Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 215


__ADS_3

Dengan tangis haru merasa berat berpisah kembali dengan kedua cucu nya yang sangat ia rindukan Bu Tuti melepas kepergian Hana dan keluarganya


.


Mobil yang membawa keluarga Hana dan Dean pun keluar dari perkarangan rumah Fandi … Hana yang sedang memangku baby Shaila dan Uni yang duduk di samping Johan yang sedang mengemudi pun  memangku baby Sheina dan Dean yang memangku putra keduanya yaitu Rafa di bangku baris kedua serta Kakak Rama yang duduk


sendiri di belakang seperti keinginan nya dengan wajah sedihnya .


Dean yang sedari tadi memperhatikan raut wajah sedih dari putra sulung nya yang sesekali mengusap air mata nya dengan cepat karna takut ada yang melihatnya dari kaca atas tengah pun merasa tak tega .


“ Ka Rama ….”. panggil Dean pada putra sulung nya yang sedang melihat pemandangan dari jendela dengan sedih tanpa menyahuti panggilannya , mendengar Suaminya memanggil si sulung Hana pun menoleh pada


Dean dengan pandangan bertanya ada apa namun Dean malah memperhatikan putra sulungnya .


“ Ka Rama …”. Panggil Dean lagi  pada Putra sulungnya .


“ Ya Pah ? “. Sahut Rama pada Papah Dean nya .


“ Kenapa Ka Rama menangis …?”. Tanya Dean dan Hana sedikit terkejut karena tak tau jika putra sulungnya menangis .


“ Kakak gak nangis ko Pah sungguh …”. Jawab bocah berumur 9 tahun yang berusaha bersikap dewasa menyembunyikan kesedihan mengenai kerinduannya kepada Ayah kandung nya demi menjaga perasaan sang Mamah .


“ Kakak bisa bohongi Mamah tapi Kakak gak bisa bohongi Papah karena kita sama- sama seorang pria nak …”. Ucap Dean pada putra sulungnya yang tampak terkejut .


“ Johan berhenti sebentar …” perintah Dean pada Johan yang langsung di turuti .


“Kakak masih kangen sama Ayah dan Uty kah …?”. Tanya Dean pada sang putranya yang malah melirik takut pada Hana dari pada menjawab pertanyaan nya dan Dean memperhatikan nya .


“ Kalau Kakak masih kangen dengan Ayah Fandi dan Uty bilang nak Papah akan ijinkan jangan takut dengan Mamah …” Ucap Dean lagi membuat Hana yang mendengarkan nya merasa keberatan atas ucapan Suaminya .


“ Mas gak bisa kaya gitu dong … Bapak dan Ibu juga kangen Kakak Rama “. Seru Hana dengan keberatan.


Johan dan Uni yang mengerti jika Bos dan Istrinya sedang berdebat urusan pribadi mereka dengan sangat pengertian Johan serta Uni pun keluar dari dalam mobil memberi waktu Bos dan Istrinya .


“ Sayang dengar Mas , anak-anak sering bertemu dengan Ibu Wina dan Bapak Wahyu tapi kalau Fandi dan Bu Tuti mereka sangat jarang bertemu jika tidak ada acara tertentu dengan anak- anak Yank … Kamu gak lihat betapa ketara nya rasa rindu yang belum terobati itu tampak di wajah Fandi , Bu Tuti dan Kedua putra kita … Please


ngertiin perasaan mereka karena Mas yakin mereka hanya butuh waktu sebentar


untuk bersama …” jawab Dean dengan meyakinkan Hana istrinya .


Mendengar ucapan Suaminya Hana pun menoleh kebelakang melihat wajah putra sulung nya yang masih menyisakan air mata di mata indahnya dan Hana melihat pada Putra keduanya yang malah asik bermain robot di tangan nya masih dengan di pangku Dean .


Dean yang mengerti pikiran Hana pun langsung menyahut membuat Hana terperangah .


