Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 112


__ADS_3

Fandi dan kedua anaknya masih bermain, bercanda dan saling berbagi cerita di taman bermain itu .


" Kakak , ayah mau tanya boleh ?". tanya Fandi dengan duduk di atas rerumputan .


" Boleh yah ". jawab si sulung Rama.


" Apa Papah Dean baik sama Kakak dan Adek ?" tanya Fandi lagi .


" Iya Papah Dean baik banget sama kami semua yang Kakak dan Rafa minta pasti langsung di turuti sama Papah Dean bahkan Opa , Oma dan Om Roy juga baik semua ko ,"jawab si sulung Rama dengan polosnya .


" Syukurlah kalau gitu . eem kalau Papah Dean sama Mamah gimana ?". tanya Fandi mengorek kehidupan sang mantan istri bersama suami baru nya.


" Iya Papah suka jahil ke Mamah terus suka cium - cium gangguin Mamah gitu yah ". ucap si sulung Rama sambil tersenyum mengingat Papah Dean nya yang suka iseng . Fandi yang mendengar jawaban dari anak sulung nya pun hanya tersenyum getir.


" Rumah Papah Dean besar ya kak ?". tanya Fandi lagi .


" Beeesaar banget yah . ada lift nya di dalam rumah , Opa sama Oma di lantai 1 , terus kamar Kakak, Rafa dan Om Roy di lantai 2 dan kamar Papah yang paling besar di lantai 3 , mobil Papah juga banyak yah ". jawab si sulung Rama dengan jujur .


" Waah seru ya kak ". kata Fandi dengan hati yang berdenyut nyeri .


" Yaudah yu kita main lagi terus makan dan pulang ke rumah Uty soalnya nanti sore Mamah jemput ". kata Fandi lagi .


Dirasa sudah cukup lelah dan lapar , Fandi pun memanggil kedua putranya yang masih asik bermain balon tiup untuk di ajak makan di salah satu stand yang ada di taman bermain itu .


" Kakak Rama , Adek Rafa ayo kita makan ". panggil Fandi, kedua putranya pun langsung berlari menghampiri ayah nya .


" Tuh Anak Ayah jadi keringetan gini , seneng gak ?" tanya Fandi sambil mengelap keringat pada dua bocah laki-laki itu .


" Yaudah yuk kita cari makan , Ayah udah laper banget " ajak Fandi .


" Ayo Abang juga sudah lapen ". jawab si Rafa .


Fandi pun tersenyum sambil mengusap lembut kepala kedua putranya .


Ayah dan kedua anaknya pun berjalan menuju salah satu stand yang menyediakan makanan di taman bermain itu . Namun saat berjalan tiba-tiba ada seorang anak kecil yang berjalan dengan langkah tertatih dan langsung memeluk kaki Fandi membuat kedua putranya mengernyitkan keningnya heran dan bingung .


" Ayah "


" Ayah " ucap anak kecil itu .


" Hah ". Fandi pun di buat bingung dengan seorang anak kecil yang sedang bergelayut di kaki nya .


Fandi pun berjongkok untuk menyetarakan dengan anak kecil itu . Saat melihat wajah anak itu Fandi pun tersenyum manis.


" Ini kan anak kecil yang waktu di taman tempo waktu ." gumam Fandi dalam hati . Fandi mendongakkan kepalanya saat anak bungsunya menarik - narik baju nya .

__ADS_1


" Ayah sapa dia ? " tanya si bungsu Rafa.


" Oh ini adek kecil , Ayah juga belum tahu namanya tapi Ayah sudah pernah ketemu Dek ." jawab Fandi dan bersamaan dengan datangnya seorang wanita dengan nafas yang terengah-engah .


" huh hah Astaga adek ko lari - lari sih ibu capek nak " ucap nya pada anak nya dan pandangan wanita itu langsung tertuju pada pria yang jongkok di samping anak nya.


" Hah KAMU NGAPAIN ". tunjuk wanita itu .


" Jangan tunjuk - tunjuk saya , yang harus nya bertanya tuh saya ". kata Fandi sambil menepis tangan wanita itu.


" Bisa gak sih kamu jagain anak ". ucap Fandi dengan wajah datar nya .


" Gak usah sok tau ya ". kata wanita itu tak terima .


" Kamu tuh yang udah berencana buat nyulik anak ku , ini udah 2x loh aksi mu gagal , ngaku ". ucap wanita itu dengan sewot .


"Wah gila ni orang , jelas-jelas anak kamu tuh yang langsung pegang kaki ku , ni urusin anak yang bener . permisi ". jawab Fandi dan langsung menggandeng tangan kecil kedua putranya .


