
“ Bos semua nya sudah beres , saya pamit
mau bawa tas ini ke bagasi mobil anda sekalian membereskan semua administrasi
Bu Hana , Bos “. Kata Johan pada Dean
yang sedang berada di dalam kamar mandi dengan sang Istri membantu berganti
pakaian
“ Ya “. Sahut Dean dari dalam kamar mandi , setelah mendapatkan jawaban singkat dari sang Bos yang sudah terbiasa ia dengar … Johan pun langsung meninggalkan kamar rawat istri Bos nya dengan menenteng Tas besar milik Bos nya untuk di bawa ke parkiran mobil sang Bos namun sebelumnya ia harus menyelesaikan administrasi istri Bosnya yang di rawat di RS itu dengan kartu yang di berikan Bosnya .
*****
Setelah selesai membantu sang istri berganti pakaian Dean langsung membopong sang Istri menuju bed nya dan Dean segera mengambil ponsel milik nya dan milik Hana di simpan di dalam saku Sweater nya sambil mengamati apakah ada barang miliknya yang masih
tertinggal di kamar rawat itu dan Hana hanya memperhatikan Istrinya dengan
penuh kekaguman .
“ Udah gak ada yang tertinggal yank … Yuk kita pulang “. Ujar Dean pada Istrinya dengan kedua
tangan bertopang pada bed yang di duduki Hana mengungkung tubuh Hana .
“ Ayok Hana juga udah gak sabar ketemu sama Adek Sheila dan Sheina … Yaudah sana Mas nya ambil kursi roda dulu Hana tunggu disini “. Jawab Hana dengan memegang kedua pipi Dean dan langsung memberikan ciuman di kening , pipi kiri dan kanan , pucuk hidung
bangir Suaminya dan terakhir mencium bibir sensual Suaminya dengan gemas dan
Dean hanya menikmati apa yang di lakukan sang Istri dengan tersenyum senang .
“ Gak perlu pakai kursi
roda sayang karena Suami mu masih sangat kuat gendong kamu dan baby yang ada di dalam sini sampe mobil hem “. Ucap
Dean dengan lembut sambil mengelus perut Hana dan mencolek hidung sang Istri .
“ Yaudah ayo buruan gendong biar cepet sampe rumah nya Mas …. “. Jawab Hana tak sabar dengan nada manja nya sambil merentang kedua tangan nya pada sang Suami .
“ Oke siapa takut “. Sahut Dean dan langsung membopong tubuh Hana dan Hana pun langsung mengalungkan kedua tangan nya di leher Dean .
Dari kamar rawat sampai parkiran Dean membopong tubuh Istrinya dengan bercanda ringan hingga terkadang mereka akan tertawa bersama mengabaikan banyak pasang mata yang melihat dirinya dan sang Istri dengan pandangan kagum , iri dan ada pula yang baper melihat keromantisan dari pasangan yang melintas di depan mereka .
Saat sampai di samping mobil nya ternyata masih ada Johan yang setia menunggu kehadiran Bos dan
istrinya … Dean pun langsung menduduk kan sang Istri di kursi samping kemudi
setelah Johan membantu membuka kan pintu .
“ Terimakasih Han setelah ini kamu bisa kembali ke kantor … Untuk 3 hari ke depan saya masih kerja dari rumah dan saya akan ke kantor jika ada meeting yang sangat penting , seperti biasa jika ada dokumen yang perlu saya tanda tangani kamu antarkan ke rumah “. Ujar Dean pada Johan yang mengangguk patuh .
Ya memang harus patuh karena kepatuhan merupakan hal yang wajib bagi seorang anak buah seperti dirinya begitu pikir Johan asisten pribadi Dean Prada Dewantara .
Ya setelah Hana pulang ke rumah Dean memang belum ingin berangkat ke Kantor dengan alasan membantu Istrinya dalam
merawat dua putri kembarnya karena merasa tak tega dengan kondisi Istrinya yang belum sepenuh nya fit dan masih
sangat memerlukan istirahat yang cukup setelah mengalami pendarahan ringan
tempo waktu .
