
Dan benar saja di dalam kamar mandi Roy mengerjai Istrinya walau hanya dengan tangan satu yang bebas karena tangan satu nya di infus ia mampu menghalau istrinya dan melancarkan aksinya hingga Kasih tak berdaya dan mengikuti apa yang di inginkan oleh suaminya tak peduli tubuhnya yang lemas Roy tetap berpacu hingga semua nya tertuntaskan .
"thank you my wife , everything in you has become addictive to me until whenever ". ucap Roy dengan nafas yang memburu setelah menyelesaikan urusannya pada Istrinya sambil mencium kening dan sekilas bibir Kasih dan Kasih hanya mengangguk kan kepalanya dengan berusaha mengendalikan nafasnya .
(Terimakasih istri ku, semua yang ada pada diri mu sudah menjadi candu untuk ku sampai kapanpun .)
Kasih hanya mengangguk kan kepala nya dan keduanya langsung mandi dan untuk Kasih yang kedua kalinya karena ulah suaminya .
Kasih dengan telaten membantu mandi dan memakaikan baju untuk suami nya membuat Roy semakin terpana pada sosok wanita yang pernah ia sakiti .
" Udah selesai Ka , ayo keluar ..." ucap Kasih setelah menyelesaikan tugasnya dan akan melangkah kan kakinya keluar dari dalam kamar mandi namun sudah di cekal oleh Roy yang duduk di atas closet .
" Apa ? ". tanya Kasih dengan mengernyitkan keningnya melihat pada wajah suaminya .
" Terimakasih kamu masih mau merawat saya setelah apa yang pernah saya lakukan padamu Kas ". ucap Roy dengan lembut dan mencium perut Kasih yang ada di hadapannya karena Kasih berdiri di hadapan suaminya .
" Iya ... Yaudah ayo keluar nanti Ka Roy kedinginan dan sakit lagi ." jawab Kasih dengan tersipu malu .
Kasih pun menuntun suaminya berjalan keluar dari dalam kamar mandi .
" Ceklek "
Kasih dan Roy keluar dari dalam kamar mandi namun Roy langsung terkejut saat melihat pandangan seseorang yang melihat mereka dengan seringai nya .
" Hati-hati Ka lantai nya sedikit licin ". ucap Kasih dengan menunduk kan kepalanya dan belum menyadari seseorang yang sudah ada di dalam kamar rawat suami nya .
" Haaiis ada tuh manusia nyebelin lagi ". gumam Roy dan Kasih yang mendengar ucapan suami nya langsung mendongakkan kepalanya dan melihat seseorang yang sedang duduk di tempat tidur suaminya .
Kasih yang merasa malu karena penampilan nya yang masih berantakan pun langsung masuk lagi ke dalam kamar mandi yang mana membuat bingung Roy .
" Loh Bun ngapain masuk lagi , ayo keluar ". panggil Roy dan mengetuk dan membuka pintu kamar mandi namun pintu sudah terkunci dari dalam .
Pandangan Roy langsung tertuju pada orang itu yang tersenyum mengejek pada dirinya .
" Gara - gara Lo , Dean dia masuk lagi malu buat keluar ..." ucap Roy sewot .
" Lo nya aja yang aneh Roy main ko di dalam kamar mandi rumah sakit mana lagi sakit gitu lagi ... maksain banget sih ". jawab Dean dengan wajah yang sangat menyebalkan menurut Roy .
" Bukan urusan Lo , Dean ". sahut Roy dengan ketus dan berusaha menyuruh istrinya keluar dari dalam kamar mandi .
" Lah jadi urusan gue lah , gara-gara Lo gue terpaksa bohongin Hana buat pergi ke kantin daripada dia harus dengerin suara lucnut Lo berdua ". ucap Dean tak mau kalah .
" Udah sana Lo susul Hana dulu biar Kasih mau keluar Dean ". pinta Roy .
" Oke gue keluar dulu cari istri gue asal gue balik kesini Lo gak nambah lagi ". jawab Dean .
" KASIH UDAH KELUAR AJA GAK USAH MALU GUE JUGA SERING GITU KO SAMA HANA ". Teriak Dean nyeleneh dan langsung keluar dari kamar rawat Kakak nya meninggal kan Roy yang geram .
" Dasar adik sinting .." umpat Roy dan Dean yang akan membuka pintu dan mendengar umpatan kakaknya langsung tertawa lepas .
__ADS_1
" Hahahaha ... Lo yang gila Roy , nekat main padahal tangan lagi di infus bisa - bisa nya ." balas Dean dan langsung keluar dari kamar rawat Kakak nya menyusul istri nya .
" DEAN SIALAN " teriak Roy .
Melihat adiknya sudah keluar dari kamar nya Roy pun kembali membujuk Istrinya agar mau keluar dari dalam kamar mandi .
" Bun ayo keluar nanti kamu kedinginan , si Dean udah pergi ko ". ucap Roy sambil terus mengetuk pintu kamar mandi .
" Kasih buruan keluar saya udah lemes nih berdiri kelamaan di sini ". ucap Roy lagi .
Mendengar ucapan suaminya akhirnya Kasih pun mau membuka pintu kamar mandi nya .
" ceklek "
" Huuef akhirnya mau keluar juga ... buruan anter saya ke tempat tidur lemes banget nih Bun ". ucap Roy sat Kasih keluar .
" Udah tau lemes masih nekat begituan ..." jawab Kasih dengan ketus sambil membantu suaminya jalan menuju tempat tidur nya .
" Gak tahan Bun ... Yaudah sekarang buruan kamu rapi - rapi dulu sebelum Dean dan Hana datang lagi kesini ". suruh Roy agar Kasih merapihkan penampilannya dulu .
