Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 81


__ADS_3

" Hanya ada dua pilihan untuk memenangkan kehidupan , yaitu keberanian atau keikhlasan . Jika tidak berani , maka ikhlas lah menerima nya . Jika tidak ikhlas , maka berani lah mengubah nya "


******


Dua pasang manusia dan ke empat anak itu masih tertidur dengan pulas mengarungi dunia mimpi yang sempurna di dalam satu kamar , membuat siapapun orang yang melihatnya pasti akan merasa terharu dan tersenyum melihat kemanisan yang nyata terlihat .


Dan tepat pada waktu shubuh mata bulat nan indah itu mulai mengerjapkan mata nya menyesuaikan dengan cahaya lampu hingga dapat terbuka dengan sempurna .


Senyum Hana pun terbit saat pandangan nya tertuju pada seorang pria tampan yang sedang tertidur pulas dengan di apit oleh kedua putri cantiknya , dan pandangan Hana pun menoleh pada kedua putranya yang masih tertidur pulas dengan saling berpelukan satu sama lain membuat hati Hana berbinar.


Dengan perlahan Hana pun beranjak turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dan tidak lupa membawa pakaian untuk ia ganti di dalam kamar mandi .


Setelah selesai dengan urusan tubuh nya ia pun keluar dari dalam kamar mandi matanya pun langsung tertuju pada dua bocah laki-laki yang sudah terbangun.


Hana pun langsung beranjak mendekati kedua putranya dan mencium kening kedua putranya dengan sayang .


" Hey nak sudah bangun , mandi yu di mandikan Mamah Loh yuk keburu keduluan sama Adek Adek bayi loh ". ucap Hana lembut pada kedua putranya dan di angguki oleh kedua putranya dengan senyum manis nya, Hana pun mengusak rambut dua orang putranya dan menggiring keduanya masuk ke dalam kamar mandi.


Saat Hana selesai mendandani kedua


putranya , salah satu putri nya pun terbangun sambil mengeluarkan lidahnya .


" Udah wangi sudah ganteng deh Kakak dan Abang , duuh anak siapa sih ini ?". ucap Hana pada dua bocah laki-laki itu dengan mencubit pelan pipi nya .


" Abang sama kakak keluar ya Mah mau main sama Akung ". pamit kedua putranya dan di angguki oleh Hana sambil tersenyum manis dan pandangan Hana pun langsung tertuju pada seorang bayi cantik yang sudah bermain dengan lidah nya .


" Uuh si cantik sudah bangun ya pinter ya gak nangis , haus ya nak yuk minum cucu abis itu kita mandi ya cantik ." ucap Hana pada bayi nya dan langsung mengambil untuk di beri kan asi .


30 menit Hana sudah selesai menyusui serta memandikan dua bayi cantik nya dengan cekatan dan Hana pun langsung menaruh kedua bayinya di stroller khusus bayi kembar nya dan beranjak keluar dan menoleh sebentar pada pria yang masih tertidur dengan pulas nya , tahu bahwa Dean ada kerjaan pagi Hana pun men setting jam weker nya tepat di dekat telinga Dean agar pria itu tidak terlambat serta mendekatkan ponsel milik Dean bila ada yang menelpon Dean mendengar nya setelah nya ia pun keluar.


" Yuk sayang kita keluar berjemur, Papah biar bobok dulu ". ucap Hana pada bayi kembar nya .


Hana pun membawa kedua bayi kembar nya di halaman depan dan mendapati Bapak nya yang sedang bermain dengan dua anak laki-laki nya.


" Pak Hana nitip dulu si kembar ya ." ucap Hana dan di terima Pak Wahyu dengan senang hati.


Setelah itu Hana pun masuk kembali kedalam rumah dan menuju dapur dan mendapati Ibunya serta Anis .


" Bu udah selesai masak nya ?". tanya Hana sambil membuat susu menyusui yang di belikan Mamih Esty dan membuat segelas teh panas .


