
Roy membawa nampan berisi sarapan untuk dirinya dan untuk Istrinya yang masih tertidur di kamar .
" ceklek "
Roy membuka pintu kamar dengan perlahan karena takut mengganggu tidur sang istri namun dugaan nya salah .
Ternyata Kasih sudah terbangun dan sudah mandi pula terlihat dari penampilan nya yang sudah segar dan sedang menggunakan body lotion di kakinya dengan susah payah karena terhalang oleh perutnya yang besar , Roy yang melihat pun merasa lucu dan tertawa kecil .
" Kirain masih tidur cantik ternyata udah rapi dan cantik ". ucap Roy saat melihat istrinya duduk di sofa yang sedang melihat dirinya .
" Kalau gak bisa gak usah maksa gitu Bun , takut malah anak nya kejepit itu ". ucap Roy dengan tawa mengejek pada Kasih sambil meletakkan nampan yang berisi makanan di atas meja .
" Gak usah ngeledekkin gitu sih Ka ". jawab Kasih dengan ketus .
" Iya maaf sini saya pakai kan ". ucap Roy sambil menghampiri dan langsung mengambil body lotion dari tangan Istrinya .
Dan Kasih hanya diam , Roy yang akan mengoleskan body lotion di kaki Istrinya pun mendongakkan kepalanya melihat wajah istrinya yang semakin cubby dan terlihat imut .
" Sebelum saya oles kasih saya cium dulu ... ". ucap jahil Roy dengan memajukan wajahnya di hadapan Kasih dengan seringai nya .
" Ogah , Dih orang Ka Roy yang niat bantu ko ... kalau gak ikhlas udah sini biar aku pakai sendiri ". jawab Kasih dengan jutek .
" Huh dasar pelit ... udah sini biar saya oles dari pada si kecil ke jepit ." sahut Roy dengan mendengus dan mulai mengolesi kaki istrinya dengan body lotion sampai merata hingga selesai .
Saat Roy selesai mengoles body lotion dan berdiri tiba - tiba Kasih menarik wajah Roy .
" cup "
Kasih mencium bibir Roy sekilas yang mana membuat Roy menganga .
" Terimakasih ". ucap Kasih dengan wajah yang bersemu malu .
Dan Roy langsung memeluk tubuh wanita yang sedang mengandung darah daging nya dengan sayang .
" Udah yuk sarapan dulu kamu dan si kecil pasti udah laper , tuh saya udah siapin tapi saya mau cuci tangan dulu habis pegang lotion mu Bun ". ucap Roy setelah melepaskan pelukannya dan mengelus lembut kepala Kasih dan Kasih hanya mengangguk kan kepala nya tersenyum manis mendengar ucapan dari suami nya.
Roy pun berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci tangan nya dan Kasih mulai menata makanan yang di bawa oleh suaminya .
Sepasang suami istri itu pun mulai menikmati sarapan nya dengan tenang dan saat menikmati sarapannya ponsel Roy pun berdering membuat Kasih mengunyah makanan nya dengan pelan menanti respon dari Roy .
Roy pun langsung mengambil ponselnya yang tak jauh dari dirinya dan membaca id name dengan melihat pada Istrinya yang terlihat tak nyaman .
" Bun sebentar ya , saya mau angkat telpon nya ". izin Roy pada Kasih membuat Kasih membuang nafas kasar nya .
__ADS_1
" Emang kalau angkat telepon nya di sini Ka Roy ada masalah ". jawab Kasih ketus tanpa melihat kearah Roy dan masih fokus pada makanan nya .
" Yaudah iya tapi jangan kesel gitu dong ... di habis kan sarapan dan susu nya ." ucap Roy sambil mengelus lembut pipi Kasih dan muali menekan tombol hijau yang ada di ponselnya .
" Ya hallo ". jawab Roy dengan orang yang ada di seberang sana .
" Oke tunggu sebentar lagi ". ucap Roy lagi dan langsung mematikan panggilan nya bertepatan dengan Kasih yang sudah menyelesaikan makannya .
" Udah habis Bun ?". tanya Roy namun Kasih hanya mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban sambil merapikan lagi alat makan nya di dalam nampan dan membersihkan meja. menggunakan tisu .
" Ikut saya yuk Bun ". Ajak Roy pada Kasih membuat Kasih terkejut karena pikirnya Roy akan pergi tanpa mengajak dirinya seperti biasa setelah menerima panggilan dari seseorang .
"Kemana ?". tanya Kasih .
" Kita ke mall beli baju untuk mu Bun karena semalam saya lihat baju mu udah pada kekecilan . Mau ya ?". kata Roy pada Kasih yang masih menatap Roy dengan menyelidik .
" Mau ya Bun lagian kita kan jarang banget pergi berduaan , abis beli baju saya mau ajak ke suatu tempat ". ajak Roy lagi .
Dengan mengernyitkan keningnya merasa heran dan penasaran Kasih pun mengangguk kan kepala nya menerima ajakan suami nya .
" Yaudah yuk pakai baju itu aja udah cocok di kamu Bun tinggal ambil tas mu aja gih ... saya mau telpon Bik Mimin buat ambil nampan piring kotor." ucap Roy dengan semangat dan senyum yang menghiasi wajah tampan nya .
Kasih pun beranjak jalan masuk ke dalam ruang ganti untuk memoles sedikit wajahnya agar tampak lebih fresh dan mengambil tas tanpa mengganti bajunya seperti apa yang di minta suaminya dan ia pun berpikir dress dengan warna hijau botol selutut yang ia kenakan sudah sangat pas di tubuh nya pun sudah bagus untuk keluar rumah .