Namun baru 2 langkah anak kecil itu sudah berlari memeluk kaki Fandi dengan wajah yang ingin menangis .


" Ayaah " ucap anak kecil itu .


Fandi pun menghentikan langkahnya namun hanya diam , wanita yang seperti nya ibu nya pun terbengong di tempat nya berdiri melihat sikap anak nya pada Fandi .


Fandi pun menoleh pada anak sulung nya yang menarik ujung baju nya .


" Udah gak apa-apa ka tuh ada ibu nya , nanti ayah di bilang penculik lagi . udah ayo kak kita makan ". jawab Fandi .


" Huua huuaa Hua ". tangis anak itu pun pecah .


" Tante , anak nya nangis boleh ikut kita gak makan adek kecil nya ?". ucap si sulung Rama sambil memegang tangan wanita itu .


" Hah ... em iya ". ucap Wanita itu dengan menganggukan kepalanya.


Fandi yang juga merasa kasihan pada anak kecil itu pun langsung menggendong tubuh anak itu yang ajaib nya langsung menghentikan tangisnya dan menggandeng si bungsu Rafa menuju tempat makan dan di ikuti oleh Rama dan wanita itu .


Fandi , kedu putranya serta anak kecil yang masih setia di pangkuan Fandi dan wanita itu pun sudah duduk di kursi tempat makan menunggu pesanan mereka datang .


Wanita itu pun sesekali melirik ke arah Fandi.


" Ehem , maaf " ucap wanita itu pelan .


Dan Fandi tak menghiraukan nya namun lain dengan si sulung Rama .


" Ayah , Tante nya ngajakin ngomong ." ucap si sulung Rama pada Ayahnya .

__ADS_1


" Udah biarin aja kak orang gak jelas gitu ". ucap Fandi ketus .


" Ehem mas atau Pak saya minta maaf atas sikap saya yang sekiranya sudah menyinggung perasaan anda ". ucap wanita itu dengan serius dan Fandi pun hanya mengangguk kan kepala nya .


" Maaf sudah merepotkan dan mengganggu waktu anda dengan sikap anak saya ". ucap lagi wanita itu dengan mata berkaca-kaca.


" Iya sudah tidak apa-apa ." jawab Fandi dengan datar .


Dan mereka semua pun makan bersama dan sesekali anak kecil itu minta di suapin oleh Fandi .


" Adek Ndak boleh gitu ke Om nya ". tegur wanita itu pada anaknya .


" Sudah gak apa-apa ". jawab Fandi .


" Kakak , Adek di habiskan maemnya ya nak ". ucap Fandi pada kedua putranya.


Hingga semua sudah selesai dengan makanan nya . Kakak Rama dan Rafa serta anak kecil itu pun bermain dengan asiknya . Fandi dan wanita itu pun mengawasi dari bangku taman itu .


" Ehem Mas atau Pak saya benar-benar minta maaf ya sudah nuduh yang nggak-nggak , semata-mata saya hanya ingin melindungi anak saya tak ada maksud lain ". ucap wanita itu .


" Ya tak apa ,sudah jangan di bahas lagi . Oya dimana suami mu dari tadi belum datang - datang ?". tanya Fandi dan di jawab gelengan kepala oleh wanita itu membuat Fandi bingung .


" Hah maksudnya ?". tanya Fandi .


" Saya gak punya suami bahkan di kota ini saya hanya hidup berdua dengan tuh malaikat kecil saya ". jawab wanita itu dengan senyum yang di paksakan .


" Oh ya kalau ibu nya anak - anak Bapak kemana ?". tanya wanita itu .


" Mamah mereka ada tapi lagi di Surabaya ". jawab Fandi dengan pandangan yang lurus .


" Oh kerja ya Pak padahal hari Minggu loh ". jawab wanita itu .


" Bukan kerja tapi dia lagi sama suami baru


nya ". jawab Fandi dengan wajah yang datar.


" Hah maksudnya istri Bapak poliandri gitu ". ucap wanita itu . Fandi yang mendengar jawaban wanita itu pun langsung menatap tajam wanita itu .


" Jangan sembarang ngomong kamu , saya dan dia bercerai dan dia sekarang sudah punya suami baru ". ucap Fandi dengan menghembuskan nafas kasar nya.


" Maafkan saya Pak ". ucap wanita itu dengan menunduk kan kepalanya.


" Iya , maaf saya juga tadi sudah sedikit kasar ". ujar Fandi dan wanita itu pun mengangguk kan kepalanya .


Saat Fandi dan wanita itu berbincang - bincang tiba-tiba dia di kejutkan dengan suara seseorang yang sangat di kenal oleh Fandi .

__ADS_1


" Waah pasangan baru ya "


********


__ADS_2