Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 200


__ADS_3

Kasih mendorong bahu suaminya melepaskan pagutan nya karena menyadari ada seseorang yang memergoki apa yang dilakukannya dengan sang suami sampai membuat orang itu merasa malu dan segera berlari keluar dari kamar rawatnya .


Bukan hanya orang itu namun Kasih pun sama malunya dan membuat wajah cantiknya memerah dengan bibir yang cemberut karena sebal dengan sang suami yang sembarangan tempat mencium nya dan Roy hanya cuek karena pria itu merasa tidak ada yang salah dengan apa yang iya lakukan .


Namun lama - lama Roy pun tak tahan melihat wajah istrinya yang cemberut seperti itu .


" Udah si Bun ... Ngapain cemberut gitu terus jelek tau ". Ucap Roy pada Kasih .


" Malu Ka ... aku gak mau ya Ka Roy kaya gitu lagi di sembarang tempat ". jawab Kasih masih dengan cemberut .


" Gak ada yang salah sayang dengan apa yang kita lakuin , dia nya aja yang kurang ajar gak ketuk pintu dulu kalau mau masuk dan anggap aja bonus buat dia karena lihat adegan tadi ". ucap Roy tak mau kalah dan malah menyalahkan orang yang masuk ke dalam kamar rawat istrinya , Kasih yang mendengar jawaban ngaco suaminya pun di buat menganga .


" Bisa - bisa nya Ka Roy nyalahin orang " pikir Kasih dalam hati .


"Bukan salah dia tau Ka .... Dia masuk karena dia mau melaksanakan tugasnya , Ka Roy nya aja yang gak tau aturan ." kata Kasih .


" Kalau kamu masih nyalahin saya dan belain orang lain ... Mau saya lakuin hal yang lebih lagi disini biar kamu berhenti ngoceh ". ancam Roy pada Kasih yang langsung terdiam takut dengan kenekatan sang suami ,


Roy yang duduk santai dengan ponsel di tangan nya  di sofa yang ada di kamar rawat tak jauh dari tempat tidur Kasih pun merasa senang karena ancaman nya ampuh untuk membuat Istrinya berhenti menyalahkan dirinya dan Roy pun melirik Kasih diam namun masih cemberut dengan wajah yang di tekuk membuat sikap jahil Roy pun kembali muncul .


Dengan wajah yang dibuat datar Roy menggendong putranya yang terbangun dan sepertinya haus , Pria yang baru beberapa jam menjadi seorang Ayah pun mendekat  pada istrinya dengan bayi mungil yang ada di gendongan nya .


" Nih si kecil kayanya haus ". ucap Roy saat berada tepat di samping Kasih dan mengulurkan bayi tampan itu pada Bunda nya .


Kasih pun menerima putranya tanpa mau melihat wajah Roy dan masih dengan wajah yang cemberut .


Kasih pun langsung membuka sebagian bajunya dan memberikan asi pada bayinya tanpa menghiraukan Roy yang masih betah berada di sampingnya .


" Kalau nyusuin anak itu yang ikhlas masa cemberut gitu ..." goda Roy pada Istrinya namun Kasih hanya diam mengabaikan Suaminya yang menurutnya menyebalkan .


"Oke kalau kamu masih betah cemberut saya akan ... " Ucap Roy sambil memegang bahu Istrinya membuat Kasih terkejut sekaligus takut Suaminya macam - macam .


" Mau ngapain sih Ka , jangan macam - macam lagi ya ... " sahut Kasih sambil menyikap tangan Suaminya yang ada di bahunya .


" Kalau kamu masih cemberut gitu Saya akan macam - macam lagi dan Saya pastikan bila sebentar lagi perawat dan Dokter akan masuk ke kamar ini dan melihat kita lagi ...." ancam Roy lagi pada Kasih yang bergedik ngeri dengan ancaman Suaminya .

__ADS_1


" Iya tuh udah gak cemberut lagi ... sana ah jauhan aku sama si kecil gerah Ka ". ucap Kasih dengan senyum yang di paksakan sambil mendorong tubuh Suaminya agar sedikit menjauh darinya bukan karena apa - apa Kasih hanya takut Roy main sosor lagi .


" Oke Saya duduk disana sambil mengawasi kamu kalau kamu masih cemberut lagi dan  buat mata saya sepet saya akan lakuin hal yang lebih ekstrem lagi ".kata Roy sambil menunjuk sofa yang sedari tadi di duduki nya .


" Iya tuh udah gak cemberut lagi ..." kata Kasih dengan senyum yang masih di paksakan serta menganggukan kepalanya patuh pada Roy yang langsung mengelus kepala Kasih dengan sayang .


" Good itu baru pemandangan indah ". ucap Roy dan segera duduk di sofa .


Selang beberapa menit pintu kamar rawat Kasih pun di ketuk oleh seseorang , Kasih melihat pada sang suaminya yang masih tiduran santai di sofa dengan ponsel di tangan nya tanpa berniat membuka kan pintu yang di ketuk oleh seseorang .


" Bukain ih Ka , ngapain malah diem aja ." suruh Kasih pada Roy .