"Sudah ni tinggal taruh di meja , loh kamu buat teh panas buat siapa nak ?". tanya Bu Wina pada putrinya.


" Oh ini buat Dean Bu , tolong nanti kasih sama Dean yaa Bu kalau dia udah bangun ." ucap Hana .


" Ciye ciye buat PAPAH ganteng ya Mbak Na ". ledek Anis .


" Huuu apa an sih Anis masih kecil juga " kata Hana


" Udah besar Mba ." jawab Anis


" Iya iya , oh ya Bu , Nis Hana mau nitip anak-anak ya udah Hana kasih asi dan udah mandi . Hana mau ke pantai sebentar aja


ya Bu ".pamit Hana .


" Iya jangan lama - lama ya ".


Hana pun mengangguk kan kepalanya dan berjalan keluar melalui pintu belakang menuju pantai .


*****


Di depan rumah Hana mobil berwarna silver yang di kendarai Fandi dan Doni pun terparkir di depan rumah Hana.


Fandi pun terkejut melihat ada mobil mewah Pajero sport Dakar limited ter parkir di garasi rumah Hana Fandi pun tersenyum kecut .


" Apa pria itu menginap di sini atau memang mereka tinggal seatap ". gumam Fandi dalam hati , itu lah pertanyaan yang terlintas di benak Fandi .


" Fan , itu mobil siapa ?". tanya Doni .


" Seperti nya pria brengsek itu Don ". ucap Fandi dengan menggeram.


" Biar Brengsek dia masih mau bertanggung jawab Fan dan gue lihat dia sayang loh sama anak-anak kamu ." kata Doni .


" Yaudah turun yuk ".kata Doni lagi .


Doni dan Fandi pun langsung melangkah kan kakinya ke halaman rumah Hana dan bersalaman dengan Pak Wahyu dan Bu Wina juga bercengkrama bersama dan bermain pada anak - anak nya yang sudah sangat di rindukan nya .


Namun Fandi merasa aneh tak melihat sang mantan istri .


" Sedang apa Hana dan pria itu di dalam bahkan kedua orang tua nya dan semua anaknya ada di sini ". gumam Fandi dalam hati , mengerti sahabat nya berpikiran yang tidak-tidak Doni pun menanyakan soal Hana .


" Oya Bu Pak , Hana kemana ya ko gak keliatan ?". tanya Doni .


" Oh Hana ke pantai tadi sendirian ". jawab Bu Wina .


Mengetahui Hana ke pantai sendirian Fandi pun berpamitan pada Pak Wahyu dan Bu Wina untuk menyusul Hana .


" Ehem Bu Pak , Fandi mau minta izin untuk menemui Hana ada yang ingin saya sampaikan pada nya bisa ?". izin Fandi dengan sopan .


" Eem iya dan tolong suruh Hana pulang ya nak Fandi kasihan anak nya ." jawab Bu Wina.

__ADS_1


Fandi pun menganggukkan kepalanya dan mulai beranjak menyusul Hana.


******


" KRIIING KRIIING KRIIING"


suara jam weker menggema di dekat telinga Dean membuat Dean terkejut .


" Aaiis nih pasti kerjaan Hana ... Eh udah jam setengah 7 gue siap siap deh ada meeting , pinter juga tu betina cantik ". ucap Dean dengan mengelus telinganya yang pengang dengan suara jam weker.


Dean pun beranjak keluar kamar menuju mobilnya untuk mengambil baju dan perlengkapan lainnya yang sudah di siapkan oleh Joni Asisten pribadi nya.


Saat keluar kamar ia bertemu dengan Anis yang terpesona dengan keindahan tubuh Dean .


" Ehem kamu Anis ya ?" tanya Dean


" Eh iya Kak , oh iya itu di meja ada teh buatan Mba Hana buat kakak nya ." jawab Anis .


" Oh iya kemana Hana dan anak anak ?" tanya Dean .


