
Memang sudah kodratnya perasaan wanita lebih lembut dan sensitif . Tapi bukan berarti wanita adalah makhluk yang lemah . Justru ia adalah sosok yang bisa di andalkan di saat-saat tertentu .
Wanita adalah makhluk yang lebih mementingkan " perasaan " di banding " logika " .Tak heran jika perasaan emosi , empati , simpati dan perilaku lemah lembut melekat pada mereka .
Perasaan wanita disini cenderung menyenangi hal-hal yang mereka ingin " dengar " . Perilaku tersebut mengharuskan mereka memikirkan setiap perasaan dalam otak sehingga cenderung lebih rentan mengalami depresi .
Mamih Esty masih bersikap dingin pada Hana . Dari awal bertemu dan menikah oleh Dean baru pertama kalinya Hana mendapatkan sikap dingin seperti itu dari ibu mertuanya .
Mamih Esty yang selalu bersikap hangat padanya membuat Hana sedikit keki dengan sikap ibu mertuanya itu , bukan . Bukan Hana cengeng atau lebai atau bahkan marah karena mendapat kan sikap seperti itu , Tapi malah menambah rasa bersalah dan sedih pada Hana .
Hana tau Ibu mertuanya itu tidak marah dengan nya , Ibu mertuanya sangat kecewa dengan apa yang di lakukan nya dengan sang suami .
Mamih Esty yang notabenenya sangat menyayangi cucunya tanpa terkecuali itu merasa jengkel atau sebal dengan hasrat sialan itu yang membuat putra bungsu dan menantunya mengabaikan cucu-cucunya.
Mengingat urusan penting sialann itu membuat Hana sebal dan marah pada Dean , suaminya yang posesif dan arogan itu .
Ingin sekali saat ini Hana mencubiti tubuh sang Suami namun percuma karena Hana pasti kalah tenaga dari Suami nya yang bertubuh atletis itu.
Perasaan Hana semakin runyam saat ia mendapatkan telpon dari Bapaknya bila sang Ibu kondisi nya semakin nge drop setelah mendengar laporan dari Eki ( di bag 1 ) sahabat Alfa Afendi dari SMP mengenai kelakuan buruk adiknya yang sekarang bekerja di perusahaan yang sama dengan Alfa .
Setelah membantu membersihkan tubuh kedua putranya yang baru pulang sekolah , Hana dengan telaten menyuapi kedua putranya dengan lahap sepulang sekolah sambil menunggu kedua putrinya yang masih tertidur pulas di dalam kamar mertuanya .
" Mah Adek kembar bobo di kaman Oma ?". tanya Rafa putra keduanya dengan cadel yang bersekolah di taman kanak-kanak pada Mamahnya .
" Iya Bang , Adek Sheila dan Sheina lagi pengen bobo sama Oma dan Opa ". jawab Hana bohong pada putra keduanya dengan tersenyum manis dan kedua anak laki-laki yang menyimak jawaban Mamahnya dengan manggut-manggut .
" Kakak , Abang maem nya mau tambah lagi nak ?". tanya Hana pada kedua putranya sambil menyuapi nasi terakhir ke mulut putra keduanya .
" Gak , Kakak kenyang ". jawab si sulung Rama sambil mengelus perut nya .
" Kalau Abang Rafa mau nambah lagi gak ?". tanya Hana pada putra keduanya dan di jawab dengan gelengan kepala oleh putranya .
" Yaudah kalau gitu , itu minum nya dihabiskan .... " kata Hana pada kedua putranya bertepatan dengan kedatangan Bik Mimin .
" Non Hana ". panggil Bik Mimin .
" ya Bik ". jawab Hana .
" Itu kata Nyonya si kembar sudah bangun ". kata Bik Mimin memberitahu Hana .
" Em ... Bik , Mamihnya kemana ?". tanya Hana heran kenapa Ibu mertuanya menyuruh Bik Mimin memanggil dirinya karena biasanya Mamih Esty akan berteriak memanggil dirinya secara kamar mertuanya dan ruang makan tempat Hana sekarang duduk tidak jauh hanya bersekat dinding .
" Tadi sih ada Non cuma kata Nyonya non Hana nya disuruh cepat karena Nyonya mau beresin kamar Den Roy , kalau gitu Bik Mimin tinggal dulu ya ". jawab Bik Mimin .
" Deg "
Hana menganggukkan kepalanya pada Bik Mimin setelah mendengar jawaban nya yang membuat Hana sedih .
" Ka , Bang kalian ke atas duluan ya nanti Mamah susul ". pinta Hana pada kedua putranya dan ia langsung beranjak jalan menuju kamar mertuanya .