Di dalam mobil Dean hanya manggut – manggut mendengarkan ocehan sang istri yang menuntut dirinya untuk membantu mengasuh ke empat anak nya .
“ Iya iya Sayank Mas bakalan bantu … Tapi kalau Mas gak bisa karena kerjaan ya kamu juga harus ngertiin dong dan Mas akan menambah pengasuh lagi buat bantu – bantu kamu sayank …”.
Jawab Dean pada Hana yang mengangguk setuju karena hanya dengan membayangkan
nya saja Hana sudah tahu bagaimana repot nya ia mengasuh empat orang anak dengan
usia yang masih kecil – kecil dan berdekatan pula usianya dengan dirinya yang
sedang hamil belum lagi jika saat anak-anaknya tantrum hadeuuh memikirkan nya saja sudah buat kepala Hana pening .
“ Sayank nanti di rumah kamu harus banyak istirahat loh agar kondisi mu lebih fit lagi dan jangan gendong-gendong si kembar dulu ya “. Kata Dean lagi dan Hana yang mendengar ucapan Dean langsung mencebikkan bibirnya .
" Nah ini loh Mas alasan kenapa Hana belum mau hamil dulu waktu itu ... Si kembar itu masih sangat butuh gendongan aku dan perhatian lebih Mas dan kalau hamil seperti ini lihat aku di larang gendong mereka kan yang mana mereka pasti sedih karena Mamahnya gak mau gendong lagi mau di jelaskan juga mereka belum ngerti , mau nekat gendong karena kasihan tapi takut menyakiti yang ada di dalam perut ... itu alasan Hana Mas ". jawab Hana membuat Dean sedikit merasa bersalah pada wanita di samping nya yang sangat mencintai buah hati nya dan pada balita kembar yang tak lain putrinya .
" Iya maafin Mas ... Mas gak kepikiran kesana Sayang ". kata Dean merasa bersalah dan Hana hanya diam sambil melihat pemandangan di luar jendela .
Dean dan Hana pun sama-sama diam hanya satu tangan Dean yang terus menggenggam tangan Hana dengan sayang berusaha menyiratkan " jangan takut ada aku disini " namun tak di hiraukan oleh Hana hingga tanpa sadar Mobil pun sudah berhenti
tepat di depan halaman rumah Dewantara dari dalam mobil Hana dan Dean bisa
melihat dua putri cantiknya sedang bermain di taman depan dengan mendorong –
dorong sepeda roda tiga mereka dengan warna merah muda kesukaan mereka yang
mana terlihat lucu mereka tertawa dan berteriak senang dengan di temani Uni dan Bik
Mimin yang mengawasi mereka dengan baik di dekatnya … Dean dan Hana yang melihat pun
langsung tertawa gemas melihat kedua putrinya yang sangat menggemaskan .
Dean pun turun dari dalam
mobil terlebih dahulu membuat kedua
putrinya langsung menoleh padanya dan langsung menghampiri Dean dengan di
tuntun Uni dan Bik Mimin dengan memanggil dirinya dan tertawa senang .
“ Pa pah … “
“ Pa pah … Paah “.
Panggil beby Sheila dan Sheina sambil berjalan mendekati Papah nya dan Dean pun
tertawa melihat kedua putri cantiknya yang sama – sama memakai rok berwarna
merah muda mengembang yang sangat pas di tubuh montok anak kembar Sheila dan Sheina .
“ Aduh aduhh princess Papah yang cantik sekali … kangen ya sama Papah “. Ucap Dean pada putrinya yang berjalan mendekat padanya dengan merentangkan kedua tangan nya bersamaan .
“ Dendong Pah… “. Pinta kedua
anak kembar itu bersamaan dan kening kedua nya langsung melipat saat mendengar
ucapan sang Papah .