Dan Kasih pun langsung beranjak menuju tas nya dan memoles sedikit wajahnya serta merapihkan rambutnya yang sudah mulai agak kering .
Roy terus mengamati sang istri yang sedang berdandan dengan mulut yang terus mengoceh pada dirinya dan menurut Roy itu terlihat menggemaskan .
" Bun dekat sini ... " Roy panggil Kasih agar mendekat pada dirinya .
" Apa lagi Ka ?". tanya Kasih .
" Tapi awas aja kalau macem-macem lagi ..." ucap Kasih .
" Gak cuma satu macem aja paling ". jawab Roy sekenanya dan Kasih tak menjawab dan langsung beranjak jalan mendekati suami nya dan duduk di kursi samping tempat tidur suaminya .
" Sini naik ke atas tempat tidur kalau di situ gimana mau peluk nya ". ucap Roy lagi pada Istrinya .
" Tapi gak macem-macem kan takut ada orang masuk lagi Ka ... malu aku nya ". jawab Kasih.
" Gak istriku sini di bantuin naik nya ". kata Roy dan mengulurkan tangannya membantu Kasih naik ke atas tempat tidur nya.
Setelah Kasih duduk menyamping di hadapan suaminya dan Roy langsung memeluk tubuh Kasih dengan erat dan meletakkan dagunya di bahu Kasih serta mengelus lembut perut Kasih.
" Perut nya sakit gak setelah tadi kita main ?". tanya Roy dengan lembut dan sesekali mencium bahu Istrinya .
" Tadi pas main iya sedikit kram tapi sekarang udah gak ko ... " jawab Kasih .
" Aduuh maafin Ayah ya nak udah gangguin kamu di dalam perut Bunda ..." ucap Roy dengan mendekatkan wajahnya ke perut Kasih dan berbicara pada calon bayi nya dan menciuminya membuat Kasih merasa geli .
"Udah ahk ka geli tau ". kata Kasih dan Roy pun menghentikan aksinya dan langsung mendekap erat tubuh Kasih .
" Selalu di sampingku ya Kas jangan pernah berpikir pergi lagi ..." ucap Roy dengan lembut dan di angguki oleh Kasih .
__ADS_1
" Ceklek "
Pintu kamar rawat nya pun terbuka kembali dan masuklah Dean dan Hana .
" Wah mau di terusin lagi Roy ..." ucap Dean dan langsung duduk di sofa dan Hana berjalan mendekati meja dekat Roy dan Kasih untuk meletakkan barang bawaannya .
" Mulut Lo bisa diem gak sih De ". sahut Roy .
" Kasih aku kangen ..." ucap Hana dan akan memeluk tubuh sahabatnya sekaligus Kakak iparnya namun terhalang oleh Roy .
" Abang sono ihk ... Hana mau peluk Kasih ."ucap Hana sambil menyingkirkan tangan Roy dan membantu Kasih turun dari ranjang dan langsung memeluk erat .
" Dih suami istri sama aja ganggu ... " gerutu Roy .
" BODO , ayo Kas kita duduk di sofa tinggalin aja nih suami galak dan susah move on itu ". jawab Hana dengan menggiring Kasih duduk di sofa dan menyuruh Dean pergi dari sofa .
Hana dan Kasih pun langsung sibuk berbincang mencurahkan kerinduan nya seperti dahulu tak jauh berbeda dengan Roy dan Dean yang berbincang dengan tema yang berbeda dan saat Hana berbincang tiba-tiba ponsel Hana berdering dan menampilkan nama seorang dari masa lalu nya .
" Drrtt drrtt "
" Ya hallo Assalamualaikum ada apa Ka ?". jawab Hana .
" Hah ... sejak kapan ?".
" Oh iya nanti Hana usahakan datang ke sana bawa anak-anak ."
" iya terima kasih Ka Fandi informasi ".
" Waalaikumsalam ".
Hana pun menutup panggilan nya dan Dean yang mendengar istri nya menyebut nama mantan nya pun langsung menghampiri sang istri .
" Ada apa sayang , kenapa Ayah nya anak-anak telpon ?". tanya Dean .
" Ka Fandi telpon memberikan kabar jika Ibu Kritis di rumah sakit dan sebelum beliau kritis beliau memanggil nama Rama , Rafa dan aku Mas ." jawab Hana dengan mata yang berkaca-kaca .
" Yaudah nanti pulang dari sini kita langsung ke Madiun tapi si kembar jangan di bawa karena mereka juga lagi gak enak badan dan kita juga gak akan lama kan sayang ... ". ucap Dean menenang kan Istrinya .
" Mas yakin mau tinggalin si kembar ?". tanya Hana .
" Han kamu tenang aja sore ini Abang bakalan minta Om Zaki untuk pulang jadi Kasih bisa bantu jagain si kembar ". sahut Roy .
" Emang beneran udah gak apa-apa Bang ?". tanya Hana pada Roy dan di angguki oleh Roy .
" Iya Han tenang aja ya kan ada aku , aku bakalan jagain si kembar ko lagian ibu nya Ka Fandi punya hak ko untuk bertemu dengan cucu - cucunya selagi beliau masih sehat ". ucap Kasih menenangkan sahabat nya dan mengelus lembut bahu Hana .
Mendengar ucapan Kakak iparnya Hana sedikit tenang untuk meninggalkan kedua putrinya bersama dengan keluarga suaminya untuk pergi ke Madiun menemui Uty kedua putranya .
Dan Roy langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Om Zaki yang merupakan Dokter yang menanganinya meminta untuk pulang dan di rawat di rumah .
__ADS_1
**********