Saat jarak Hana dengan kamar mertuanya dekat , Hana bisa lihat Mamih Esty keluar dari kamar nya dengan terburu-buru dan langsung menaiki tangga menuju lantai dua tanpa menoleh kearah Hana seperti sedang menghindari Hana .
Dengan sedih Hana masuk ke dalam kamar mertuanya yang tidak tertutup dan Hana bisa lihat kedua putrinya masih santai tiduran di ranjang mertuanya .
" Duh anak cantiknya Mamah sudah bangun ya , yuk kita maem terus main sama Kakak Rama dan Abang Rafa ya ". ucap Hana pada kedua putrinya yang tersenyum lebar dengan suara parau khas orang menahan tangisnya dan langsung menggendong kedua putrinya secara bersamaan .
Hana pun keluar dari kamar mertuanya dan tak lupa untuk menutupinya dengan rapat . Saat akan melangkah Hana bertemu dengan Bik Tini.
" Wah si kembar cantik sudah bangun ya ... waduh nak kasihan Mamahnya tuh gendong kalian , sini sama Bibik satu ya ". sapa Bik Tini sambil mengulurkan kedua tangannya yang kasihan ingin membantu Hana menggendong putri kembarnya.
" Hana gak apa-apa ko Bik cuma Hana mau minta tolong boleh gak ?". tolak Hana halus pada Bik Tini sambil mendudukkan kedua putrinya di sofa yang ada di dekat kamar Mamih Esty dan Papih Dika .
" Ya boleh atuh kan udah jadi tugas Bibik buat bantuin anggota rumah ini , sok tolong apa ?". jawab Bik Tini .
" Tolong hangat in nasi tim nya si kembar yang tadi pagi Hana bikin dan tolong anterin ke atas ya ". pinta Hana dengan sopan .
" Oke non nanti Bibik anter ya ...". jawab Bik Tini sambil tertawa kecil .
__ADS_1
" Makasih ya Bik , Hana ke atas dulu ya ". ucap Hana sambil mulai menggendong kedua putri nya.
" Hati-hati loh non itu si kembar udah berat banget ". kata Bik Tini yang di angguki oleh Hana dengan tersenyum sambil melihat Hana yang menggendong kedua putri nya .
Bik Tini pun masuk ke dalam dapur untuk menghangatkan nasi tim cucu majikannya dan ternyata di dapur ada Mbok Inah yang sedang mencuci peralatan masak .
" Huh beruntung banget ya Mbok Den Dean dapat istri kaya Non Hana walaupun dia janda tapi orangnya gak sombong , sopan dan gak neko-neko padahal dulu saya sangsi banget Den dean bisa dapat istri baik orang Den Dean
dulunya Badung banget ". ucap Bik Tini pada Mbok Inah mengingat kelakuan Dean dulu yang luar biasa nakalnya .
" Iya Alhamdulillah Tin , saya ikut senang Den Dean bisa dapat istri baik dan berubah jadi lebih baik padahal dulu kerjanya bikin kepala Mbok cekot - cekot ." jawab Mbok Inah sambil tersenyum lega karena dulu Dean kecil di asuh oleh Mbok Inah hampir 24jam karena Mamih Esty dan Papih Dika yang sama-sama sibuk dengan pekerjaannya .
Papih Dika yang baru saja keluar dari ruang kerja nya pandangan nya langsung tertuju pada Hana yang sedang menggendong kedua putrinya dengan susah payah akan masuk ke dalam lift membuat Papih Dika merasa iba .
" Hana sini si kembar Papih bawa satu ". kata Papih Dika mendekat pada Hana dengan merentangkan tangannya pada salah satu cucunya .
" Ahk iya makasih Pih ". ucap Hana sambil menyerahkan baby Sheila pada Opa nya .
Hana dan Papih Dika pun masuk ke dalam lift .
" Eem Pih ... Maafin Hana ya ". ucap Hana pada Papih Dika .
" Iya ... sudah jangan terlalu di pikirkan ". jawab Papih Dika santai .
"Tapi Mamih ..." Hana menghentikan ucapannya .
" Mamih mu hanya sedikit kecewa saja percaya Papih kalau sebenarnya dia gak marah ko , Mamih seperti itu karena dia terlalu menyayangi cucu - cucunya , Mamih hanya tidak ingin kesalahan nya dulu yang mengabaikan Dean demi karier nya terjadi juga pada cucu-cucunya dan yakin Mamih hanya butuh waktu saja dan Papih rasa gak lama ko dia seperti itu , Sudah jangan sedih gitu ". jawab Papih menenangkan menantunya .
" Hana sedih dan sangat merasa bersalah Pih selama menikah dengan Mas Dean seperti nya ini kesalahan yang sangat fatal yang Hana lakukan pada Mamih dan Papih ". ucap Hana .