“ No no princess nya Papah … Papah gak bisa gendong kalian dulu ya nak karena Papah kotor dari rumah sakit sayang , gendong Uni dan Bik Mimin dulu ya princess cantik “. Ucap Dean
dengan memundurkan langkahnya menjauh dari kedua putrinya yang berusaha
mendekat .
“ Ayo Adek gendong Uni dan Bik Mimin dulu … Papahnya masih kotor ya “. Kata Bik Mimin dan langsung menggendong salah satu nya yang masih berontak di dalam gendongan Uni serta Bik Mimin dan Hana yang melihat tingkah kedua putrinya pun di buat gemas sekali
ingin rasanya ia mencium keempat pipi gembil itu .
“ Hei princess anteng dong kalau di gendong Uni dan Bik Mimin … Papah punya hadiah lo buat princess “. Ucap Dean
__ADS_1
pada kedua putrinya yang tak tenang di gendong pengasuhnya sambil Dean memutari
mobilnya dan bersiap membuka pintu mobil bersamaan dengan datangnya Mamih Esty
.
“ Oma denger ada suara ribut , Oma pikir kalian kenapa Adek Sheila dan Sheina ternyata senang lihat Papahnya pulang ya …”. Kata Mamih Esty pada kedua cucunya dan pandangan nya langsung tertuju pada Hana yang di bopong putranya keluar dari dalam mobil .
“ Waow ternyata Mamah nya juga sudah pulang ya … Gimana Han keadaan nya udah enakan ? ”. Kata Mamih Esty
.
“ Alhamdulillah Mih udah baikan lebih baik lagi saat liat kedua princess nya Mamah ya nak “. Jawab Hana di dalam gendongan sang Suami dengan melihat kedua putrinya dengan tersenyum senang .
Kedua anak kembar itu pun langsung semakin
berontak dari gendongan pengasuh nya saat melihat Mamahnya yang sedang di
gendong sang Papah .
“ Ma ma … Mama “. Panggil kedua anak kembar itu saat melihat Mamahnya .
" Iya sayang nanti ya main sama Mamah tapi Mama mau mandi dulu ya nak ". kata Hana di dalam gendongan Suaminya namun tetap anak kembar itu masih merengek minta di gendong oleh nya .
“ Iya nanti boleh ikut Mamah ya tapi sekarang Mamah dan Papah nya bersih – bersih dulu ya princess “. Ujar Dean pada kedua anak nya .
“ Mih , Dean mau ke atas dulu titip si kembar “. Kata Dean sebelum masuk kedalam rumah dengan menggendong istrinya dan kedua anak kembar itu pun langsung menangis histeris
melihat Mamah Papahnya yang mengabaikan nya .
“ Hei nak jangan nangis ya Papah dan Mamah nya mandi dulu soalnya bauk sayang nanti main sama cucu Oma yang cantik - cantik ini lagi ya … Hayu mainnya sekarang di temani Oma dulu ya , tadi main apa ya Uni “. Ucap Mamih Esty sambil mengambil kedua cucunya di gendongan nya sambil berjalan menuju tempat bermain cucunya tadi dengan di ikuti Uni dan Bik Mimin yang tertawa kecil melihat kedua anak kembar itu menangis .
*********
Di lain tempat Roy dan Oki pun duduk di depan pria tua yang sedang mengamati selembar foto yang ia dapat dari tangan Roy dan Roy dan Oki masih menunggu jawaban sang pria tua itu
dengan tak sabar .
“ Ehem Ke jadi gimana Kakek tau bayi itu ?”. Tanya Roy pada sang Kakek yang langsung mendongakan kepalanya menatap Roy .
“ jangan panggil Kakek nak , panggil saya Mbah Rono “. Jawab Simbah .
“ Oh ya Mbah gimana Mbah tahu mengenai bayi yang di buang di depan toko milik simbah ini 28 tahun yang lalu dan tepatnya bayi itu memakai baju dan topi sama persis dengan yang ada di foto itu .”. Kata Roy menjelaskan pada Simbah Rono .