“ Jangan kamu samakan  Rafa dan Rama Yank … Rafa masih terlalu kecil dan belum mengerti apa yang terjadi antara kamu dan Ayah mereka dan Rafa kecil sudah terbiasa bersama Mas jadi Rafa tak begitu dekat dengan Ayahnya tapi kalau Rama , dia sangat mengerti dengan apa yang terjadi antara kamu dan Ayah nya dan waktu kebersamaan antara Rama dan Ayah nya sangat lama sudah di pastikan ada keterdekatan antara


mereka … Jangan kamu egois dalam hal sensitive ini jika kamu terus berfikir untuk merenggangkan hubungan antara Anak dan Ayahnya siap-siap saja kamu akan kehilangan rasa simpati anak-anak pada Mu Hana ….”. ucap Dean lagi membuat Hana tersentil hati nya …

__ADS_1


Ya tak bisa di pungkiri karena rasa kecewa pada mantan suaminya terkadang ada fikiran buruk dari Hana untuk tidak terlalu mendekatkan kedua putranya pada Ayah mereka … Berbeda dengan si sulung Rama yang menangis


dengan sesenggukan menyaksikan perdebatan antara Mamah dan Papah nya .


Hana pun menoleh ke belakang merasa tak tega melihat putra sulung nya yang jarang menangis itu sekarang sedang sesenggukan karena keegoisannya .


Hana juga menoleh ke samping yang langsung bersitatap dengan mata elang Dean … Detik kemudian   Hana pun langsung memegang tangan Suaminya dengan menganggukan kepalanya pertanda ia mengijinkan putra nya beberapa hari bersama Sang Ayah dan berucap .


“ Maaf …”. Ucap pelan Hana pada Dean yang langsung tersenyum manis pada nya .


“ Tak apa itu manusiawi … Kamu harus memberikan waktu untuk anak- anak dan Ayahnya walau hanya sesekali kalau kamu bersikap egois seperti itu … Disini Mas yang merasa bersalah asal kamu tau  , Apa kamu lupa ini semua terjadi karena Mas kalau saja Mas gak hadir dengan kurang ajarnya anak-anak tak akan berpisah


dengan Ayahnya begitu pun kamu tak akan terpisah dengan Nya karena perbuatan ku … Jadi untuk menebus kesalahan ku hanya ini yang bisa kulakukan membiarkan Ayahnya dekat dengan anak-anak nya tapi tidak dekat lagi dengan Istriku … walaupun jauh dengan mereka merupakan hal berat juga untuk ku Yank “. Jawab Dean dengan tulus .


“ Iya Mas maaf atas sikap ku …”. Ucap Hana dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya dan di angguki oleh Dean dan Dean langsung mengelus lembut kepala Hana sampai ke pipi mulus Istrinya .


“ Jadilah seorang Ibu yang peka terhadap perasaan anak-anak mu  maka anak-anak pun akan mengerti


perasaan mu …”ucap Dean yang di angguki Hana .


Hana pun menoleh ke belakang dengan tangan yang terulur pada putra sulung nya yang masih terisak .


“ Sini Nak … Maafin Mamah ya Kakak dan Abang boleh tinggal sama Ayah Fandi hubungi Mamah dan Papah jika Kakak dan Abang minta di jemput pulang ya …”. Ucap Hana pada Putra sulung nya dengan lembut dan langsung di


peluk Kakak Rama .


“ Terimakasih Mamah … Terimakasih Papah …”. Ucap si sulung


“ Yaudah hapus air matanya masa mau ketemu Ayah dan Uty nangis gitu … Nanti yang ada Papah di marahi Ayah Fandi karena di kira nakalin Kakak lagi …”. Ujar Dean bercanda agar putra nya tak sedih lagi . yang ternyata


berhasil si sulung langsung membersihkan wajahnya dan tersenyum kembali .


Dean pun tersenyum lega melihat putra sulung nya tak sedih lagi dan Dean pun beralih pada putranya yang kedua .


“ Hey jagoan Papah yang ini mau ikut Kakak Rama tinggal sama Ayah Fandi atau mau ikut Papah dan Mamah ke rumah Uty Wina heum …?”. Tanya Dean pada Putra keduanya dengan menusuk – nusuk pipi gembul putranya yang ada di pangkuannya .


“ Aku ikut Kakak Rama boyeh ndak …?”.tanya balik Rafa pada Dean .


“ Tentu boleh dong tapi nanti kalau kangen Mamah Papah langsung pulang ya ….”. ucap Dean dengan mencium pipi putra keduanya dengan gemas .


“ Yaudah berarti kita balik lagi ke rumah Ayah Fandi ya anter jagoan – jagoan Papah … Gimana Mamah rela gak …?”. Ujar Dean dengan memegang tangan Istrinya .


“ Iya rela tapi jangan lama-lama ya ninggalin Mamah nya nanti kalau Mamah kangen gimana …?”. Jawab Hana dengan mencebikkan bibirnya yang mana membuat Dean gemas .


“ Tenang aja sih yank kan masih ada Mas lupa …?”. Seru Dean


.