" Hehehe ". Papih Dika tertawa kecil .
" Sebenarnya sih iya tapi Papih cukup memahami kalau kamu seperti itu karena ada di bawah kuasa anak nakal itu dan satu pesan Papih jika situasi belum aman kamu wajib mengingatkan Suamimu dari kegilaannya ya ...." jawab Papih Dika dan di angguki oleh Hana .
" ting "
Setelah selesai menyuapi dan memberi asi pada si kembar , Hana pun menemani ke empat anak-anak nya bermain di ruang tengah yang ada di lantai 3 dengan di temani oleh Uni dan juga Bik Mimin yang sibuk mengejar baby Sheila dan Sheina yang aktif merangkak kesana kesini .
Hana sibuk dengan ponselnya yang berdering oleh panggilan suaminya yang ia abaikan bahkan tak jarang ia rijek bahkan saat Suaminya menelpon ke ponsel putranya , Hana tetap tidak mau berbicara sangking kesal nya dengan apa yang di lakukan Suami nya serta kedua orangtuanya yang bingung dengan ulah yang di buat oleh adiknya Alfa .
" Drrtt drrtt drrtt" ponsel Hana pun kembali berdering sebelum mengangkat panggilan nya Hana menitipkan anak-anaknya ke Uni dan Bik Mimin .
" Uni , Bik Mimin ... saya titip anak-anak dulu ya mau angkat telpon kalau mereka tanya saya ada di balkon ." ucap Hana pada Uni dan Bik Mimin .
" Baik Bu " jawab Uni .
Hana beranjak ke balkon dengan menggenggam ponsel nya yang masih berdering .
" Ya assalamualaikum Pak "
" gimana keadaan Ibu dan keputusan nya ?". tanya Hana yang sebelumnya sudah di kabari tentang perbuatan adiknya oleh Bapaknya dan sudah mengkonfirmasi pada Eki kelakuan Adik nya yang setiap malam selalu pergi ke club dengan di temani wanita-wanita penghibur .
" Waalaikumsalam Ndok ... Ibu masih syok dan nangis terus setelah mendengar laporan dari Eki dan Ibu meminta Alfa menikah dengan Anis , siapa tau aja kalau sudah menikah Alfa bisa berubah lebih baik . Tapi .... ". jawab Pak Wahyu .
" Tapi apa Pak ... Memang nya Anis bersedia menikah dengan Alfa ?". tanya Hana .
" Anis nya bersedia Ndok tapi Alfa nya menolak tapi Ibu bersikeras tetap ingin Alfa menikah dengan Anis ". jawab Pak Wahyu .
" Pak , besok Hana akan nemuin Alfa untuk menyuruh nya pulang menemui Ibu tapi Hana gak mau memaksa Alfa untuk menikah dengan Anis ya Pak ." kata Hana . bukan karena tak suka dengan pegawai nya yang sangat baik itu dan sekarang menjadi orang yang merawat Ibu nya dengan penuh kasih sayang dan telaten selama mengalami sakit stroke ringan yang mengakibatkan setengah badannya tak dapat bergerak tapi Hana tak mau ikut campur masalah jodoh Adiknya .
" Iya Ndok gak apa-apa tolong suruh Alfa pulang ya nak karena Ibu nangis terus pengen sekali bertemu dengan Alfa dari kemarin Alfa tidak mau mengangkat panggilan Ibu dan Bapak ". jawab Pak Wahyu .
" Iya Pak , Besok kalau ada kabar apapun Hana hubungi ya Pak , salam buat Ibu ya Pak ". ucap Hana .
" Iya ndok doa'in Ibu ya nak .... Cucu-cucu Bapak sehat semua kan nak ?". tanya pak Wahyu .
" Alhamdulillah mereka sehat Pak ... Bapak juga jaga kesehatan ya jangan capek-capek kalau repot soal toko besok Hana cari pegawai ya ". jawab Hana .
__ADS_1
" Bapak kangen sama mereka Ndok , iya Bapak gak repot kan ada Anis yang membantu kami sudah cukup terimakasih kamu bantu Ibu dan Bapak terus nak ... sudah dulu ya nanti sambung lagi ya nak .... semoga keluarga mu selalu sehat dan bahagia ya nak , Assalamualaikum ". jawab Pak Wahyu . Ya Hana membuatkan toko sembako untuk kedua orangtuanya .
" Amiinn Waalaikumsalam ". ucap Hana .
Hana melihat anak-anaknya sudah tidak ada di ruang tengah dan hanya ada Bik Mimin yang masih disana .
" Loh Bik pada kemana anak-anak ?". tanya Hana pada Bik Mimin .