Simbah pun tampak menarik panjang nafas sebelum menjawab pertanyaan Roy “ Kalau Mbah boleh tau apa hubungan mu dengan bayi ini le …”. Tanya balik simbah dan Roy tampak mengernyit bingung dengan kata terakhir dari Simbah dan Oki yang tau kebingungan sang Bos pun menjelaskan .
“ Roy , Le itu maksudnya sebutan untuk anak laki – laki di jawa sama dengan Nak gitu “. Jelas Oki dan Roy pun hanya manggut –
manggut setelah mendengar penjelasan Oki .
“ Ehem jadi bayi itu adalah anak Mertua saya Mbah yang di titipkan pada sahabatnya karena beliau tidak bisa merawat nya dengan alasan yang tidak bisa saya ceritakan disini ,
Setelah lama kemudian Ibu mertua saya menghubungi sahabat nya untuk menanyakan
keadaan putrinya tersebut namun ternyata sahabatnya bilang jika putrinya sudah
meninggal karena sakit yang sebenarnya di buang dan setelah sahabatnya itu pulang dari luar negeri barulah sahabat mertua saya
mengungkapkan sebuah kebenaran jika ternyata bayi itu belum meninggal melainkan
dulu di buang oleh Ibu mertuanya di depan toko Simbah ini “.Jelas Roy pada Simbah Rono yang tampak menyimak cerita itu .
“ Dan setelah Ibu mertua tau jika ternyata putrinya itu tidak meninggal melainkan di buang keadaan mertua saya sangat terpukul sedih merasa bersalah karena telah menelantarkan putrinya itu melihat itu Istri saya sangat tidak tega melihatnya sehingga istri saya pun ikut merasa sedih atas apa yang terjadi dengan Ibunya maka dari itu saya
menantu nya pun berusaha membantu untuk mencarikan keberadaan Kakak dari istri
saya itu Mbah “. Kata Roy lagi pada Simbah Rono .
namun ….”. ucap Mbah Rono menghentikan ucapannya karena sepertinya si Simbah
sedang mengingat – ingat kejadian itu yang memang sudah sangat lama sekali saat
Mbah Rono sedang mengingat datanglah gadis itu yang tak lain cucu simbah
membawakan dua botol air mineral pada Roy dan Oki .
“ Ini Mas minuman nya “. Kata gadis itu meletakan dua botol air mineral di meja kayu .
“ Mbah , bayi itu apakah Adek ini ?”. celetuk Oki pada Simbah membuat si gadis bingung karena di tunjuk
oleh Oki .
“ Wah ya bukan kalau ini cucu saya asli Ibu Bapak nya kerja di Kota Surabaya dan dia yang menemani saya di sini “. Jawab Simbah Rono membuat Oki garuk – garuk kepala begitu pun Roy
yang ternyata salah menebak .
“ Mbah kalau tak pek jadi istri boleh ndak ?”. celetuk Oki pada simbah membuat si gadis sebal .
( Mbah kalau saya jadiinistri boleh tidak ?)
“ Enak ae emang aku barang main di pek ( di minta ) “. Ucap ketus si gadis dan langsung pergi meninggalkan Oki dan Roy masuk ke dalam toko .
“ Yo jangan no le … Dia itu masih kecil masih sekolah “. Jawab si mbah Rono .
“ Hahahaha mampus emang enak langsung di tolak “. Ledek Roy pada
asistennya yang langsung melempar kan gumpalan tisu pada Roy .
“ Biarin aja yang penting usaha bro “. Jawab Oki .
“ Mbah kalau saya nunggu cucunya selesai sekolah boleh gak besok saya datang lagi kesini loh kalau si Adek udah lulus “. Pinta Oki dengan percaya dirinya .
“ Ya monggo asal cucu saya mau gak ada masalah le “. Jawab simbah .
“ Udah Mbah gak usah ngurusin dia … Gimana mbah tau gak kemana bayi itu sekarang ?”. Tanya Roy yang kembali focus pada misi nya .