" Anak-anak di halaman depan kalau Mba Hana ke pantai kak ." jawab Anis dengan ramah.


" Terimakasih ya ."ucap Dean dan langsung beranjak menuju mobilnya untuk mengambil pakaian dan saat di luar pandangan nya pun langsung bertemu pada Doni dan dengan cueknya Dean tak menghiraukan nya .


" Papah Papah " teriak dua bocah laki-laki itu menghampiri Dean.


" lagi main ya , Papah mau mandi dulu nak . Kakak sama Abang main lagi sana sama Akung dan Om nya jangan lari lari an ya ". jawab Dean dengan lembut. dua bocah itu pun kembali menuju ke tempat semula . Dean langsung beranjak untuk mandi setelah mengambil pakaian nya .


15 menit kemudian Dean sudah rapi dengan menggunakan jas hitam , kemeja maroon dan celana bahan hitam benar-benar menambah ketampanannya .


Dean pun melangkahkan kakinya menuju anak-anak nya dan juga Pak Wahyu Bu Wina dan Doni.


" Buk Pak , "sapa Dean pada Bu Wina dan Pak Wahyu.


" hey apa kabar " sapa Dean pada Doni berbasa-basi.


" Alhamdulillah baik "jawab Doni dengan tatapan takjub akan sosok pria di depannya .Dean pun menghampiri kedua putra Hana .


" Kakak , Abang jangan lari - larikan nanti jatuh " ucap Dean pada kedua bocah laki-laki itu.


"Iya Pah" jawab serentak Rama dan Rafa. Dean pun langsung beranjak menuju kedua bayinya.


dan menggendong bayi kembar itu .


" Uuh anak Papah cantik sekali wangi lagi eem Papah jadi malas kerja nak kalau udah dekat kalian gini ." ucap Dean pada kedua putri Yang ada di dekapan nya sambil menciumi kedua bayi kembar nya berganti an.


" Oh ya Bu , Pak . Dean mau nyusul Hana sebentar ya ." ucap Dean sambil menaruh bayi kembar nya di stroller khusus bayi kembar nya.


*****


Hana pun masih berdiam diri memandang laut nan luas memandang ombak yang saling berkejaran menuju pantai dengan pandangan yang jauh dan dalam .


" Tuhan saya tau ini takdir yang sudah engkau tuliskan untuk ku bahkan sebelum saya di lahirkan di dunia ini dan seharusnya saya menerima semua ketentuan dari mu dengan perasaan yang ikhlas karena saya yakin engkau telah merencanakan sesuatu yang indah untuk ku kelak ."


" Ya Allah apa saya harus menerima pria yang sudah menghancurkan semua nya dan sekarang pria itu hadir untuk memperbaiki diri nya dan mem pertanggung jawabkan perbuatannya pada kami ".


" Tuhan melihat perubahan pada dirinya membuat ku mulai memikirkan langkah yang harus ku ambil demi anak anak . Saya sadar saya pun bukan manusia yang bersih dari dosa dan kesalahan begitupun pria itu . akan sama picik nya diriku bila tak memberikan nya kesempatan untuk nya .


Bahkan saya pun sudah merasakan sakitnya di buang oleh orang yang mengaku mencintai ku apa adanya tapi ternyata ia tak mau menerima ku dengan apa yang terjadi pada ku . Dengan mudahnya ia melepaskan ku , meninggalkan ku dengan semua keterpurukan ku ".


" Hana " panggil Fandi yang mana membuyarkan lamunannya.


" Ada apa ?" Hana menoleh dan menjawab dengan dingin .


" Han ada yang Mas Fandi mau bicarakan ." ucap Fandi .


" Ada apa lagi bukan kah semua sudah


selesai ". kata Hana dengan nada yang dingin .


" Han jangan bersikap seperti itu , Mas tahu kamu marah dan kecewa tapi tolong maafkan Mas , Hana ." ucap Fandi.