" Uni ke kamar Kakak dan Abang non mereka ngantuk dan si kembar pun juga sudah tidur di dalam kamar ". jawab Bik Mimin .
"Oh makasih ya Bik kalau gitu Bibik istirahat juga ya ". ucap Hana dan langsung masuk ke dalam kamar nya .
Di dalam kamar Hana duduk di sofa menangis memikiran dengan kesehatan Ibu nya dan adiknya yang tiba-tiba berubah seperti itu .
" Al , kenapa kamu jadi seperti ini .?" gumam Hana disela tangisnya .
Sampai malam hari pun sikap Mamih Esty masih dingin pada Hana membuat Hana semakin kesal pada sang Suami dan Hana pun memboyong kedua putrinya untuk tidur di kamar kedua putranya . Ya malam ini Hana gak mau tidur dengan Dean sangking keselnya .
Pekerjaan yang sangat menumpuk serta jadwal meeting yang sangat padat membuat Dean terpaksa pulang sudah sangat larut .
Tepat pukul setengah 2 malam Dean sampai di halaman rumah nya , saat akan keluar dari mobil tiba-tiba ponsel nya pun berdering yang ternyata Ivan sepupunya yang menelpon .
" Drrt drrt "
" Hem " jawab Dean .
" De , gue sekarang lagi ada di star club' ..." ucap Ivan dengan nada sedikit panik .
" Gue gak minat datang ke sana Van bisa-bisa Hana ngamuk kalau tau gue kesana , Udah ah gue capek baru balik .... " Dean berceloteh dan memotong ucapan Ivan .
" WOY LO BISA DIEM DULU GAK B*NGSAT ". umpat Ivan dengan berteriak karena kesal dengan Dean yang nyerocos .
" APAAN SIH LO TERIAK-TERIAK TELINGA GUE SAKIT BODOH ". balas Dean dengan berteriak juga .
" LO DIEM DULU , GUE SEKARANG ADA DI STAR CLUB DAN GUE BARUSAN LIAT ADIK IPAR LO LAGI DI GEBUKIN BODOH ... Tut Tut Tut ". teriak Ivan dan langsung mematikan panggilan nya tanpa mendengar jawaban dari sepupunya yang menurutnya sangat menyebalkan .
" Halo Van ... halo ...". jawab Dean namun terputus .
" Shittt gila ya nih orang ngasih kabar setengah setengah gini .... " umpat Dean pada Ivan dengan berusaha menghubungi Alfa adik ipar nya namun nomor Alfa tidak dapat di hubungi dan langsung menghubungi Eki yang tinggal berdua dengan Alfa .
" Halo Ki ini saya Dean Kakak iparnya Alfa , saya dapat informasi kalau Alfa baru di pukuli orang ?". tanya Dean pada Eki .
" Iya Mas Dean tapi kondisi Alfa gak parah ko Mas hanya memar dan sekarang sudah ada di apartemen lagian itu salah Alfa yang menggoda pacar orang Mas . Bilang sama mbak Hana , Mas gak perlu khawatir ". jawab Eki .
" Oh gitu yaudah pokoknya kalau ada informasi apapun tentang Alfa kamu kabari saya atau Mbak mu ya ". ucap Dean pada Eki .
" Siap Mas ". jawab Eki mengakhiri panggilan nya .
" Astaga sebenarnya apa yang terjadi dengan Alfa ...."gumam Dean sambil keluar dari mobilnya masuk ke dalam rumah .
Dean berjalan cepat menuju lantai 3 kamar nya .
" ceklek "
Saat Dean membuka kamarnya yang terlihat kosong dengan ranjang tang masih rapi .
" Kemana Hana dan my princess ?". gumam Dean setelah melihat tidak ada tanda-tanda keberadaan istri dan putri kembarnya .
Saat Dean akan keluar kamar mencari istri dan anak-anak nya tiba-tiba pesan singkat masuk di ponsel nya .
Dean lihat yang mengirim pesan singkat adalah istri nya Hana Fishera .
" Itu di meja sudah aku siapkan teh jahe panas dan baju tidur mu Mas , G**ak usah nyari aku dan si kembar ... Sementara waktu aku tidur di kamar Kakak dan Abang .... Aku marah , kesel , sebel banget sama kamu** " isi pesan singkat yang dikirim oleh Hana untuk Suaminya .
" Mampus gue , Hana marah banget nih sama gue sampe gak mau tidur .... Urusan nya repot nih kalau udah begini .... " gumam Dean sambil menjatuhkan tubuh lelah nya di sofa .
" Apa perbuatan gue tadi pagi keterlaluan banget yaa ..... " gumam Dean lagi.
__ADS_1
********