" Orang pintunya gak di kunci biarin aja nanti juga masuk ". jawab Roy acuh membuat Kasih geram .


"Oke kalau Ka Roy gak mau buka biar Kasih yang buka ". ucap Kasih sambil bersiap menurunkan kakinya satu dan Roy yang mendengar dan melihat istrinya pun langsung beranjak bangun .


" Jangan macam - macam kamu Bun kalau jahitan kamu robek gimana , biar Saya yang buka ". kata Roy sambil beranjak jalan menuju pintu .


Dan Saat Roy akan membuka pintu tiba - tiba dari luar orang itu sudah membuka duluan pintu dengan kencang sehingga pintu membentur kepala Roy .


" AAAUUUwwwh sakiit ".pekik Roy sambil memegang pelipisnya yang tergores pintu sedikit .


" Astaga kamu ngapain sih Roy di situ ". tanya Mamih Esty setelah membuka pintu kamar rawat menantunya dengan kencang dan melihat putra sulung nya yang mengadu kesakitan sambil memegang pelipisnya yang lecet .


" Mih kalau buka pintu kira - kira dong gak pake tenaga juga ". ucap Roy masih memegang pelipisnya yang nyeri .


" Lagian kamu juga dari tadi Papih dan Ibu kamu ketuk pintu gak di buka - buka yaudah Mamih buka aja takut kamu lagi macem - macem in Kasih ". jawab Mamih Esty tak mau kalah .


Ya yang mengetuk pintu sedari tadi Papih Dika dan juga Ibu nya Kasih gak enak bila langsung membuka pintu takut mengganggu dan Mamih Esty yang baru dateng dari toilet pun langsung membuka pintu kamar rawat Kasih karena menurut wanita paru baya namun masih cantik itu kelakuan putra sulung nya sama absurd nya dengan putra bungsunya yang tak tau tempat bila sudah berdua dengan Istrinya  makanya Mamih Esty langsung membuka pintu dengan kencang karena mendengar dari Ibunya Kasih sedari tadi tidak di buka - buka .


" Mau macem - macem juga gak masalah orang Istri sah Roy juga ".jawab Roy pada Mamih nya .


" Awas aja kamu macem - macem sama Kasih sebelum 40 hari masa nifas nya kalau sampe kamu nekat Mamih abisin tuh senjata mu ". ucap Mamih Esty .


" Udah sana minggir Mamih , Papih dan Ibunya Kasih mau lihat cucu kami yang imut ". Ucap Mamih Esty lagi sambil mendorong tubuh Roy menghiraukan Roy yang mengadu sakit di pelipisnya .

__ADS_1


" Diih tega banget sih Mih ... Mih kepala Roy sakit ". kata Roy dengan manja .


Papih Dika yang mendengar keluhan putra sulung nya pun hanya menggelengkan kepalanya .


" Sabar Roy sudah habis masa manja mu Roy gantian sama  baby mu ". ucap Papih Dika sambil menepuk bahu putra sulung nya dan langsung masuk ke dalam kamar Kasih .


Ibunya Kasih hanya tersenyum melihat interaksi antara menantunya dengan kedua orang tuanya .


" Hayu Nak Roy masuk ". ajak Ibunya Kasih pada Roy yang menganggukan kepalanya sambil menutup pintu serta menggerutu .


" Lihat Boy baru beberapa jam kamu lahir semua udah mengabaikan ku ... Nasib nasib ..." gerutu Roy sambil mengikuti langkah kedua orang tuanya serta Ibu mertuanya .


Roy , Kasih dan Ibunya  pun hanya menjadi penonton melihat Mamih Esty dan juga Papih Dika berebut ingin menggendong cucunya .


" Sana Mih potong buah ke atau ngapain buat Kasih dan semuanya  biar Papih yang gendong baby boy nya . gantian Mih dari tadi yang gendong Mamih dan Ibu nya Kasih mulu ". ucap Papih Dika yang ingin menggendong anak Roy membuat Mamih Esty sebel .


" Mamih baru sebentar Pih gendong si ganteng , yaudah nih jangan lama - lama tapi ". jawab Mamih Esty akhirnya mengalah dan Roy , Kasih serta Ibu nya Kasih pun tertawa melihat Mamih Esty dan Papih Dika berebut .


" Roy ". panggil Papih Dika sambil menggendong cucunya .


" Apa Pih ". jawab Roy .


" Si ganteng udah ada nama belum ?". tanya Papih Dika dengan sesekali mencium pipi halus cucunya .


" Udah , Pih jangan di ciumin gitu ih kasihan dia kegelian kena kumis Papih itu ".jawab Roy .


" Tadi Mamih udah ingetin buat cukur tuh kumis jelek tapi Papih mu ngeyel " sahut Mamih Esty yang tak menyukai kumis Papih Dika .


" Iya nanti sampe rumah di cukur habis ". jawab Papih Dika .


" Siapa Roy nama si ganteng ". tanya Papih Dika , Mamih Esty dan Ibunya Roy pun menyimak .


 .


" Namanya  Rey Adelard Fernando ". jawab Roy dan Kasih bersamaan .

__ADS_1


****************


__ADS_2