Dirasa penampilan nya sudah oke Kasih pun keluar dari ruang ganti setelah menggunakan flatshoes nya dan melihat suaminya yang ternyata sudah rapi .
Kasih hanya mengangguk kan kepalanya dan Roy pun menghampiri Kasih dan langsung memegang tangan Istrinya dan jalan keluar kamar .
Roy dan Kasih pun kini sudah berada di dalam lift menuju lantai dasar .
" Nanti kalau capek atau apapun yang kamu rasa gak nyaman ngomong ya Bun ". ucap Roy pada Kasih .
" Iya Ka ." jawab Kasih dengan perasaan yang susah untuk di jelaskan karena merasa bingung dengan sikap suaminya .
Saat sudah keluar dari dalam lift Roy pun beranjak ke halaman belakang dimana terdapat Mamih Esty dan Papih Dika serta keluarga kecil Dean untuk berpamitan dan masih memegang tangan Kasih .
*********
Seperti yang Roy bilang , saat berada di mall Roy pun memborong baju tidur , santai untuk orang hamil dan baju bepergian serta dalaman untuk Istrinya dengan telaten dan cekatan serta memilih baju dengan warna yang sesuai dengan kesukaan Kasih dan tentu saja untuk dirinya .
Roy pun memilih kesana kemari sendiri dan tidak memperbolehkan Istrinya untuk ikut mondar-mandir karena pria jangkung itu takut istri nya kelelahan dan jadilah Kasih hanya duduk di sofa yang tersedia di dalam toko itu dengan menikmati minuman coklat nya dan menentukan baju yang ia pilih yang sudah di bawakan suaminya .
Perlakuan Roy pada Kasih membuat pengunjung wanita di toko itu merasa iri pada Kasih dan juga ada yang tersenyum baper melihat perlakuan Roy pada Kasih .
__ADS_1
Saat di rasa sudah cukup banyak Kasih pun menghentikan kegiatan belanja suaminya dan menyuruh Roy membayar semua belanjaannya dan Roy pun meminta pegawai toko itu untuk mengirimkan semua barang belanjaannya ke rumah Dewantara .
Dan kini Roy dan Kasih pun sudah berada di dalam mobil setelah mereka selesai makan siang di salah satu restoran yang ada di Mall .
" Gimana Bun masih ada yang kamu cari lagi ga ?". tanya Roy pada Kasih sambil membantu memasangkan safety belt .
" Gak Ka sudah cukup ko , kalau keperluan si kecil aku udah janjian belinya sama Hana dan juga Mamih ." jawab Kasih dengan tersenyum manis.
" Terimakasih banyak ya Ka udah beli in banyak baju buat Kasih ". ucap Kasih pada suaminya .
Mendengar ucapan Kasih , Roy pun tersenyum dengan tangan yang mengelus lembut kepala Kasih .
" Iya sama-sama itu udah kewajiban ku Bun , maaf ya kalau selama ini kurang perhatiin kamu dan si kecil ". jawab Roy dengan tersenyum kecil dan di angguki oleh Kasih .
Roy pun mencium lembut kening serta perut buncit Istrinya sebelum menginjak pedal gas mobil nya .
" Sehat terus ya nak sampai lahir besok ... Ayah dan Bunda sudah sangat menantikan kehadiran mu jagoan ... ". ucap Roy pada calon anaknya setelah mencium perut besar Istrinya .
Saat Roy masih sibuk dengan kemudi mobil nya , Kasih pun di buat heran dengan jalan yang berbeda dengan jalan pulang ke rumah Dewantara dan perasaan Kasih makin di buat bingung saat mobil suaminya berhenti di depan lobby rumah sakit .
" Loh Ka kita mau ngapain ke rumah sakit kan baru Minggu kemarin Kasih periksa kandungan ?". tanya Kasih dengan heran .
" Ya kita kesini memang bukan untuk periksa kandungan Bun tapi saya ada perlu disini dan kamu harus ikut nemenin Bun ". jawab Roy dengan tersenyum kecil .
" Hah ... Emang siapa yang sakit Ka ?". tanya Kasih masih dengan rasa penasaran yang besar .
" Ya makanya ayo turun , kira lihat siapa yang sakit di dalam sama - sama ." jawab Roy mengajak Kasih untuk dari mobil namun Kasih hanya diam dengan pikiran dan perasaan yang berkecamuk .
" ceklek "
Roy pun membuka pintu mobil Istrinya karena Kasih masih saja diam dan melamun .
" Ayo Bun turun ... ". ajak Roy sambil mengulurkan tangannya pada Kasih .
Namun Kasih malah menggelengkan kepalanya tidak mau di ajak masuk ke dalam rumah sakit takut benar apa yang sedang ia takutkan .
" Loh kenapa gak mau , kalau kamu gak mau masuk nanti kamu tambah berpikiran buruk sama saya , Bun ". ucap Roy lagi namun Kasih tetap diam saja .
" Oke kalau kamu gak mau masuk , saya tinggal dan jangan salah kan saya bila kamu saya tinggal disini ". ucap Roy lagi dan akan menutup pintu mobil namun sebelum Roy menutupnya Kasih menghentikan .
" Ya udah aku ikut masuk ". sahut Kasih dan di angguki oleh Roy .
Walaupun dengan perasaan yang campur aduk Kasih tetap berjalan beriringan dengan suaminya yang masih setia merangkul pinggang nya .
__ADS_1
" Tuhan kuatkan hati ini ... " gumam Kasih dalam hati .
**********