__ADS_1


“ Maunya kamu itu sih Mas ...”. jawab Hana membuat Dean tertawa .


Setelah tawanya reda Dean langsung membuka kaca jendelanya dan memanggil Johan dan Uni yang ada di luar mobil .


“ Johan kita kembali kerumah Ayah nya anak-anak …”. Pinta Dean pada Johan yang sudah ada di balik kemudi mobil .


“ Baik Pak Bos …”. Jawab Johan patuh dan langsung balik arah kendaraan nya menuju rumah mantan suami istri Bos nya .


Tak butuh waktu lama kini mobil pun berhenti tepat di halaman rumah orang tua Fandi membuat Fandi dan keluarganya yang sedang bergotong royong merapihkan tempat acara di buat bingung dengan datang nya lagi


mobil yang membawa kedua putranya .


“ Loh ada apa ? ada yang tertinggal …?”. Tanya Fandi pada Dean dengan kening yang berlipat .


“ Gak ada hanya saja anak-anak masih ingin bersama dengan Ayah dan Uty nya …”. Jawab Dean setelah keluar dari mobil dengan di ikuti kedua putra nya  pada Fandi membuat Fandi dan keluarga senang .


“ Ini beneran kan …?”. Seru Fandi meyakinkan .


“ Menurut anda saya sedang bercanda heum …”. Jawab Dean datar Fandi menoleh pada Hana yang tampak datar dengan masih duduk di dalam mobil padanya dan tanpa di duga Fandi memeluk Dean layaknya seorang teman .


“ Terimakasih bro sudah memberi kesempatan tinggal walau sebentar dengan anak – anak “. Bisik Fandi saat memeluk Dean .


“ Ya tapi tolong saat waktunya anak-anak masuk sekolah anda antar mereka kerumah saya karena untuk saya pendidikan mereka itu penting …”. Pinta Dean pada Fandi yang sudah melepas pelukannya .


“ Ya tentu saya sendiri yang akan mengantar kan mereka …”. Jawab Fandi pada Dean .


“ Jangan sendiri yang ada kamu modus lagi sama Istri saya ajak istri mu juga …”. Kata Dean dengan tegas membuat semua orang disana tertawa kecil melihat sikap posesif Suami baru Hana .


“ Yaelah masih mikir kesitu aja … ya Jelas lah saya bawa Reni juga Puas …”. Jawab Fandi dengan memutar bola matanya sambil meninju pelan lengan Dean .


“Belum puas kalau belum terbukti …” jawab Dean tegas dan pergi meninggalkan Fandi menyuruh Uni menurunkan barang – barang milik kedua putranya .


Setelah semua perlengkapan kedua putra nya sudah di turunkan serta kedua putranya sudah bersama Ayah dan juga Istri baru nya dengan tak lupa berpamitan kembali pada Fandi , anak –anaknya dan keluarga Fandi .


Kini mobil pun mulai meninggalkan kembali perkarangan rumah Fandi dengan tujuan Semarang rumah kedua orang tua istrinya Hana Fishera .


Di dalam mobil Dean melihat wajah sedih Istrinya karna untuk sementara berpisah dengan kedua putra nya membuat Dean memakluminya .


Dean mengelus lembut kepala Hana sehingga membuat Ibu dari empat orang anak itu menoleh padanya .


“ Jangan sedih lagi dalam waktu dekat mereka pasti juga sudah  merindukan mu lagi  Sayank … Kamu tau kamu sudah jadi Mamah yang terbaik untuk mereka karena sudah berbesar hati memberikan kesempatan untuk Fandi bersama kedua putranya juga …”. Ucap Dean dengan lembut pada Hana .


“ Iya Mas terimakasih sudah memperingati ku tentang ke keliruan ini ….” Jawab Hana .


“ Itu sudah menjadi tugas ku … Sudah istirahat perjalanan kita masih panjang lihat princess kita sudah bobo pulas …”. Ujar Dean pada Hana dengan melirik kedua putrinya yang nyaman di pangkuan nya dan istrinya .


Karena lelah dan sedikit pening akhirnya tak butuh waktu lama untuk Hana memejamkan matanya begitu pun Dean yang mengistirahatkan tubuhnya yang hanya Johan dan Uni yang masih terjaga di kursi depan hingga

__ADS_1


kurang lebih 5 jam mobil yang mengantarkan dirinya dan suami sampai di kediaman kedua orang tua yang sudah sangat ia rindukan .


********


__ADS_2