan sikap kampungan anda tuan Fandi , yang berbohong dengan menggunakan nama Ibu anda untuk kepentingan anda sendiri jangan pernah berfikir untuk menarik simpati Hana dengan sikap receh anda " ucap Dean dengan nada tegas dan dingin dan Fandi hanya diam karena ia benar merasa salah .


" Saya gak peduli dengan apa yang terjadi dengan hidup dan rumah tangga anda Tuan Fandi tapi kalau anda mulai mengusik ISTRI SAYA jangan harap saya akan diam saja tak peduli anda Ayah biologis Rama dan Rafa , coba saja kalau berani bertingkah kembali saya akan buat kamu merasakan kehancuran dan kesakitan yang anda pun tak berani untuk membayangkan nya ..." ujar Dean dengan nada yang dingin dan tajam .


" Jangan buat rasa simpati kami pada keluarga anda menjadi sesuatu yang memuakkan  , permisi ". ucap Dean dan langsung masuk ke dalam kamar rawat Bu Tuti meninggalkan Fandi yang termenung dengan ucapan menohok dari suami baru mantan istrinya .


**********


Setelah selesai menjenguk Bu Tuti kini Dean dan Hana berada di salah satu Hotel mewah yang ada di Kota Madiun untuk beristirahat begitu pun dengan kedua putranya serta Uni pengasuh nya yang tidur di kamar yang terpisah dengan Hana dan Dean .


Maksud hati ingin beristirahat namun tidak untuk Hana yang nyatanya harus melayani sang suami yang sedang dalam keadaan mood yang kurang baik karena perbuatan mantan suaminya .


Dan kini Hana sudah terkapar lemas karena lelah melayani sang suami yang tak ada puasnya jika sudah bermain dengan tubuh nya dan bila sudah seperti ini maka Hana pun hanya membiarkan apa yang dilakukan sang suami pada tubuh nya yang sudah remuk redam karena ulah suaminya .


" Mas udah ya ...lemes banget aku nya ..." rengek Hana agar suaminya mau menghentikan kegiatannya .


" Oke setelah Mas menyelesaikan ini ya ...Tapi nanti kalau Mas mau lagi kamu harus bersedia Oke ..." ucap Dean dengan menghentak  berpacu menuju kepuasan nya .


Hana yang mendengar ucapan suaminya pun melotot kan matanya gak habis pikir dengan tenaga suaminya yang tak pernah ada habis nya jika sudah mengerjai tubuh nya .


***********


Menitipkan si kembar pada Ounty dan Om nya dengan beralasan pergi belanja untuk keperluan rumah dengan membawa Bik Mimin dan Bik Tini yang mana membuat curiga Roy .


" Mih emang belanja nya harus banget hari ini terus bawa semua orang ...?" tanya Roy pada Mamih Esty yang berpamitan akan pergi .


" Semua orang mana sih Roy , kamu tuh berlebihan sekali ". jawab Mamih Esty dengan santai .


" Lah itu apa bawa Bik Mimin , Bik Tini sama Papih lagi , kenapa gak sekalian Mbok Inah di bawa juga ". ucap Roy heran dengan Mamih nya .


" Loh ini tuh penting semua Roy . Bik Tini yang tau bahan makanan dan Bik Mimin juga yang tau alat dan bahan untuk bersih - bersih dan Papih bertugas untuk menjadi juri dengan baju dan sepatu yang akan Mamih beli seperti biasa nya . Tadinya sih mau bawa Mbok Inah tapi beliau sepertinya lelah kasihan biar dia istirahat ". jawab Mamih Esty dengan santai .


" Loh terus ini si kembar gimana masa Mamih tega nitipin nya sama Kasih yang lagi hamil dan Roy yang baru sembuh gini sih ".ucap Roy dengan nada manja , Kasih yang melihat sikap suaminya pun hanya menggelengkan kepalanya .

__ADS_1


" Kamu sudah sembuh ko Roy nyata nya tadi udah berenang , kamu pikir Papih gak tau apa ". jawab Papih Dika .


" pfff " Kasih menahan tawanya melihat drama suaminya dan langsung di pelototi oleh suami nya .


" Udah pokoknya kamu jagain si kembar lagian keponakan kamu anteng ko ... Mamih nugassin kamu bukan Kasih karena Kasih hanya membantu , supaya kamu belajar biar gak kaget mengurus anak saat anak mu lahir besok Roy ". jawab Mamih Esty pada putra sulung nya .


" Tapi Mih Pih ....." elak Roy .


" Inget gak boleh ngandelin Kasih dan buat dia kecapean karena Mamih dan Papih akan ngawasin kamu dari cctv yang langsung konek dengan ponsel Papih dan Mamih ". ucap Papih Dika .


" Yaudah kami pamit ya Assalamualaikum ... inget urusin baby Sheila dan Sheina jangan ngandelin Kasih karena dia hanya bertugas untuk membantu ".sahut Mamih Esty .


" Waalaikumsalam ". jawab Kasih dan Roy .


Mamih dan Papih Esty pun pergi menuju supermarket meninggalkan Roy yang sebel .


" Udah sih Ka orang jagain keponakan sendiri berat banget sih ... udah ayo dorong masuk si kembar kasihan itu kepanasan ".ucap Kasih yang masuk ke dalam rumah meninggalkan suaminya yang menggerutu .


" Bun nanti kalau si kembar pup siapa yang urusin ?." tanya Roy yang mengikuti langkah sang istri dengan mendorong stroller si kembar .


" Ya kamu lah Ka kan Kasih belum kuat kalau cium bau yang agak gak enak emang kamu tega Ka ?". jawab Kasih dengan menahan tawa nya membuat Roy mendengus saat mendengar ucapan istrinya .


Roy dan Kasih pun membawa si kembar masuk ke dalam kamar nya dan sudah memindahkan peralatan si kembar semua hingga akhirnya sesuatu yang Roy takutkan terjadi membuat Roy panik sekaligus kesal dan Kasih tertawa senang dan mulai membantu sang suami mengurus keponakan nya .


" DEAN AWAS LO YA KALAU LO DISANA ENAK - ENAKAN NAINA" SAMA HANA DAN GUE DISINI NGURUSIN PUP ANAK LO " teriak Roy setelah membersihkan keponakannya dengan di bantu sang istri oops ke balik Roy yang membantu sang istri dengan geram karena pada dasarnya Roy orang yang kaku apalagi harus mengurus anak yang tak pernah ia lakukan selama 32 tahun ia hidup  .


Kasih yang mendengar teriakan suaminya pun memukul bahu suaminya karena ia sedang menidurkan keponakan yang habis di bersihkan .


" PLAAK "


" Berisik Ka ...." sahut Kasih dengan ketus dan Roy menggaruk kepalanya yang tak gatal .


" Iya Maaf Bun ..." jawab Roy pelan dan melihat kedua ponakannya yang sudah tertidur .

__ADS_1


**************


__ADS_2