" Terus Hana harus bersikap seperti apa . Hana sudah memaafkan kamu Mas Fandi dan Hana sudah menerima semua yang terjadi pada Hana jadi semua urusan kita sudah selesai Mas kita sudah menjadi pribadi masing-masing ." jawab Hana dengan datar .


" Tapi saya … ". ucapan Fandi terpotong.


" Ya saya tahu kamu Ayah dari Rama dan Rafa dan hubungan kita hanya sebatas anak-anak tidak yang lain ".ucap Hana .


" Hana tapi kita masih bisa menjadi saudara Han demi anak anak kita ". kata Fandi .


" Ya kita hanya sebatas itu tak yang lain dan Terimakasih untuk cinta dan juga luka yang sudah kamu berikan ." ucap Hana dengan tersenyum kecil tanpa ada air mata .


" Han boleh Mas tanya ?" tanya Fandi dan di angguki oleh Hana.


" Apa hubungan mu dengan pria brengsek itu ?." tanya Fandi .


" Apapun itu hubungan nya sudah bukan lagi jadi urusan kamu Mas ". jawab Hana.


" Tapi dia yang sudah merusak semua nya Han dia pria bajingan ". ucap Fandi .

__ADS_1


" Ya dia memang pria brengsek tapi se enggak nya pria brengsek itu mau bersungguh-sungguh memperbaiki diri nya agar tak menjadi brengsek lagi buat Hana itu lebih baik , dari pada dari awal menjadi pria yang baik dan lembut namun setelah nya menjadi pria yang lebih Brengsek yang tega meninggalkan istri disaat terpuruk nya dengan begitu mudah ." kata Hana yang langsung menancap di jantung Fandi .


" Kenapa kamu semudah itu mau menerima nya ?." tanya Fandi .


" Karena dia berusaha memperbaiki diri demi anak anak nya dan bila Hana tak mau menerima nya berarti Hana sama aja dengan mas Fandi dong yang Egois tanpa memikirkan bagaimana perasaan Anak anak nya . Hana memberi kesempatan untuk nya hal yang tidak Hana dapat kan dari Mas Fandi ."


" Deg "


" Oke mas salah dan Mas akan melepaskan mu dengan ikhlas , Maafkan Mas Hana ." ucap Fandi .


" Mas tuh lucu ya kamu yang melepaskan Hana dan kenapa sekarang malah jadi galau gini ,iya Hana sudah memaafkan ." jawab Hana .


" Boleh Mas memeluk mu untuk terakhir kalinya ." pinta Fandi , Hana pun terdiam sejenak dan mengangguk kan kepala nya.


Fandi pun langsung memeluk tubuh Hana untuk terakhir kalinya dan Hana pun membisikan kalimat di telinga Fandi .


" MEMAAFKAN BUKAN BERARTI MELUPAKAN LUKA ITU " Hana menekan kalimat itu dan mendorong tubuh Fandi menjauh darinya dan Hana langsung meninggalkan Fandi yang termangu.


*****


Saat Hana dan Fandi berpelukan Dean melihatnya dengan perasaan yang tidak dapat di artikan .


" Lo gak boleh marah Dean biar gimana pun tu perempuan cuma Ibu dari anak anak Lo bukan istri Lo , sadar Dean ". gumam Dean dalam hati dan langsung beranjak meninggalkan tempat itu menuju rumah Hana .


*****


Hana pun masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang dan langsung menuju toilet dapur untuk mencuci tangan dan kakinya .


Hana pun melangkah kan kakinya keluar untuk menemui anak-anaknya namun tatapan nya tertuju pada pria tampan yang sedang duduk di kursi meja makan sedang menyesap teh buatannya , Hana pun menghampiri Dean .


" Dean sudah mau berangkat ? udah sarapan belum ?". tanya Hana ramah .


" Heum , prak " Dean berdeham dan memukul sendok ke piring yang sudah digunakan untuk sarapan.


" Kamu kenapa si aneh gitu ". ucap Hana heran .