“ Ya saya menemukan bayi itu sore hari saat hujan gerimis dan bayi itu menangis kencang dan saat itu pula ada sepasang suami istri yang bertanya mengenai bayi itu dan simbah jawab
apa adanya dan sepasang suami istri itu pun langsung meminta bayi itu untuk di
rawat ya simbah langsung kasih mereka karena merawat nya pun simbah tak mungkin
karena Mbah saat itu udah sendirian Mbah putri sudah meninggal “. Jawab Simbah Rono .
“ Mbah kira-kira tau gak nama ataupun alamat suami istri itu ?”. Tanya Roy penuh antusias .
“ Sebentar ya koyo e Mbah
pernah catet nama ne tapi gak nyatet alamate , mbah simpan kertas itu di laci dalam toko .”.jawab simbah .
“ Dina tolong pendetke kertas cilik di bungkus plastic neng laci ndok “. Pinta simbah pada cucunya .
( dina tolong ambilkan kertas kecil di bungkus plastic di dalam laci , nak )
“ Mbah kenapa dulu gak nyatet alamate kan kalau nama orang mah banyak “. Kata Oki pada simbah .
“ Iya simbah lupa soale mereka bilang mereka itu pengasuh di panti asuhan daerah perbatasan sana le makane mbah hanya catet nama mereka dan gak nanya macem macem karena mereka terlihat orang baik dan jujur “. Jawab si mbah bersamaan dengan cucunya
yang menyerahkan kertas kecil yang sudah using .
__ADS_1
“ Nih Mbah “. Ucap gadis itu .
“ Dek yen Mas tungguin sampe lulus sekolah yok jadi istri ku mau ndak ?”. dan Oki masih modus pada sang gadis .
( Dek kalau Mas tunggu in sampai lulus sekolah terus jadi istri ku mau gak ?)
“ Gak mau Mas nya ke tua an …”. Jawab gadis itu dan langsung masuk ke dalam toko dengan tertawa kecil .
“ Astaga cantik – cantik pedes banget mulutnya … Dek Mas tua juga ganteng tau …”. Gumam Oki yang mana masih bisa di dengar oleh si Gadis . Roy dan Simbah Rono hanya menggelengkan kepala
dengan tertawa kecil melihat tingkah Oki .
“ Ini nama orang nya dan mereka bilang kalau mereka punya panti sederhana di perbatasan sana le “. Ucap Mbah Rono sambil menyerahkan kertas usang pada Roy .
“ Santi dan Rudi “. Roy membaca nama yang ada di kertas itu dan Mbah Rono mengangguk kan kepala .
“ Yang perempuan punya
andeng andeng ( tai lalat ) di pipinya sebelah kanan kalau yang suami nya punya
bekas luka di kening nya dan andeng andeng di bawah pipi sebelah kanan juga .”.
Kata Simbah memberitahu ciri – ciri sepasang suami istri yang mengambil bayi
itu .
“ Yasudah mbah nanti saya
akan cari di beberapa panti asuhan di daerah itu … Terimakasih banyak ya mbah
sudah memberitahu ini semua “. Jawab Roy dan Mbah tersenyum ramah .
“ Iya sama-sama Mbah
doain semoga ketemu yang di cari dan di beri kemudahan “. Sahut simbah Rono .
“ Aminn “. Jawab Roy dan
Oki bersamaan , Roy pun segera mengambil uang dan mengeluarkan beberapa lembar
uang berwarna merah dari dalam dompet nya .
“ Yasudah Mbah kami pamit
dulu terimakasih banyak … Ini untuk bayar minumnya sama ada sedikit rezeki buat
pegangan Simbah ya “. Ucap Roy sambil menyalami tangan renta Mbah Rono dan
menyerahkan uang yang sudah ia siapkan pada Mbah Rono .
“ Mbok ndak usah repot –
repot , Mbah seneng bisa bantu “. Jawab Mbah merasa terharu .
“ Sudah Mbah di terima ya
Bos saya banyak duitnya ko … Sek penting Mbah nya sehat – sehat besok kalau
saya kesini Mbah masih terima Oki ya “. Sahut Oki pada Mbah Rono masih dengan
kemodusannya .
“ Monggo nak Oki pokoknya
kalau Dina mau Mbah setuju “. Jawab Simbah Rono dengan tertawa kecil
memperlihatkan giginya yang ompong .
“ Kami pamit ya Mbah .. Assalamualaikum “. Ujar Roy .
“ Iya hati – hati semoga ketemu ya … Waalaikumsalam “.jawab Simbah berdiri dengan bantuan tongkat kayu
nya .
“ Dek Dina beneran lo Mas nya besok tiga bulan lagi kesini lagi tungguin ya “. Ucap Oki pada Dina yang tersenyum malu pada Dina yang ada di depan toko sebelum masuk ke dalam mobil .
“ OKI BURUAN , GAK USAH BANYAK JANJI TAPI BUKTIIN AJA “.teriak Roy dari dalam mobil dan Oki langsung mengaggukan kepala dengan tersenyum manis pada Simbah Rono dan Dina cucunya sebelum masuk ke dalam mobil .
“ Gak bisa lihat orang usaha dikit apa Roy …” gerutu Oki pada Roy setelah duduk di kursi kemudi dan Roy tak menghiraukan dan hanya focus pada ponsel di tangan nya mencari panti
asuhan yang ada di perbatasan Kota Ngawi dan Madiun melalui aplikasi google .
*******
Dean yang baru keluar dari dalam kamar mandi usai membersihkan dirinya di buat heran saat melihat Istrinya sedang tersenyum senang dengan ponsel di tangan nya .
“ Kenapa senyum – senyum gitu Sayang ?”. Tanya Dean setelah duduk di depan istrinya .
“ Ini loh Mas barusan Ka Fandi telpon ….” Jawab Hana namun sudah terpotong oleh Dean .
“ Inget sayank Mas mantan udah punya Istri baru jadi gak usah macem – macem “. Sahut Dean dengan ketus pada Hana .
“ Ihk Mas ngomong apa sih ?”. Tanya Hana yang tak mengerti dengan Sang Suami .
“ Hanya ngingetin kamu kalau Mas mantan mu itu udah punya istri baru “.jawab Dean masih dengan ketus .
“ Astaga Suamiku kamu mikirnya kejauhan sayank … Gak ada sedikit pun aku kepikiran untuk kearah sana karena cinta ku ini udah mentok ke suami tampan ku ini tau … lagian mana ada laki-laki yang mau sama perempuan yang udah punya anak empat dan bentar lagi
nambah lagi… berat sayang untuk pria di luar sana tapi gak untuk Suami ku ini … Udah ah gak usah aneh – aneh mikirnya Ka Fandi telpon Cuma mau bilang kalau lusa mereka jadi anter
Kakak dan Abang tau “. Ucap Hana sambil
memeluk Suaminya dari samping dan memaksa wajah tampan Dean agar berhadapan padanya
dan tanpa ragu Hana langsung mencium sekilas bibir Suaminya membuat Dean tak
berkutik dan meleleh pada Istrinya .
“ Cup “
“ Udah ahk gak usah
cemburu – cemburu mending Mas ambil si kembar kesini … Hana kangen banget sama
mereka “. Pinta Hana dengan pupy eyes nya dan Dean langsung mengusap kepala
Hana dengan sayang .
“ Yaudah Mas ambil
princess dulu tunggu ya .. mau di bawa in apa lagi hem ?”. Tanya Dean dengan
beranjak berdiri .
“ Em pengen potongan buah
segar di kasih es krim vanilla Mas …”. Jawab Hana .
“ Oke … tapi jangan jalan
__ADS_1
– jalan dulu ya “pesan Dean dan diangguki oleh Hana .
***********