Dean pun melihat jam mahal yang melingkar di tangannya .


" Saya mau berangkat ." ucap Dean dengan berdiri dan dengan cepat Dean mencium bibir Hana dengan rakusnya serta memeluk Hana dengan erat membuat Hana terkejut .


" Lepp ... emm ". Hana mencoba melepaskan diri nya .


Dean pun langsung melepaskan ciumannya namun tetap memeluk erat tubuh Hana dan membisikan kalimat di telinga Hana .


" Kenapa mau marah sama saya karena saya meluk kamu , terus kenapa mantan suami mu boleh peluk saya enggak . yang jelas sama - sama gak ada hubungan apapun heum … ." bisik Dean dan terpotong karena suara deheman seseorang.


" ehem ehem hehehe … maaf ganggu Kak , Mba Na itu si Adek kembar nangis kayanya haus ." ucap Anis dengan cengengesan.


Tanpa melepaskan pelukannya Dean pun menjawab santai lain dengan Hana muka nya sudah memerah karena malu pada Anis .


" Iya Terimakasih ya Nis ". jawab Dean dan langsung menggandeng tangan Hana menuju halaman depan dimana semua orang ada di sana termasuk Fandi .


Melihat Hana dan Dean yang bergandengan membuat semua orang merasa bingung .


" Hana ini loh bayi Sheila nya nangis haus kayanya ". ucap Bu Wina pada Hana.


" Uuh si cantik nya Papah haus ya … iya ni Uty , Mamah hana nya kelamaan bernostalgiaan nya ." jawab Dean , Hana pun menganga mendengar ucapan pria tampan namun menyebalkan itu .


Dan dengan jahilnya Dean langsung mengusap wajah Hana yang menganga .


" gak usah ngalamun tenang orang nya masih ada disini tuh , nih kasih asi dulu baru lanjut lagi nostalgia nya ." ucap Dean sambil memberikan bayi yang pertama nya pada Hana .


Dean pun langsung beranjak pada dua bocah laki-laki yang masih asik bermain .


" Hey Kakak Rama , Abang Rafa sini Salim dulu dong sama Papah nak ." panggil Dean pada kedua bocah itu dan mereka langsung menghampiri Dean . Fandi pun mengamati kedekatan putranya pada pria itu terbesit rasa iri dalam hati nya .


" Papah kerja dulu ya jagain Mamah sama adek kembarnya ya ". ucap Dean dengan lembut .


" Hati-hati Papah pulangnya jangan malam - malam ya " ucap dua anak laki-laki itu dan diangguki oleh Dean . Melihat interaksi kedua putranya pada pria itu membuat hati Fandi mencelos sakit dan nyeri .


" Ah mau pamit sama adek Sheina tapi bobok yaudah sama Adek Sheila aja dari pada nangis kasihan Mamah nya , Papah berangkat dulu ya sayang jangan rewel ya nak ". ucap Dean pada putrinya dan mencium pipi kedua putrinya dan dengan santainya Dean pun mencium kening Hana di hadapan semua orang .


Melihat pemandangan di hadapannya hati Fandi benar-benar terasa remuk redam . sakit namun tak berdarah .


" Bu Pak , Dean berangkat dulu " pamit Dean pada Bu Wina dan Pak Wahyu yang tersenyum lucu .


" Kakak berangkat ya Nis " pamit Dean pada Anis.


" Saya duluan ya Bro ". ucap Dean pada Doni dan Fandi dan diangguki oleh Fandi , Doni pun mengacungkan jempol 👍.


" Assalamualaikum" ucap Dean


" Waalaikumsalam " jawab serentak semua nya.


Dean pun langsung masuk kedalam mobil mewah itu dan langsung tancap gas menuju cabang hotel Dewantara Group yang ada di kota Bali .


******


..." Kekecewaan adalah cara Tuhan mengatakan Bersabarlah aku punya sesuatu yang lebih baik untuk mu "...

__ADS_1


*******


__ADS_2